PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Monster raksasa lautan


Yan Lan mengambang diatas permukaan air mencari keberadaan penyihir kegelapan yang masuk ke dalam lautan yang dalam.


"Kemana penyihir itu, aku tak bisa melihat keberadaannya," batin Yan Lan.


Yan Lan melihat kedalam lautan, dan tampak dari dalam laut sebuah titik berwarna hitam yang terus bergerak cepat menuju kearahnya.


Makin lama titik itu semakin bertambah besar, melihat hal itu Yan Lan semakin memasang kewaspadaannya dan...


Wuss...!!


Seekor ikan paus raksasa langsung menyerang Yan Lan, dan dengan refleks Yan Lan melesat kesamping untuk menghindarinya, sambil memberikan satu serangan balasan dengan sebuah lemparan tombak penguasa semesta kearah tubuh ikan paus tersebut.


Trak...!!


Benturan keras terjadi antara tubuh ikan paus dengan tombak penguasa semesta milik Yan Lan, akan tetapi lemparan tombak penguasa semesta tak berefek sedikitpun pada monster raksasa laut itu, yang membuat Yan Lan harus masang strategi lain dalam mengalahkan ikan paus raksasa, yang kini menjadi musuh barunya.


Ikan paus raksasa kembali menceburkan dirinya kedalam air laut, hingga membuat gelombang besar terjadi.


Selepas masuknya ikan paus raksasa ke dalam laut, tiba tiba saja pemuda berpakaian hitam muncul kepermukaan dan langsung menyerang Yan Lan dengan tehnik teleportasi yang di milikinya.


Melihat hal itu, Yan Lan tanpa ragu menggunakan teknik ruang dan waktu dalam menghadapinya, sehingga pertarungan yang terjadi berimbang.


Di dalam pertarungan tak terlihat sedikitpun tubuh atau bayangan kedua orang yang sedang bertarung, hanya efek dari pertarungan yang dapat terlihat jelas, berupa meluapnya air laut seperti terkena bencana alam tsunami, serta bergejolaknya alam di sekitar terjadinya pertarungan yang semakin mencekam.


"Pemuda yang menjadi lawan tarung ku kali ini bukan lah orang biasa, dia bahkan mampu untuk menghindari sihir serta tehnik yang ku gunakan," batin penyihir kegelapan.


Pertarungan satu lawan satu semakin bertambah sengit, tensi serangan mereka berdua semakin meningkat dengan kualitas serangan yang semakin ganas dan mematikan, karena masing-masing telah menggunakan tehnik tehnik terbaik yang mereka miliki.


Berkali kali benturan terjadi hingga membuat mereka sama sama terhempas kebelakang, hingga pada suatu ketika benturan kembali terjadi, dimana tehnik petir dari penyihir kegelapan berbenturan dengan api inti surgawi yang di lesakkan oleh Yan Lan.


Kali ini naas bagi Yan Lan, ikan paus raksasa yang sebelumnya tak terlihat lagi, kini meloncat cepat kearahnya dengan membuka mulutnya lebar lebar.


Yan Lan yang tak kuasa menahan dorongan dari benturan energi yang terjadi, kini tak bisa berbuat apa apa saat ikan paus dengan buas melahap tubuhnya dan membawanya ke lautan terdalam.


Penyihir kegelapan yang melihat peristiwa itu tertawa terbahak bahak, menyambut kemenangannya dari pemuda yang selama ini merupakan kultivator terkuat yang pernah di hadapinya.


"Bagus Yuyu, tak sia sia selama ini aku menaklukan mu, kau sekarang sangat berguna bagiku," ucap penyihir kegelapan.


Penyihir kegelapan dengan santainya berjalan menuju kearah dataran kecil yang berada di tengah laut, seperti tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.


Di dataran itu banyak terdapat pepohonan rindang dan hamparan rerumputan lembut di permukaan tanah, yang menjadi hal menonjol di tempat itu adalah sebuah kolam kecil yang airnya biru, di sana terdapat sebuah bunga teratai berwarna emas yang mengeluarkan energi tak terbatas.


Penyihir kegelapan berjalan menuju ke arah kolam kecil itu, sambil memandangi bunga teratai berwarna emas yang ada di hadapannya.


"Aku tak akan membiarkan siapapun untuk dapat mengambil bunga teratai nirwana ini, karena bunga teratai ini merupakan milikku selamanya," ucap penyihir kegelapan.


Tak lama kemudian terdengar tawa terbahak-bahak yang keluar dari mulut penyihir kegelapan, yang kembali teringat pada anak muda lawan tarungnya. "Aku rasa anak muda itu sudah mati terurai di dalam perut paus raksasa yang menjadi pengikut ku, kini tak ada lagi ancaman yang akan membuatku khawatir kehilangan bunga teratai nirwana yang ada di hadapanku ini," bisik penyihir kegelapan.


Setelah berkata seperti itu, penyihir kegelapan mulai duduk bersila di dekat bunga teratai nirwana, dan mulai melakukan kultivasi penyerapan energi dari bunga teratai nirwana para Dewa itu.


*****


Di lautan dalam, tepatnya di dalam tubuh ikan paus, Yan Lan terkatung katung di dalam perut monster raksasa yang telah menelannya, tubuhnya terhantam kesana kemari di dalam dinding usus ikan paus.


"Celaka, usus ini menarik tubuhku ke dalam sana, jika aku sampai terjatuh kebawah sana maka hidupku akan berakhir, usus usus kecil itu pasti akan mencerna tubuhku," batin Yan Lan.


Yan Lan menancapkan tombak penguasa semesta kearah dinding di tubuh ikan paus, hingga tubuhnya dapat terselamatkan dari isapan kuat dari dalam usus monster lautan itu.


"Udara di dalam perut ikan paus ini semakin lama semakin menipis, dan mengandung zat asam yang dapat menghancurkan daging pada tubuh, selain itu di dalam tubuh ikan paus ini juga mengandung gas sehingga aku tak dapat menggunakan api inti neraka dan api inti surgawi untuk menghabisinya, jika aku melakukannya maka paus ini akan meledak bersama-sama dengan diriku yang berada dalam tubuhnya.


Di lain sisi jika aku menghancurkan organ dalamnya dengan menggunakan golok pembunuh semesta, maka ikan paus raksasa ini akan mati dan aku akan sulit keluar dari tempat ini, karena kulit luar ikan paus raksasa begitu sangat keras, dan kokoh yang sangat sulit ditembus oleh senjata artefak langit sekalipun," ucap Yan Lan.


Yan Lan membayangkan jika dia membunuh ikan paus yang telah menelannya, maka ikan paus raksasa ini akan terus turun ke dasar laut yang terdalam, dan lambat laun dirinyapun akan ikut mati akibat kehabisan oksigen dan tekanan kuat dari dasar laut.


Yan Lan berfikir sejenak untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi masalahnya kali ini.


Di saat mencari solusi untuk dapat keluar dari perut ikan paus raksasa, sayup-sayup Yan lan mendengar perkataan memaki dari dalam alam batinnya.


"Dasar bodoh!!, sudah kukatakan berkali-kali, berpikirlah secara jernih dan cari potensi yang ada pada dirimu, apa kau ingin membawaku untuk ikut hancur di dasar lautan ini!!, ingat Yan Lan kau mampu untuk menyembuhkan orang orang yang terluka parah, dan kau punya senjata yang dapat menunjang hal itu, sekarang ini kau tengah berada di dalam perut ikan paus apakah kau masih belum mengerti dengan apa yang ku maksud?" tanya roh jiwa golok pembunuh semesta.


Yan Lan mencerna perkataan roh jiwa yang ada dalam alam batinnya, dan seketika itu wajah kusut Yan Lan berubah menjadi ceria kembali, tampak senyum kini mengembang di bibirnya.