
Yan Lan terus berlatih dengan giat di bawah bimbingan Wong ji Ang gurunya, tehnik api surgawi yang ada padanya telah banyak mengalami perubahan dimana api surgawi yang berwarna putih kini berubah bentuk menjadi putih ke biru biruan.
Begitupun dengan tehnik mata langit yang juga mengalami perubahan besar, di mana tehnik empat gerbang yang di kuasai Yan Lan sebelumnya, kini berubah menjadi 2 tehnik Gerbang yaitu Gerbang ruang dan waktu dan tehnik Gerbang penghancur roh. Kedua tehnik itu merupakan tehnik yang sangat menakutkan yang di miliki oleh Yan Lan.
"Yan er karena kau telah menguasai tehnik mata langit sebelumnya, maka sangat mudah bagimu untuk menggabungkan ke 4 gerbang menjadi 2 gerbang," ucap Wong ji Ang.
"Setelah kau selesai melakukan ujian tes murid inti dan menjadi salah satu murid pagoda 9, aku ingin kau menemuiku kembali, aku ingin mengajarkan padamu bagai mana menggabungkan tehnik mata langit dan tehnik api surgawi agar menjadi satu kekuatan yang maha dasyat, dan Ingat Yan er jangan kau gunakan kedua tehnik yang baru kau latih itu dengan sembarangan, gunakanlah kedua tehnik itu pada saat situasi mu sudah tak menguntungkan lagi dalam bertarung," ucap Wong ji Ang kembali.
"Guru..!! mengapa tidak sekarang aku berlatih untuk menggabungkan kedua tehnik itu?" tanya Yan Lan.
"Melakukan sesuatu hal jangan sampai terburu buru Yan er, untuk menggabungkan kedua tehnik itu perlu waktu selama 2 tahun untuk melatihnya, berikan lencana ini pada Hyo jin maka dia akan memberikanmu ijin untuk berlatih denganku setelah kau memperoleh predikat murid inti di pagoda 9," jawab Wong ji Ang sambil memberikan sebuah lencana emas bergambar pagoda 9.
"Baik guru," ucap Yan Lan.
Yan Lan menerima lencana emas yang di berikan oleh gurunya, dan memasukkan kedalam cincin ruangnya.
"Jangan kau gunakan lagi teknik belati ataupun tehnik yang telah kau pelajari sebelumnya, gunakan tehnik pedang dan tehnik tangan kosong yang ada di dalam kitab ini, karena tehnik yang ada dalam kitab ini bisa mengatur energi Qi murni yang ada di luar tubuhmu hingga menjadi satu kekuatan yang dapat kau gunakan sewaktu waktu, atau kah itu untuk menyerang musuhmu atau kau gunakan sendiri sebagai pengganti Qi yang hilang saat kau bertarung," ucap Wong ji Ang sambil menyerahkan sebuah kitab ke arah Yan Lan.
"Tehnik di dalam kitab itu tak kalah dasyat nya dengan tehnik pedang dan tehnik tangan kosong yang ada di benua permata hijau, jadi tak ada alasan lagi bagimu untuk tidak mempelajarinya. ingatlah Yan er jadilah pribadi yang tegas, jangan mudah putus asa dan percaya pada diri sendiri," ucap Wong ji Ang kembali.
"Terimakasih atas nasehatmu guru," jawab Yan Lan.
Wong ji Ang melangkah pergi meninggalkan Yan Lan yang masih memberi hormat kepadanya.
Melihat gurunya telah menghilang di antara rimbunnya bambu kuning, Yan Lan segera meninggalkan tempat itu menuju ke tempat di mana kamarnya berada.
"Besok adalah hari dimana ujian tes kedua di mulai, hari ini akan ku pergunakan untuk beristirahat karena tubuhku sudah sangat lelah," batin Yan Lan.
Keesokan paginya setelah membersihkan diri dan memakai seragam murid pagoda 9, Yan Lan bersiap siap untuk mengikuti ujian tes yang ke 2.
Yan Lan melangkah dengan tenang menuju ke arah guild Alkemis, di mana ujian tes yang kedua akan di adakan di sana.
"Yan Lan..!! tunggu..!!" teriak seorang pemuda yang memanggil namanya.
Yan Lan menoleh kearah sumber suara dan tampak Huang jin berlari menghampirinya.
"Aku telah mendengar dari Yan Ling jika kau sebenarnya adalah Yan Lan yang berasal dari klan Glasier, aku minta kau jangan dendam padaku karena aku pernah melakukan hal buruk padamu sewaktu kita masih di dalam klan Glasier, jika kau berkenan, aku ingin menjadi teman bagimu," ucap Huang jin sambil menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Sudah lah Huang jin itu semua telah berlalu, aku ingin kau merubah sifat buruk mu itu jika ingin menjadi temanku," jawab Yan Lan.
"Terimakasih Yan Lan, aku akan merubahnya ucap Huang jin dengan senyuman keceriaan di wajahnya.
Kedua pemuda dari klan Glasier itu berjalan beriringan menuju kedalam Guild Alkemis berada.
Di dalam Guild Alkemis terdapat satu ruangan khusus, ruangan itu merupakan tempat di mana akan di selenggarakannya ujian tes yang kedua.
Di podium telah duduk ketua besar Hyo jin, ketua Feng Yin, ketua Yun Juaxin, ketua 12 klan Huang Lang dan seorang anak muda perwakilan dari menara falan yang bernama Yan Lou.
Yan Lou sendiri merupakan jenius dari klan Glasier yang memenangkan kompetisi pertandingan 12 klan, karena kejeniusannya itu menara falan merekrut nya menjadi salah satu murid disana.
Dengan berjalannya waktu Yan Lou berhasil menduduki jabatan sebagai wakil ketua menara falan dan berhasil menjadi ketua termuda di kekaisaran giok.
ketua Feng Yin berjalan ketengah tengah ruangan, tampak ketegangan di wajah ke 20 murid yang akan mengikuti ujian tes.
"Hari ini kita akan memulai ujian tes yang ke 2 di mana masing masing murid harus memurnikan pil pemulih stamina, semakin tinggi tingkat pemurniannya maka semakin berpeluang orang itu untuk melanjutkan ke ujian tes yang ke 3," ucap ketua Feng yin.
"Silahkan kalian menempati meja yang telah di sediakan," ucap ketua Feng Yin kembali.
Ke 20 murid masing masing menempati meja, dimana diatas meja telah terdapat berbagai macam tumbuhan roh dan sebuah tungku untuk melakukan proses pemurnian pil.
"Apa tidak salah pagoda 9 memberikan tes yang semudah ini, walau dengan menutup mata sekalipun aku pasti dapat membuat pil pemulih stamina dengan tingkat pemurnian yang sempurna," batin Yan Lan.
"Tes ini akan di beri waktu selama 1 jam, apabila pasir yang berada di dalam jam pasir ini telah habis, maka waktu pun berakhir, bagi yang tidak dapat menyelesaikan pemurnian pil maka murid tersebut di nyatakan gugur," ucap ketua Feng Yin.
"Ujian tes di mulai," teriak ketua Feng Yin sambil membalik jam pasir yang ada di atas meja. Perlahan lahan pasir yang ada di atas turun kebawah menunjukkan waktu ujian tes terus berjalan.
Dengan cermat Yan Lan memasukkan satu persatu bahan kedalam tungku pemurnian, dan dengan seksama Yan Lan mengatur suhu tungku hingga stabil.
Hal yang sama pun di lakukan oleh para murid yang mengikuti ujian tes, mereka benar benar teliti melakukan pemilihan bahan karna satu saja kesalahan akan membuat mereka gugur dalam tes kali ini.