
Di arena pertempuran itu, walaupun An lung dapat mengimbangi keenam penyerangnya, akan tetapi dengan banyaknya prajurit istana Giok yang datang ke sana, membuat Yan Lan tak tinggal diam.
Baru saja Yan Lan ingin membantu An lung, tiba-tiba saja An lung menggunakan teknik yang sedari tadi di nantikan oleh Yan Lan.
Di mana 9 bunga teratai kini mengelilingi tubuh An lung, dan memberikan efek yang sangat mematikan kepada ke enam penyerangnya.
Al hasil keenam kultivator yang tadinya menyerang An lung, seketika terhempas sejauh 20 meter, dan jatuh ke tanah dengan kondisi yang sangat mengenaskan, tubuh mereka membiru akibat seluruh energi yang ada tubuhnya, terserap oleh ke sembilan bunga teratai yang mengelilingi tubuh An lung.
Ke enam kultivator itu hanya sedikit melakukan pergerakan, dan akhirnya meregang nyawa.
Jenderal Yong ge yang melihat peristiwa itu, menjadi garam karena orang-orang pilihannya mati secara mengenaskan di depan matanya.
"Bentuk formasi, agar wanita itu tak dapat keluar dari tempat ini!!" teriak jenderal Yong ge.
Ratusan prajurit pilihan segera menapakkan kedua tangannya ke depan, maka keluarlah gelombang energi kejut yang membentuk sebuah pelindung yang kini mengurung An lung di dalamnya.
An lung yang di dalam sebuah gelembung, tiba-tiba saja merasakan udara yang di hirup nya berubah menjadi sangat dingin.
"Celaka ini adalah racun es dingin, kalau aku tak bisa menghancurkan gelembung ini, maka mereka semua akan mudah untuk menangkap ku," batin Zhao Quin.
Yan Lan yang melihat An lung dalam bahaya, kali ini tak tinggal diam, Yan Lan segera meloncat arah gelembung yang membungkus tubuh An lung.
Dengan pedang pembunuh iblis yang ada di dalam genggamannya, Yan Lan segera menebaskan pedang itu ke arah gelembung yang membungkus tubuh An lung.
"Prak..kk..!!
Ledakan keras terjadi saat pedang pembunuh iblis menghantam gelembung yang dipenuhi dengan kekuatan yang sangat besar, hingga ledakan itu terdengar sampai ke istana Giok.
Seketika gelembung itu hancur yang membuat ratusan prajurit yang melakukan formasi terhempas dan mati seketika.
Di istana Giok, kaisar Giok yang mendengar ledakan yang terjadi, langsung menyuruh pengawal pribadinya yaitu Girgolo untuk menyelidiki apa yang sebenarnya telah terjadi di tengah kota ke kaisaran.
Mendengar perintah dari sang kaisar, Girgolo langsung menghilang dari pandangan sang kaisar Giok muda, dan tiba-tiba saja sudah berada di samping jenderal Yong ge.
Jenderal Yong ge merasa sangat senang melihat sosok yang dikenalnya sebagai Girgolo, yang merupakan pengawal terbaik yang dimiliki oleh sang kaisar Giok, yang kini berada di sampingnya untuk membantu meringkus wanita dan pemuda yang telah menghancurkan formasi yang di buatnya.
Seketika muka jendral Yong ge berubah, melihat pemuda yang menghancurkan formasinya adalah sosok pemuda yang sangat di kenalnya. Dia adalah Yan Lan yang merupakan kaisar istana Phoenix yang telah membunuh jendral tertinggi ke kaisaran Giok, dan ribuan prajurit istana Giok sebelumnya.
Jendral Yong ge menyuruh pasukannya mundur, ini dilakukannya agar tidak terjadi banyak korban di pihaknya setelah mengetahui pemuda itu adalah Yan Lan.
Jendral Yong ge maju kedepan, yang di ikuti oleh Girgolo yang berada di belakangnya.
"Aku tak ingin itu terjadi jenderal, aku datang kemari sengaja untuk membebaskan wanita ini dari belenggu penjara Intan yang mengurungnya, jika kau membebaskan kami berdua pergi dari kota ini, maka tak akan terjadi pertumpahan darah di sini!!" jawab Yan Lan dingin.
"Aku akan memperbolehkan kau pergi dari sini asalkan wanita itu tetap tinggal di sini, karena dia merupakan tawanan langsung dari sang kaisar!!" ucap jendral Yong ge.
"Aku tak perduli dengan kaisar mu, aku akan tetap membawa An lung pergi dari sini!!" ucap Yan Lan.
Setelah berkata demikian, tiba tiba saja Girgolo menyerang Yan Lan dengan menggunakan golok pendek di tangannya.
Pergerakan Girgolo sangat cepat, membuat Yan Lan harus menggunakan aura surgawi untuk melindunginya.
Akan tetapi aura surgawi yang dilepaskan oleh yang lan, tak membantu banyak, Girgolo makin ganas dalam menyerang Yan Lan.
Berkali-kali benturan terjadi antara golok pendek yang digunakan Girgolo, dan pedang pembunuh iblis yang ada di tangan Yan Lan, yang menimbulkan bunga api di sekitar benturan kedua senjata pusaka itu.
Yan Lan sedikit dibuat pusing dengan serangan-serangan yang dilakukan oleh Girgolo, tubuhnya seperti ada dimana-mana dan sangat sulit untuk di tebak keberadaannya oleh Yan Lan.
"Pengguna tehnik bayangan," batin Yan Lan.
Yan Lan segera mengaktifkan mata langitnya, untuk dapat melihat kecepatan serang dari sosok menyeramkan yang tengah bertarung dengannya.
Alhasil dengan menggunakan mata langit, Yan Lan dapat melihat pergerakan Girgolo dengan sangat jelas, dan membuat pertarungan itu kembali berimbang.
Di tempat lain, jendral Yong ge tengah bertarung dengan moci, sementara Zhao Quin sendiri tergeletak di tanah akibat terkena racun es yang kini menjalar di tubuhnya.
Yan Lan baru menyadari jika wanita yang di bebaskan nya dari penjara Intan, kini tergeletak kedinginan di tanah akibat racun yang melanda tubuhnya.
"Aku harus menyelesaikan pertarungan ku ini dengan cepat, jika tidak akan terjadi hal buruk terhadap Zhao Quin," batin Yan Lan.
Yan Lan melompat ke udara, dan mengeluarkan inti api surgawi di tinju tangan kanannya, dan segera mengarahkan tinju nya itu ke arah sosok menyeramkan yang ada di hadapannya.
Girgolo tak tinggal diam, diapun melakukan hal yang sama, dengan menghantamkan tinjunya menyambut serangan Yan Lan.
Ledakan dasyat terjadi, membuat bangunan yang berada di sekitar radius seratus meter di sekitar tempat itu hancur berantakan. Tubuh Girgolo terhempas jauh kebelakang dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya, yang menandakan jika Girgolo saat ini mengalami luka dalam yang parah.
Sementara itu Yan Lan hanya mundur beberapa langkah kebelakang, setelah menguasai dirinya kembali, Yan Lan segera menyambar tubuh Zhao Quin dan membawanya pergi dari tempat itu, begitupun dengan moci yang segera meninggalkan pertarungan dan mengikuti Yan Lan dari belakang.
Terimakasih telah memberikan like, komen dan vote.