PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Persiapan


Semua persiapan telah dibuat, Yan Lan pun dapat bernapas dengan lega.


Yan Lan kembali memasuki ruang meditasinya untuk mencari petunjuk dari Dewa suci. Di saat melakukan meditasinya, roh Yan Lan melesat keluar dari tubuhnya, dan tiba di nirwana.


Roh Yan Lan menuju ke dalam kuil suci yang mana Dewa suci telah menunggunya disana.


"Dewa suci, apa yang harus kulakukan? aku memerlukan petunjukmu," ucap Yan Lan.


"Yan Lan..., Bulan merah akan terjadi 3 hari dari sekarang, dan kau pasti tau apa yang harus kau lakukan untuk mempertahankan ras manusia, kali ini bangsa iblis akan menggempurmu habis habisan dengan kekuatan yang besar, seluruh kekuatan bangsa iblis yang berada di benua semesta biru akan bergabung dengan kekuatan bangsa iblis yang berada di benua permata hijau, untuk memerangi mu," ucap Dewa suci.


"Aku telah mempersiapkan semua kekuatan armada tempurku yang kini berpusat di kota phoenix dewa, hanya saja kami belum tahu seberapa besar kekuatan bangsa iblis yang akan menyerang, dan apakah raja iblis juga ikut dalam perang itu!?" tanya Yan Lan.


"Aku tak tahu pasti apakah raja iblis ikut berperang atau tidak, jika raja iblis ikut dalam perang nanti, maka itu akan sangat berbahaya bagimu dan seluruh ras manusia, karena kekuatan raja iblis sekarang lebih besar dari pada kekuatan raja iblis sebelumnya, dan dengan kekuatanmu sekarang belum tentu kau akan dapat mengalahkannya, sedari itu aku akan memberikanmu 1 kekuatan yang tiada batas, karena kekuatan itu hanya kaulah yang bisa mengukurnya," ucap Dewa suci.


"Keluarkanlah pedang pembunuh iblis milikmu Yan Lan," perintah Dewa suci.


Yan Lan segera mengeluarkan pedang pembunuh iblis dari dalam cincin ruangnya, dan memberikan pedang itu kepada Dewa suci.


"Sekarang berikan artefak kalung yang ada di lehermu, aku akan menyatukan artefak kalung itu dengan pedang pembunuh iblis milikmu," ucap Dewa suci kembali.


Yan Lan melepaskan artefak kalung miliknya, dan memberikan artefak kalung itu kepada dewa suci.


Dewa suci lantas menyatukan artefak kalung dengan pedang pembunuh iblis milik Yan Lan. Seketika pedang pembunuh iblis berubah bentuk menjadi sebuah golok, dengan kilauan cahaya emas yang menyilaukan mata.


Lantas Dewa suci menaruh kekuatan abadinya kedalam golok yang kini berada dalam genggaman tangannya.


"Teteskan lah darahmu di atas permukaan Golok ini agar kau di akui sebagai tuannya, hingga tak ada satupun orang yang bisa menggunakan Golok ini selain dirimu sendiri, dan ingat Yan Lan..!! gunakan golok ini di waktu kau terdesak oleh musuh-musuhmu, dan jangan kau gunakan sembarangan, karena Golok ini dapat membunuh para Dewa dan Dewi termasuk aku," ucap Dewa suci.


"Baik Dewa dan terimakasih," ucap Yan Lan.


Karena Golok ini dapat menghancurkan apa pun itu, maka Golok ini akan kuberi nama Golok pembunuh semesta, sekarang Golok ini akan menyatu dengan dirimu, dan hanya akan hadir jika kau yang memanggilnya," ucap Dewa suci.


Tak lama kemudian pedang pembunuh semesta masuk kedalam tubuh Yan Lan, setelah mendapat petunjuk dari Dewa suci, roh Yan Lan kembali ke tubuh kasarnya.


Di dalam ruang meditasinya, Yan Lan sangat terkejut karena di dalam ruangan meditasinya tercium wangi bunga yang sangat harum, serta seorang wanita cantik tengah duduk di dalam ruangan itu sambil memandanginya.


Wanita cantik itu tersenyum dan melangkah arah Yan Lan berada, dia pun tak malu malu duduk di pangkuan Yan Lan dan menggelayut mesra padanya.


"Aku sudah sedari tadi berada disini kak Yan lan," ucap Qian Qin lembut sambil memainkan hidung bangir Yan Lan dengan jari telunjuknya.


"Oh ia kak Yan Lan, aku telah siapkan armada tempur dari sekte naga di atas awan, kapan pasukan itu akan ku bawa kesini?" tanya Qian Qin.


"Aku membutuhkan pasukan sekte naga diatas awan 2 hari dari sekarang," ucap Yan Lan singkat.


"Baiklah sayang, aku akan membawa armada tempur sekte naga diatas awan 2 hari lagi ke sini," jawab Qian Qin.


Dan merekapun berdua kembali terlibat kemesraan yang dalam, hingga tak terasa waktu terus bejalan dan merekapun kembali melakukan hubungan suami istri di tempat itu.


Dua hari telah berlalu, seluruh pasukan yang menerima undangan Yan Lan telah tiba di istana phoenix, dan seluruh pimpinan kerajaan yang menjadi sekutu Yan Lan telah berkumpul di ruangan megah di dalam istana Phoenix.


Yan Lan duduk di kursi kekaisarannya.


"Besok adalah hari bersejarah bagi kita semua, dimana bulan merah akan muncul dan bangsa iblis akan menyerang kita, jadi kita akan hancurkan dan usir bangsa iblis dari benua permata hijau ini!" ucap Yan Lan dengan penuh wibawa.


"Kami semua akan mendukung yang mulia untuk menghadapi bangsa iblis," ucap ratu Rubi, yang seorang ratu siluman serigala jadi jadian.


"Kami semua ada di garis depanmu yang mulia!!" ucap raja gerbang naga.


"Saya pribadi dan seluruh penduduk kota phoenix serta penduduk kota kekaisaran Giok sangat berterimakasih atas bantuan para sahabat semua, semoga dengan ini akan mempererat tali persahabatan kita," ucap Yan Lan kembali.


Tak lama kemudian, Jatayu masuk kedalam ruangan itu.


Jatayu memberi hormat dengan menggenggam tinjunya dan berkata.


"Yang mulia, pasukan iblis telah berada di perbatasan".


Yan Lan berdiri dari duduknya.


"Persiapkan armada tempur kalian semua untuk menghadapi serangan besar bangsa Ibis!! perintah Yan Lan.