
Malam semakin larut udara dingin semakin menusuk tulang, tampak di udara di pinggiran kota bulan suci, seekor raja burung raksasa sedang berputar putar di dalam gelapnya malam.
"Tuan muda sepertinya tak ada celah untuk masuk kedalam sana, pelindung ini sangat kuat, lebih kuat berkali kali lipat dari pelindung yang pernah ku hancurkan di sekte naga di atas awan, apa yang harus kita perbuat sekarang tuan muda?" tanya Jatayu.
"Jatayu, bawa kita semua kepinggiran kota bulan suci yang berada di ujung sana, aku akan membuat celah disana agar tak begitu mencurigakan dari mata para prajurit pengawas pelindung kota," jawab Yan Lan sambil menunjuk kearah depan.
Mendengar perintah Yan Lan, Jatayu langsung melesat cepat ke arah dimana Yan Lan memerintahkan.
"Aku akan mencoba kekuatan Pedang pembunuh iblis untuk merobek pelindung itu," batin Yan Lan.
Kini di dalam genggaman Yan Lan telah memegang pedang pembunuh iblis yang memancarkan cahaya biru teduh tapi sangat kuat dan menindas.
Leo, Tigris, Gon Lang serta Biyao merasakan bias pedang yang sangat kuat itu, dengan perlahan lahan mereka ber 4 mundur jauh ke belakang Yan Lan.
"Jatayu, dekatkan aku dengan pelindung itu," perintah Yan Lan kembali.
Jatayu segera mendekatkan tubuhnya dengan pelindung yang melindungi kota bulan suci dan istana gerbang naga.
Dengan sekali tebasan dari atas kebawah, maka terciptalah lobang berbentuk oval, sehingga membuat celah bagi Jatayu untuk masuk kedalam kota bulan suci.
Dalam diam Jatayu berfikir keras, bagai mana mungkin sebuah pelindung dapat di sobek seperti itu tanpa adanya ledakan akibat benturan kekuatan tingkat tinggi, sebenarnya pedang apa yang berada di tangan tuan muda?" tanya Jatayu dalam hati.
Yan Lan yang melihat kekuatan pedang pembunuh iblis menjadi terkagum kagum dengan ketajamannya, "Sungguh beruntung aku mempunyai pedang pemberian Dewa suci yang sangat dasyat ini," batin Yan Lan.
Yan Lan dan sahabatnya akhirnya masuk kedalam kota bulan suci.
"Kita langsung ke istana gerbang naga, Biyao aku minta bantuanmu," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda," jawab Biyao.
Biyao langsung mengikuti permintaan Yan Lan, kedua telapak tangan Biyao di tempelkan ke punggung Jatayu yang penuh dengan bulu.
Seketika Jatayu dan beberapa orang yang berada di punggungnya menghilang, berkamuflase dengan gelapnya malam.
"Bagus Biyao," ucap Yan Lan.
Akhirnya mereka semua tiba di istana gerbang naga, di sana terdapat penjagaan yang begitu ketat, semua itu akibat dari pertarungan yang terjadi diruang perjamuan raja kota yang menyebabkan selir Lin yu terluka.
Jatayu mengepakkan sayapnya perlahan agar dia bisa berhenti di udara, dan memberikan kesempatan bagi rekan rekannya untuk memantau istana naga dari atas udara.
"Gon Lang aku ingin kau merasakan keadaan di sekitar istana gerbang naga," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda," ucap Gon Lang.
Gon Lang segera mengeluarkan indra naganya untuk memantau keadaan istana gerbang naga.
"Tuan muda, di istana gerbang naga hampir di setiap sudutnya terdapat aura gelap dari keberadaan iblis, akan tetapi di sisi timur terdapat satu tempat yang sama sekali tak terdapat aura gelap iblis," ucap Gon Lang.
"Aku rasa raja kota berada disana begitupun tetua Li Wang dan Zhao Quin," batin Yan Lan.
"Tigris aku ingin kau sedikit memadatkan udara di sekitar istana gerbang naga dengan tehnik Es mu, agar kepekaan indra para pasukan iblis bisa berkurang," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda," ucap Tigris.
Tigris merapatkan kedua telapak tangannya di dada dan mulai duduk bersila sambil memejamkan matanya. seketika suhu udara berubah derastis menjadi bertambah dingin, lembab dan basah.
"Aku rasa kepekaan indra para manusia iblis yang mempunyai unsur api, dapat berkurang dengan suhu yang sedingin ini," batin Yan Lan.
"Leo, Gon Lang ikut aku ketempat raja kota terdahulu, Biyao, Jatayu dan Tigris tetap disini untuk memantau situasi dan memberikan pertolongan jika sewaktu waktu di perlukan," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda," ucap kelima sahabat Yan Lan.
Yan Lan segera meloncat ke bawah yang di susul oleh Leo dan Gon Lang.
Terlihat tehnik meringankan tubuh yang sangat sempurna dari mereka bertiga, karena saat menapakkan kaki di tanah tak ada sedikit pun suara yang di timbulkan.
"Leo, Gon Lang habisi semua para manusia iblis itu dan jangan menimbulkan suara yang dapat memancing para manusia iblis yang lainnya," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda," ucap Leo dan Gon Lang bersamaan.
Dalam sekejap kedua binatang roh surgawi itu dapat membunuh belasan manusia iblis tanpa menimbulkan suara.
Sementara itu Yan Lan yang mencoba menerobos masuk kedalam bangunan raja kota terdahulu, tertahan oleh pelindung artefak yang sangat kuat. "Ternyata artefak ini tak bisa di tembus oleh manusia setengah peri seperti diriku, aku akan mencoba cara lain agar raja kota bisa keluar dari dalam bangunan itu.
Jika memang raja kota terdahulu ada di dalam, aku akan mencoba untuk memanggilnya keluar.
Dengan mengerahkan tenaga dalamnya, Yan Lan mencoba memanggil raja kota terdahulu.
"Yang mulia raja kota, jika memang anda berada di dalam, keluarlah aku akan membawa anda pergi dari sini," ucap Yan Lan.
Di dalam kediaman raja kota terdahulu, Zhao Quin yang lagi mengatur strategi bersama raja kota tersentak kaget.
"Bukankah suara ini....?" suara Zhao Quin seketika tertahan di tenggorokan, hayalannya langsung tertuju pada pemuda yang sangat di cintainya. Tanpa memperdulikan raja kota terdahulu, Zhao Quin segera melesat keluar bangunan menuju ke arah pintu kediaman raja kota.
Raja kota yang melihat Zhao Quin tiba tiba melesat pergi, dengan rasa khwatir raja kota langsung mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di pintu gerbang zhao Quin melihat pemuda yang sangat di cintainya berada di depan pintu gerbang, dengan segera Zhao Quin menghamburkan dirinya kepelukan Yan Lan.
Yan Lan yang melihat Zhao Quin berlari kearahnya, dengan segera menyambutnya dengan pelukan hangat.
"Kakak Yan Lan," Isak Zhao Quin
Tak ada kata kata lagi yang keluar dari mulut Zhao Quin, hanya tangisan penuh kebahagiaan yang ada karena telah bertemu kembali dengan Yan Lan pemuda yang sangat di cintainya.
"Qian er..!, kita tak bisa berlama lama di sini aku akan membawa mu dan raja kota terdahulu pergi dari sini secepatnya," ucap Yan Lan.
Walau berat untuk melepaskan pelukannya dari Yan Lan, dengan terpaksa Zhao Quin harus melakukannya karena dia tau bahaya yang akan mengancam jika keluar dari artefak pelindung.
"Yang mulia kita harus cepat keluar dari sini," ucap Yan Lan yang melihat raja kota telah ada di dekatnya.
"Tunggu anak muda, tetua Li Wang masih berada di dalam penjara istana," ucap raja kota.
"Benar kak Yan Lan, paman Cen Yun dan paman Siga Soga yang menemaniku ke sini juga ikut di penjara, ada baiknya kita menyelamatkannya terlebih dahulu.
"Kau tak usah khwatir Quin er, biar aku yang akan pergi untuk menyelamatkannya, aku ingin kau ikut bersama Leo dan Gon Lang pergi dari sini termasuk yang mulia raja kota," ucap Yan Lan.
"Aku ingin ikut bersama kakak Yan Lan," ucap Zhao Quin.
"Kali ini aku ingin kau mendengarkan aku Quin er, Leo bawa istriku pergi dari sini," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda, ayo nona!" ucap Leo.
Dengan berat hati Zhao Quin akhirnya mengikuti Leo, dengan menggandeng tangan Zhao Quin, Leo membawanya terbang kearah dimana Jatayu, biyao dan Tigris berada.
"Anak muda ini peta istana gerbang naga," ucap raja kota sambil memberikan peta istana gerbang naga.
Sebelum pergi tak lupa raja kota mengambil artefak pelindung yang ada di tengah tengah kediamannya.
Sesampainya di atas punggung Jatayu, raja kota terheran heran melihat apa yang ada diatas punggung burung raksasa itu, dimana dia melihat dua orang kultivator yang sedang melakukan aksinya.
Zhao Quin dan raja kota terdiam, mereka berdua takut menyinggung dua orang kultivator yang sedang melakukan meditasi dengan memancarkan aura energi yang sangat kuat.
"Nona muda kami berdua akan membantu tuan muda untuk mencari tetua Li Wang dan kedua pengawal nona," ucap Leo.
"Setelah berpamitan dengan Zhao Quin dan raja kota, Gon Lang dan Leo akhirnya turun menyusul Yan Lan yang sudah duluan masuk kedalam istana gerbang naga.
Zhao Quin menatap kepergian Gon Lan dan Leo, rasa khwatiran terhadap Yan Lan seketika berkurang seiring perginya dua kultivator yang menyusul Yan Lan.
"Menurut peta ini, bangunan yang berada di sana merupakan tempat penjara bawah tanah berada, pasti tetua Li Wang dan pengawal Zhao Quin berada di dalam sana," bisik Yan Lan.
Yan Lan segera mengendap endap kedalam penjara, dan betapa terkejutnya Yan Lan melihat banyaknya mayat wanita dan perempuan muda yang tertumpuk di dalam satu lobang, semua mayat yang di lihatnya itu sungguh sangat mengenaskan yang mana tubuh mereka mengering karena kehabisan darah.
"Sungguh keji...!!" batin Yan Lan, seketika darah Yan Lan mendidih, amarahnya benar benar memuncak.
Yan Lan tak sembunyi sembunyi lagi memasuki penjara bawah tanah itu, dengan pedang pembunuh iblis di tangan kanannya Yan Lan secara terang terangan masuk kedalam area penjara.
Melihat ada manusia yang masuk kedalam penjara, para manusia iblis langsung menyerang Yan Lan dengan ganas.
Yan Lan yang sudah menahan amarah, langsung melampiaskan amarahnya itu dengan menghabisi setiap manusia iblis yang berada di dekatnya.
Kecepatan Yan Lan yang sukar di ikuti oleh mata biasa, mampu menebas putus setiap tubuh manusia iblis yang menjadi targetnya.
Puluhan manusia iblis telah mati di tangan Yan Lan, dengan anggota tubuh yang terpisah pisah akibat keganasan pedang pembunuh iblis.
Jeritan menyayat hati keluar dari mulut para manusia iblis yang terkena tebasan pedang Yan Lan, hingga akhirnya pemimpin para manusia iblis yang menjaga penjara muncul.
Pimpinan penjaga penjara sangat murka karena semua manusia iblis yang menjadi anak buahnya telah di bantai habis oleh Yan Lan.
"Kurang ajar..!!, berani sekali kau mengobrak abrik penjara ini!! aku akan menumbalkan darahmu untuk tuanku raja iblis," teriak pemimpin penjaga penjara dan langsung menyerang Yan Lan dengan ganas.
Yan Lan hanya tersenyum dingin dan menghindari semua serangan yang mengarah pada tubuhnya.
"Kau masih bukanlah tandingan ku," ucap Yan la singkat.
"Gerbang ruang dan waktu," bisik Yan Lan.
Tanpa di duga duga oleh pemimpin penjaga penjara, tiba tiba Yan Lan telah berada di sisi kirinya dan
Crash...
Perut pemimpin penjaga penjara telah terpotong menjadi dua, tak lama kemudian tubuhnya ambruk di lantai penjara dengan nyawa yang terpisah dari raganya.
Yan Lan memandangi setiap sudut area penjara yang ingin memastikan apakah masih ada manusia iblis yang belum terbunuh olehnya.
Mata Yan Lan akhirnya tertuju pada pintu yang berada tak jauh darinya, dengan sekali tebasan pedang pembunuh iblis miliknya, segel pada pintu seketika terbuka maka terdengarlah ratusan orang yang meminta tolong dari dalam sana.
Setelah pintu di buka maka terlihatlah para remaja putra dan putri yang tak terurus, dengan kondisi yang sangat mengenaskan di dalam tiap tiap sel penjara.
"Ternyata masih ada dari penduduk remaja desa yang masih hidup, aku akan menyelamatkan mereka semua," batin Yan Lan.
Leo dan Gon Lan akhirnya menemukan penjara di mana Yan Lan berada, dengan menelusuri aura kontrak darah yang ada pada tubuh Yan Lan.
Kedua sahabat Yan Lan seketika tertegun melihat pembantaian yang di lakukan oleh Yan Lan, begitu banyak nyawa manusia iblis yang telah mati berserakan di lantai penjara.
"Leo ayo kita cari tuan muda," ucap Gon Lan.
Leo pun menganggukkan kepalanya.
Merekapun akhirnya mendapati Yan Lan yang sedang berada di tempat para tawanan istana gerbang naga, yang berupa para remaja putra dan putri.
"Leo cepat cari tetua Liwang dan kedua orang yang berasal dari pagoda 9," perintah Yan Lan.
"Baik tuan muda," jawab Leo.
Leo segera melesat dari satu sel penjara ke sel penjara lainnya, dan tak lama Leo berhasil menemukan ketiga orang yang di cari dan membawa ketiganya ke arah Yan Lan.
"Aku ingin mereka semua di bawa keluar dari tempat ini," ucap Yan Lan.
"Gon Lang aku ingin semau remaja desa ini ikut bersama kita, kau mengerti maksudku bukan?" tanya Yan Lan.
"Mengerti tuan muda," ucap Gon Lang.
Seketika Gon Lang merubah wujud nya menjadi seekor ular naga bersayap, dan menunggu perintah selanjutnya dari Yan Lan.
Yan Lan mendatangi para remaja wanita dan pria yang masih berada di dalam tahanan.
"Aku akan membawa kalian semua keluar dari sini, akan tetapi kalian harus punya keberanian dan jangan berisik, hanya itu keinginanku," ucap Yan Lan.
"Seketika para remaja putra dan putri yang tadinya menangis serta menjerit jerit ketakutan, seketika terdiam mendengar permintaan Yan Lan.
"Bagus!! jika kalian bisa mendengar ucapan ku maka kalian semua akan selamat," ucap Yan Lan kembali.
"Walaupun dengan rasa takut dan tubuh gemetar, semua remaja putra dan putri akhirnya menaiki naga emas jelmaan Gon Lang.
Yan Lan segera menanamkan tehnik gravitasi ke tubuh naga emas, agar semua penduduk desa tak jatuh saat terbang di udara.
Leo yang sedari tadi telah merubah wujudnya menjadi leopard surgawi, yang mana tetua Liwang dan kedua pengawal Zhao Quin yang telah berada diatas punggungnya, segera menyambut kedatangan Yan Lan yang melesat kearahnya.
"Leo kita buka jalan untuk Gon Lang," teriak Yan Lan.
Yan Lan segera mengarahkan tehnik api surgawi keatas bangunan penjara yang sangat besar.
"Duar!!" ledakan dasyat terjadi, atap bangunan bawah tanah seketika hancur dan menjadi debu.
Melihat hal itu Leo segera meloncat ke atas yang di ikuti oleh terbangnya naga emas di belakangnya.
Raja kota Lin Wahai yang sedang menyusun strategi untuk membunuh raja kota yang berada dalam lindungan artefak pelindung, di kejutkan oleh suara ledakan dari arah penjara istana.
Dengan cepat raja kota Lin Wahai melesat kearah penjara, yang di ikuti oleh petinggi istana serta beberapa perwira iblis termasuk perwira iblis Zulgong.
Betapa terkejutnya raja kota melihat keadaan penjara yang porak poranda, banyak mayat manusia iblis yang bergelimpangan dan parahnya lagi semua manusia yang akan di tumbalkan kepada raja iblis telah lenyap.
Raja kota Lin Wahai benar benar murka melihat semua itu. "Cepat kejar mereka jangan sampai para tahanan dan pemberontak itu lolos," teriak raja kota Lin Wahai.
Mendengar perintah raja kota Lin Wahai, semua perwira iblis segera melesat mengejar, sambil mengeluarkan siulan melengking memanggil semua manusia iblis yang di milikinya.
Di sisi lain, Jatayu yang melihat datangnya naga emas dan leopard surgawi ke arahnya, dengan segera memutar arah dan terbang menuju celah yang telah di buat sebelumnya.
Dari belakang tampak para iblis sedang mengejar ke arah mereka, semakin lama pergerakan para iblis semakin cepat dan hampir mendekati rombongan Yan Lan.
"Tuan muda pergilah duluan, aku akan menghambat pergerakan mereka ucap Tigris sambil melemparkan raja kota dan Zhao Quin ke arah Yan Lan.
Hap ..hap..
Yan Lan berhasil menggapai tubuh raja kota dan Zhao Quin.
Bagai mana keadaan kalian?" tanya Yan Lan.
"Kami baik baik saja," ucap mereka berdua.
"Jika begitu berpeganglah yang erat, sedikit lagi kita akan keluar dari kota bulan suci," ucap Yan Lan.
Melihat para manusia iblis yang semakin mendekat, Tigris segera berteriak keras.
"Hujan es!!"
Tiba tiba bongkahan es kecil sepeti jarum yang sangat runcing, langsung menghujani para manusia iblis yang mengejar.
Setiap serangan es yang mengenai tubuh para manusia iblis, seketika itu juga akan membuat manusia iblis itu menjadi bongkahan es dan jatuh ketanah hingga hancur menjadi serpihan serpihan es.
Hal itu membuat para perwira iblis menyatukan kekuatan dengan membentuk bola api iblis, dan dengan segera menghantamkan serangan mematikan itu kearah di mana Tigris dan Jatayu berada.
Bersambung