
Pagi itu Lian ren berbincang bincang dengan suaminya yang mana Lian ren berkeinginan untuk melatih Lan Yan sebelum berangkat ke kaisaran giok.
Yan Lao tak bisa menolak keinginan istrinya, tak seperti biasanya istrinya begitu bersikukuh untuk melatih anak muda yang bukan dari murid klan Glasier.
"Suamiku kultivasi Lan Yan yang paling rendah di antara mereka berenam, aku ingin kultivasi ranah tingkatan Lan Yan bisa meningkat sebelum keberangkatan mereka berenam menuju ke kaisaran giok, walaupun Lan Yan bukan murid dari klan Glasier akan tetapi Lan Yan telah membawa nama besar klan Glasier ke kaisaran giok, dengan terpilihnya dia dalam kompetisi pemilihan murid terpilih," ucap Lian ren.
"Kalau kau memang ingin melatihnya secara pribadi, aku akan mengijinkanmu," jawab ketua Yan Lao.
"Terimakasih suamiku," ucap Lian ren sambil memeluk tangan suaminya.
*****
Lian ren menunggu kedatangan Yan Lan di rumah kediamannya dulu, karena sekarang Lian ren dan suaminya telah tinggal di paviliun ketua klan Glasier.
Setelah lama menunggu, akhirnya yang di tunggu datang juga..
"Ibu peri ..!!" ucap Yan Lan dengan senyum merekah di bibirnya
Lian ren segera menyuruh Yan Lan masuk kedalam rumah.
"Lan er mulai sekarang kau harus membiasakan diri memanggilku dengan sebutan ketua Lian, agar identitas mu sebagai putraku tak di curigai oleh orang orang yang ada di dalam klan Glasier, karena aku berkeinginan untuk melatih tingkat kultivasimu agar lebih meningkat lagi, dari tingkat kultivasimu yang sekarang" ucap Lian ren.
"Baik ketua Lian," jawab Yan Lan sambil tersenyum, yang membuat ketua Lian ikut tersenyum mendengar perkataan dari anak angkatnya itu.
"Ketua Lian aku mempunyai sesuatu untuk anada," ucap Yan Lan.
Yan Lan mengeluarkan sebuah kitab dan sebuah pedang dari dalam cincin ruangnya.
Ketua Lian terperangah melihat cincin ruang yang berada di jari Yan Lan, dan lebih terkejut lagi melihat kitab naga es dan pedang es semesta yang kini berada di tangan Yan Lan.
"Yan er inikan pusaka berharga milik klan Glasier yang telah lama hilang!!, mengapa bisa ada di tangan mu? tanya ketua Lian er.
Yan Lan pun menceritakan semua kejadian yang di alaminya dalam mendapatkan kitab dan pedang pusaka itu kepada ketua Lian ren.
Ketua Lian ren mangut mangut mengerti dengan penjelasan yang di berikan oleh Yan Lan.
"Terimakasih karena kau telah mengembalikan barang pusaka peninggalan guruku Yan er, kedua pusaka ini akan ku simpan dahulu," ucap ketua Lian ren.
Dengan di bantu oleh ketua Lian ren dan berbagai macam sumberdaya yang ada di dalam cincin ruangnya, kini tingkat kultivasi Yan Lan sudah berada pada kultivasi Qi bumi bintang 1.
Ketua Lian ren tak habis pikir melihat kecepatan kenaikan tingkat kultivasi Yan Lan yang sangat di luar nalar, baru kali ini ketua Lian ren melihat seorang kultivator yang mampu menerobos tingkat kultivasi berkali kali dalam 2 Minggu.
"Yan Lan, besok adalah hari keberangkatan kalian ke kaisaran giok, aku ingin kau menjaga Yan Ling di sana," ucap ketua Lian ren di suatu sore.
"Baik ketua Lian, aku pasti akan menjaga Yan Ling, disana," jawab Yan Lan.
"Baik ketua lian aku beristirahat dulu," jawab Yan Lan kembali.
Yan Lan berjalan meninggalkan kediaman ketua Lian ren dan menuju ke paviliun murid terpilih.
Di dalam kamarnya Yan Lan duduk di atas pembaringan, matanya menerawang jauh kedepan. "Aku sudah tak sabar untuk berkultivasi di dalam pagoda 9 dalam upayaku untuk membangkitkan kembali mata langit yang dulu pernah kumiliki," batin Yan Lan.
Hari yang di tunggu tunggu oleh ke 6 murid terpilih pun tiba. Seekor burung elang besar yang merupakan binatang roh tingkat raja telah berada di tengah tengah lapangan latihan para murid klan Glasier.
Ketua Wung Kong yang merupakan wakil ketua klan Glasier sekarang kini berada di atas elang raksasa tersebut, dia akan menemani ke 6 murid terpilih untuk menuju ke kaisaran giok.
"Kalian ber 6 merupakan bibit terbaik dari klan Glasier dan kota kristal es, kami semua berharap ada salah satu dari kalian yang dapat menjadi murid inti dari pagoda 9, dan mampu mengharumkan nama klan Glasier di mata 12 klan yang ada dan juga di mata kekaisaran giok," ucap ketua Wung Kong.
"Walaupun nanti dari kalian tidak ada yang terpilih menjadi murid inti dan hanya menjadi murid luar, kalian jangan berkecil hati. Belajarlah di sana sebaik baiknya dan carilah pengalaman sebanyak mungkin agar nantinya pengalaman kalian itu akan berguna untuk klan Glasier dan kota kristal es," sambung ketua Wung Kong.
"Baik ketua," ucap para murid terpilih serempak.
Merekapun akhirnya menunggangi burung elang meninggalkan kota kristal es menuju ke kaisaran giok dimana pagoda 9 berada.
Sepanjang perjalanan Huang jin tak merasa nyaman dengan adanya Yan Lan di dalam perjalanannya, Yan Lan sepertinya sengaja membuatnya kesal dengan selalu mencari perhatian Yan Ling, wanita yang di sukainya.
Sore hari burung elang yang membawa murid murid dari klan Glasier tiba di kota Awan.
Semua murid terkagum kagum dengan keindahan dan kemegahan kota Awan yang mereka lihat dari atas udara.
Terlihat dari kejauhan istana giok yang berdiri kokoh di tengah tengah kota awan, dimana sekeliling istana tertutup oleh pagar tembok yang tinggi dan di jaga ketat oleh para prajurit istana.
Burung elang menukik kesebuah dataran di atas awan dimana sisi kiri dan kanan dataran itu terdapat perbukitan yang menjulang tinggi.
Dataran itu bernama dataran Surgawi pagoda 9 yang mana dataran itu terdapat rumah rumah yang tersusun rapi dengan pepohonan yang rindang, membuat suasana di dataran itu terlihat asri. Ada pun sebuah bangunan yang sangat besar bertingkat 9 berada di tengah tengah dataran itu.
"Persiapkan diri kalian, kita akan tiba di halaman pagoda 9," ucap ketua Wung Kong.
Burung elang itu mendarat mulus di halaman pagoda 9 yang luas.
Ternyata di halaman itu telah banyak terdapat murid terpilih dari 12 klan yang ada di benua permata hijau, dengan di dampingi oleh masing masing ketua klan tersebut.
Yan Lan menatap tajam pada sosok yang sangat di kenalnya, dia adalah wakil ketua klan Zhao yang bernama Dong Wung.
Tubuh Yan Lan bergetar hebat menahan amarah yang berkecamuk di dadanya.
"Akhirnya aku menemukan mu disini ketua Dong Wung, aku akan selalu mengingat semua kelicikan yang kau berikan padaku dan aku akan segera memberi perhitungan padamu setelah kultivasiku kembali lagi," batin Yan Lan.