PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Jatayu yang bimbang


Yan Lan mengeluarkan kayu hitam pusaka bumi dari dalam cincin ruangnya, lalu menatap kearah para kera bertaring yang sedang bertarung melawan pasukan naga emas.


"Semoga pusaka bumi ini masih bisa berfungsi dengan baik dan untuk mengendalikan para kawanan kera bertaring itu," batin Yan Lan.


Qian Qin yang melihat apa yang tengah di lakukan Yan Lan, hanya terdiam sampai pada akhirnya Yan Lan berkata "jaga aku Qian er, jangan sampai ada binatang roh maupun orang orang dari klan tebing angin yang mendekatiku," kata Yan Lan.


Qian Qin gelagapan mendengar perkataan Yan Lan, dengan segera ia pun menganggukkan kepalanya.


Mendengar kesanggupan Qian Qin dalam menjaganya, Yan Lan kemudian mulai meniup kayu hitam pusaka bumi yang sedari tadi dalam genggamannya.


Ke anehan tiba tiba saja terjadi, para kera bertaring yang jumlahnya lebih banyak dari serigala mata merah, berbalik menyerang para serigala.


Alhasil korban berjatuhan dari pihak serigala karena keganasan kera bertaring.


Qian Qin yang melihat hal itu seakan tak percaya dengan apa yang di lakukan Yan Lan, yang mampu mempengaruhi binatang kera bertaring untuk menyerang balik lawan, kekaguman pada sosok Yan Lan semakin bertambah pada diri Qian Qin.


Pertempuran dasyat yang terjadi telah membawa banyak korban jiwa, keadaan di dalam dan luar sekte menjadi porak poranda.


Ketua Tiatiou dan patriack Pingyin terus bertarung, yang membuat daerah sekitar tempat itu menjadi tak berbentuk lagi, kekuatan ranah tingkat surgawi puncak yang di keluarkan oleh kedua kultivator itu, tak mempengaruhi pertarungan mereka berdua yang belum memperlihatkan tanda tanda kemenangan dari salah satunya.


Sementara itu pertarungan antara Jatayu dan Leo terlihat seimbang, mereka sama sama terluka yang membuat pergerakan mereka berdua melambat.


Tak lama kemudian Leo terlihat tersungkur di tanah begitupun dengan Jatayu, napas mereka berdua memburu karena kelelahan bertarung.


Ternyata mereka berdua selama ini sudah saling kenal sebelumnya, sewaktu di alam nirwana di tempat para dewa berada leluhur Jatayu dan Leo telah hidup berdampingan, yang mana mereka mengikuti aturan yang di berikan dewa agung yang berdiam di kuil suci.


Karena penyerangan ras iblis dari alam bawah membuat kerusakan besar di nirwana, leluhur Leo dan Jatayu yang ikut bertempur dalam membantu para dewa, akhirnya musnah dalam pertarungan itu.


Keadaan saat itu begitu sangat genting, Jatayu dan Leo kecil pergi menyelamatkan diri dan mencari tempat untuk bersembunyi dari kejaran para iblis.


Leo pergi ke benua permata hijau, sementara Jatayu sendiri pergi ke dataran puncak Awan langit.


"leo..!! untuk apa kita saling bertarung seperti ini, dan mengapa kau membela sekte yang sebentar lagi akan hancur," ucap Jatayu.


"Ha..ha..ha..., aku tak merasa membela sekte ini, aku hanya mengikuti perintah tuan mudaku untuk mencegah mu membunuh lebih banyak lagi murid murid di sekte ini," jawab leo.


"Apa!! kau yang merupakan binatang surgawi di perbudak oleh seorang manusia biasa? pakai akal sehatmu Leo!! leluhurmu akan sangat malu jika generasi mereka yang masih hidup melakukan tindakan serendah itu!!" hardik Jatayu.


"Kau salah Jatayu!! tuan mudaku bagaikan dewa, dia telah memberikanku tempat tinggal terindah dengan begitu banyak Qi yang berlimpah yang kubutuhkan dalam berkultivasi menembus tingkat surgawi suci," jawab Leo kembali.


"O yah Jatayu, kau mengatakan jika aku mengikuti manusia biasa, apa kau tak merasakan pada dirimu sendiri?, siapakah yang memberimu perintah untuk menghancurkan sekte ini, apakah dia bukan manusia? walaupun dia setengah peri tapi tetap saja di dalam tubuhnya terdapat darah manusia," ucap Leo mengejek.


Jatayu terlihat geram dengan perkataan Leo, dengan sekuat tenaga Jatayu bangkit berdiri.


"Sudahlah Jatayu, dengan kondisimu sekarang kau tak akan mungkin bertarung melawanku lagi, lihat aku..," ucap Leo.


Leo bangkit berdiri tanpa kesusahan, sewaktu Leo berbicara dengan Jatayu, Leo melakukan tehnik kultivasi untuk memulihkan diri yang telah dia ciptakan sendiri di dalam alam batin Yan Lan walaupun tanpa melakukan meditasi.


Jatayu terbelalak kaget melihat hal itu, yang membuatnya harus menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Jatayu aku ingin kita seperti dulu sewaktu kita masih kecil, duduk berdampingan dan bermain bersama, karena hanya tinggal kita binatang surgawi yang tersisa, maka aku ingin kau pun mengikuti tuan mudaku, percayalah padaku sobat" ucap Leo kembali.


Jatayu terdiam, dan menatap tajam ke arah Leo.


"Leo aku juga ingin mengikuti tuan muda mu, tetapi aku sanksi jika tuan muda mu itu bisa mengalahkan Tiatiou, jika dia Tiatiau tau aku menghianati nya dan pergi mengikuti tuan muda mu, maka dengan mudah dia akan melenyapkan ku dengan menggunakan artefak roh yang ada padanya," jawab Jatayu.


Kau tak usah pikirkan itu sobat, aku tau jika tuan mudaku bisa mengalahkan ketua klan tebing angin itu," ucap Leo kembali.


Baik lah jika memang benar seperti itu, aku ingin kau mempertemukan ku dengan tuan muda mu itu," jawab Jatayu kembali.


Leo tersenyum kepada Jatayu sambil menganggukkan kepalanya.