PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Putri Limudza terluka.


Mengetahui kelemahan sang penyihir, tanpa di ketahui oleh penyihir intan, Yan Lan melesakkan sebuah jarum emas yang di lapisi api inti surgawi kearah batu intan yang ada di atas tongkat penyihir itu, yang membuat retakan besar terjadi saat jarum emas mengenai batu intan milik sang penyihir.


Zleep...!!


Trak...!!


"Apa yang kau lakukan!! aku akan membunuhmu anak muda...!!" teriak penyihir intan yang melihat Yan lan telah menyerang batu intan mustikanya.


Melihat sumber energi dari kekuatannya di ketahui oleh Yan Lan, dan juga telah meretakkan nya, membuat penyihir intan murka sejadi jadinya.


Sang penyihir lantas menyerang Yan Lan dengan sangat ganas, tak hayal lagi pertarungan pun terjadi dengan sangat sengit, Yan Lan dengan sangat tangkas menahan serangan penyihir hitam ke arahnya.


Kali ini serangan yang dilakukan penyihir intan benar benar ingin membunuh Yan Lan, karena sedikitpun tak ada rasa belas kasihan di dalamnya, hingga pada satu kesempatan, penyihir intan kembali membawa Yan Lan ke dalam alam kegelapan miliknya.


"Anak muda aku akan membunuhmu di tempat ini atau sebaliknya kau yang akan membunuhku!!, tapi ingat anak muda, jika kau dapat membunuhku maka seluruh rombonganmu juga akan ikut mati bersamaku!!" ucap penyihir intan.


Stelah berkata seperti itu, penyihir intan melesat dengan sangat cepat dan berpindah pindah tempat dalam hitungan kedipan mata, untuk melakukan melakukan serangan mematikan kearah Yan Lan yang begitu sangat di bencinya.


Kali ini keadaan berubah, mata langit dapat berfungsi dengan baik, dan dapat melihat pergerakan penyihir Intan dengan sangat jelas, di dalam pertarungan itu Yan Lan begitu sangat mudah menangkis dan memberikan serangan balik kepada sang penyihir, hingga membuat penyihir intan menjadi kelabakan.


"Kurang ajar!! aku terlalu bodoh karena telah mempercayainya, hingga dia berhasil untuk memperdayaiku, laki laki memang tak bisa di percaya!!" batin penyihir intan yang kembali menyerang Yan Lan dengan meningkatkan intensitas serangannya.


Jual beli serangan tak dapat terhindarkan, Yan Lan yang sangat mengkhwatirkan keadaan rombongannya, akhirnya meminta bantuan kepada roh jiwa golok pembunuh semesta agar dapat membantunya dalam menyelamatkan semua rombongannya yang ada.


Di alam batin Yan Lan...


"Aku minta pertolonganmu untuk dapat membantuku dalam menyelamatkan seluruh rombonganku yang di sekap oleh wanita penyihir ini," ucap Yan Lan.


"Jangan khwatir, sebelum kau memintanya aku telah menyelamatkan mereka semua, dan sekarang selesaikan tugasmu untuk menghabisi penyihir tua itu," jawab roh jiwa Golok pembunuh semesta dengan dingin.


Mendengar perkataan roh jiwa golok pembunuh semesta, membuat Yan Lan merasa tenang dia pun berkata "Terimakasih karena anda telah berkali-kali menolong saya," ucap Yan Lan dan kembali memfokuskan diri dalam pertarungannya.


Yan Lan begitu bersemangat untuk musnahkan penyihir intan, dan langsung menggunakan tehnik 6 rasi bintang yang dimilikinya.


Karena kau merupakan penyihir jahat, sepantasnya kau mati!!" teriak Yan Lan.


Keenam bayangan Yan Lan masuk kedalam rasi bintang, dan melakukan pembantaian kepada penyihir intan, hingga lengkingan teriakan menyayat hati keluar dari mulutnya.


Tubuh penyihir Intan terpotong menjadi 6 bagian, hingga kepalanya menggelinding ketanah. "Anak muda!! sudah kukatakan jika aku amati maka seluruh rombonganmu akan ikut mati bersamaku," teriak penyihir intan sambil membaca beberapa mantra.


"Mengapa bisa seperti ini, sejak kapan kau membebaskan mereka semua dari belenggu sihirku!!?? tanya penyihir intan.


Yan Lan hanya tersenyum dan tak menjawab pertanyaan penyihir intan. Yan Lan pun berlari dan menendang kepala penyihir intan hingga meledak di udara, serpihan dagingnya berjatuhan dari udara hingga berserakan di tanah. "Tanyakan saja pada raja neraka untuk pertanyaan mu itu!!" jawab Yan Lan.


"Penyihir intan benar benar kejam, dia ingin membunuh putri Limudza dan Draco dengan menyerap energi murninya, untung saja mereka berdua masih bisa bertahan!!" batin Yan Lan.


Yan Lan segera memeriksa keadaan putri Limudza, dan tak lama kemudian diapun menggelengkan kepalanya.


"Tak mungkin aku menyembuhkan nya di tempat seperti ini, selain sangat berbahaya jika penyihir kegelapan sampai datang, ketahanan tubuh putri Limudza juga begitu sangat lemah, aku harus membawanya ketempat ibunya berada untuk mendapatkan pertolongan, dan menghindarinya dari bahaya yang mungkin akan mengancam nyawanya," batin Yan Lan.


Di saat Yan Lan masih mencemaskan keadaan putri Limudza, tiba tiba saja Qilin, Cencen, dan Qing ruo tersadar dari kultivasinya.


Melihat adanya Yan lan diantara mereka, membuat ketiga pengikut Yan Lan merasa sangat senang dan berkata. "Tuan muda," ucap mereka bertiga dan menghampiri Yan Lan.


Akan tetapi keceriaan mereka seketika berubah saat mendapati putri Limudza dan Draco dalam keadaan lemah tak berdaya.


Yan Lan menatap ketiga pengikutnya dan berkata, "Coba kalian menceritakan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi hingga putri Limudza dan Draco bisa sampai seperti ini," ucap Yan Lan.


Sesaat mereka bertiga saling berpandangan, dan tak lama kemudian Qing ruo maju kedepan untuk menjelaskan semua yang telah terjadi kepada Yan Lan.


"Setelah kami semua tak mendapati tuan muda, kami bersepakat untuk melanjutkan perjalanan ke arah barat, ketempat di mana penyihir kegelapan berada untuk mencari tuan muda.


Rombongan terpisah untuk mempermudah mencari tuan muda, aku bersama Cencen dan Qilin, sementara putri Limudza bersama Draco.


Tak di sangka sangka kami bertiga bertemu dengan penyihir Intan, dan dapat dikalahkannya dengan mudah sehingga kami bertiga menjadi tawanan penyihir itu.


Beda halnya dengan putri Limudza dan Draco, dia berhasil mengimbangi pertarungan melawan penyihir intan, teknik yang digunakan oleh putri Limudza dan Draco mampu membuat penyihir intan kelabakan, sehingga membuat penyihir intan menggunakan cara licik dengan mengancam jika putri Limudza dan Draco tidak menyerahkan diri maka kami bertiga akan di bunuh.


Tak ingin kami bertiga terbunuh membuat putri Limudza dan Draco menyerahkan diri, setelah itu kami bertiga tak tau apa apa lagi karena tak sadarkan diri, sampai sebuah bayangan yang berselimutkan kabut hitam menyadarkan kami bertiga, dan menyuruh kami semua untuk melakukan kultivasi.


Sesaat Yan Lan menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, saat mendengar keterangan dari Qing ruo. Tak lama kemudian Yan Lan berkata.


"Aku ingin kalian bertiga membawa putri Limudza beserta Draco kembali ke kerajaan alam kilauan roh, agar secepatnya mendapatkan pertolongan disana, karena akan sangat berbahaya sekali jika putri limudza dan Draco tetap berada disini dengan kondisi seperti sekarang ini," ucap Yan Lan.


Melihat keseriusan di wajah Yan lan, membuat mereka semua tak berani mengeluarkan kata-kata untuk menolak, mereka bertiga akhirnya mengiyakan perkataan Yan Lan.


*****


Qilin melesat cepat menembus lebat nya hutan, dengan membawa seluruh rombongan itu di atas punggungnya.


Yan Lan melihat kepergian seluruh rombongannya, hingga hilang di dalam rimbunnya hutan.


"Ini yang terbaik untuk kalian semua, biarkan aku sendiri yang akan menghadapi penyihir kegelapan," ucap Yan Lan sambil melesat pergi kearah barat.