PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kematian Bangsawan Fang Ji dan jendral Hyun Joong


Putri Limudza yang melihat keadaan Yan Lan dalam bahaya, segera menggunakan tehnik terkuatnya untuk menghancurkan segel hujan meteor yang terus memborbardir Yan Lan.


"Aku harus menghancurkan segel itu, ucap putri Limudza. Maka muncullah busur panah besar yang mengambang di udara.


Putri Limudza menyatukan telapak tangannya di depan dada, maka tiba tiba saja senar busur panah tertarik dan anak panah yang sebesar tombak seketika itu muncul.


Kilatan petir menyelimuti anak panah itu, dan teriakan membahana dari mulut putri limudza mengiringi lepasnya anak panah dari busurnya.


"Petaka langit !! " teriaknya.


Anak panah melesat cepat kearah segel hujan meteor yang tercipta, melihat hal itu leluhur Fang Chu tak tinggal diam, dia kembali menghantamkan tapak raksasanya ke arah amak panah milik putri Limudza.


Diluar dugaan leluhur Fang Chu, anak panah yang dilesakkan oleh putri Limudza, berhasil menembus telapak tangan raksasanya, dan pada akhirnya segel hujan meteor yang mengurung Yan Lan pun hancur terhantam anak panah yang di lesakkan putri oleh Limudza.


Tak sampai di situ, tehnik petaka langit milik putri Limudza, kembali menyerang ke arah bunga mawar ungu yang di tempati leluhur Fang Chu.


Anak panah kembali melesat cepat kearah bunga mawar ungu, dan kembali serangan anak panah itu mampu untuk menghancurkan kelopak mawar yang di ciptakan leluhur Fang Chu, hingga leluhur Fang Chu pun murka.


Yan Lan yang terbebas dari segel hujan meteor, langsung menyerang leluhur Fang Chu dengan sabetan, dan tusukan golok pembunuh semesta yang ada di dalam genggaman tangannya.


Pertarungan kedua kultivator kuat itu, mampu menggetarkan tanah di sekitar tempat itu.


"Kak Yan Lan, biar aku yang menghadapinya, lebih baik kau menolong Cencen yang tengah terpuruk," ucap putri Limudza.


Sesaat Yan lan menatap kearah Cencen, dan benar saja apa yang di katakan putri Limudza, Yan Lan melihat jika Cencen tengah dihajar habis habisan oleh bangsawan Fang Ji dalam pertarungannya.


Darah Yan Lan mendidih menahan amarah di dadanya, apa lagi yan Lan mengetahui jika yang melukai putri Bilqis adalah bangsawan Fang Ji, membuatnya menggenggam tinjunya dengan keras.


Yan Lan menatap putri limudza dan berkata, "Li er berhati hatilah, beri aku waktu untuk menghabisi bangsawan Fang Ji, setelah itu kita berdua akan menghabisi leluhur Fang Chu bersama sama.


Sang putri pun menganggukkan kepalanya. Sesaat kemudian Yan Lan melesat cepat kearah bangsawan Fang Ji dan menghampiri Cencen yang tengah terluka.


"Beristirahatlah, dan bawa putri Bilqis pergi dari tempat ini," ucap Yan Lan.


"Baik tuan muda!!" ucap Cencen dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Akulah lawan yang sepadan denganmu!!" ucap Yan Lan.


"Ha..ha..ha..!!" aku sudah menantikan hari ini, di mana kau akan mati di tanganku Yan Lan..!!" jawab bangsawan Fang Ji dengan meninggikan suaranya.


"Tehnik pedang 8 surgawi, mati kau Yan Lan..!!" teriak Bangsawan Fang Ji yang mengarahkan 8 pedang surgawinya kearah Yan Lan.


Yan Lan tak bergeming dari tempatnya, dengan api inti neraka yang membentuk perisai di tangan kirinya, Yan Lan berhasil menghalau serangan yang di lancarkan bangsawan Fang Ji tanpa adanya kesulitan yang berarti.


"Kali ini kau lah yang akan mati..!!" teriak Yan Lan sambil melesat ke udara.


"6 rasi bintang!" ucapnya kembali.


"Mengapa aku tak bisa bergerak, dan tubuh ku seperti tertimpa beban yang sangat berat," batin bangsawan Fang Ji.


Belum sempat hilang rasa bingungnya, bangsawan Fang Ji melihat enam bayangan Yan Lan telah berkelebat cepat kearahnya.


Serangan Yan Lan yang sangat cepat, tak terasa sakit di tubuh bangsawan Fang ji, akan tetapi setelah bangsawan Fang Ji menolehkan kepalanya, maka kepalanya itu seketika jatuh ketanah. Bangsawan Fang Ji melihat seluruh anggota tubuhnya ikut jatuh ketanah dengan tubuh yang terpotong potong beberapa bagian.


"Aku tak boleh mati!!" lirih bangsawan Fang Ji yang tiba tiba saja tak bisa untuk menarik napas, sesaat kemudian bangsawan Fang Ji meregang nyawa dan tak lama setelahnya sang bangsawan itu pun tewas seketika.


Leluhur Fang Chu yang tengah menghadapi putri Limudza, berteriak histeris karena garis keturunan terakhirnya telah binasa ditangan Yan Lan.


Dengan menggunakan kekuatan ranah tingkat Qi alam emperor dan gabungan dari kultivasi serta pertapaannya selama ini, leluhur Fang Chu yang sangat marah langsung merubah dirinya menjadi raksasa.


Otot otot kekar bermunculan di seluruh tubuh hanya, dan tiba tiba di tangan kanannya muncul sebuah tombak bermata 3 yang mengeluarkan aura ganas dan mematikan.


Di tempat lain Houcun Lay bersaudara tak kuasa melihat pemandangan itu, dia memilih untuk menjauh cari tempat terjadinya pertarungan, karena kekuatan besar yang diperlihatkan leluhur Fang Chu sungguh sangat mengerikan, dan baru kali ini mereka berdua dapat menyaksikan kekuatan yang sebesar itu.


Kedua bersaudara itu juga tak menyangka, jika wanita yang telah di tolongnya dan di kira lemah, mempunyai kekuatan dan kemampuan yang sangat hebat, terbukti dengan sang wanita yang mampu menghancurkan segel yang kuat di langit, dan dapat mengimbangi bertarung melawan kultivator ranah tingkat Qi alam emperor, serta dapat berdiri diatas udara tanpa bantuan suatu benda atau pertolongan dari orang lain.


"Kakak apakah kau masih menyukai wanita seperti itu, yang mempunyai tingkat kekuatan tak terbatas?" tanya Houcun Bin pada kakaknya.


"Adik, mencintai seseorang itu tak ada salahnya, itu merupakan perasaan hatiku pada Limudza, walaupun nantinya aku tak akan dapat memilikinya, jawab Houcun Bin sambil menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya secara perlahan lahan.


*****


Yan Lan dan putri Limudza kembali bersama, sepasang kekasih itu berdiri di udara, dengan memasang sikap kewaspadaan tingkat tinggi.


"Sayang kau harus berhati hati, kekuatan alam tingkat emperor puncak merupakan kekuatan yang telah menembus ranah tingkat kekuatan dewa, apa lagi dia di dukung dengan pertapaannya yang sangat lama, membuat nya bisa membunuh siapapun, baik Dewa maupun Dewi di nirwana.


"Baik kak Yan Lan, aku tak akan mati hari ini karena aku belum menikah denganmu," canda putri Limudza disaat ketegangan Yan lan melanda.


Yan Lan hanya bisa tersenyum mendengar perkataan putri limudza, yang mengingatkannya agar tak mati hari itu.


Dentuman berkali kali di tubuh leluhur Fang Chu, membuat gelombang energi yang sangat besar keluar dari tubuhnya, yang membuat alam bergejolak, sehingga tanah di sekitar tempat itu retak di sana sini.


"Sungguh kekuatannya sangat dasyat," ucap Yan Lan.


Di tempat lain, Qilin telah pulih 50 persen dari luka lukanya, sementara Cencen telah pulih 70 persen.


Mereka berdua kembali ke arena pertarungan, dan bersama-sama untuk menghancurkan jendral Hyun Joong.


Adanya bantuan dari kedua sahabatnya, membuat Qing ruo semakin bersemangat dalam menghancurkan jenderal Hyun Joong.


Serangan demi serangan yang mereka bertiga lancarkan, membuat jendral Hyun Joong semakin terpuruk, dan pada akhirnya belati terbang milik Qing ruo berhasil memenggal kepala jenderal Hyun Joong, hingga membuatnya tewas seketika.