PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Lantai dasar pagoda 9


Ke 6 murid terpilih dari klan Glasier turun dari atas punggung elang, begitu pula dengan ketua Wung Kong.


Setelah mereka semua turun dari punggung elang raksasa yang telah membawa mereka, elang itu kembali mengudara dan lenyap di kejauhan.


Ketua Wung Kong segera mendaftarkan ke enam muridnya di tempat pendaftaran yang telah di sediakan.


Terlihat Zhao Quin berada di antara para sesepuh pagoda 9 yang berada di atas podium utama, tak lama Zhao Quin berjalan maju kedepan dengan anggunnya.


"Nama saya Zhao Quin, saya mewakili ketua pagoda 9 untuk memilih murid inti yang nantinya akan di latih oleh ketua Hyo jin, dalam meningkatkan teknik beladiri dan cara menjadi seorang Alkemis sejati yang mampu memurnikan sebuah pil," ucap Zhao Quin.


Mata para murid pria seperti tak mau melepaskan pandangannya dari sosok wanita cantik yang kini berada di atas podium.


"Kami akan memberikan tempat pada kalian semua sesuai dengan kelompok pada klan kalian, dan aku akan memberikan waktu 1 hari untuk para murid terpilih dari tiap klan untuk beristirahat sebelum melakukan 3 tes yang akan menentukan kalian menjadi murid inti atau murid luar dari pagoda 9. Untuk mempermudah para murid terpilih dalam pemulihan dan meningkatkan kultivasi, besok pagi aku akan membawa para murid terpilih dari setiap klan kedalam pagoda 9 di tingkat dasar, jadi bersiaplah," ucap Zhao Quin.


"Di dalam pagoda 9 mempunyai aturan sediri, disini tak memandang mereka itu putra atau putri dari seorang ketua klan, Bangsawan, Serikat dagang maupun seorang putra dan putri dari petinggi kekaisaran giok, kalau tidak bisa mengikuti aturan yang telah di tetapkan oleh pagoda 9 akan segera di diskualifikasi dan di larang untuk memasuki wilayah dataran Surgawi pagoda 9," ucap Zhao Quin kembali.


"Apa bila ada pertarungan di antara murid terpilih, mereka yang bertarung akan di kenakan sangsi yang sangat berat dari pagoda 9, kecuali mereka yang memang ingin bertarung untuk membuktikan diri, bisa menemui ketua menara falan yang bernama ketua Qi Guo, agar membuat pertarungan itu secara resmi dengan mengikuti aturan dari menara falan," sambung Zhao Quin.


Setelah berkata seperti itu Zhao Quin segera pergi meninggalkan podium itu.


Para murid pagoda 9 mengantarkan para murid inti dari tiap klan untuk menuju ke tempat peristirahatan, dimana masing masing murid mendapatkan 1 kamar peristirahatan di sana.


"Aku akan mencoba untuk membangkitkan mata langit yang ada padaku di dalam lantai dasar pagoda 9 besok pagi," batin Yan Lan.


Malam itu Yan Lan kembali berkultivasi agar dapat meningkatkan ranah tingkatannya, di dalam dantiannya sedikit demi sedikit lautan energi Yan Lan mulai meluas.


Pagi pun tiba, udara sejuk masuk melalui kisi kisi jendela di dalam kamar Yan Lan. Dengan perlahan lahan Yan Lan membuka matanya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di halaman pagoda 9 yang sangat luas telah berkumpul para murid terpilih, mereka sengaja berkumpul karena hari itu adalah hari di mana mereka semua akan memasuki lantai dasar di dalam pagoda 9 untuk melakukan kultivasi.


Zhao Quin memasuki podium bersama dengan beberapa orang sesepuh pagoda 9.


Wakil ketua pagoda 9 yang bernama Feng Yin berjalan di depan, dia merupakan kultivator dengan kultivasi Qi saint bintang 2 dan Alkemis bintang 5.


"Hari ini kita semua akan memasuki pagoda 9, mengapa di katakan pagoda 9, itu karena ada 9 lantai yang dapat di pergunakan untuk berkultivasi, dan tiap tiap lantainya mempunyai enegi Qi murni yang berbeda beda, semakin tinggi tingkat lantai pagoda maka semakin besar esensi kemurnian energi di dalamnya," ucap ketua Feng Yin.


"Tak sembarangan orang dapat memasuki lantai ruangan pagoda 9, kalau energi Qi dalam tubuhnya tak berimbang dengan esensi murni di dalam tiap ruangan lantai pagoda, akan membuat Dantian yang akan melakukan kultivasi akan hancur dan menjadi cacat, sehingga membuat orang itu tak akan bisa berkultivasi seumur hidup, sambung Feng Yin.


Ada sekitar seratus kultivator muda yang ada di benua permata hijau yang berada di halaman pagoda 9, mereka merupakan para murid terpilih yang akan mencoba keberuntungan mereka dalam menjadi murid inti di pagoda 9.


Para murid mulai masuk kedalam pagoda 9.


Zhao Quin memandangi para murid yang masuk kedalam pagoda 9 dan alangkah terkejutnya Zhao Quin melihat salah satu murid terpilih yang sangat dia kenal dan dirindukannya selama ini.


"Kakak Yan Lan !?" bisiknya.


Zhao Quin segera mengejar murid tersebut, akan tetapi karena banyaknya murid terpilih yang berjubel di tempat itu, serta seragam pagoda 9 yang di kenakan oleh para murid membuat Zhao Quin kehilangan jejak pemuda itu.


Tiba tiba sebuah sapaan mengejutkan Zhao Quin.


"Kakak Zhao Quin," ucap seorang wanita muda yang menyapanya.


"Zhao cie? kau terpilih juga menjadi murid kalan Zhao yang mengikuti seleksi di pagoda 9?" tanya Zhao Quin dengan senyum keceriaan yang melihat adik nya berada di dalam pagoda 9.


Zhao cie segera menganggukkan kepalanya mengiyakan.


"Aku, Dong Kun, Won Chai, Yo ko, dan Kun liong berada di sini kakak Zhao Quin," ucap Zhao cie.


"Ternyata semua jenius muda klan Zhao ada disini, bagus aku sangat senang mendengarnya, akan tetapi walaupun aku adalah murid dari klan Zhao dan juga merupakan murid utama pagoda 9, dalam seleksi murid inti nanti aku tak bisa membantu kalian, karena semua yang menjadi murid inti akan di seleksi ketat oleh panitia dari pagoda 9," jawab Zhao Quin.


Zhao cie tersenyum. "Aku akan mencoba dengan kemampuanku sendiri untuk menjadi salah satu murid inti pagoda 9," ucap Zhao cie kembali.


"Aku tak menyangka setelah beberapa tahun kebelakang, pemikiran mu sekarang kini telah berubah menjadi dewasa adikku," batin Zhao Quin.


Tiba tiba suara menggema di dalam pagoda 9.


"Silahkan kalian berkultivasi di setiap ruangan yang ada di dalam lantai dasar ini, kalian boleh berkultivasi dengan berkelompok maupun perorangan, pergunakan waktu kalian yang ada ini dengan sebaik baiknya," ucap ketua Feng Yin.


"Kakak Zhao Quin aku pergi dulu," ucap Zhao cie.


Zhao Quin tersenyum melihat semangat yang ada pada diri Zhao cie. "Pergilah Cie er, semoga apa yang kau cita citakan tercapai," jawab Zhao Quin.


Zhao cie segera meninggalkan kakaknya dan menuju ke salah satu ruangan yang banyak terdapat di lantai dasar ruangan pagoda 9.