PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Leluhur Fang Chu


Udara mulai terasa panas, seiring matahari pagi yang mulai muncul di ufuk timur.


Angin tiba tiba terasa kencang di area tempat itu. Terlihat kedua kultivator yang kini saling berhadapan, dia adalah Yan Lan dan leluhur Fang Chu.


Yan Lan tak bisa menganggap remeh laki laki tua dengan seluruh rambut dan jenggotnya yang telah memutih semua, karena yang di hadapinya merupakan kultivator ranah tingkat Qi alam emperor puncak, yang melebihi kekuatan dari leluhurnya terdahulu wong ji Ang yang hanya mempunyai ranah tingkatan Qi alam emperor menengah.


"Aku masih sangsi, apakah aku mampu untuk mengalahkannya, walaupun di tubuhku mengalir darah dewa dan roh bunga teratai nirwana," batin Yan Lan.


"Yan lan..!! bersiap lah..!!" ucap leluhur Fang Chu yang langsung menyerang Yan Lan lewat salah satu tehniknya.


Gelombang angin kencang langsung tertuju lewat serangan leluhur Fang Chu yang mengarah kearah Yan Lan. Melihat serangan itu, Yan Lan langsung mengarahkan tehnik angin yang telah di kuasai nya dari klan Zhao.


Dua buah angin memutar di tangan kiri dan kanan Yan lan, yang membentuk piringan cincin seperti cakram yang mempunyai kekuatan inti angin. Dengan meloncat mundur Yan Lan melemparkan kedua cincin itu secara bergantian.


"*Ci**ncin angin*!" teriak Yan Lan.


Kedua serangan Yan Lan langsung menghantam Gelombang angin yang tertuju kearahnya, hingga terjadi ledakan yang membuat debu tebal berterbangan di udara.


Kali ini Yan Lan menggunakan tehnik ruang dan waktu untuk menyerang balik leluhur Fang Chu, akan tetapi serangan Yan Lan itu dapat di patahkan dengan mudah.


Leluhur Fang Chu malah berhasil menangkap tangan kanan Yan lan, dan dengan sedikit gerakan memutar, leluhur Fang Chu berhasil membanting tubuh Yan Lan hingga terjerembab deras ke tanah.


Kembali debu berterbangan saat tubuh Yan Lan menghantam tanah, bekas jatuhnya Yan Lan membentuk kubangan yang sangat besar.


Tak hanya itu leluhur Fang Chu langsung mengarahkan telapak tangan kanannya kearah jatuhnya Yan Lan, maka terciptalah telapak tangan raksasa dengan warna kuning keemasan, yang langsung meluncur deras kearah jatuhnya Yan Lan.


"Duar...!!"


Ledakan pun terjadi, debu semakin tebal berterbangan di udara yang membuat Qilin yang tengah menghadapi bangsawan Fang Ji melesat cepat ke Yan Lan


"Tuan muda!!" teriaknya.


Melihat Qilin yang ingin membantu Yan Lan, membuat bangsawan Fang Ji tak tinggal diam, pedang giok di tangannya segera digerakkan kearah mukanya dengan mata pedang Yan mengarah kesamping, jari tengah dan jari telunjuknya menempel saling berdempetan di bilah pedang dan berucap. Tehnik pedang 8 surgawi.


"Tehnik gerbang 1, panah pedang," ucap bangsawan Fang Ji.


Maka muncul 8 pedang di sisi kiri dan kanannya, yang langsung melesat cepat ke arah Qilin.


Melihat hal itu, Qilin langsung menghentikan langkahnya dan berbalik untuk menghadapi serangan ke 8 pedang milik bangsawan Fang Ji yang semakin melesat cepat kearahnya.


"Badai topan tornado...!!" teriak Qilin.


Kedelapan pedang bangsawan Fang Ji langsung menerobos 2 buah angin tornado yang di dalamnya terdapat arus listrik yang sangat kuat.


Akibatnya, 8 pedang yang menyerang Qilin dapat dipatahkan, dan kedua angin topan itupun sirna.


Di sisi lain, Qing ruo yang bertarung menghadapi jendral Hyun Joong, berhasil membuat sang jendral kesulitan menghadapi serangan belati bulan sabit yang menggempurnya terus menerus.


Jendral Hyun Joong segera menggunakan salah satu tehniknya, maka tubuhnya seketika terpecah menjadi 3 replika yang sama.


Ketiganya langsung menyerang Qing ruo dengan tebasan, tusukan dan berbagai macam gerakan tombak mematikan yang terus menghujam kearah Qing ruo.


Qing ruo menyadari jika lawannya kali ini benar benar akan membunuhnya, terlihat dengan aura ranah tingkat Qi alam puncak yang menyelimuti tubuh jendral Hyun Joong.


"Bukan kau saja yan mempunyai kekuatan ranah tingkat Qi alam puncak, aku pun memilikinya," ucap Qing ruo yang langsung memecah belati bulan sabitnya menjadi 10 bagian.


Belati itu langsung menyerang jendral Hyun Joong hingga membuat pertarungan kembali berimbang.


Beralih ke dalam pertarungan Yan Lan..


Debu yang tadinya sangat pekat, kini berangsur menghilang. Tampak Yan Lan keluar dari dalam kubangan yang membentuk sebuah telapak tangan tanpa terluka sedikitpun, kali ini di tubuh Yan Lan terdapat baju perang lengkap dengan tombak penguasa semesta di genggaman tangan kanannya.


"Ternyata bocah ini memiliki baju perang dewa langit, pantas seranganku tak berefek padanya, menarik..!,Aku semakin bersemangat bertarung dengannya," bisik leluhur Fang Chu.


"Aku tak akan sungkan lagi denganmu anak muda!! maka bersiaplah...!!" teriak leluhur Fang Chu.


"Aku tak akan kalah darimu tetua..!!" teriak Yan Lan yang langsung menyerang leluhur Fang Chu dengan tombak yang berada di tangannya.


Pertarungan kembali terjadi, pedang di tangan leluhur Fang Chu beradu dengan tombak penguasa semesta yang berada di tangan Yan Lan, yang membuat kedua senjata itu saling menempel dengan erat.


Roh jiwa yang berada di dalam tombak penguasa semesta keluar, dan membentuk sosok pemuda tampan dengan tombak yang sama persis dengan tombak yang berada dalam genggaman tangan Yan Lan.


Pemuda itu langsung menusukkan tombaknya kearah leluhur Fang Chu, akan tetapi serangan itu tak dapat mengenai sasarannya, karena tiba tiba roh jiwa leluhur Fang Chu keluar dan menangkis serangan itu dengan pedangnya.


Ledakan pun terjadi, baik Yan lan maupun leluhur Fang Chu sama sama terseret kebelakang.


Dari dalam tubuh Yan Lan seketika mengeluarkan aura yang sangat kuat, yang membuat leluhur Fang Chu mengerutkan alisnya.


Tak kusangka bocah ini memiliki darah campuran manusia, dewa dan peri, kekuatannya telah mencapai ranah penempaan tubuh tingkat surgawi, pantas saja aku sulit menghabisinya di awal awal pertarungan, jika begitu aku akan menghadapinya sampai aku mencapai batasan ku," batin leluhur fang Chu.


"Tehnik gerbang kehidupan," ucap leluhur Fang Chu.


Dari dalam tanah yang di pajaknya keluar bunga mawar berwarna ungu yang mempunyai 9 kelopak, dimana leluhur Fang Chu kini berada di tengah tengah bunga mawar itu dan duduk bersila.


Tak lama kemudian sebuah replika tubuhnya keluar dari dalam kelopak mawar, yang langsung menyerang Yan Lan dengan sangat cepat.


Serangan yang tak bisa diikuti mata biasa itu begitu sangat merepotkan Yan Lan dalam menghadapinya.


"Mata langit aktif," ucap Yan Lan.


Mata ketiga Yan Lan terbuka, maka energi ditubuhnya meningkat 3 kali lipat dan semua pergerakan replika tubuh leluhur Fang Chu dapat terlihat jelas oleh Yan Lan, yang mempermudahnya untuk mengantisipasi setiap gerakan dan serangan cepat yang di lakukan oleh replika tubuh leluhur Fang Chu.


Hingga pada satu kesempatan, Yan Lan berhasil melakukan tendangan telak yang berhasil membuat replika tubuh leluhur Fang Chu terhempas dan bergulingan di tanah.