PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Lembah es


Dewi Zhao Quin begitu sangat senang dengan pemberian dari Dewa suci, yang telah memberikannya lembah es yang berada di nirwana, dengan begitu, Dewi Zhao Quin sedikit bisa melupakan permasalahan yang ada, dengan tertawa ceria, bermain dengan para binatang yang berada di lembah es.


Setelah puas bermain, Dewi Zhao Quin berjalan kearah sebuah bangunan yang berada di dalam hutan itu.


Disana terdapat berbagai macam perabotan yang keseluruhan merupakan alat alat seorang wanita, dan Dewi Zhao Quin mengetahui jika wanita itu merupakan putri angkat dari dewa yang telah memberikan lembah es ini padanya.


Dewi Zhao Quin membuka lemari pakaian yang berada di dalam sebuah ruangan, dan mendapati bermacam-macam pakaian yang sangat bagus dan masih tersusun dengan rapi.


"Pakaian ini sayang jika tidak digunakan, Dewa baik hati itu telah memberikan lembah ini padaku, berarti semua yang ada di dalam lembah ini dapat ku gunakan termasuk pakaian-pakaian yang berada di dalam lemari ini," ucap Dewi Zhao Quin dan langsung mengeluarkan beberapa pakaian dari dalam lemari tersebut.


Akan tetapi sesosok roh jiwa wanita cantik telah berdiri di hadapannya.


"Lancang!!, berani sekali kau mengeluarkan pakaian-pakaian itu dari dalam lemariku!! apakah kau tidak mempunyai sopan santun jika berada di rumah orang?" tanya roh wanita cantik yang ada di hadapannya.


Mendengar perkataan itu, sontak saja Dewi Zhao Quin terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapannya.


"Maafkan kelancanganku, aku kira pemilik semua barang-barang yang ada di dalam bangunan ini telah tiada, karena Dewa suci telah memberikan alam ini padaku, sehingga aku ceroboh dengan ingin memiliki apa yang ada di dalam bangunan ini," ucap Zhao Quin dengan wajah bersalah.


"Aku rasa ayah tak mungkin memberikan lembah ini jika Dewi ini tak mempunyai hati yang baik, dan kurasa memang ayah tak salah memberikan lembah ini padanya, karena aku melihat adanya rasa rendah hati pada dirinya," bisik roh jiwa Dewi Nalan Xi.


"Kau tak usah memikirkannya lagi, raga kasarku juga telah tiada, percuma pakaian pakaian itu jika tak ada yang menggunakannya, aku memberikannya semua padamu," ucap roh jiwa Dewi Nalan Xi.


"Terimakasih Dewi Nalan," jawab Dewi Zhao Quin dengan menggenggam tinjunya memberi hormat.


"Kau jangan sungkan seperti itu. Siapa namamu?" tanya Dewi Nalan.


"Zhao Quin!" jawabnya.


"Dewi Zhao Quin, nama yang sangat bagus, aku akan menemanimu di sini karena sekarang ini aku hanyalah sebuah roh jiwa, yang tak mempunyai raga kasar," ucap Dewi Nalan Xi kembali.


Dewi Nalan Xi pun duduk di samping Dewi Zhao Quin. Kali ini Dewi Nalan Xi tak segalak tadi, dia mulai menganggap Dewi Zhao Quin sebagai seorang teman.


"Dewi Nalan, mengapa bisa raga kasarmu hancur, dan mengapa Dewa suci tak memberikanmu raga baru?" tanya Dewi Zhao Quin.


"Mudah saja bagi ayahku untuk memberikan raga kasar padaku, tapi aku tak menginginkannya karena jika aku menggunakan raga baru, pemuda yang dahulu mengenalku sebagai Dewi Nalan Xi pasti tak akan mengenaliku lagi," jawab Dewi Nalan Xi lirih.


"Dimanakah pemuda itu, aku akan memberikan pengertian padanya tentang dirimu saat ini," ucap Dewi Zhao Quin.


"Entahlah, aku tak tahu dia berada di mana sekarang," jawab Dewi malam Xi.


"Apakah kau bisa menceritakan padaku mengenai pemuda itu?" tanya Dewi Zhao Quin.


"Aku akan menceritakan tentang pemuda itu padamu," jawab Dewi nalan Xi.


Pemuda itu mempunyai darah campuran, antara keturunan manusia dan peri, makanya dia bisa berada di nirwana. Tapi bagi para dewa berdarah murni, darah campuran merupakan aib, dan tak bisa berada di lingkungan para dewa di nirwana.


Nama pemuda itu adalah Yan Lan, dan dia berasal dari Benua permata hijau...


Bagai anak panah menghujam jantungnya, Dewi Zhao Quin seketika itu terkejut ketika nama Yan Lan disebut oleh Dewi Nalan Xi.


"Tunggu..!!, kau juga mengenal kak Yan Lan?" tanya Dewi Zhao Quin.


"Dialah pemuda yang aku cintai, dan aku terlambat mengatakan isi hatiku padanya, sehingga dia tak mengetahui rasa cintaku sampai raga kasarku hancur," jawab Dewi Nalan Xi.


"Kak Yan Lan ada di nirwana, sekarang ini dia tengah melakukan meditasi untuk menembus ranah Dewa," ucap Dewi Zhao Quin.


"Apa dia ada disini?" ucap Dewi Nalan Xi dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


Namun tiba tiba senyumannya itu hilang karena melihat perubahan di wajah Dewi Zhao Quin.


"Apakah kau juga mengenal Yan Lan?" tanya Dewi Nalan Xi.


"Bukan hanya mengenalnya, aku juga telah hidup lama dengannya, hingga waktu yang memisahkan kami berdua sehingga sekarang dia membenciku," jawab Dewi Zhao Quin dengan menundukkan kepalanya.


"Jika kalian sudah hidup bersama, berarti kalian juga sudah melakukan hal layaknya suami istri?" tanya Dewi Nalan Xi.


Dewi Zhao Quin menganggukkan kepalanya, dan tersenyum getir, ada rasa sesak di dadanya mendengar pertanyaan dari Dewi Nalan Xi.


Melihat anggukan kepala Dewi Zhao Quin, membuat Dewi Nalan Xi terdiam, dia tak menyangka jika wanita yang ada disampingnya juga mencintai Yan Lan sama seperti dirinya.


Kedua wanita itupun sama sama terdiam, larut dalam pikiran mereka masing masing.


*****


Di alam bawah, tepatnya di tempat Dewa Seiryu berada, tampak dewa seiryu tengah berjalan menuju kepenjara di mana terdapat ketiga putri yang disekapnya berada.


Melihat kedatangan Dewa seiryu, membuat putri Qian Qin dan putri Bilqis gelisah.


"Dia datang kesini!!" ucap putri Qian Qin sambil menatap tajam kearah Dewa seiryu.


"Ha..ha..ha..!!, aku ingin salah satu dari kalian untuk menemaniku!!" ucap Dewa seiryu.


"Aku yang akan menemanimu, karena aku lebih muda dari mereka berdua, lebih segar dan tentunya aku juga masih perawan," ucap putri Limudza berbohong.


"Bagus!, aku membutuhkan wanita sepertimu untuk malam ini!!" ucap Dewa seiryu dengan mengibaskan tangan kanannya ke arah penjara.


Maka tiba-tiba saja putri Limudza menghilang dari dalam penjara, dan muncul di samping Dewa Seiryu.


"Adik...!!"


Teriak kedua putri yang masih ada di dalam sel penjara, akan tetapi teriakan mereka berdua sama sekali tak digubris oleh putri Limudza.


Setelah mendapatkan putri Limudza di sisinya, Dewa seiryu langsung membawanya pergi dari tempat itu.


"Kak Qian Qin, Aku begitu sangat khawatir terhadap adik Limudza, apa yang harus kita katakan kepada kak Yan Lan jika terjadi sesuatu padanya," ucap putri Bilqis.


Sesaat putri Qian Qin terdiam, dia juga bingung harus mengatakan apa dengan pertanyaan yang dilancarkan oleh putri Bilqis.


"Adik, kita hanya bisa berharap agar tak terjadi apa apa dengan adik Limudza, karena aku juga mencemaskan keadaannya, tapi aku yakin adik Limudza dapat melewati ini semua," jawab putri Qian Qin dengan ******* yang panjang dari mulutnya.


"Semoga saja kak!!" ucap putri Bilqis singkat.


Di tempat lain, Dewa seiryu langsung membawa putri Limudza kedalam kamar pribadinya, dan putri Limudza tak bisa berbuat apa apa mengenai hal itu, karena untuk melawan akan percuma saja karena itu akan menjadi sia sia belaka. Akhirnya putri Limudza menuruti keinginan Dewa seiryu untuk masuk kedalam kamar pribadinya.