
Semua iblis yang ada di gunung Mutiara naga telah di musnahkan, kecuali pangeran Kroge yang masih bertarung dengan raja Krote.
Raja Krote tak ingin ada yang membantu, karena ini merupakan pertarungannya untuk menghabisi iblis yang menjadi biang masalah.
Kabut ilusi yang di buat raja Krote, membuat sang pangeran mulai kesusahan menghindari setiap serangan serangan yang di lancarkan oleh ular raksasa jelmaan raja krote.
Hingga pada satu kesempatan, ular raksasa itu dapat dengan telak mengibaskan ekornya ke dada pangeran ular Kroge.
Tubuh pangeran Kroge terhempas hingga menabrak pepohonan besar, dan jatuh ketanah dengan tubuh bersimbah darah.
Raja Krote berubah menjadi semula, dan melihat kearah putranya yang sudah tak berdaya, hatinya begitu sakit melihat sang putra yang sekarat, tetapi semua ini harus di lakukannya karena jika putranya terus hidup, dia akan berupaya untuk menghancurkan klan siluman ular bertanduk.
Dengan tangan gemetar, raja ular Krote menusukkan pedang yang ada di dalam genggamannya ke dada putranya, hingga sang putra meninggal dunia.
Kini gunung Mutiara hijau telah kembali ketangan bangsa ular. Dengan menggunakan segel terkuatnya, Yan Lan menyegel gunung Mutiara hijau, yang mana gunung tersebut hanya dapat di masuki oleh para siluman ular saja.
Setelah semua urusan selesai, Yan Lan berpamitan untuk meninggalkan klan ular dan klan katak.
Pangeran Ji Ang dan putri elis datang menghampiri Yan Lan.
"Tuan muda, jika suatu hari kau memerlukan bantuan dari klan katak, jangan lah sungkan," ucap pangeran Ji Ang.
"Begitupun jika tuan muda memerlukan bantuan dari klan ular bertanduk, kami klan ular akan selalu siap membantu," timpal putri Elis
"Aku pasti akan memerlukan bantuan dari kalian berdua suatu hari nanti, sebelumnya aku ucapkan terimakasih," jawab Yan Lan.
Akhirnya Yan Lan pergi menuju ke kaisaran giok, tepatnya pergi ke klan glasier.
Sebelum Yan Lan pergi ke klan glasier, di depan gerbang kota kristal es, Yan Lan di tahan oleh para penjaga gerbang kota, dan mengharuskan Yan Lan untuk memperlihatkan tanda pengenal diri.
"Sebelum aku ke kalan glasier, lebih baik aku mengisi perutku dulu," bisik Yan Lan.
Yan Lan pergi ketempat dimana rumah makan terbesar dan terenak di kota kristal es. Sepanjang perjalanan Yan Lan melihat begitu banyak perubahan yang terjadi di kota kelahirannya itu, rumah rumah penduduk kota yang dulunya sederhana, kini berubah menjadi megah dan besar.
Jalan yang biasa dia lalui bersama Yan Ling sewaktu kecil, kini berubah derastis.
Akhirnya Yan Lan tiba di rumah makan yang di tujunya.
Di rumah makan itu terlihat begitu tamu yang datang, baik dari para saudagar kaya, kultivator tingkat saint keatas dan beberapa perwira tinggi dari ke kaisaran giok yang juga ikut berada disana, Yan Lan mengetahui semua itu dari baju yang di kenakan oleh mereka.
"Mengapa begitu banyak orang yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan berlimpah berada di kota ini?" batin Yan Lan.
Yan Lan mencoba mencari tau apa yang sebenarnya sedang terjadi di kota kelahirannya itu.
Yan Lan duduk dan mulai memesan makanan.
Tak lama Yan Lan mendengar perbincangan dari beberapa orang saudagar, yang sedang membicarakan tentang sebuah pertarungan Akbar, yang akan di selenggarakan oleh klan glasier.
"Ternyata klan glasier akan mengadakan turnamen beladiri antar kultivator, ini merupakan berita bagus, setau ku selama ini klan glasier belum pernah melakukan satupun turnamen beladiri, berarti dengan kepemimpinan paman Yan Lou klan glasier dapat maju dan dapat bersaing dengan klan klan lain yang berada di benua permata hijau," batin Yan Lan.
Tiba tiba saja beberapa orang datang dengan memakai jubah hitam, jubah hitam itu di penuhi dengan gambar pedang yang hampir memenuhi seluruh jubahnya.
"Siapakah sebenarnya ke 5 kultivator ini? seragam yang di gunakan tak pernah aku melihatnya sebelum ini," batin Yan Lan.
Usut punya usut, ternyata kelima kultivator itu merupakan anggota sekte 1000 pedang, yang di dirikan oleh pangeran putra mahkota kekaisaran giok.
Bersambung.