
Tubuh wanita penyihir yang terbebas dari totokan Yan Lan, segera melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Yan Lan segera mendeteksi keberadaan jarum emas yang tertanam di tubuh sang wanita penyihir, dan dengan cepat Yan Lan menyusulnya karena Yan Lan yakin jika wanita itu akan menuju ke tempat di mana ketuanya berada.
Setelah jauh berlari, akhirnya Yan Lan melihat jika ada bangunan tinggi menjulang di dalam sebuah danau dengan kabut hitam yang menyelimutinya.
"Wanita itu menuju ke arah sana, dan aku yakin penyihir intan juga berada di dalam sana," batin Yan Lan.
Yan Lan segera menggunakan teknik mata langitnya untuk melihat situasi yang ada, dan betapa terkejutnya Yan Lan melihat tubuh Cencen, Qilin dan Qing ruo serta putri Limudza telah digantung di atas ujung sebuah menara dengan seluruh tubuhnya yang dipenuhi luka-luka bekas penyiksaan.
Darah di dalam tubuh Yan Lan seakan mendidih melihat seluruh rombongannya telah mati secara mengenaskan, kobaran api langsung menyelimuti tubuh Yan Lan akibat kemarahannya yang meluap luap.
Tiba tiba suara dari dalam alam batinnya menggema.
"Dasar bodoh!!, kau sekarang berada di wilayah penyihir, apa yang kulihat itu merupakan rasa kekuatiran yang ada pada dirimu, jika kau pergi kesana tanpa perhitungan maka kau akan terkena jebakan dari para penyihir itu," ucap roh jiwa golok pembunuh semesta.
Yan Lan pun tersadar dengan kecerobohan yang telah dilakukannya, dia pun kembali menata dirinya dengan mencerna keadaan yang ada di sekitar.
Dengan cara sembunyi-sembunyi Yan Lan beranjak untuk mendekati menara. Tujuannya kali ini ialah puncak menara yang terdapat ruangan besar berbentuk bola kristal.
"Jarum emas ku berada disana, dan tentunya wanita penyihir tadi telah menemui penyihir intan," bisik Yan Lan.
Benar apa yang dikatakan oleh Yan Lan, wanita penyihir tadi telah menemui penyihir Intan yang telah melakukan ritual kepada putri Limudza.
Plak..!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi wanita penyihir, karena telah merusak acara ritual penyihir intan, yang ingin memintanya untuk melepaskan jarum emas yang berada di tubuhnya.
"Kau sangat bodoh Ging yi, dia sengaja menanamkan jarum itu agar kau menunjukkan arah menuju kesini, dan dengan diam-diam dia akan mengikutimu," ucap penyihir intan.
"Tapi dia bilang akan menungguku di tepi sungai itu kakak, dan kurasa sekarang ini dia masih berada di sana!!" jawab Ging yi dengan penekanan di nada suaranya.
Penyihir Intan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kebodohan adiknya itu, kemudian dia pun mengeluarkan bola kristal untuk melihat keberadaan pemuda yang telah memasang jarum ke tubuh sang adik.
Betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat bola kristal yang menunjukkan keberadaan pemuda itu, yang kini telah berada di luar dengan berdiri di udara dan membawa golok berwarna hitam di dalam genggamannya.
"Keluar lah...!!! atau akan ku bumi hanguskan tempat kediamanmu ini!!" teriak Yan Lan.
Seketika bola kristal dan menara menghilang dari pandangan mata dan tampak kedua penyihir telah berdiri di udara, menyambut kehadiran Yan Lan.
"O...o.., ternyata kau pemuda yang telah membunuh keempat penyihir darah, bagus!! tentunya kau mempunyai kemampuan yang hebat sehingga kau berani datang sendiri ke tempatku ini," ucap penyihir intan.
"Aku tak ingin berbasa-basi, cepat serahkan seluruh rombonganku!!" jawab Yan Lan tegas.
"Ha..ha..ha.., baik aku akan membebaskan beberapa dari mereka, tapi dengan 1 syarat kau harus mengeluarkan jarum emas yang telah kau tanamkan ketubuh adikku, bukankah itu merupakan penukaran yang sebanding bukan?" ucap penyihir intan.
"Ha..ha..ha..jika kau tak ingin melepaskan mereka semua, maka lebih baik kita sama sama akan kehilangan, kau kehilangan adikmu dan aku akan kehilangan semua rombonganku," ucap Yan Lan sambil meremas tangan kirinya.
Jeritan keras keluar dari mulut Ging yi yang menahan sakit di dalam jantungnya, saat Yan Lan meremas tangannya sendiri.
Yan Lan terhenyak, dia tak menyangka jika penyihir intan begitu sangat kejam hingga dia membunuh adiknya sendiri.
"Anak muda aku akan membalaskan kematian adik ku, maka matilah....!!" teriak penyihir intan yang langsung menyerang Yan Lan dengan tongkatnya.
Yan Lan dengan cepat menangkis serangan yang dilakukan oleh penyihir Intan, hingga pada suatu titik, Yan Lan berada di suatu tempat yang dipenuhi dengan kegelapan dan tak ada sedikit pun cahaya yang menerangi tempat itu.
"Anak muda bersiaplah untuk menerima kematian mu!!" teriak penyihir intan yang dengan cepat menyerang Yan Lan dengan tongkat yang berada di tangannya.
Serangan yang dilakukan oleh penyihir Intan dengan telak mengenai bahu kiri Yan Lan, hingga membuat Yan Lan terjerembab.
Berkali kali Yan Lan berhasil terkena serangan dari penyihir intan, yang membuatnya semakin kesal karena penyihir intan seperti mempermainkannya.
"Sial !!, mata langitku tak bisa aktif di dalam alam sihirnya ini, dan kegelapan ini begitu sangat mempersulit ku dalam melihat gerakannya, apalagi di tambah inti api surgawi dan inti api neraka juga tak berfungsi di tempat ini," batin Yan Lan.
Tak lama suara penyihir intan menggema, terlihat tak ada permusuhan di nada bicaranya.
"Aku punya penawaran denganmu anak muda, karena aku sekarang seorang diri di menara ini selepas kematian adikku, aku ingin kau untuk menemaniku disini sebagai pasangan ku, bagai mana?" tanya penyihir intan.
"Wanita tua ini benar-benar meremehkanku, dengan menyuruhku untuk menjadi pasangan hidupnya, sampai kapan pun aku tak akan mau untuk menjadi pasangannya," batin Yan Lan.
Flash back
Saat melakukan ritual kepada putri Limudza, penyihir intan melihat memori yang ada di dalam fikiran putri Limudza, sosok pemuda yang bernama Yan Lan begitu sangat membuatnya terpesona.
Apalagi saat melihat adegan percintaan yang begitu sangat memabukkan antara kedua insan berlainan jenis itu, membuat gairah penyihir intan kembali seperti masa mudanya dulu, dan berharap akan bertemu dengan pemuda yang bernama Yan Lan.
*****
Kembali suara roh jiwa Golok pembunuh semesta berbicara di dalam alam batin Yan Lan.
"Yan Lan, ajak dia berbicara untuk mengalihkan perhatiannya, aku akan mencari kelemahannya di tempat ini, karena aku merasakan ada sesuatu yang membuat kau tak bisa mengeluarkan kemampuan," ucap roh jiwa Golok pembunuh semesta.
Yan Lan pun mengikuti apa yang di perintahkan roh jiwa golok pembunuh semesta miliknya.
"Aku adalah pemuda normal dan aku tak mungkin bersanding dengan wanita yang selayaknya menjadi nenek ku," jawab Yan Lan.
"Itu hal mudah bagiku, setelah aku menyerap aura dari wanita yang bersamamu aku akan muda kembali dan akan terlihat lebih cantik dari wanita yang ada dalam rombongan mu itu," ucap penyihir intan.
Yan Lan begitu sangat marah mendengar perkataan penyihir intan, akan tetapi dia tak menampakkan rasa marahnya itu di depan penyihir intan, demi untuk memuluskan rencana roh jiwa Golok pembunuh semesta dalam mencari kelemahan penyihir intan.
"Jika kau dapat merubah dirimu menjadi wanita muda yang melebihi kecantikan putri Limudza, maka aku akan bersamamu," jawab Yan Lan.
Mendengar perkataan Yan Lan, membuat penyihir intan tersenyum, dia pun membebaskan Yan Lan dari pengaruh sihirnya, dan membawanya kembali pada tempatnya semula.
Di alam batin Yan Lan kembali menggema suara roh jiwa golok pembunuh semesta. "Yan Lan kelemahan penyihir itu berada pada batu intan yang ada di ujung tongkatnya, jika kau dapat menghancurkannya maka kau akan dapat membunuhnya," ucap roh jiwa golok pembunuh semesta.