PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
pertarungan di alam reruntuhan


Melihat ada dua orang yang melesat pergi meninggalkan tempat itu, membuat singa bersayap langsung melontarkan bola api dari mulutnya.


Yan Lan yang tak ingin kedua pengikutnya terkena bola api yang dilepaskan singa bersayap, dengan segera menepis tembakan bola api yang keluar dari mulut sang singa, hingga bola api itu berubah haluan kesamping dan menghantam bebatuan besar yang berada di tempat itu, hingga hancur berkeping-keping.


Singa bersayap menatap tajam ke arah Yan Lan, kali ini tanduknya seketika mengeluarkan cahaya emas menyala, yang membuat area sekitar tempat itu terbakar tanpa adanya sesuatu yang menyulut api.


Yan Lan berada di dalam kobaran api yang menyala, akan tetapi tak sedikitpun api itu dapat membakar tubuhnya, karena api inti surgawi seketika menyelimuti tubuh Yan Lan yang membuat perlindungan baginya.


"Meteor api hitam," teriak singa bersayap sambil terbang dan mengepak-ngepakkan sayapnya.


Dari kepakan sayap itu mengeluarkan api hitam yang langsung meluncur deras ke arah Yan Lan berada, dengan menggunakan teknik ruang dan waktu Yan lan menghindari ribuan bola api hitam yang menghujani dirinya, dan pada satu kesempatan Yan Lan menghantamkan tinjunya ke depan maka api inti surgawi langsung menuju ke arah singa bersayap.


Singa bersayap tak tinggal diam, dengan mengepakkan keras sayapnya, maka 2 buah angin topan tornado langsung menyapu bersih api inti surgawi yang mengarah kepadanya.


Kembali sang singa bersayap mengepakkan sayapnya maka terciptalah dua buah angin topan tornado, yang langsung mengarah deras ke arah Yan Lan.


Jubah yang dipakai Yan Lan Yan Lan berkibar dengan kencang, tapi tak membuat Yan Lan pergi dari tempatnya berada, kali ini Yan Lan sengaja memberikan tubuhnya terkena angin topan tornado, agar membuat sang singa bersayap lengah dan Yan Lan akan mudah untuk menyerangnya.


Saat di dalam angin topan tornado, tubuhnya Yan Lan terhempas ke sana dan kemari, yang membuatnya segera menggunakan teknik gravitasi yang dimilikinya.


Dengan tehnik grafitasi yang di lepaskan nya, membuat tubuh Yan Lan kini tak terkena efek dari angin topan tornado yang dilepaskan oleh singa bersayap.


Di dalam angin topan tornado yang mengurung dirinya, Yan Lan segera mengeluarkan busur panah yang didapatnya dari bangsawan Erlang Huo, dan segera menarik busur panah itu hingga tercipta sebuah anak panah berwarna emas yang siap ditembakkan.


"Aku ingin melihat seberapa kuat anak panah yang akan ku lepaskan ini, jika yang memegang busur panah merupakan kultivator ranah tingkat surgawi puncak," bisik Yan Lan.


Anak panah itu segera dilepaskan oleh Yan Lan, dan melesat cepat kearah singa bersayap.


Anak panah yang dilepaskan Yan Lan itu seketika berselimutkan petir yang memberikan kekuatan tersendiri pada anak panah itu.


Singa bersayap yang tak menyadari serangan tiba-tiba yang dilepaskan oleh Yan Lan, terkejut dan segera memakai perisai yang kini menyelimuti seluruh tubuhnya.


Anak panah itu telak menghantam ke arah tubuh singa bersayap, yang membuat sang singa terhempas dan menghantam bebatuan yang ada di belakangnya.


Seketika debu tebal menyelimuti area tempat di mana keberadaan singa bersayap, yang membatasi jarak pandang mata.


"Ha..ha..ha, aku tak menyangka setelah ribuan tahun aku berada di tempat ini, ternyata ada anak muda yang mampu untuk menghempaskan ku seperti ini, menarik!! batin singa bersayap yang kembali mengudara.


"Karena kau mempunyai kemampuan yang dapat mengimbangi ku , maka aku takkan segan-segan lagi untuk menghancurkan tubuhmu, maka bersiaplah!!" ucap singa bersayap.


Dari mulut sang singa keluar tombak bermata satu dengan permata besar berada di tengah tengah mata tombak.


Keluarnya tombak itu tiba-tiba membuat suasana sangat mencekam.


Dari dalam tombak keluar sosok pemuda dengan mahkota di kepalanya, yang langsung menggenggam tombak yang berada di dekatnya.


"Tombak itu mempunyai jiwa, mungkin ini yang dikatakan raja Zheng long sebelumnya, jika senjata pusaka Dewa yang berada di alam reruntuhan rata-rata mempunyai jiwa," Batin Yan Lan.


Kali ini Yan Lan berhadapan dengan seorang pemuda yang memegang tombak, dan binatang roh surgawi singa bersayap, yang kini menatap tajam kearah Yan Lan.


Zep..!!


Buk..!!


Tiba tiba saja pemuda itu telah berada di dekat Yan Lan dan memberikan serangan tinju yang sangat tiba tiba.


Serangan itu membuat Yan Lan terhempas ke belakang dan busur panah yang berada di dalam genggamannya pun terlepas.


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? mengapa gerakannya begitu sangat cepat sehingga aku tak bisa memprediksi serangannya," batin Yan Lan.


Belum sempat Yan Lan mencerna keadaan yang ada, tiba tiba singa bersayap telah melayang ke udara dan mengaum kencang.


Gelombang teriakannya membuat Yan Lan semakin terpuruk. "Celaka ...!! auman singa ini membuat tubuhku seperti akan meledak, aku harus segera menggunakan perisai Dewa perang yang kumiliki, agar aku sedikit dapat terlepas dari auman singa bersayap itu," batin Yan Lan.


Benar saja apa yang diprediksi oleh Yan Lan, setelah baju dewa perang melekat di tubuhnya, maka tekanan auman singa bersayap perlahan lahan berkurang.


Kesempatan ini di pergunakan oleh Yan Lan untuk menghantamkan satu pukulan yang mengandung kekuatan inti api surgawi, ke arah singa bersayap.


Api inti surgawi meluncur deras ke arah sang singa, akan tetapi sebelum api inti surgawi sampai ke tujuannya, sebuah tombak langsung menepis api inti surgawi yang di lesakkan oleh Yan Lan, hingga membuat ledakan yang maha dasyat.


"Mengapa jiwa di dalam tombak itu begitu sangat kuat, sampai sampai dia dapat menepis api inti surgawi yang ku lesakkan," bisik Yan Lan sembari melesat ke udara.


Kali ini Yan Lan mengerahkan seluruh kemampuannya dalam menghadapi lawan tarungnya. Di dalam genggamannya saat ini terdapat golok pembunuh semesta, yang mengeluarkan aura menindas.


"Majulah aku tak akan gentar menghadapi kalian berdua..!!" teriak Yan Lan dengan meloncat dan menebaskan goloknya ke arah sang pemuda.


Sang pemuda segera menangkis golok pembuluh semesta yang mengarah kepadanya, dengan mengangkat tombak memakai kedua tangannya.


Trang...!!


Boom...!!


Saat golok pembunuh semesta mengenai tombak yang berada di kedua tangan sang pemuda, maka gelombang kejut langsung keluar dari dalam golok yang dipegang oleh Yan Lan, hingga membuat sang pemuda terhempas jauh ke belakang, dan menabrak bebatuan yang berada di tempat itu.


Melihat hal itu singa bersayap menjadi murka, dan dengan cepat menyerang ke arah Yan Lan bertubi-tubi, yang membuat Yan Lan di paksa mundur ke belakang.


"Segel pusaran bumi..!!" teriak singa emas yang segera mengaktifkan segel yang sedari tadi telah dibuatnya.


Tanah di sekitar Yan Lan berada bergejolak, hingga memaksa tubuh Yan Lan untuk masuk kedalamnya.


"Ini adalah sebuah segel, dan mengapa aku tak mengetahui jika singa bersayap itu telah memasang segel di tempat ini sebelumnya, aku harus segera menghancurkan segel yang memaksaku masuk ke dalam tanah, sebelum hal buruk terjadi padaku" batin Yan Lan.


"Jiwa Dewa perang..!!" teriak Yan Lan.


Bersambung.