
Yan Lan tak percaya jika Dewi Nalan Xi kembali hidup, Karena sewaktu di nirwana, dia sendiri yang telah menguburkannya. Yan Lan segera mencerna keadaan yang ada, dengan melangkah ke arah sang kaisar es berada.
"Aku harus mencari tau apakah wanita itu adalah Dewi Nalan Xi?" batin Yan Lan.
Maafkan karena mereka telah mengganggu istirahat anda tetua, jika berkenan aku akan mengajak tetua untuk meminum segelas atau dua gelas anggur," ucap Yan Lan sambil menggenggam tinju memberi hormat.
Kaisar es yang bernama Yun Leng, langsung menatap tajam kearah anak muda yang berada di hadapannya, dan Yan Lan sendiri bersikap tenang dalam menghadapi situasi tersebut.
"Ha..ha..ha..Baik aku akan minum bersamamu!" ucap tetua Yun Leng. Diapun mengulurkan tangan kanannya ke arah Yan Lan, dan Yan Lan pun membalas uluran tangan sang kaisar es.
Yan Lan merasakan energi dingin yang menekan di tangan kanannya, merasakan hal itu Yan Lan pun mengeluarkan inti api neraka untuk menekan balik energi dingin dari tangan kanan kaisar es.
Tetua Yun leng mengernyitkan dahinya, merasakan kekuatan besar yang di gunakan anak muda yang berada di hadapannya, untuk menyerang balik kekuatan es miliknya.
"Anak muda ini kekuatannya sungguh sangat luar biasa, dengan kekuatanku sekarang ini, belum tentu aku bisa menandinginya, siapa sebenarnya anak muda ini?" batin tetua Yun Leng.
Untuk menghilangkan ketegangan yang ada, tetua Yun leng segera mencairkan suasana yang ada, dengan mengajak Yan Lan minum kemejanya.
"Ayo kita meminum anggur bersama," ucap tetua Yun Leng.
Mereka berdua akhirnya pergi kemeja yang berada di dalam perahu, Yan Lan sekilas melirik ke arah wanita muda yang bersama dengan sang kaisar es.
"Mengapa wajahnya sangat mirip sekali dan hampir tak ada perbedaannya dengan Dewi Nalan Xi," batin Yan Lan.
Setelah sampai ke meja yang di tuju, Yan Lan segera menuangkan anggur yang sudah tersedia di sana, ke dalam 2 gelas yang berada di atas meja.
"Silahkan tetua," ucap Yan Lan.
Tetua Yun Leng langsung meneguk habis anggur yang berada di dalam gelasnya, dan Yan Lan mengisikan anggur lagi kedalam gelas kosong tetua Yun Leng.
"Siapa namamu anak muda? dan mengapa kau pergi ke benua semesta biru?" tanya tetua Yun Leng.
"Namaku Yan Lan, aku ke benua semesta biru ingin mencari beberapa bahan untuk pembuatan pil obat, karena di benua permata hijau aku tak menemukannya," jawab Yan Lan.
"Anak muda yang jenius, selain mempunyai kemampuan dalam bidang beladiri, ternyata kau juga mempunyai kemampuan di bidang Alkemis, namaku Yun Leng, aku merupakan wakil ketua Sekte pasir es, jika kau pergi ke kaisaran buluh surgawi, datanglah ketempat ku dan bawa lencana ini, maka aku akan menyambut mu Yan Lan," ucap tetua Yun Leng.
"Terimakasih tetua," ucap Yan Lan.
Yan Lan sebenarnya ingin menanyakan kepada tetua Yun Leng, nama dari gadis yang mirip dengan Dewi Nalan Xi, akan tetapi Yan Lan ragu untuk menanyakan hal itu kepada tetua Yun Leng.
Dan Yan Lan pun memutuskan untuk menanyakannya di lain kesempatan. Setelah hari itu, Yan Lan tak pernah berjumpa lagi dengan tetua Yun Leng dan cucunya, karena mereka berdua sibuk berkultivasi di suatu ruangan.
Hingga beberapa hari lamanya, akhirnya perahu yang di tumpangi oleh Yan Lan tiba di pelabuhan benua semesta biru.
Ternyata selama ini aku tak pernah mengetahui, jika ada penghubung antara Benua permata hijau dengan Benua semesta biru seperti pelabuhan ini, mungkin karena aku lama tinggal di klan dan terfokus dengan kultivasi," batin Yan Lan.
Yan Lan terus berjalan mengikuti para penumpang yang turun dari perahu. dan tiba tiba salah seorang pemuda menyapanya.
"Tuan muda, dapatkah aku berbicara dengan anda sebentar?" tanya sang pemuda.
"Katakan apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?" tanya Yan Lan.
"Tuan muda, aku ingin mengajakmu untuk bekerjasama mengawal saudagar Rohtim ke sekte pasir es, karena saudagar rohtim tengah membawa segala perlengkapan dalam turnamen Alkemis yang akan di laksanakan di sekte pasir es," jawab sang pemuda.
Yan Lan berfikir sejenak untuk mencerna keadaan yang ada. "Tak ada salahnya aku ikut rombongan saudagar rohtim ke sekte pasir es, kebetulan aku masih penasaran dengan wanita yang memiliki kemiripan dengan Dewi Nalan Xi," batin Yan Lan.
"Baik, aku akan mengikutimu untuk menjadi pengawal saudagar rohtim, hingga kalian semua tiba di sekte pasir es dengan selamat," ucap Yan Lan.
"Jika demikian, silahkan tuan muda kereta saudagar Rohtim sudah menunggu kita," ucap sang pemuda yang memperkenalkan dirinya bernam Beldi kepada Yan Lan.
Di tengah perjalanan rombongan saudagar rohtim di serang oleh sekelompok kalajengking hitam, yang tadinya berada di atas perahu.
Lelaki paruh baya yang menjadi pimpinan, merasa sangat geram terhadap pemuda yang menantangnya di atas perahu, dengan sekali perintahnya seluruh anggota kalajengking hitam langsung menyerang ke arah rombongan
saudagar Rothim.
Sementara itu lelaki paruh baya memilih bertarung melawan Beldi. Kekuatan lelaki paruh baya yang diatas kekuatan Beldi, dengan mudahnya dapat mengalahkan Beldi.
Disaat-saat keterpurukan Beldi, Yan Lan dengan sigap langsung memberikan serangan mematikan ke arah lelaki paruh baya itu, alhasil sang lelaki paruh baya yang menangkis pukulan Yan Lan, akhirnya terseret beberapa meter ke belakang.
"Tak kusangka pemuda sepertimu mampu untuk membuatku terserat kebelakang seperti ini, maka aku tak sungkan lagi untuk menghabisi kalian semua," ucap lelaki paruh baya itu, sambil menelan pil berwarna merah yang kini ada di dalam genggaman tangannya.
Perubahan bentuk pun terjadi, seluruh tubuh lelaki paruh baya itu dipenuhi dengan aura berwarna merah darah, dimana sebuah tanduk kini menghiasi kepalanya, dan tubuhnya yang kecil kurus, berubah menjadi lima kali besar tubuhnya yang memperlihatkan otot otot yang kekar.
Bau amis seketika semerbak di udara, yang membuat siapapun yang menciumnya akan merasa mual, dan ingin muntah.
"Iblis!!" bisik Yan Lan.
"Ternyata kelompok perampok kalajengking hitam setelah bersekutu dengan iblis, terbukti dengan salah satu anggotanya yang telah berubah menjadi manusia iblis," bisik Yan Lan kembali.
Manusia iblis jelmaan dari laki-laki paruh baya begitu sangat menyeramkan, Beldi yang baru pertama kali melihat sosok iblis menjadi gemetaran.
"Kau bantulah rombongan ini dari para anggota prampok yang sedang bertarung itu, biar aku sendiri yang menghadapinya," ucap Yan Lan kepada Beldi.
"Baik tuan muda!!" jawab Beldi yang langsung melesat ke arah pertarungan antara anggota pelindung saudagar Rohtim dan para perampok kalajengking hitam.
"Sekarang apakah kau masih bisa membuatku terseret seperti tadi?" bentak sang manusia iblis.
Yan lan hanya tersenyum mendengar perkataan manusia iblis yang ada di hadapannya, dan dia pun menjawab perkataan sang manusia iblis.
"Jangan kan kau yang hanya manusia iblis biasa, raja iblis Azuma yang datang dihadapanku pasti akan kumusnahkan untuk selama-lamanya," jawab Yan Lan.
Manusia iblis yang ada di hadapan Yan Lan tersentak kaget, dia tak menyangka jika anak muda yang diremehkan nya, dapat mengetahui nama raja iblis yang memberikannya kekuatan.
Diapun segera memasang kewaspadaan dengan pemuda yang ada di hadapannya.