
Di benua semesta biru, udara malam yang tadinya dingin menusuk tulang, berubah menjadi hangat karena datangnya sinar matahari di pagi yang cerah itu.
Burung-burung mengeluarkan suara suara merdu dari atas ranting pohon pohon besar, yang banyak terdapat di dalam hutan itu.
Terlihat putri Bilqis telah berhasil menembus ranah tingkat surgawi puncak dan menjadi seorang Dewi, semua itu karena perjuangan dari putri limudza yang telah memurnikan tubuh teratai yang dimiliki putri Bilqis.
Putri Bilqis merasakan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya berlipat-lipat ganda, jauh daripada kekuatan sebelum tubuhnya melakukan pemurnian.
Putri Bilqis pun bangkit berdiri, dan melihat seorang wanita muda yang tengah melakukan kultivasi, untuk menyerap Qi alam yang berada di sekitar tempat itu.
"Maafkan aku adik, aku telah berprasangka buruk padamu, aku tak tahu bagaimana cara untuk membalas kebaikan mu karena telah membantuku memurnikan tubuh teratai yang kumiliki," batin putri Bilqis.
Sesaat kemudian putri Bilqis mendatangi ketiga sahabatnya yaitu Qing ruo, Cencen dan Qilin yang tengah berada di sebuah api unggun, dan diapun melangkahkan kakinya kesana.
"Kau sudah tersadar putri? dan bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Qing ruo.
"Tubuhku terasa bugar kembali, semua itu karena tubuh teratai yang kumiliki telah dimurnikan oleh putri Limudza. Paman berapa lama aku melakukan pemurnian?" tanya putri Bilqis.
"Terhitung telah 15 hari kau melakukan pemurnian tubuh teratai mu," jawab Qing ruo.
"Apa..!!? 15 hari aku telah melakukan pemurnian? tapi mengapa kak Yan Lan belum juga tersadar dari kultivasi nya?" tanya putri Bilqis kembali.
"Mengenai itu aku tak tahu pasti, kita tunggu saja hingga tuan muda kembali terbangun dari kultivasi nya," jawab Qilin yang tengah memanggang daging buruan.
"Putri, ambilah, tentunya kau sangat lapar karena sudah berhari-hari kau melakukan kultivasi, dan tak makan sedikit pun," ucap Cencen sambil menyerahkan beberapa tusuk daging panggang ke arah putri Bilqis.
"Terimakasih!" ucap putri Bilqis yang mulai memakan daging panggang yang berada di dalam genggaman tangannya.
Putri Bilqis merasa aneh dengan rasa daging panggang yang dimakannya, teksturnya sungguh sangat keras. Melihat hal itu ketiga sahabatnya pun tertawa renyah dengan perubahan ekspresi di wajah putri Bilqis, saat memakan daging panggang yang berada di dalam genggaman tangannya.
"Putri!! daging panggang itu tak seenak daging panggang buatan kerajaan cahaya nirwana, paling tidak daging itu dapat mengenyangkan mu dari pada tidak sama sekali," ucap Qing ruo yang di iringi gelak tawa Cencen dan Qilin.
"Daging panggang ini rasanya enak, sayangnya agak keras sedikit pada saat mengunyah nya," jawab putri Bilqis.
Beberapa saat kemudian mereka berempat mulai saling bercanda satu dengan yang lainnya, yang menimbulkan suasana kekeluargaan yang tercipta.
Tanpa sepengetahuan mereka berempat, putri Limudza yang tadinya tengah melakukan kultivasi sekarang berada di hadapan mereka semua.
"Adik kau sudah selesai melakukan kultivasi, maaf karena aku telah menyusahkan mu," ucap putri Bilqis.
"Tak usah sungkan begitu kak Bilqis, saat ini kita berdua adalah saudara jadi tak ada salahnya jika aku membantumu," ucap putri Limudza dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Sesaat kemudian mereka berdua saling berpelukan, yang membuat iri Cencen dan Qing ruo.
"Sungguh beruntung tuan muda Yan Lan, mempunyai 2 orang kekasih yang begitu cantik sempurna, dan keduanya sangat akur," bisik Cencen.
"Kau benar saudara Cencen," jawab Qing ruo singkat.
Tak lama berselang, suhu udara seketika berubah-ubah, kadang dingin sedingin es dan kadang panas seperti di dekat bara api, dan tiba tiba saja angin bertiup dengan kencang, menggoyangkan pohon-pohon yang berada di dalam hutan, petir tak henti-hentinya menyambar di angkasa walaupun pagi itu begitu cerah.
"Adik, pertanda gejolak alam apakah ini? mengapa tiba-tiba alam begitu sangat mencekam seperti ini? apakah ada sebuah artefak langit yang akan jatuh dari nirwana?" tanya putri Bilqis kepada putri Limudza.
"Kakak sepertinya ada kultivator kuat yang akan melakukan penerobosan, gejolak alam seperti ini merupakan penerobosan tingkat surgawi yang dilakukan oleh seorang cultivator, tapi siapakah yang melakukan penerobosan itu!!? tanya putri Limudza.
Mereka semua seketika itu memandangi Yan Lan yang tengah melakukan kultivasi, dan benar saja, dari tubuh Yan lan mengeluarkan aura yang sangat kuat dan pekat.
"Kita harus segera meninggalkan tempat ini, karena kak Yan Lan tengah melakukan penerobosan di tingkat Qi penempaan tubuh surgawi, kekuatan besar itu melebihi kekuatan Qi alam emperor puncak, jika kita berada di sini, maka kita akan terkena efek dari kekuatan besar itu, yang dapat menghancurkan kultivasi yang kita miliki selama ini!!" teriak putri Limudza, yang melihat di atas langit telah berkumpul gumpalan awan tebal yang membentuk sebuah pusaran angin, dengan kilatan kilatan petir di dalamnya.
Mendengar peringatan dari putri Limudza, mereka semua segera melesat pergi meninggalkan tempat itu, menjauh dari jangkauan efek yang akan terjadi akibat penerobosan yang akan dilakukan oleh Yan Lan.
Setelah sepeninggalan mereka semua, sebuah petir yang sangat besar dan dasyat langsung menuju ke arah tubuh Yan Lan yang tengah melakukan kultivasi, dan ...
Boom...!!
Ledakan energi yang maha dasyat langsung menghantam tubuh Yan Lan, membuatnya berteriak sekuat tenaga menahan rasa sakit akibat ledakan energi itu.
"Ackh...!! Ledakan energi ini seperti ingin meluluhlantakkan tubuhku, dan semakin lama energi ini semakin bertambah kuat," teriak Yan Lan.
Disaat Yan Lan berupaya untuk menahan ledakan energi di dalam melakukan penerobosan, tiba-tiba saja Logan keluar dari dalam tubuh Yan Lan dalam wujud naga giok hitam, dan langsung melindunginya dari ledakan energi yang semakin bertambah besar.
"Adik...!! cepat kau serap energi petir dalam penerobosan mu ini, kalau tidak maka tubuh akan hancur menjadi debu jika kau terus bertahan dengan keadaan seperti ini, aku akan membantu dengan mencoba menahan energi besar kedua yang akan terjadi," ucap Logan.
"Mendengar hal itu, Yan Lan tanpa pikir panjang langsung menyerap energi petir yang sangat besar itu, dan menampung seluruh energi itu kedalam dantiannya yang kini semakin lama semakin tak terhingga luasnya.
"Ackh...!!" teriak Yan Lan kembali saat petir kedua menghantam tubuhnya, yang merupakan petir terakhir dalam menembus penerobosan ranah tingkat Qi penempaan tubuhnya surgawi.
Ledakan energi ke 2 itu membuat logan tak sanggup lagi untuk menahannya, hingga diapun berkata...
"Adik aku sudah tak kuat menahannya, berjuanglah dan yakinkan dirimu untuk dapat menembus ranah tingkat penempaan tubuh surgawi," ucap Logan dan kembali masuk ke dalam alam batin yan Lan.
"Aku akan menembusnya....!!! Hia...aa!! teriak Yan Lan hingga membuat gelombang kejut yang sangat besar, yang dapat menghancurkan apapun yang berada di tempat itu dengan radius 1 kilo meter.
Setelah kejadian itu, tak lama kemudian, langit perlahan lahan cerah kembali, suhu udara pun kembali normal. Terlihat Yan Lan tengah mengambang di udara dan memperhatikan seluruh tubuhnya.
"Aku telah menembus batasan ku yaitu berhasil menembus kekuatan penempaan tubuh surgawi," ucap Yan Lan.
"Saat ini aku dapat merasakan kekuatan murni dari penempaan tubuh Surgawi, dan rasanya seperti aku dilahirkan kembali," ucap Yan Lan kembali.
Saat tengah tengah mengagumi kekuatan di tingkat penempaan tubuh surgawi, tiba tiba saja sebuah serangan angin yang mengandung unsur petir, melesat cepat kearah Yan Lan.
Dengan menghempaskan tangannya kesamping, serangan itu dapat di tepis kan oleh Yan Lan.
Yan Lan menatap kearah pemuda yang tengah mengambang di udara.
"Dewa seiryu!!" bisik Yan Lan.
"Kau masih mengenaliku Yan Lan??, bagai mana, kau tak mengira jika aku dapat terbebas dari hukuman yang di berikan dewa suci padaku!!?, hari ini aku datang menemuimu untuk membalaskan semua yang telah kau lakukan padaku hingga Dewi suci menghukumku. Kali ini aku akan merampas semua kebahagiaanmu dengan menghancurkan ketiga wanita yang kau cintai, yang dapat abadi seperti para dewa di nirwana!!, kau akan merasakan kehancuran hati seperti kau telah menghancurkan hatiku saat merebut Dewi Nalan Xi dariku!!" ucap Dewa seiryu.
Yan Lan langsung teringat pada putri Bilqis, putri Limudza serta putri Qian Qin yang telah menembus keabadian.
"Seiryu...!! jika kau melakukan hal buruk pada mereka, maka aku akan memburumu!!" teriak Yan Lan sambil melemparkan inti api surgawi yang sangat kuat kearah Dewa seiryu.
Namun sayang, tubuh dewa seiryu perlahan lahan telah menghilang dari pandangan mata Yan Lan.
"Aku tak akan pernah mengampunimu jika kau melukai orang orang terdekatku," bisik Yan Lan dengan amarah yang membara di dadanya.