PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Di adili


Yan Lan terkagum kagum melihat kemegahan sekte naga di atas awan, tak di sangka oleh nya jika sekte yang pernah di lihatnya dari kejauhan, kini berada di hadapannya.


Yan Lan mengikuti Qian Qin dari belakang menyusuri jalan yang di kiri kanannya terdapat bangunan besar dan megah.


Setiap bertemu dengan anggota sekte baik muda maupun yang tua, mereka selalu memberi hormat kepada Qian Qin dan Yan Lan.


"Itu adalah tempat kediaman ayahku, aku ingin jika kau bertemu dengannya nanti, kau harus menjaga sikap" ucap Qian Qin.


"Jangan kuatir aku tak akan mengecewakanmu," jawab Yan Lan.


Di depan sebuah bangunan besar dimana terdapat sebuah taman dengan tanaman bunga yang mulai mekar, duduk seorang lelaki paruh baya dengan karisma nya yang sangat kental diwajahnya sedang memainkan sebuah kecapi, dialah patriack sekte naga di atas awan yang bernama Pingyin Qin.


"Ayah aku datang" ucap Qian Qin.


Yan Lan mengikuti Qian Qin untuk mendekati lelaki paruh baya itu, akan tetapi langkah Yan Lan tiba tiba saja tertahan, ada sebuah kekuatan yang menghentakkan tubuhnya sehingga tak dapat melangkah ke arah patriack sekte.


Yan Lan merasakan alunan kecapi yang sangat indah dan merdu terdengar di telinganya, kini berubah menjadi hal yang menakutkan baginya.


Tubuh Yan Lan bergetar hebat seakan suara kecapi itu ingin mencabik cabik tubuhnya.


"Tehnik perusak jiwa" batin Yan Lan.


"Aku rasa patriack sekte naga di atas awan ingin menguji kekuatanku, dan aku tak boleh terpancing dengan ini semua," batin Yan Lan.


Yan Lan tak mengeluarkan sedikitpun kemampuannya untuk menghalau tehnik perusak jiwa yang di lepaskan oleh patriack Pingyin Qin.


Yan Lan mulai merasakan kegelisahan yang mendalam, jiwanya mulai bergejolak yang membuatnya kini harus berlutut menahan kekuatan sakit di tubuhnya.


Yan Lan mulai khwatir dengan kedua sahabatnya yang berada di dalam alam batinnya.


"Jika ini terus berlanjut, Leo dan biyao pasti tak akan merasa senang jika aku tersakiti seperti ini, dan di takutkan lagi jika biyao dan leo sampai keluar dari dalam alam batinnya dan mengamuk serta membuat kerusuhan di sekte naga di atas awan, biar bagaimanapun kekuatan kedua sahabatnya itu tak bisa dianggap remeh," batin Yan Lan.


Mau tidak mau Yan Lan masuk alam batinnya, dan mendapati biyao dan leo sedang meradang menahan amarah, "tuan muda, sedari tadi kami menunggu perintah anda untuk keluar dari sini dan memberikan pelajaran pada orang yang telah mengusik jiwa anda ," ucap Leo.


"Saudaraku Leo dan biyao kalian jangan gegabah, ini semua sengaja ku lakukan agar aku bisa melakukan pendekatan pada sekte ini, aku mengalah dengan tidak menahan tehnik perusak jiwa yang di lepaskan oleh Patrick sekte karena ada tujuannya, aku harap kalian bisa mengerti dengan ini semua, jika aku sudah tidak dapat mengatasinya lagi, aku pasti akan meminta bantuan dari kalian," ucap Yan Lan dan keluar dari dalam alam batinnya.


"Baik tuan muda," jawab Yan Lan dan biyao bersamaan sambil memandangi kepergian Yan Lan.


Yan Lan masih merasakan kekuatan dasyat dari teknik perusak jiwa yang di lepaskan oleh patriack sekte, yang kini harus membuatnya bergulingan di tanah karena menahan rasa sakit di tubuhnya.


"Hentikan ayah...!!" teriak Qian Qin.


Akhirnya suara yang di nantikan Yan Lan mengumandang, sehingga tehnik yang di lepaskan oleh patriack sekte pun lenyap dan Yan Lan bisa bernapas dengan lega.


"Ayah !! kak Yan Lan tak mempunyai kemampuan yang hebat, aku ingin ayah jangan terus menyiksa jiwanya," ucap Qian Qin.


Patriack sekte terdiam dengan perkataan putrinya, dia terus memandangi Yan Lan dengan lekat lekat.


"Mengapa putriku bisa bergaul dengan pemuda lemah seperti ini," batin patriack sekte.


Sementara itu Yan Lan yang mendapatkan perilaku buruk dari patriack sekte pun merasa kesal.


"Setelah aku bisa berendam kedalam kolam janin suci serta dapat menggabungkan tehnik mata langit dan api surgawi, maka aku akan mendapatkan kekuatan besar, walaupun kekuatan itu tidak seperti kekuatan Qi alam yang di miliki oleh para leluhurku terdahulu, akan tetapi aku akan mempunyai kekuatan surgawi yang setara dengan kekuatan nirwana yang di miliki para Dewa, saat itulah aku akan menunjukkan padamu ketua Pingyin Qin siapa aku sebenarnya," batin Yan Lan.


"Ayah dia adalah kekasihku namanya Yan Lan, jadi aku tak ingin lagi ayah mencarikan ku calon suami dari 4 keluarga besar, biarkan aku memilih calon suamiku sendiri ucap Qian Qin.


Qian Qin berjalan menuju kearah Yan Lan, dan membantunya untuk berdiri.


"Kau tak apa apa kak Yan Lan?" tanya Qian Qin sambil membantu Yan Lan membersihkan debu yang melekat di pakaiannya.


"Aku nggak apa apa Qian er," jawab Yan Lan singkat.


Patriack Pingyin Qin serasa tak percaya jika putrinya memilih pemuda yang tak punya kemampuan apa apa, dari pada salah satu pemuda dari 4 keluarga besar yang jelas kemampuan dan asal usulnya.


"Qian er apa apaan kau ini, aku tak menyetujui degan pilihanmu itu, aku tetap dengan pilihanku


yang mana salah pemuda dari 4 keluarga besar yang akan menjadi pendamping hidup mu di masa depan," ucap Pingyin Qin sambil meninggalkan tempat itu.


"Aku sudah besar ayah, aku bisa menentukan kebahagiaanku sendiri," teriak Qian Qin.


"Qian er rupanya sangat sulit meyakinkan orang tuamu dengan menjadikanku pendamping hidupmu, tenang saja Qian er aku pasti membahagiakanmu di masa depan," canda Yan Lan.


"Cukup!! kau tak usah ikut campur atau mengomentari urusan ku dengan ayahku, ingat Yan Lan hubungan kita ini hanya pura pura!!," ucap Qian Qin.


"Aku nggak yakin jika suatu hari kau tak akan jatuh cinta padaku," ucap Yan Lan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Qian Qin terlihat sangat kesal dengan tingkah laku dan perkataan Yan Lan padanya, dan tanpa menoleh kearah Yan Lan Qian Qin berjalan meninggalkan pemuda itu.


Yan Lan heran dengan tingkah laku putri ketua sekte naga di atas awan, sikapnya seperti ke kanak Kanakan, tak tau membedakan mana perkataan yang serius dan mana perkataan candaan.


Tak berapa lama Yan Lan berdiri di tempat itu, tiba tiba seorang laki laki datang menghampirinya.


"Tuan...., nona muda memerintahkan saya untuk membawa anda ketempat peristirahatan, silahkan tuan mengikuti saya," ucap salah satu murid sekte.


Yan Lan menganggukkan kepalanya mengiyakan, dan mengikuti pemuda itu dari belakang.


*****


Pertemuan antara patriack sekte dan keluarga neder tak berjalan baik, ketua Siang neder menginginkan pemuda yang telah melukai putra bungsunya bertanggung jawab degan perbuatannya yang telah melukai putra bungsunya itu.


"Saya minta patriack sekte berlaku adil kepada keluarga kami dengan menyerahkan pemuda itu untuk di adili," ucap ketua Siang neder.


"Betul patriack, pemuda itu telah menghancurkan kultivasi adik bungsu kami, dan kami tak rela jika pemuda itu tak di adili


seberat beratnya," timpal Siga neder.


"Kami akan terus memburunya jika patriack sekte tak memberikan tindakan tegas," sambung putra sulung keluarga neder.


Walaupun di benak patriack sekte tak suka dengan Yan Lan, akan tetapi mengingat Yan Lan merupakan kekasih putrinya, membuat Patriack sekte harus hati hati dalam mengambil keputusan, biar bagaimanapun patriack sekte tak ingin hati putrinya terluka dengan keputusan yang keliru.


"Aku harus melakukan sesuatu agar putriku tak datang di Guild keadilan besok," batin patriack sekte.


Di tempat peristirahatannya yang berada di dalam sekte naga di atas awan, Yan Lan yang tengah berbaring di pembaringan merasa aneh dengan kekuatan yang di milikinya akhir akhir ini, yang mana tubuhnya sekarang jauh lebih kuat dan juga merasakan energi di tubuhnya pun begitu berlimpah.


Tok..Tok...Tok...


Terdengar ketukan dari luar kamar yang membuat lamunan Yan Lan terhenti.


"Tuan muda, ini adalah pakaian ganti anda dan air hangat sudah kami persiapkan agar tuan muda bisa membersihkan diri," ucap seorang murid wanita sekte.


Yan Lan menerima baju pemberian dari murid wanita sekte, dan mengikutinya ke sebuah ruangan tempat membersihkan diri.


"Silahkan tuan," ucap murid wanita itu.


Yan Lan mencium aroma wangi dari air hangat yang berada dalam sebuah tempat yang terbuat dari batu langit.


"Apakah anda bisa keluar dulu nona, karena saya akan segera mandi," ucap Yan Lan.


"Tentu saja tuan," ucap murid wanita sekte dan berlalu pergi.


Yan Lan melepaskan semua pakaiannya dan masuk kedalam bak yang terbuat dari batu itu.


Tampak rasa lelah yang menghinggapi tubuhnya serta merta hilang seiring meresapnya air hangat yang di penuhi aroma wangi, yang berada dalam bak batu langit itu.


Yan Lan memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya kedinding bak tersebut dan tak terasa diapun tertidur di sana.


Setelah sekian lama Yan Lan tersadar dari tidurnya dan mendapati dirinya masih berendam di dalam bak batu tersebut.


"Aku tak menyangka bisa tertidur di sini" batin Yan Lan.


Yan Lan mulai menggosok tubuhnya, dan betapa terkejutnya Yan Lan melihat gambar yang berada pada tubuhnya.


"Sejak kapan gambar naga emas ini berada di tubuhku?" batin Yan Lan.


Yan Lan mengingat kembali pesan dari leluhurnya Wong ji Ang, jika dirinya merupakan turunan dari manusia setengah peri yang dia ketahui bernama Kumala.


Yan Lan bergegas memakai bajunya, dia tak ingin di identitasnya terbongkar yang akan mempersulit tujuan awalnya untuk bisa berendam di kolam janin suci.


"Ternyata semalaman aku tertidur disini," bisik Yan Lan sambil melihat matahari pagi dari jendela yang terdapat di sana.


Selesai berpakaian Yan Lan di jemput oleh seorang murid sekte. Kali ini Yan Lan benar benar kesal dengan Qian Qin yang telah membiarkannya sendiri.


"Tuan anda di minta patriack sekte untuk hadir dalam pertemuan dengan 4 keluarga besar di aula utama," ucap seorang pemuda yang merupakan murid utama sekte.


"Sepertinya aku akan di adili di aula itu, tapi mengapa Qian Qin tak datang menemuiku, aku rasa aku telah di jebak oleh wanita bercadar itu," batin Yan Lan.


Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Jika ini memang sebuah jebakan, maka aku akan menghancurkan sekte ini bersama kedua sahabatku," batin Yan Lan kembali.


Yan lan mengikuti murid sekte itu dari belakang, dan tak lama kemudian mereka sampai pada bangunan megah yang mana di dalamnya terdapat para petinggi sekte dan 4 keluarga besar serta ketua guild pengadilan sekte.


Semua tatapan mata mengarah kepada Yan Lan, terlebih lagi dari keluarga neder yang tatapan mata mereka seperti ingin menguliti Yan Lan hidup hidup.


Apa yang dipikirkan Yan Lan sedari tadi kini benar benar terjadi, Qian Qin yang di tunggu tunggu tak juga menampakkan batang hidungnya.


"Ketua Guild pengadilan sekte yang terhormat, dialah yang telah mencelakai putra utama dari keluarga besar neder," ucap seorang tetua dari keluarga neder.


"Yan Lan apakah benar kau yang telah mencelakainya?" tanya ketua Guild keadilan sekte.


Yan Lan yang merasa di tipu oleh Qian Qin tak sungkan sungkan lagi untuk berbicara di depan umum.


"Ha..ha...ha..., aku memang yang telah memberikannya pelajaran, karena Chang neder tak mempunyai etika sebagai pemuda dari keluarga terpandang," jawab Yan Lan.


"Lancang!! kau kira keluarga neder tak pernah mendidiknya selama ini hingga kau berkata seperti itu!!" teriak ketua Siang neder naik pitam.


"Aku tak merasa anda tak mendidiknya, tetapi semua orang tau siapa Chang neder dan bagaimana sepak terjangnya di masyarakat, mereka semua takut untuk berbicara karena ada kelurga neder di belakangnya," ucap Yan Lan kembali.


"Jaga bicaramu anak muda!!, aku ingin sidang ini tertib," ucap patriack sekte.


"Patriack yang terhormat, aku dibawa ke dalam sekte ini sebagai tamu dan juga sebagai kekasih putri anda, tapi mengapa anda tak membela kebenaran dari apa yang telah Chang neder lakukan di masyarakat," jawab Yan Lan.


Semua yang ada di dalam sidang saling berbisik bisik mendengar pernyataan Yan Lan, jika putri Qian Qin merupakan kekasihnya.


Patriack sekte merasa tak nyaman dengan apa yang baru di katakan oleh Yan Lan, hingga dia memendam amarahnya.


"Aku tak perduli jika kau merupakan kekasih putriku, kebenaran di dalam ruangan ini harus tetap berjalan dan tanpa adanya kebohongan," ucap patriack sekte.


Ketua Guild keadilan sekte angkat bicara.


"Aku ingin mendengar dari perwakilan keluarga Xie, keluarga Liu dan keluarga Fama, tentang perilaku Chang neder di masyarakat," ucap ketua Guild keadilan sekte.


"Kami dari keluarga Xie tak begitu mengetahui tentang sepak terjang Chang neder di masyarakat," ucap wakil ketua keluarga Xie.


"Kami dari keluarga Fama tak pernah mendengar bahkan melihat jika Chang neder pernah melakukan hal buruk atau meresahkan masyarakat," ucap ketua keluarga Fama.


"Kami dari keluarga Liu sependapat dengan saudara dari keluarga Fama, jika Chang neder tak pernah melakukan hal buruk di masyarakat," ucap penasehat keluarga Liu.


"Kita lihat sendiri bagai mana putraku tak bersalah dalam hal ini, berarti apa yang dituduhkan oleh Yan Lan semuanya itu bohong!!" ucap ketua Siang neder.


Kini semua orang yang ada dalam ruangan itu menuduh Yan Lan telah berbohong, dengan memfitnah Chang neder dan juga mengakui jika Qian Qin adalah kekasihnya.