PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Dewa agung vs Yan lan


Malam itu merupakan malam di mana Yan Lan harus berurusan dengan para Dewa muda.


"Maaf jika aku telah berlaku kurang sopan kepada anda, selama di sini, aku dan Dewi Nalan Xi tak pernah menyinggung para Dewa semua, kami murni hanya mengikuti perjamuan ini.


"Perjamuan ini bukan di peruntukkan bagi manusia murni sepertimu!!" bentak Dewa Seiryu yang begitu sangat membenci Yan Lan.


Yan Lan mulai terbawa emosi, dia tak menyangka jika para Dewa yang selama ini di kenal berhati mulia, ternyata ada yang mempunyai sifat picik seperti halnya Dewa muda yang ada di hadapannya itu.


"Terus anda mau apa dengan menyuruhku tinggal disini?" tanya Yan Lan.


"Aku ingin kau kembali ke bumi, dan lupakan Dewi Nalan Xi, kami semua para dewa muda tak ingin jika salah satu Dewi dari nirwana, berhubungan kasih dengan manusia biasa sepertimu!!" timpal yang lainnya.


"Itu hanya alasan dari kalian para Dewa muda, karena aku telah memenangkan hati Dewi Nalan Xi, aku yakin kalian semua iri padaku bukan?" tanya Yan Lan.


Mendengar perkataan Yan Lan membuat Dewa Seiryu naik pitam, dengan tinjunya Dewa Seiryu langsung menyerang Yan Lan.


Dewa agung tiba tiba langsung menahan serangan Dewa Seiryu.


"Apa yang kalian berdua lakukan, aku tak ingin kalian berdua mengacaukan acara perjamuan makan Dewa angin," ucap Dewa agung penuh wibawa.


Semua Dewa muda yang ada di tempat itu, segera memberi hormat kepada dewa agung.


Dewi Nalan Xi juga menyuruh Yan Lan untuk melakukan hal yang sama.


"Hari ini adalah hari bahagia, aku tak ingin ada keributan lagi," ucap Dewa agung.


"Dewa agung, keadaan yang membuatku seperti ini, dia adalah seorang manusia dengan sengaja merayu Dewi Nalan Xi agar jatuh cinta padanya, hal ini akan mempermalukan para Dewa di mata ras peri dan ras iblis," ucap Dewa Seiryu memprovokasi dewa agung.


Dewa agung menatap Yan Lan, dia tak menyangka jika ada manusia murni di antara para dewa.


Segera Dewa agung mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah Yan Lan, maka kekuatan dasyat langsung membelenggu Yan Lan.


Teriakan kesakitan dari mulut Yan Lan, membuat Dewa Seiryu tersenyum puas.


"Dewa agung tolong lepas kan Yan Lan, ini semua adalah kesalahanku," ucap Dewi Nalan Xi sambil bersujud di hadapan Dewa agung.


"Manusia di antara para Dewa merupakan hal yang tabu, dia layak di hukum dan di masukan ke dalam neraka yang berada di dalam alam bawah," jawab Dewa agung dengan penekanan di dalam suaranya.


Teriakan memilukan dari mulut Yan Lan tak henti hentinya keluar dari mulutnya, yang mana Yan Lan merasakan seluruh tulang tulang di dalam tubuhnya remuk oleh satu kekuatan yang sangat kuat.


Tak lama berselang, rubah ekor 9 yang sedari tadi memperhatikan hal itu, dengan cepat menyerang Dewa agung yang membuat belenggu di tubuh Yan Lan menghilang.


"Binatang ini begitu kuat, mengapa ada binatang sekuat ini di dalam nirwana?" batin Dewa agung.


Melihat Dewa agung diserang oleh seekor rubah, membuat seluruh para Dewa murka dan ingin segera menghabisi rubah itu.


Rubah itu segera melompat kearah gendongan Yan Lan, dan memberikan kekuatan baru pada Yan Lan.


"O...ternyata siluman rubah ini merupakan peliharaan manusia itu," ucap Dewa Seiryu yang langsung memukulkan tinjunya kearah rubah yang ada di gendongan Yan Lan.


Yan Lan yang sudah memendam amarah, dengan sigap langsung menangkap tinju Dewa Seiryu yang telah di aliri energi tingkat tinggi.


Betapa terkejutnya Dewa Seiryu melihat tinjunya tertangkap oleh Yan Lan, tanpa membuat Yan Lan sedikitpun bergeming dari tempatnya berada.


Yan Lan segera melemparkan tinju dari Dewa Seiryu, sehingga sang dewa muda itu terhempas dan menabrak meja serta kursi, yang banyak berada di tempat itu hingga hancur berantakan.


Melihat Dewa Seiryu di lukai oleh seorang anak manusia, membuat Dewa agung murka.


Energi padat segera keluar dari tubuh Dewa agung, yang membuat para Dewa yang ada di sekitar tempat itu menyingkir menjauh.


"Dewi Nalan Xi pergilah dari tempat ini, biar aku yang akan menghadapinya," ucap Yan Lan.


Tiba tiba Dewa agung kembali mengarahkan tangan kanannya ke depan, maka kekuatan dasyat segera mengarah kepada Yan Lan.


Dengan mengerahkan seluruh kekuatan es yang di milikinya, Dewi Nalan Xi menyambut serangan Dewa agung yang mengarah ke arah Yan Lan.


Udara berubah menjadi padat, yang menahan serangan Dewa agung yang mengarah ke arah Yan Lan, Udara yang berubah menjadi es itu hancur berkeping keping terhantam serangan dari Dewa agung, yang membuat Dewi Nalan Xi terhempas ke belakang.


Yan Lan segera melesat cepat ke arah Dewi Nalan Xi, dia berusaha menangkap tubuh sang Dewi agar tak terbentur ke tanah.


Darah segar mengalir di sela sela bibir Dewi Nalan Xi, yang membuat darah di tubuh Yan Lan mendidih.


"Yan Lan cepat pergi dari sini, dan temui Dewa suci untuk mencari perlindungan, aku sudah tak dapat melindungimu lagi," ucap Dewi Nalan Xi dan nyawanya pun tak terselamatkan lagi.


Yan Lan meneteskan air matanya, dan kini tak bisa mengontrol dirinya lagi, jiwanya telah di penuhi dengan dendam amarah akan apa yang telah menimpa Dewi Nalan Xi.


"Aku tak pernah menyakiti kalian semua, aku tak pernah membuat masalah dengan kalian semua, dan hari ini aku akan menantang semua para Dewa untuk bertarung hidup dan mati denganku!!" teriak Yan Lan.


Yan Lan berteriak keras hingga membuat perubahan cuaca di alam nirwana menjadi sangat panas, mata langit Yan Lan telah terbuka dan perisai Dewa suci telah melekat ditubuhnya, pedang pembunuh iblis pun kini memancarkan cahaya jingga yang sangat menindas.


Para Dewa yang ada di perjamuan makan seakan tak percaya, jika manusia biasa yang selama ini di rendahkan, ternyata mempunyai kekuatan setingkat jendral perang tertinggi langit.


Dewa Seiryu pelan pelan menjauh dari tempat itu, dia tak mau jika Yan Lan akan melihat lalu menyerangnya.


Rubah ekor 9 seketika membesar dan berubah warna menjadi hitam pekat, yang mana di tubuhnya di penuhi oleh lahar api yang menetes netes ketanah. Rubah itu seperti ikut merasakan amarah yang ada di diri Yan Lan.


"Bukannya itu api inti neraka?, bagai mana inti api itu bisa berada padanya, setahuku inti api neraka merupakan pusaka leluhur para iblis, siapakah sebenarnya pemuda ini?" batin Dewa agung.


Yan Lan dengan menggunakan pedang pembunuh iblis, langsung menyerang Dewa agung dengan ganas, sementara itu Rubah ekor 9 langsung menembakkan bola api inti neraka dan inti api surgawi berkali kali kearah Dewa agung.


Ledakan dari serangan 2 inti api itu, membuat Dewa agung kwalahan dan membuat nirwana terguncang hebat.


Dewa suci yang sedang melakukan meditasi di dalam kuil suci, perlahan membuka matanya dan menghilang dari tempat itu.


"Tehnik Gravitasi Dewa suci," batin Yan Lan dan langsung menancapkan pedang pembunuh iblis ke tanah, maka Tubuh Dewa agung seperti tertarik oleh satu kekuatan dasyat, yang menyebabkan diri sang dewa mengambang di udara.


Sejurus kemudian, rubah ekor sembilan tiba tiba menembakkan pedang pembunuh iblis dari dalam mulutnya, yang mana pedang itu telah terbalut energi 2 inti api yang sangat kuat, yang mengarah langsung ke arah Dewa suci.


Sebelum pedang pembunuh iblis mengenai tubuh dewa agung, tiba tiba saja muncul Dewa suci yang langsung menangkap gagang pedang pembunuh iblis.


Dengan sekali hentakan tangannya, tehnik Gravitasi Dewa suci yang di buat oleh Yan Lan hilang seketika.


Melihat Dewa suci berada di tempat itu, membuat Dewa agung menggenggam tinjunya memberi hormat.


Yan Lan..., hentikan ini semua, jangan amarah yang menguasaimu, itu akan membuatmu keluar dari jati dirimu yang sesungguhnya," ucap dewa suci.


Yan Lan yang sangat menghormati Dewa suci seketika amarahnya mereda, yang membuat rubah ekor sembilan kembali ke wujudnya semula.


"Dewa suci...De..De..Dewi Nalan Xi..." ucap Yan Lan terbata bata.


"Semua sudah suratan takdir, para Dewa sendiri tak bisa menghindari takdir itu..." ucap Dewa suci.


Yan Lan berjalan meninggalkan Dewa suci dan Dewa lainnya, dengan mengangkat jasat kasar Dewi Nalan Xi kembali lembah es.


Yan Lan menguburkan jasad Dewi Nalan Xi dengan layak.


Di depan pusara Dewi Nalan Xi, Yan Lan berucap "terimakasih atas bimbingan dan kebaikanmu selama ini Dewi, aku akan mengenang mu selau di dalam hati ku," ucap Yan Lan dan berlalu pergi meninggalkan lembah es.


Rubah ekor 9 tiba tiba saja membuat portal yang menuju ke arah benua permata hijau, tepatnya ke istana gerbang naga.


Sementara itu Dewa agung mendapatkan hukuman dari Dewa suci atas kelalaiannya hingga membuat Dewi Nalan Xi terbunuh, sementara itu Dewa Seiryu mendapat hukuman penebusan dosa di dalam gunung penebusan dosa hingga batas waktu yang tidak di tentukan.