PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Persiapan pertempuran


Yan Lan perlahan membuka matanya, pandangan matanya tertuju pada seisi ruangan. "Apa yang terjadi denganku, mengapa seisi ruangan ini membeku?" batin Yan Lan.


Yan Lan menatapi tubuhnya yang masih di selimuti api berwarna hitam pekat. "Api ini mengapa ada di tubuhku?" batin Yan Lan sambil menahan sakit di tubuhnya.


Yan Lan mengingat ingat kembali, apa yang telah terjadi padanya sebelum dia terbaring di dalam ruangan yang penuh dengan es.


"Ackhh..., aku masih terkena api inti neraka," batin Yan Lan.


Tiba tiba Dewa suci hadir di hadapan Yan Lan.


"Yan Lan, aku sangat senang dengan pencapaian mu dalam membunuh Digos, dia merupakan jendral no 1 yang dimiliki oleh raja iblis *z**argon*, yang mana kemampuannya sendiri hampir setara dengan kekuatan yang di miliki oleh raja iblis Zargon, dengan kata lain jika suatu hari kau berhadapan langsung dengan raja iblis Zargon, peluang menang darinya sangatlah besar," ucap Dewa suci.


"Bagai mana dengan api bewarna hitam yang ada di tubuhku ini Dewa?, aku sudah tak sanggup untuk menahan panasnya, tubuhku seperti terpanggang di dalam bara api yang membara," ucap Yan Lan.


"Api hitam di tubuhmu adalah api hitam inti neraka, kau sangat beruntung karena api hitam itu mau mengikutimu, yang mana dia telah memilihmu menjadi tuan barunya, setelah tuan lamanya kau bunuh," jawab Dewa suci.


"Maksud anda Dewa?" tanya Yan Lan.


"Api inti neraka berasal dari jiwa jiwa yang telah mati karena keganasan iblis, baik dari jiwa para dewa dan Dewi yang telah mati, maupun para iblis itu sendiri. Jiwa jiwa itu terkumpul di dalam satu tempat yang teramat panas yang bernama neraka, keberadaan neraka sendiri hanya ada di dalam alam bawah, jika pemilik dari inti api neraka mempunyai perilaku baik maka api inti neraka itu akan menjadi baik, tapi jika pemiliknya jahat dan ganas, api inti neraka itu akan menjadi lebih jahat dan ganas," jawab Dewa suci.


"Apa yang harus ku lakukan Dewa?" tanya Yan Lan.


"Untuk dapat mengendalikannya, kau harus menaklukan api inti neraka itu, agar dia menjadi patuh padamu," jawab Dewa suci kembali.


"Baik aku akan melakukannya," ucap Yan Lan.


"Tak lama berselang, tiba tiba saja seorang wanita yang sangat cantik muncul di hadapan Yan Lan.


"Yan Lan segera menggenggam tinju dan memberi hormat kepada Dewi Nalan Xi.


Setelah kepergian Dewa suci, dengan kelembutannya Dewi Nalan Xi mengajak Yan Lan menuju kesebuah air terjun.


"Yan Lan berendam lah di air terjun itu, taklukan lah api inti neraka disana, jika kau belum sanggup untuk menaklukannya untuk saat ini, kau boleh naik kembali ke permukaan, dan kembali lagi jika kondisimu telah pulih," ucap Dewi Nalan Xi.


Hari hari Yan Lan di penuhi dengan latihan menaklukan api inti neraka, hingga 3 hari lamanya Yan Lan belum juga bisa menaklukannya.


Dewi Nalan Xi selalu memberi dukungan dan semangat kepada Yan Lan, hingga mereka berdua semakin akrab. Dewa suci sengaja memberikan kesempatan kepada mereka berdua untuk dapat saling dekat, dan dapat menjadi sepasang kekasih, Mengingat kekuatan yang di miliki Yan lan sekarang sebanding dengan kekuatan seorang jendral langit, yang sangat di butuhkan di dalam ke kaisaran Langit.


Apalagi Dewa suci mengetahui jika darah yang ada pada tubuh Yan Lan merupakan darah campuran dari ras peri, yang dapat membuatnya menjadi abadi seperti halnya para Dewa dan Dewi di nirwana, hal itu yang membuat Dewa suci memilih Yan Lan untuk menjadi kekasih Dewi es.


Dewi es sendiri merupakan Dewi tercantik di nirwana, yang merupakan anak angkat dari Dewa suci sendiri, setelah melihat kepribadian, paras, tutur kata yang sopan dan rendah diri, membuat sang Dewi jatuh hati.


Dewa suci yang melihat ke akraban Yan Lan dan Dewi Nalan Xi membuatnya merasa senang.


*****


Biyao, Leo dan Gon Lang tak sabar untuk menyerang istana gerbang naga, apalagi melihat kesedihan di wajah Zhao Quin semakin membuat mereka bertiga menahan amarah.


Setelah melakukan perundingan dengan tetua Yang long dan raja kota terdahulu, beserta para petinggi klan Luyang dan pangeran ke 3, akhirnya diputuskan untuk melakukan penyerangan esok pagi ke istana gerbang naga.


Segalanya di persiapkan di malam itu juga, semua anak muda desa melakukan kultivasi untuk menyerap Qi alam dalam rangka meningkatkan kekuatan mereka.