PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Masalah baru


"Apa yang kau lakukan!!, lepaskan!!" ucap putri Bilqis sambil menghentakkan tangannya, yang membuat genggaman tangan Erlang Mo terlepas.


Kali ini Erlang Mo menghadang langkah putri Bilqis, dan tak membiarkannya untuk mengejar pemuda pemenang pertarungan.


"Kau tak boleh mengejar pemuda itu, dia tak pantas bagimu karena kasta kita berbeda dengannya!!, jika kau mengejarnya maka aku akan mengatakan semua masalah ini pada ayahmu!!" ucap Erlang Mo yang terbakar cemburu.


"Katakan saja aku tak perduli!!" tantang putri Bilqis.


Dengan penuh amarah Erlang Mo segera meninggalkan tempat itu, tanpa sedikitpun menoleh ke arah sang putri.


"Zheng Bil Ang adikku, kau pulanglah bersama paman perwira Jiang, aku akan pergi sebentar, paman Jiang, aku titip adikku," ucap putri Bilqis yang melesat pergi tanpa mendengar persetujuan dari sang adik.


Putri Bilqis mencari keberadaan Yan Lan di setiap penginapan yang dia ketahui, yang berada dalam kota hingga tengah malam, akan tetapi tak satupun dari penginapan itu memperlihatkan keberadaan Yan Lan disana.


"Kemanakah kak Yan Lan berada," batin putri Bilqis yang menatap kearah langit malam yang di penuhi dengan gemerlap bintang.


"Aku harus menemukan keberadaan kak Yan Lan dan meminta maaf atas perlakuanku yang meninggalkannya waktu itu, aku akan melanjutkan mencarinya besok," ucap putri Bilqis sambil berjalan menuju kesebuah penginapan.


Di dalam sebuah penginapan kecil di pinggir kota, Yan Lan merebahkan tubuhnya di atas pembaringan, nampak Cencen yang kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa seguci kecil anggur dan sepiring makanan sebagai teman minum malam itu.


"Tuan Yan lan, mari kita rayakan kemenangan mu hari ini," ucap Cencen sambil menuangkan anggur kedalam dua gelas kosong di atas meja meja.


Yan Lan bangkit berdiri kemudian melangkahkan kakinya ke arah kemeja, untuk sekedar meminum anggur yang berada di sana.


"Cencen, besok kita pergi ke kerajaan untuk menemui raja Zheng long, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi disini karena masih banyak hal penting yang harus kulakukan," ucap Yan Lan.


"Baik tuan muda!!" ucap Cencen.


Mereka akhirnya merayakan kemenangan Yan Lan dengan meminum anggur, dan makan makanan kecil yang semuanya sudah di persiapkan oleh Yan Lan.


Pagi-pagi sekali Yan Lan dan Cencen telah berangkat menuju ke kerajaan cahaya nirwana, untuk menemui Raja Zheng long.


Di gerbang istana Yan Lan dan Cencen di cegat, oleh para penjaga gerbang, dan menanyakan tujuan mereka berdua masuk kedalam istana kerajaan.


"Aku ingin bertemu dengan yang mulia raja Zheng long, dan membahas sesuatu hal penting dengannya," ucap Yan Lan.


Erlang Mo sudah berada di pintu gerbang kerajaan mulai tadi malam hingga pagi ini, sengaja dia berada di sana untuk menunggu kedatangan putri Bilqis, yang semalaman tidak pulang ke istana kerajaan.


Amarah Erlang Mo seketika meledak melihat pemuda yang membuat hubungannya dengan Putri Bilqis meregang, dan pemuda itu pulalah yang membunuh Zidan yang merupakan pengawal pribadinya mulai kecil.


"Aku tak ada urusan dengan anda, dan aku hanya ingin bertemu dengan yang mulia raja, jadi ku harap anda jangan menghalang halangi ku untuk bertemu dengan yang mulia raja Zheng long," ucap Yan Lan.


"Lancang..!!, kau anggap dirimu siapa hingga berani berbicara seperti itu kepadaku!!, pengawal tangkap kedua penyusup itu!!" perintah Erlang Mo.


Mendengar perintah Erlang Mo yang merupakan putra tunggal bangsawan Erlang Huo, para prajurit penjaga gerbang istana segera menodongkan pedangnya kepada Yan Lan dan Cencen.


"Aku datang ketempat ini secara baik baik, tapi kau memprovokasi ku untuk melakukan ini!!" ucap Yan Lan yang langsung menjejakkan kakinya ke tanah, maka gelombang kejut langsung menghantam seluruh prajurit penjaga, hingga mereka semua tewas seketika.


Melihat hal itu, Erlang Mo segera menembakkan kembang api ke udara, dan tak berapa lama para prajurit beserta para perwira tinggi istana segera berdatangan dan mengepung Yan Lan beserta Cencen.


Tampak Erlang Mo tersenyum penuh kemenangan melihat hal itu. "Walaupun kau sangat kuat, akan tetapi menghadapi para prajurit dan perwira tinggi istana yang sebanyak ini, kau tak ada apa-apanya, aku akan memprovokasi yang mulia Raja untuk segera mengeksekusi mu, karena kau telah membunuh prajurit penjaga gerbang istana," batin Erlang Mo.


Tiba tiba seorang petinggi kerajaan menghentikan pengepungan Yan Lan.


"Berhenti..!!, Jangan ada yang bertindak gegabah, dalam hal ini aku tak ingin kalian semua mengambil keputusan yang salah, aku mengenal pemuda ini dari pada kalian semua, jadi jangan ada yang bertindak duluan," ucap petinggi kerajaan cahaya nirwana yang pernah membantu Yan Lan dalam mencari keberadaan Lien Hua.


"Pejabat Tang, mengapa kau membela dia!!, pemuda itu bukan dari kerajaan kita dan dia juga telah membunuh para prajurit penjaga, apakah kau masih ingin membela penyusup ini?" tanya Erlang Mo.


"Kau jangan memprovokasi orang orang di sini Erlang Mo, hal itu akan membuat masalah baru disini," ucap pejabat Tang.


Sebenarnya pejabat Tang telah mengetahui tentang hancurnya kerajaan puncak langit di tangan Yan Lan, putri Zheng Bilqis yang menceritakan semua itu kepadanya, dan dari situlah pejabat Tang tak ingin memprovokasi Yan Lan.


"Apa yang di katakan Erlang Mo benar adanya, jika ada penyusup yang tertangkap dan dia melawan, maka kematian lah yang pantas bagi mereka," ucap jendral tertinggi kerajaan cahaya nirwana.


"Berani sekali kau membunuh prajurit penjaga gerbang, aku akan meremukkan tubuhmu!!" ucap sang jendral.


"Aku ingin melihat apakah kerajaan ini ada yang bisa meremukkan tubuhku!!" tantang Yan Lan yang mulai terpancing emosinya.