PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Rumput ungu penguat jiwa


Yan Lan menghentikan langkahnya dan merasakan apa yang ada di dalam hutan ini seperti tak lazim baginya.


"Tuan muda berhati hatilah, sekarang ini kita telah berada di dalam perangkap ilusi," ucap Biyao.


"Biyao sepertinya ketua Ming Chi Sun tak terima dengan kematian muridnya, sehingga dia Ingin menghabisiku di dalam hutan ini dengan ilusi," ucap Yan Lan.


Tuan muda jangan khwatir, aku akan berusaha semampuku untuk melindungi tuan muda dari ilusi ini," jawab Biyao.


Biyao seketika membentuk segel ilusi untuk melindungi Yan Lan, akan tetapi ilusi itu terlalu kuat hingga dapat menembus segel yang telah di buat oleh Biyao.


"Celaka..! tuan muda akan terkena ilusi ini!" batin Biyao.


Benar saja apa yang di pikirkan oleh Biyao, sekarang Yan Lan telah dalam pengaruh ilusi yang di lepaskan oleh ketua Ming Chi Sun, yang mana pikiran Yan Lan telah menjadi kosong yang membuat tubuhnya kehilangan kendali, penglihatannya pun sudah beda dengan apa yang dilihatnya, yang lebih mengkhwatirkan lagi apapun yang kini di lihat Yan lan menjadi sangat menakutkan dan mengancam nyawanya, Hinga Yan Lan berteriak teriak histeris.


Melihat hal itu biyao segera datang mendekati Yan Lan, akan tetapi Yan Lan langsung menyerangnya dengan membabi buta, hal ini membuat Biyao harus menghindari setiap serangan yang Yan Lan lancarkan kepadanya.


Di saat keterpurukan Yan Lan karena ilusi, tiba tiba saja cincin pemberian Rubi sang ratu siluman jadi jadian mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.


Cahaya dari cincin yang berada di jari tengah Yan lan itu, seketika melenyapkan ilusi yang bersarang di tubuhnya dan membuat Yan Lan terbebas dari tehnik ilusi yang di buat oleh ketua Ming Chi Sun.


"Biyao apa yang telah terjadi padaku, dan mengapa pedang roh abadi bisa berada dalam genggamanku?" tanya Yan Lan.


Biyao lalu menjelaskan semua apa yang telah terjadi Yan lan, saat dirinya tengah dipengaruhi oleh ilusi.


"Untung aku memakai cincin pemberian Rubi, jika tidak entah apa yang akan terjadi padaku," batin Yan Lan sambil memasukan kembali pedang roh abadi kedalam cincin ruangnya.


Akhirnya Yan Lan melanjutkan kembali perjalanannya memasuki ke kedalaman hutan larangan bersama Biyao sahabatnya.


Di tempat lain, tiga petinggi klan Ming semakin geram kepada Yan Lan.


" Kurang ajar..!! bagaimana dia dapat bebas dari tehnik ilusi ku!?" teriak ketua Ming Chi Sun geram.


Ketua Ming Gui dan tetua Gio Lang hanya terdiam mendengar kemarahan ketua Ming Chi Sun, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka, mereka berdua tak mau ambil resiko dengan kemarahan ketua Ming Chi Sun jika mereka berdua salah bicara.


"Gui er, lang er cepat kalian kerahkan asasin klan agar masuk kedalam hutan larangan untuk membunuh Yan Lan!! bentak ketua Ming Chi Sun menahan kekesalan.


"Baik ketua!!" ucap ketua Ming Gui dan tetua Gio Lang bersamaan.


Mereka berdua akhirnya mengikuti perintah ketua Ming Chi Sun untuk melepaskan asasin klan Ming.


*****


Di dalam hutan, Yan Lan telah sampai kesebuah areal pemakaman para leluhur klan Ming.


"Aku telah memasuki pemakaman para leluhur klan Ming, menurut informasi dari Ming Sin Si setelah menemukan pemakaman para leluhur klan Ming, berikutnya akan menemui reruntuhan bangunan kuno dan tak seberapa jauh dari bangunan kuno itu akan mendapati tugu yang kucari," batin Yan Lan.


"Ayo Biyao sedikit lagi kita akan menemukan apa yang kucari," ucap Yan Lan sambil melesat pergi.


Biyao dengan sigap mengikuti Yan Lan dari belakang hingga mereka berdua sampai di reruntuhan bangunan kuno.


"Biyao apakah kau merasakan energi yang sangat kuat di sekitar reruntuhan itu?" tanya Yan Lan.


"Aku tak merasakan apapun tuan muda" jawab Biyao.


"Sepertinya di tempat ini terdapat harta karun yang sangat berharga Biyao, dan aku ingin sekali mencarinya," ucap Yan Lan kembali.


"Tuan muda.., biar aku yang memeriksa keadaan di reruntuhan itu, karena aku merasakan ada sesuatu yang sedari tadi tengah mengawasi kita di sekitar tempat ini," ucap Biyao.


Mendengar perkataan Biyao barusan, membuat Yan Lan lebih waspada dengan keadaan di sekitar tempat itu.


Biyao pun melesat meninggalkan Yan Lan.


Selepas kepergian Biyao, Yan Lan segera mengaktifkan mata langitnya dan mendapati ada 3 sosok yang lebih terlihat sebagai monster dari pada seorang manusia sedang menatap ke arahnya.


"Siapakah sosok sosok itu, dan mengapa dia mengintai ku dari balik rimbun pepohonan di sana?" batin Yan Lan.


Tiba tiba saja yan Lan merasakan ada energi yang sangat kuat keluar dari balik batu besar di reruntuhan bangunan kuno.


Yan Lan pun mengalihkan pandangannya ke arah batu besar tersebut.


"Benda apakah yang bercahaya di balik batu besar itu? dan aku rasa energi kuat yang kurasakan sedari tadi berasal dari benda yang bercahaya itu," batin Yan Lan.


Tanpa di sadari oleh Yan Lan karna keasyikan menatap benda bercahaya itu, sebuah serangan cepat dari sebuah golok terbang langsung tertuju ke arahnya.


"Trang....," terjadi benturan hebat antara golok terbang dari salah satu asasin klan Ming, dengan pedang energi yang berada di tangan biyao.


Hati hati tuan muda, kita sedang berhadapan dengan pengguna tehnik golok tingkat tinggi," ucap biyao.


Yan Lan mengganggukkan kepalannya mengiyakan perkataan Biyao, Yan Lan pun mulai meningkatkan kewaspadaannya terhadap serangan susulan yang bisa saja merenggut nyawanya.


"Biyao apa yang kau lihat di reruntuhan tadi?" tanya Yan Lan.


"Aku tak menemukan apa pun di sana tuan muda," jawab Biyao.


"Mengapa biyao tak bisa merasakan keberadaan benda itu? sementara benda itu nyata terlihat olehku," batin Yan Lan.


"Nanti aku akan melihatnya setelah membereskan ke tiga mahluk menyeramkan ini," batin Yan Lan.


Yan Lan segera mengeluarkan pedang roh abadi dari dalam cincin penyimpanannya kembali.


"Biyao..., ayo kita serang bersama mahluk itu" ucap Yan Lan.


"Tunggu tuan muda, mahluk itu adalah roh sama sepertiku, bagi manusia biasa mahluk itu sangat berbahaya dan kejam tapi bagiku menghabisi mereka tak ubahnya seperti membunuh nyamuk," ucap Biyao.


"Tunggulah disini tuan muda, aku akan segera membinasakan mereka," ucap Biyao kembali.


Dengan kekuatan yang di milikinya, ketiga asasin klan Ming berhasil tersegel oleh segel roh yang di buat biyao, dan tak lama kemudian ketiga asasin itu telah mati tanpa ada perlawanan yang berarti.


"Tak kusangka kekuatan biyao begitu sangat mengerikan, untungnya aku telah melakukan kontrak darah dengannya sehingga aku bisa mengontrol biyao," batin Yan Lan.


Setelah kematian ke tiga asasin klan Ming, Yan Lan segera melesat kearah batu dimana Yan Lan melihat cahaya berwarna ungu dari balik batu di reruntuhan bangunan kuno hutan terlarang klan Ming.


Senyum keceriaan seketika mengembang di sudut bibir Yan Lan melihat benda yang di temukan nya di sana.


"Biyao ini adalah Rumput ungu penguat jiwa, kita beruntung bisa menemukan rumput langka itu disini," ucap Yan Lan.


"Apakah kegunaan rumput ini tuan muda?" tanya Biyao.


"Menurut kitab kuno yang di berikan oleh leluhurku Wong ji Ang tentang tehnik boneka, rumput ungu penguat jiwa adalah bahan inti untuk membentuk sebuah roh agar bisa menyatu kedalam sebuah raga yang di inginkan, dengan kata lain aku bisa menyatukan mu dengan sebuah raga manusia agar kau bisa menjadi seorang manusia seutuhnya, dan dapat mengembalikan kultivasimu yang dulu hilang menjadi seperti sediakala," ucap Yan Lan.


Biyao seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yan Lan.


"Aku meragukan omonganmu tuan muda, tapi jika itu benar terjadi dan kau mampu memberikan raga baru pada rohku, aku biyao berjanji dengan kontrak darah dibtubuhku, akan mengabdikan seluruh hidupku untuk melindungimu tuan muda" ucap biyao.


"Baik biyao aku pegang janjimu, dan aku akan segera memberikan raga baru padamu setelah kita berhasil menuju ke sekte Naga di atas awan," jawab Yan Lan.