
Para perajurit beserta rombongan Yan Lan tiba di kerajaan cahaya nirwana, raja Zheng long beserta keluarga kerajaan menyambut hangat kedatangan Yan Lan hari itu.
Raja Zheng long secara pribadi mengajak Yan Lan untuk makan bersamanya di sebuah ruangan khusus, untuk menyambut kedatangan Yan Lan beserta rombongannya.
Pangeran Zheng Bil Ang begitu sangat ceria dimalam itu, karena orang yang di di idolakan nya kini berada di kerajaan cahaya nirwana.
Perjamuan makan yang di lakukan raja Zheng long begitu sangat luar biasa, ratu Shima yang ikut dalam perjamuan makan malam itu tak menunjukkan rasa benci dan angkuh pada Yan Lan, malah sebaliknya sang ratu malah telah menganggap Yan Lan sebagai bagian dari keluarga besarnya.
Stelah makan malam berakhir, raja Zheng long mengajak Yan Lan untuk membicarakan tentang bunga teratai nirwana, yang konon mampu untuk menyembuhkan putri Bilqis yang mati suri.
"Bagai mana Yan Lan, apakah kau telah mendapatkan bunga teratai nirwana?" tanya raja Zheng long.
"Aku telah menemukan bunga teratai nirwana, akan tetapi bunga itu tak dapat di petik atau di cabut, jika itu kulakukan maka bunga teratai nirwana akan kehilangan semua kasiatnya," jawab Yan Lan.
Terlihat raja Zheng long menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya keluar secara perlahan-lahan, dia tak menyangka jika putrinya tak akan bangun lagi karena pemuda yang diharapkan tak berhasil membawa bunga nirwana ke kerajaan cahaya nirwana.
"Aku tahu kau telah berjuang di dalam alam reruntuhan, aku tak menyalahkanmu jika bunga teratai nirwana tak bisa kau bawa pulang," ucap raja Zheng long sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam kotak penyimpanan nya.
"Ini adalah tumbuhan kristal penumbuh roh yang merupakan benda pusaka turun temurun dari keluarga besarku, benda pusaka ini yang telah kau cari selama ini, maka benda pusaka ini akan ku hadiahkan kepadamu," ucap Zheng long sambil meneguk segelas anggur yang ada di hadapannya.
"Raja Zheng long aku memang mengatakan jika bunga teratai nirwana tak dapat dipetik maupun dicabut dari tempatnya, akan tetapi aku telah membawa roh jiwa bunga teratai itu di dalam tubuhku, dan aku tak akan mengambil hadiah yang kau berikan ini sebelum aku menyembuhkan putrimu," ucap Yan Lan.
Mendengar perkataan Yan Lan, membuat raut wajah raja Zheng long kembali ceria.
"Benarkah yang kau katakan Yan er, sebenarnya aku begitu menginginkan energi yang ada pada bunga teratai nirwana, untuk menembus batasan ku yaitu ranah tingkat Surgawi puncak, akan tetapi keinginanku itu berubah, aku hanya ingin putriku dapat hidup kembali, dengan perkataanmu ini memberikan ku satu harapan untuk dapat melihat putriku kembali hidup," ucap raja Zheng long.
"Aku akan kembali menghidupkan putrimu hari ini juga," ucap Yan Lan.
Mendengar perkataan Yan Lan, maka berangkatlah mereka berdua menuju ke kamar putri Bilqis yang sedang terbaring.
"Letakkan putrimu di lantai itu," perintah Yan Lan.
Dengan mengangkat tubuh putri Bilqis, maka raja Zheng long membawa sang putri menuju ke tengah-tengah ruangan kamar putri Bilqis yang cukup luas.
Yan Lan mulai duduk bersila di samping tubuh putri Bilqis yang tengah terbaring, dan mulai melakukan meditasi. Sesaat kemudian, Yan Lan mulai menyalurkan energi dari jiwa roh bunga teratai nirwana ke tubuh putri Bilqis.
Udara di dalam ruangan seketika itu tiba tiba menjadi hangat selepas penyaluran energi yang diberikan Yan Lan kepada putri Bilqis. Aroma wangi bunga pun seketika menghiasi sudut ruangan di dalam kamar itu.
Di tempat lain nun jauh disana, tepatnya di alam reruntuhan, putri Limudza sudah berhari hari tak makan, hidupnya dirundung kesedihan akibat di tinggal oleh Yan Lan kembali ke benua semesta biru. (Perbedaan hari antara benua semesta biru dengan alam runtuhan adalah,1 hari di benua semesta biru, sama halnya dengan 1 Minggu di alam reruntuhan).
"Sayang...kau sudah tak makan selama 3 hari, ini ibu bawakan sup ginseng kesukaanmu," ucap ratu Lily membujuk putrinya.
Mendengar perkataan putrinya membuat ratu Lily menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, untuk membebaskan rasa resah di hatinya.
"Apa yang telah aku lakukan, mengapa aku menghancurkan kebahagiaan putriku, sementara putriku begitu sangat mencintai Yan Lan, apakah aku harus mencari pemuda itu di benua semesta biru dan meminta maaf padanya. Ah..ah...!! aku tak mungkin pergi meminta maaf padanya, karena martabat ku sebagai seorang ratu begitu sangat terhormat, paling tidak beberapa hari kedepan putriku pasti akan dapat melupakan pemuda itu," batin Ratu Lily.
Akhirnya ratu Lily membalikkan badannya, dan berlalu pergi meninggalkan putrinya.
Setelah kepergian ratu Lily, seorang wanita setengah tua yang merupakan seorang pelayan bagian kebersihan di istana datang menemui putri Limudza.
Tingkah lakunya begitu sangat aneh, wajahnya berpaling kekiri dan kekanan seperti ada rasa takut yang menghantuinya.
"Ada apa bibi, mengapa kau sangat takut seperti itu?" tanya putri Limudza.
"Tuan putri ada yang ingin ku sampaikan padamu tapi tidak di sini," jawab pelayan wanita itu.
"Maksud bibi?" tanya putri Limudza menyelidik.
"Aku ingin mengatakannya tapi harus di tempat yang tersembunyi, karena aku takut ratu Lily ataupun jendral Hyun liy nantinya akan menghukum ku jika apa yang aku katakan sampai terdengar oleh mereka," jawab bibi pelayan sambil terus memperhatikan sekitanya.
Melihat keseriusan di wajah wanita tua itu, putri Limudza pun berdiri dan mengajak wanita tua itu ke suatu tempat.
"Bibi, ikut aku," ucap putri Limudza sambil melangkah pergi.
Bibi pelayan itu langsung mengikuti putri Limudza dari belakang, di tengah perjalanan menuju keluar istana, jendral Hyun liy tiba tiba muncul dan menegur mereka berdua.
"Putri, kau mau kemana?" tanya jendral Hyun liy sambil matanya menatap kearah bibi pelayan.
"Aku menyuruh bibi ini untuk menemaniku mencari udara segar di luar, aku lagi jenuh berada di dalam kamar bibi Hyun," jawab putri Limudza (Bibi Hyun adalah panggilan putri Limudza kepada jendral Hyun liy).
"Biar aku yang menemanimu mencari udara segar di luar, karena bibi masih sangat mengkhwatirkan keadaan mu," ucap jendral Hyun liy.
Putri Limudza berfikir keras agar jendral Hyun liy tak ikut bersamanya.
"Aku ingin ketenangan bibi Hyun, untuk sementara ini aku ingin bersama bibi pelayan untuk menenangkan diri," ucap putri Limudza.
"Pergilah, jika kau ingin menenangkan dirimu," jawab jendral Hyun liy yang mengetahui permasalahan putri Limudza dengan pasti.
BELUM BISA UP BANYAK KARENA ADA ACARA NIKAHAN DI SEBELAH RUMAH, BESOK UP 3 EPISODE, MOHON PENGERTIANNYA DAN AUTHOR JANGAN DI BULI, TERIMAKASIH.