
"Apa yang anda lakukan nona!? apa anda sudah berpikir bagai mana tubuh anda bisa seperti sekarang ini!? apakah anda berpikir jika luka dan racun yang mendera di tubuh anda bisa sembuh dengan sendirinya!?, jika aku mau aku bisa saja memperkosa anda dan mencampakkan tubuh anda di dalam hutan agar di makan oleh binatang buas, tapi itu tidak aku lakukan karena aku masih punya hati nurani sebagai seorang manusia yang bermartabat," ucap Yan Lan.
Yan Lan berjalan mendekati Ming Sin Si.
"Perkenalkan namaku Yan Lan, aku memang melepaskan pakaian mu karena hanya itu cara yang bisa kulakukan dalam menyembuhkan luka luka serta racun yang bersarang di tubuhmu, aku juga yang menggantikan pakaianmu dengan pakaian yang baru walaupun sekedar pakaian pria, karena pakaian yang kau kenakan sudah tak layak dan tak berbentuk lagi," sambung Yan Lan kembali.
Ming Sin Si terdiam, sumpah serapah yang keluar dari mulutnya kini sudah tak terdengar lagi.
"Ternyata aku salah menilai pemuda ini, dan untung saja aku belum sempat melukainya yang bisa membuatku menyesal seumur hidup karena telah melukai orang yang telah menyelamatkanku," batin Ming Sin Si.
"Aku minta maaf padamu karena kesalah pahaman ini," ucap Ming Sin Si dengan wajah uang di liputi rasa malu, bagai mana tidak, walaupun Yan Lan berhasil menyembuhkan luka lukanya akan tetapi Yan Lan tentunya telah melihat bentuk lekuk lekuk tubuhnya tanpa tertutup oleh sehelai benang pun.
"Baguslah jika kau telah menyadarinya," jawab Yan Lan.
Yan Lan pun melepaskan totokannya yang bersarang di tubuh Ming Sin Si, hingga wanita muda itu dapat bergerak kembali.
Yan Lan segera mencairkan suasana canggung diantara mereka berdua, dengan mengambilkan Ming Sin Si 2 ekor ikan bakar sekaligus.
"Makan lah, tentunya kau sangat lapar karena sudah 2 hari 1 malam kau tak sadarkan diri," ucap Yan Lan.
"Terimakasih," jawab Ming Sin Si sambil menerima ikan bakar pemberian Yan Lan dan langsung melahapnya.
"Apakah yang sebenarnya telah terjadi sehingga kalian bisa berurusan dengan binatang roh surgawi, leopard roh bintang itu, setahuku binatang roh surgawi itu tidak memakan daging melainkan hanya menyerap energi atau intisari yang telah di ciptakan oleh alam?" tanya Yan Lan.
"Yan Lan aku akan menceritakannya padamu bagaimana semua itu terjadi," Jawab Ming Sin Si.
Ming Sin lalu menceritakan yang dia ketahuinya kepada Yan Lan.
Desa yang selalu di teror oleh siluman leopard api bernama Desa cahaya kecil yang berada di luar kota api tempat berdirinya Klan Ming.
Desa cahaya kecil dalam sebulan harus menyerahkan 1 manusia untuk tumbal, agar desa mereka tak di serang oleh siluman leopard api.
Hal ini terus berjalan hingga lama kelamaan penduduk desa makin lama semakin berkurang, hingga kepala desa menyuruh beberapa pemuda yang tersisa untuk mencari tempat tinggal siluman leopard itu.
Alhasil mereka menemukan tempat tinggal sang leopard dan melaporkan hal itu pada ketua Ming Gui, yang mana ketua Ming Gui menugaskan tetua Gio Lang untuk menyelesaikan masalah di desa cahaya kecil itu.
Aku yang mendengar hal itu langsung meminta kepada ayah untuk ikut serta dalam kelompok yang akan berangkat ke desa api kecil. Ayah sebenarnya tak memperbolehkan aku untuk ikut misi itu, akan tetapi mengingat tetua Gio Lang ada didalam kelompok dengan berat hati ayah melepaskan keberangkatanku untuk mengikuti misi itu.
Seperti biasa aku meminta diri untuk menjadi calon tumbal, mereka memperlakukanku seperti seorang tumbal yang akan di serahkan kepada siluman leopard api.
Dan sangat di sayangkan siluman leopard api yang mereka maksud bukanlah siluman leopard api yang sesungguhnya, ternyata mereka memberikan informasi yang salah sasaran, yang mereka informasikan merupakan binatang roh surgawi, yang berakibat fatal bagi kami semua anggota klan Ming, selebihnya engkau telah mengetahui semuanya," ucap Ming Sin Si mengakhiri ceritanya.
"Aku tak mau banyak ikut campur dengan internal klan mu, setelah kau pulih betul aku akan mengantarmu pulang ke Kelan Ming," jawab Yan Lan.
*****
Petinggi 12 klan telah sampai ke klan Ming dengan Huang Lang sebagai ketuanya, dan ada beberapa anggota khusus dari 12 klan yang datang untuk membantu klan Ming dalam menghancurkan binatang roh surgawi yang bernama leopard roh bintang.
"Saudara sekalian klan Ming mengucapkan banyak trimakasih karena saudara semua mau membantu klan Ming dalam membinasakan binatang roh surgawi ini, karena binatang itu sungguh sangatlah meresahkan klan Ming dan desa desa yang ada di sekitar kota api, di mana tetua Mung Hao yang merupakan wakil ketua klan Ming masih di rawat karna luka lukanya dan putriku sampai sekarang belum juga di temukan semua itu akibat ulah binatang roh itu," ucap ketua Gui di saat acara perjamuan dalam rangka menyambut ketua 12 klan dan para utusan dari 12 klan.
"Saudara Gui tenanglah, besok pagi pagi sekali kita semua yang ada disini akan meringkus binatang roh surgawi itu.
Keesokan paginya.
Pertempuran antara praktisi 12 klan dan leopard roh bintang tak dapat terhindarkan lagi. Walaupun di dera derasnya hujan, praktisi 12 klan tetap menggempur binatang surgawi itu.
Beberapa orang dari praktisi beladiri yang tergabung dalam 12 klan, harus menerima kematian karena serangan cepat yang di lancarkan oleh binatang surgawi.
Leopard itu benar benar sudah tak terkendali, dia mengamuk sejadi jadinya, lahar panas terus keluar dari dalam mulutnya yang membuat area tersebut terbakar walaupun hujan deras melanda.
Melihat banyaknya korban dari praktisi 12 klan, membuat ketua Huang Lang panik, dia tak mau pulang ke kaisaran giok dengan menelan kekalahan, itu sama halnya memberi noda hitam ke mukanya sendiri, ketua Huang Lang tak ingin kaisar giok beranggapan jika dia tidak mampu memegang puncak pimpinan dari gabungan praktisi beladiri 12 klan.
"Cepat gunakan aray 1000 Guntur untuk menghancurkannya binatang roh itu" teriak ketua huang Lang.
"Aku yang memegang puncak pimpinan berarti kalian harus mengikuti kata kataku," teriak ketua Huang Lang kembali.
"Baik ketua!!" ucap mereka serempak.
Praktisi beladiri dari klan Zhu segera membuat aray di langit, awan tebal seketika memenuhi langit, kilatan kilatan kecil tak henti hentinya keluar dari dalam awan hitam itu.
"Kakak apa yang harus kita lakukan!!, penggunaan Aray 1000 Guntur tak pernah disarankan oleh ketua kita disaat hujan deras melanda, karna daya ledaknya akan menjadi tak stabil dan berpotensi mengenai kita sendiri," ucap salah seorang praktisi beladiri klan Zhu.
"Entah lah adik!!, kita ikuti saja kemauan ketua Huang Lang, karena dia yang bertanggung jawab dengan ini semua," jawabnya.
Formasi Aray 1000 Guntur di lepaskan, petir besar berkali kali menyambar tempat itu tanpa terkendali, leopard roh bintang berkali kali terkena sambaran petir besar yang membuatnya harus terhempas dengan luka sobekan disana sini tubuhnya, leopard itupun lari meninggalkan tempat itu.
Sementara hal yang sama terjadi pada praktisi 12 klan, banyak dari mereka yang mati terkena sambaran petir yang tak terkendali.
Ketua Huang Lang tak luput terkena sambaran petir itu, luka parah pun di deritanya.
Yan Lan dan Ming Sin Si yang melihat pertempuran itu dari jauh segera keluar dari persembunyiannya.
Aku akan menemuimu nanti, aku akan mengejar leopard yang terluka itu untuk menghabisinya, kau pergilah menolong orang orang yang terluka itu," ucap Yan Lan.
Yan Lan pergi menuju ke arah leopard yang berlari masuk kedalam rimbun pepohonan hutan, dan akhirnya Yan Lan pun menemukannya.
Leopard itu menatap tajam dengan tatapan amarah ke pada Yan Lan.
"Tenanglah sobat, aku tau kau tak bersalah dalam masalah ini, walaupun aku seorang manusia aku tak memihak pada mereka," ucap Yan Lan.
Yan Lan sengaja berbicara pada binatang roh surgawi itu, karena Yan Lan tau jika binatang roh yang telah menembus tingkat roh legenda dapat berbicara dan mengerti bahasa manusia, contohnya Tigris dan naga emas di hutan lelembut.
"Mengapa kau mengikuti ku anak muda!!? apakah kau juga ingin memburuku juga!!?" tanya sang leopard.
"Aku tak datang untuk memburumu, aku hanya akan memberikan penawaran padamu, aku tau kau adalah binatang roh surgawi, walaupun ranah tingkatanmu tak di ketahui sampai saat ini akan tetapi untuk menembus alam surgawi seperti para leluhurmu, kau perlu berbagai sumberdaya yang menunjang itu semua.
Aku menawarkan berbagai sumberdaya itu untuk membantumu menembus alam surgawi, dengan catatan kau juga akan membantuku di kala aku mengalami kesulitan, maka sedari itu aku menawarkan ikatan darah denganmu," ucap Yan Lan.
Yan Lan mengeluarkan esensi mutiara hitam peninggalan Tigris dari dalam cincin ruangnya, mutiara hitam ini berguna bagi penyembuhan luka bagi binatang roh tingkat legenda.
"kuberikan mutiara hitam ini secara cuma cuma padamu agar kau bisa pulih seperti sedia kala, ini merupakan etika baik dariku, dan kau harus ingat sekarang kau merupakan binatang roh paling di cari di benua permata hijau, hidupmu sekarang tak akan tenang karna banyak pemburu yang menginginkan dirimu dan untuk berkultivasi menembus alam surgawi itu akan sangat sulit bagimu," ucap Yan Lan kembali.
Di depan Yan Lan sang leopard menghisap sari esensi mutiara hitam, yang membuat luka luka ditubuh nya menghilang dan energinya pulih kembali.
"Baiklah aku akan mengikuti saran mu untuk melakukan kontrak darah" ucap sang leopard.
Diapun mengiris lengannya dengan kuku tajam yang di milikinya, maka keluarlah cairan darah berwarna biru dari lengannya yang tersayat itu.
Yan Lan pun melakukan hal yang sama dengan mengiris lengannya sendiri.
kedua darah itu membentuk sebuah gumpalan sebesar kelereng, dan perlahan terbang mengudara didepan kedua mahluk yang akan melakukan ikatan darah.
Tak lama berselang darah yang berwarna biru dari leopard bersatu dengan darah berwarna merah dari Yan Lan, yang menciptakan cahaya berwarna merah terang.
Cahaya itu seketika pecah menjadi dua dan langsung masuk ketubuh leopard roh bintang dan ke tubuh Yan Lan.
"Aku berhasil meyakinkan binatang surgawi ini untuk mengikutiku, ini akan menjadi keuntungan bagiku di masa depan," batin Yan Lan.
"Sekarang kita telah melakukan kan ikatan darah, apapun kemalangan yang menimpaku kelak itu juga akan berakibat padamu, sekarang aku ingin kau meninggalkan tubuh kasarmu itu dan gunakanlah tubuh barumu agar kulit mu nantinya bisa sebagai alasan bagiku untuk menghilangkan jejak mu dari semua klan yang menginginkan nyawamu," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda," jawab leopard roh bintang.
Leopard itupun segera meninggalkan jasad kasarnya dan masuk ke dalam alam batin Yan Lan, di mana terdapat sebuah alam yang pernah di tinggalkan oleh Tigris.