PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Lily


Sore beranjak malam, burung burung telah kembali ke sarangnya, Yan Lan sejenak duduk bermeditasi untuk memulihkan energi Qi yang hilang akibat pertarungan yang sangat melelahkan.


Setelah di rasa cukup, Yan lan segera menuju kearah Qilin yang telah berubah menjadi manusia bersayap. "Bagai mana keadaanmu?" tanya Yan Lan.


"Aku terluka dalam dan jiwaku pun terluka, aku tak bisa menemani tuan muda untuk sementara ini, aku akan memulihkan kondisi jiwaku terlebih dahulu," jawab Qilin yang masih tetap tergeletak di tanah.


"Aku ingin kau memulihkan di rimu di alam batinku, setelah kau pulih, segeralah keluar dari alam batin ku karena aku sangat membutuhkan mu di alam reruntuhan ini," ucap Yan Lan kembali.


"Baik tuan muda, aku ingin tuan muda menuju ke arah barat, sampai menemukan lautan di sana, lautan itu terdapat tehnik ilusi yang di pasang penyihir hitam, setelah tuan muda mampu mematahkan ilusi itu maka jalan menuju ketempat teratai nirwana akan terlihat, ingat tuan muda, sebelum sampai ke sana, tuan muda pasti akan menemui banyak rintangan yang berat, termasuk istana raja siluman kelelawar raksasa, jadi berhati hatilah," jawab Qilin.


Yan Lan menganggukkan kepalanya, degan sekali kibasan tangan kanannya, tubuh Qilin menghilang dan berubah menjadi cahaya hitam yang sangat pekat, cahaya itu sesaat mengambang di udara dan pada akhirnya masuk kedalam tubuh Yan Lan.


Yan Lan menatap kearah batu kristal jiwa ular raksasa berkepala 7 yang tergeletak di tanah, Yan Lan pun datang menghampiri dan meraihnya.


Dengan batu jiwa ini, akan membuat Cencen menembus Qi alam dengan sangat mudah, aku akan memberikan batu ini padanya agar kultivasinya semakin meningkat," batin Yan Lan.


Setelah urusan dengan Qilin selesai, Yan Lan melesat cepat menuju ketempat Cencen dan Qing ruo berada.


"Bagai mana keadaan kalian?" tanya Yan Lan setelah melihat kedua pengikutnya telah tersadar dari meditasinya.


"Kami baik baik saja tuan muda, dan terimakasih karena tuan muda telah menyelamatkan kami berdua," ucap Qing ruo.


"Kalian jangan sungkan, yang penting kalian berdua dapat pulih seperti sediakala, itu membuatku senang," jawab Yan Lan.


"Ikut aku kita akan menelusuri kediaman ular raksasa berkepala 7 yang telah hidup ribuan tahun di sini, siapa tahu kita dapat menemukan sesuatu yang bermanfaat untuk kita," ucap Yan Lan kembali.


Mereka berdua menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Yan Lan dari belakang. Sesampainya di depan mulut Goa, Yan Lan merasakan adanya kehidupan di dalam Goa.


"Berhati hatilah, di dalam sana ada makhluk hidup lainnya, kita tak tahu pasti apakah mereka mau menjadi teman atau musuh kita, karena ular raksasa berkepala 7 telah musnah jika di dalam adalah pengikutnya maka kita harus berhati hati dengan jebakan yang telah mereka buat, untuk membalaskan dendam ular raksasa berkepala 7 yang telah mati," ucap Yan Lan.


Yan Lan masuk kedalam goa dengan tenang, tapi tetap memasang kewaspadaan jikalau ada jebakan atau pun sesuatu yang dapat membahayakan dirinya dan kedua pengikutnya.


Setelah beberapa saat masuk ke dalam Goa, akhirnya mereka sampai pada suatu tempat dengan pepohonan yang di seluruh batang pohon, terdapat banyak batu energi di permukaannya.


"Mengapa ada hutan dengan pohon yang dipenuhi batu energi di tempat ini?, dan disana ada buah apel dewa, pasti di dalam sini ada orang kuat selain ular raksasa berkepala 7 itu," batin Yan Lan.


"Kalian berdua tetaplah disini, jangan sentuh apapun yang berada di tempat ini," ucap Yan lan kepada kedua pengikutnya.


Mendengar perkataan Yan Lan, buru buru Qing ruo melepaskan batu energi yang kini berada di dalam genggamannya.


"Lancang..!!, berani sekali kalian bertiga menerobos ketempat ini setelah kalian membunuh penjaga hutan ini!!" teriak seorang wanita dengan paras cantik yang mengambang di udara.


Yan Lan menatap kearah wanita tersebut, tampak wanita dengan pakaian berwarna hijau bercampur warna putih tengah berjalan anggun di udara dan menatap juga menatap tajam kearah mereka bertiga, walaupun terlihat sedikit tua, namun kecantikan wanita itu begitu sangat memikat hati.


"Setahuku Gorga adalah binatang peliharaan para iblis, tapi mengapa dia bisa menjadi penjaga hutan ini? aku rasa ada yang salah dalam hal ini, Gorga tak mungkin semudah itu untuk menjadi penjaga hutan dengan tingkat kultivasi nya yang sangat tinggi, atau jangan jangan Gorga telah dikalahkannya hingga dia mau menjadi penjaga hutan, jika Gorga yang begitu kuat dapat dikalahkan dan menjadi seorang penjaga, berarti wanita ini mempunyai tingkat kekuatan yang sangat tinggi karena aku tak bisa mengukur tingkat kultivasinya," batin Yan Lan.


"Kau ternyata yang telah membunuh Gorga, jika begitu aku ingin kaulah yang menggantikan Gorga untuk menjaga hutan ini!!" ucap wanita itu.


"Berani sekali kau menyuruh tuan muda kami untuk menjadi penjaga di tempat ini!!" teriak Cencen yang tak terima dengan perkataan wanita yang ada di hadapannya.


Sang wanita menatap tajam kearah Cencen, dan tiba tiba saja Cencen terlempar jauh kebelakang.


Tak lama kemudian tubuh Cencen tiba tiba terangkat ke udara dengan tangan yang mencekik lehernya sendiri.


"Hentikan..!!!" bentak Yan Lan.


Kembali wanita itu menatap tajam kearah Yan Lan, dan melancarkan serangan tak terlihat padanya.


Dengan mengerakkan telapak tangan kanannya memutar, Yan Lan berhasil menghalau serangan jarak jauh tak terlihat yang di keluarkan oleh wanita itu.


Yan Lan lalu mengibaskan tangannya kearah belakang, membuat belenggu yang menimpa Cencen terlepas.


"Cukup lumayan juga kemampuanmu anak muda, pantas saja Gorba mampu kau kalahkan walaupun dia telah mengeluarkan tehnik terkuatnya," ucap wanita itu.


"Aku tidak ada urusan lagi dengan anda, dan untuk itu kami bertiga akan pergi dari sini," ucap Yan Lan.


"Ha..ha..ha...Semudah itu kau berkata seperti itu anak muda, aku ingin kau menjaga hutan ini untuk menggantikan Gorba, dan aku akan membebaskan ke dua pengikut mu itu untuk pergi dari tempat ini, jika tidak!! kupastikan kedua pengikutku akan mati di tempat ini," jawab sang wanita.


"Ha..ha..ha.., perkataanmu hanyalah lelucon bagiku, selama aku masih hidup maka kau tak akan pernah dapat melukai kedua pengikutku ini," ucap Yan Lan.


Mendengar perkataan Yan Lan, membuat sang wanita berjalan cepat di udara dan memberikan serangan jarak dekat pada Yan Lan.


Serangan yang mengandung kekuatan energi angin yang sangat kuat, langsung mengarah deras ke arah Yan Lan berada.


Yan Lan segera mengeluarkan energinya untuk


mementalkan kedua pengikut yang ada di belakangnya, dan diapun melesat ke udara untuk menghindari serangan dari sang wanita.


Sang wanita begitu sangat terkejut karena Yan Lan bisa menghindari serangannya, dan juga bisa berdiri tegak di udara seperti apa yang di lakukannya.


"Sepertinya pemuda ini bukanlah orang sembarangan, dari tubuhnya mengeluarkan energi surgawi yang sangat kuat, aku tak boleh ceroboh dalam menghadapinya," batin sang wanita.


"Sebelum kita melanjutkan pertarungan, aku ingin mengetahui terlebih dahulu namamu, agar jika kau mati aku akan menuliskan namamu di sebuah pohon besar sebagai tanda jika kau dikebumikan di tempat itu," ucap Yan Lan.


"Ha..ha..ha.. besar juga nyalimu anak muda hingga kau berkata seperti itu padaku, baiklah aku akan menyebutkan namaku agar kau tak penasaran, namaku Lily, aku adalah ratu kerajaan Alam kilauan roh, goa yang kau masuki tadi adalah pintu gerbang menuju daerah kekuasaan ku," jawab Lily.


"Ratu Lily aku juga akan memperkenalkan nama, agar kau tak bertanya-tanya jika kau telah mati dan berada di alam lain, aku adalah Yan Lan kaisar pheonix dari benua permata hijau," ucap Yan Lan.


"Apa!! dia juga seorang raja!?" batin Lily yang berusaha tenang guna menghilangkan rasa keterkejutannya.