PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Menjadi sahabat


Bayangan Yan Lan seketika keluar dari dalam tubuhnya, melesat cepat keatas dengan beberapa kali melakukan salto di udara serta berputar seperti gasing, hingga menukik turun dan menusukkan golok pembunuh semesta ke arah segel yang mengurung tubuh kasarnya.


Tak lama berselang, segel yang mengurung Yan Lan seketika itu retak dan hancur berkeping-keping yang membuat tanah di sekitar tempat itu bergetar hebat.


Melihat segelnya hancur singa bersayap langsung menembakkan bola api ke arah Yan Lan berada.


Sebelum bola api itu mengenai tubuh Yan Lan, bayangan Yan Lan terlebih dahulu masuk kembali kedalam tubuh nya, yang membuat Yan Lan dengan cepat melesat ke udara dan memberikan tebasan jarak jauh ke arah singa bersayap.


Ledakan bola api seketika melanda tempat di mana tadinya Yan Lan berada hingga menimbulkan kerusakan hebat, tanpa di duga duga oleh singa bersayap Yan Lan melakukan serangan balik cepat yang sekarang ini menuju kearahnya.


Tak ada kesempatan bagi singa bersayap untuk menghindari serangan tiba tiba yang dilakukan oleh Yan Lan, karena peluang untuk menghindari serangan itu sudah tak ada lagi.


Kali ini singa bersayap pasrah dengan keadaan yang ada, di mana dirinya sekarang berada dalam ancaman serangan mematikan pedang pembunuh semesta yang dilesakkan oleh Yan Lan.


Dalam keterpurukannya itu, tiba-tiba saja pemuda yang memegang tombak datang menangkis serangan yang di lesakkan oleh Yan Lan, yang membuat tubuhnya terhempas ke bebatuan yang berada di tempat itu, hingga lenyap seketika itu juga dengan menyisakan tombak yang tergeletak di tanah.


Melihat hal itu si singa bersayap sangat murka, karena Yan Lan telah melukai roh jiwa dari tombak yang tergeletak di tanah.


Dari tubuh singa bersayap mengeluarkan energi Binatang surgawi yang sangat dahsyat, seluruh area tempat pertarungan itu berubah menjadi sangat panas, bebatuan yang berada di tempat itu pun seketika menjadi debu akibat panas yang dikeluarkan dari tubuh singa bersayap.


Tanah tanah menjadi gersang dan tandus, tak ada makhluk hidup yang berada di tempat itu walaupun hanya sekedar serangga, yang ada hanya mereka berdua yang tengah melakukan pertarungan


Tanduk yang ada di atas kepala singa bersayap seketika terlepas, berubah membesar dan membentuk sebuah senjata aneh seperti bor dengan ujung yang sangat runcing. Benda dengan panjang 2 meter itu berputar cepat layaknya gasing dan siap untuk di tembakkan ke arah Yan Lan.


Melihat aura yang sangat mematikan yang keluar dari dalam benda tersebut, membuat Yan Lan segera mengeluarkan teknik andalannya yaitu Tebasan api Phoenix penghancur.


"Aku tak menyangka singa bersayap dapat membawaku sampai ketitik ini, maka aku akan buktikan jika aku mampu untuk mengalahkannya," bisik Yan lan.


Api inti neraka dan api inti surgawi bergabung menjadi satu dan masuk ke dalam golok pembunuh semesta, dan siap di tebaskan ke arah singa bersayap.


Mereka yang bertarung kali ini telah mengeluarkan kekuatan pamungkas yang ada pada diri mereka masing-masing, yang bisa di pastikan jika kedua petarung nantinya pasti akan ada yang terluka parah, dan terburuknya adalah musnah dari muka bumi ini.


Tiba-tiba keanehan terjadi, dari balik baju Yan Lan keluar permata Ruby pemberian dewa suci, yang mengeluarkan cahaya ungu menyilaukan mata. Mereka yang sedang bertarung sejenak menghentikan aktifitas karena hal itu.


Melihat batu permata Ruby yang mengambang dan menyala seperti itu, membuat singa bersayap mundur beberapa langkah ke belakang, entah mengapa aura yang berada di tubuh singa bersayap seketika menghilang dan keinginan untuk bertarung yang ganas kini tak tampak lagi.


"Mengapa singa itu seperti tak mempunyai keinginan untuk bertarung dengan ku lagi, apa yang sebenarnya terjadi dengannya?" batin Yan Lan.


Singa bersayap itu berjalan dengan langkah pelan ke arah Yan Lan berada, kemudian menekuk kedua kaki depannya seperti memberikan hormat kepada Yan Lan, yang membuat Yan Lan semakin heran padanya.


"Apa yang kau lakukan, ayo kita kembali bertarung!!" teriak Yan Lan.


"Maaf tuanku, hamba tak ingin bertarung lagi," ucap singa bersayap.


Yan Lan seketika mengernyitkan alisnya, dan memandang tajam kearah singa bersayap yang kini berada di hadapannya.


"Apa apaan ini, mengapa singa bersayap yang tadinya ganas berubah menjadi seperti ini? Apa aku tak salah melihatnya," batin Yan lan.


Saat Jenderal langit terdahulu mati oleh raja iblis dan para Jenderal yang mengeroyoknya, dengan sendirinya kekuatan yang ada pada diriku pun perlahan-lahan meredup, dan pada akhirnya aku pun terjatuh ke Alam ini.


Entah mengapa aku baru menyadari jika kekuatan yang ada pada ku kembali seperti dahulu kala, ternyata Jendral langit telah kembali walaupun berupa sosok manusia biasa, akan tetapi batu ruby yang merupakan simbol identitas sang Jendral dari turun-temurun tak dapat di dibohongi dan terbantahkan," ucap Qilin.


Yan Lan meraih batu permata ruby yang mengambang di udara. "Maksudmu batu permata Ruby ini?" tanya Yan Lan.


"Benar tuanku, batu batu permata ruby itu merupakan simbol keagungan dan identitas tuanku, sebagai jenderal tertinggi yang dimiliki oleh langit, jadi tuan ku saat ini adalah jenderal tertinggi langit, walaupun belum sempurna menjadi seorang Dewa.


Aku ingin tuan mengadakan kontrak darah dengan ku, dengan demikian aku bisa membantu tuanku dalam segala hal dan juga aku bisa terbebas dari tempat ini untuk dapat mengikuti tuanku kembali," ucap singa bersayap.


"Baik jika begitu, aku akan melakukan kontrak darah denganmu," ucap Yan Lan, sambil melangkah ke arah Qilin.


Dengan melukai genggaman tangannya, Yan Lan meneteskan darah yang mengalir di telapak tangannya, ke arah tanduk yang berada di atas kepala singa bersayap.


Tak lama kemudian tubuh singa bersayap tiba-tiba mengeluarkan cahaya putih terang, dan muncullah sosok seorang pemuda tampan dengan rambut panjang, dan di punggung belakang tubuhnya terdapat sepasang sayap berwarna hitam kelam.


"Hamba adalah Qilin, yang siap menjadi pengawal anda," ucap Qilin.


"Aku tak ingin kau menjadi pengawal ku, aku ingin kau menjadi sahabatku, dan mulai sekarang kau hanya boleh memanggilku dengan sebutan Yan Lan atau tuan muda," ucap Yan Lan.


"Baik tuan muda," jawab Qilin.


Saat percakapan mereka berdua terjalin, tiba-tiba sebuah tombak yang tergeletak di tanah bergetar hebat, melihat hal itu Qilin pun berkata.


"Tuan muda, itu adalah tombak penguasa semesta, yang merupakan senjata yang dipakai oleh Jenderal langit terdahulu dalam setiap peperangan nya, saat ini jiwa tombak itu tengah terluka dan hanya tuan muda yang dapat menyembuhkannya, dengan memakai batu permata ruby yang ada pada tuan muda," ucap Qilin.


Mendengar perkataan dari Qilin, Yan Lan pun menganggukkan kepalanya dan melangkah ke arah tombak yang masih bergetar hebat.


Dengan mendekatkan batu permata ruby yang ada di dalam genggamannya, maka cahaya batu itu langsung menyinari senjata ombak penguasa semesta, hingga tombak itu terlihat tak bergetar lagi.


"Tuan muda, teteskan darah anda ke mata tombak penguasa semesta, maka senjata tombak itu akan menjadi milik tuan muda dan tuan muda bisa dapat langsung menggunakannya," ucap Qilin kembali.


Tanpa ragu Yan Lan mengikuti perkataan Qilin, dan meneteskan darahnya ke arah mata tombak yang tergeletak di tanah, dan tak lama kemudian tombak itu tiba-tiba mengambang di udara tepat di hadapan Yan Lan berada.


Yan Lan dengan sigap langsung meraihnya, dan menyimpan senjata pusaka langit itu di dalam tubuhnya bersama dengan pedang pembunuh semesta.


"Apa yang tuan muda cari di dalam alam reruntuhan ini?" tanya Qilin tiba tiba.


"Aku ingin mencari bunga teratai nirwana, apa kau mengetahui benda yang kucari itu?" ucap Yan Lan balas bertanya.


Terlihat Qilin menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan. "Aku tahu keberadaan bunga teratai nirwana itu akan tetapi kita tak akan mudah untuk mendapatkannya, karena bunga teratai itu berada di tempat penyihir hitam yang juga memerlukan energi yang terpancar dari bunga teratai nirwana yang saat ini menjadi sumber kekuatannya.


Jika kita ingin mendapatkannya maka kita harus bertarung habis-habisan dengan penyihir hitam itu, karena takkan mungkin penyihir hitam akan memberikan cuma-cuma barang yang menjadi sumber kekuatannya," jawab Qilin.