PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kekalahan jendral Ming Tian


Keributan di dalam rumah makan itu tak terhindarkan, ke-9 orang yang tadinya sedang bercakap-cakap tak terima dengan apa yang dilakukan oleh Yan Lan, mereka pun mencabut pedang masing-masing.


"Kau sudah gila ya!! mengapa kau menghancurkan meja makan kami?" teriak salah seorang dari 9 orang pemuda yang memegang pedang.


Yan Lan hanya menatap dingin kepada mereka semua, tak ada satu katapun yang terucap dari mulut nya, di dalam fikiran Yan Lan saat ini, dia ingin melenyapkan ke 9 orang yang telah menghina dan merendahkan klan Glasier dari benua ini.


"Apa kau tuli..!?, baik jika kau tak ingin menjawab pertanyaanku, kami semua akan mencincang tubuhmu dan memberikannya kepada anjing hutan," ucapnya kembali.


Melihat tak ada respon dari Yan Lan, ke 9 orang tersebut langsung menyerang Yan lan dengan ganas. Yan Lan tak tinggal diam dia berkelit kesana kemari lalu memberikan serangan balasan yang sangat mematikan kepada ke 9 orang yang menyerangnya.


Pukulan dan tendangan Yan Lan berhasil mengenai sasarannya dengan telak, yang membuat 2 orang dari 9 orang yang menyerangnya terjungkal dan tewas seketika.


Hal itu membuat 7 orang pemuda yang menyerang Yan Lan, menjadi ciut nyalinya karena melihat keadaan teman-temannya yang hanya dengan sekali serang telah menjadi mayat.


Yan Lan kembali menyerang mereka semua dengan cepat, dan kembali 3 orang dari mereka terhempas menghantam kursi dan meja di dalam ruangan itu, hingga tewas seketika.


Para pemuda yang masih hidup mencoba untuk melarikan diri, akan tetapi Yan Lan kembali menyerang mereka semua dengan satu tebasan pedang yang berada dalam genggaman tangannya. Kepala ke empat pemuda yang mencoba melarikan diri itu menggelinding di lantai ruangan, dengan tubuh yang terpisah dari kepalanya.


Semua orang yang menyaksikan kejadian itu tak dapat berkata apa-apa, mereka takut jika pemuda yang memegang pedang bercahaya biru, juga akan membunuh mereka semua.


Tak lama kemudian prajurit dari istana giok datang ke rumah makan dan langsung mengurung Yan Lan.


"Kurang ajar!!, berani sekali kau membunuh di kota ini, cepat tangkap dia!!"ucap pemimpin prajurit.


Mendengar perintah dari sang pemimpin, semua prajurit yang mengurung Yan Lan


langsung menyerang.


Yan Lan yang sudah sangat marah dengan kepemimpinan kaisar giok yang tak lagi peduli dengan para klan yang ada di luar sana, langsung menghabisi para prajurit yang menyerangnya satu-persatu.


Mayat prajurit berserakan di dalam ruangan itu, dimana setiap tubuh para prajurit yang mati, kini tak utuh lagi. Ketajaman pedang pembunuh iblis benar-benar seperti Dewa maut bagi mereka semua.


Pemimpin prajurit menembakkan sinyal ke udara, tak lama kemudian datang ratusan prajurit dengan 2 orang perwira tinggi bersamanya.


"Tuan ku, pemuda itu telah membunuh 9 orang pemuda yang makan di rumah makan ini, kami semua ingin mengamankan nya, akan tetapi pemuda itu malah melawan dan menghabisi semua prajurit bawahan ku," ucap pemimpin prajurit kepada 2 orang perwira yang menunggangi kuda.


Kedua perwira itu langsung menatap tajam kearah Yan Lan.


"Serahkan dirimu anak muda, atau kamu akan berurusan dengan istana Giok," ucap salah seorang perwira yang ada di atas kuda.


"Coba saja jika kalian semua bisa menangkap ku!!" Tantang Yan Lan.


Mendengar perkataan Yan Lan, perwira tinggi istana Giok itu tersulut emosinya, dia pun mencabut pedangnya dan langsung menyerang ke arah Yan Lan berada.


Dengan melayang di udara perwira tinggi itu menebaskan pedangnya dari atas ke bawah.


Dengan sedikit gerakan menghindar ke samping kirinya, Yan Lan terbebas dari serangan cepat yang sangat mematikan dari sang perwira tinggi.


Tak lama kemudian terjadilah pertarungan sengit antara perwira tinggi istana Giok dengan Yan Lan.


Melihat serangannya selalu luput, perwira tinggi yang merupakan pengguna elemen api, langsung memutar tubuhnya dan kembali menyerang Yan lan dengan tinju yang telah dilapisi dengan elemen api di tangan kirinya.


Tangan kiri sang perwira seketika berubah menjadi merah menyala bagaikan bara api.


Yan Lan yang melihat jika perwira tinggi yang menjadi lawan tarungnya adalah pengguna elemen api, segera memberikan tubuhnya untuk dipukul oleh sang perwira tinggi itu.


"Buk...!!"


Tinju sang perwira telak mengenai tubuh Yan Lan, hingga membuat salah satu perwira tinggi yang masih duduk di atas kuda, tersenyum penuh arti melihat rekannya dapat memukul sang pemuda dengan telak.


Begitu pun dengan pemimpin prajurit, dia begitu sangat puas dengan apa yang telah terjadi pada pemuda yang bertarung dengan sang perwira. Tampak senyum penuh kemenangan terpancar dari wajahnya.


Seketika senyum itu hilang setelah mendengar teriakan kesakitan dari mulut perwira tinggi yang memukul Yan Lan.


Tubuh sang perwira tinggi kini berselimutkan api putih kebiruan yang sangat panas, dia berlari kesana kemari sambil berteriak meminta tolong.


Para prajurit yang melihat tubuh sang perwira terbakar api putih kebiruan, segera mungkin menolongnya. Namun setiap para prajurit yang ingin mencoba menolong sang perwira, juga ikut terbakar oleh api putih ke biruan itu.


Puluhan prajurit telah menjadi korban keganasan api surgawi yang keluar dari tubuh yan Lan, api itu benar-benar membuat perwira tinggi dan prajuritnya mati menjadi debu.


"Siapakah pemuda ini sebenarnya, mengapa kekuatannya begitu sangat dahsyat, dan aku rasa aku pun juga tak akan sanggup untuk menandingi pemuda itu. Jika aku bertarung dengannya bisa saja hal yang sama seperti saudara Yuan juga menimpa padaku, aku harus melaporkan hal ini kepada jenderal Ming Tian," batin perwira tinggi yang masih berada di atas kuda nya.


Kalian kepung pemuda itu jangan sampai lolos, aku akan pergi menghadap Jendral Ming Tian,


agar sang jenderal lah yang akan menangkap pemuda itu sendiri.


Tak lama berselang, sang perwira telah datang bersama jenderal Ming Tian ketempat di mana rumah makan berada.


Betapa terkejutnya sang perwira dan Jendral Ming Tian, melihat begitu banyak mayat para prajuritnya yang berserakan di dalam dan luar ruangan tanpa tersisa satupun yang hidup.


"Biadab...!!, siapa yang telah melakukan ini semua!!?," bentak jendral Ming Tian.


Mereka segera mencari pemuda yang telah melakukan pembunuhan itu, akan tetapi mereka berdua tak juga menemukan titik terang dari keberadaan sang pemuda itu, hingga mereka berdua kembali ke istana Giok.


Sementara itu, Yan Lan yang merasa ketidak adilan sang penguasa istana Giok, kepada klan yang berada di luar sana, langsung pergi menuju ke istana Giok, guna menghadap sang kaisar.


Di depan istana Giok, Yan Lan di hadang oleh puluhan orang prajurit istana.


"Berhenti..!!, apa tujuan mu keistana ini?" tanya pemimpin prajurit.


"Sang kaisar tidak bisa di ganggu, karena sang kaisar tengah membahas masalah di istana dengan para petingginya," ucap pemimpin prajurit penjaga.


"Kalian jangan mencoba menghalangi ku, jika tidak aku tak akan segan-segan untuk membunuh kalian semua," ucap Yan Lan dingin.


Mendengar ancaman dari Yan Lan, puluhan prajurit langsung mengeluarkan pedang mereka, dan mengarahkan pedang itu ke arah Yan Lan.


Melihat seluruh prajurit yang ada di tempat itu tak menggubris perkataan nya, Yan Lan segera mengeluarkan aura tingkat surgawi yang sangat menindas.


Seketika itu seluruh prajurit penjaga langsung tak bisa bergerak, nafas mereka semakin berat dan sesak, dengan sekali kibasan tangan puluhan prajurit yang berada di depannya, langsung terhempas jauh ke belakang karena terdorong angin yang sangat kencang, yang membuat mereka semua tak sadarkan diri.


Yan Lan melanjutkan perjalanannya menuju ke dalam istana kerjaan, namun kembali lagi ratusan prajurit datang untuk menghadang langkahnya.


Kali ini Yan Lan mengeluarkan moci dari dalam alam batinnya.


Moci aku ingin kau membuat keributan di sini, agar kaisar Giok dapat keluar untuk melihat keramaian yang kau buat," ucap Yan Lan.


Moci yang mendapat perintah dari Yan Lan, dengan cepat langsung menyerang ke arah ratusan prajurit istana Giok.


Seluruh prajurit tak menyangka jika rubah cantik dengan bulu putih disertai 9 ekornya yang memikat, dapat memporak porandakan ratusan prajurit yang menghadang langkah Yan Lan untuk masuk ke dalam istana giok.


Tak sampai di situ, Moci mengeluarkan api hitam yang sangat panas di seluruh bagian tubuhnya, dan menabrakkan dirinya ke arah para prajurit yang mengurung Yan Lan.


Hal itu membuat para prajurit menjadi takut karena ketika moci menabrakkan dirinya, maka tubuh prajurit yang ditabraknya akan berubah menjadi abu.


"Hentikan!!"


Tiba-tiba sebuah suara menggelegar di udara, suara itu berasal dari suara jenderal Ming Tian.


"Yan Lan.., rupanya kau masih hidup!!?" bagus, aku akan membalaskan semua yang telah kau lakukan padaku waktu itu, rasa malu akibat kekalahan ku, hanya bisa ditebus dengan nyawamu," ucap jendral Ming Tian.


Sehabis berkata seperti itu jendral Ming Tian langsung memberikan serangan cepat kepada Yan Lan, hingga ke dua kultivator itu saling bertarung.


Jenderal Ming Tian yang tak ingin ke 2 kali melakukan kesalahan, di mana waktu itu dia telah kalah bertarung dengan bawahan Yan Lan, lampu menggunakan teknik terbaiknya dalam menghadapi Yan Lan.


Debu berterbangan di sekitar tempat itu, yang membuat pandangan mata sedikit terbatas.


tapi tak mengurungkan tekad sang Jendral untuk menghabisi Yan Lan.


Deru tombak sang jenderal begitu sangat memekakkan telinga, menebas, menusuk dan sesekali melakukan tendangan ke tubuh Yan Lan, yang kini dilakukan sang Jendral.


Yan lan begitu gesit menghindari setiap serangan yang dilakukan oleh jendral Ming Tian, hingga beberapa waktu berlalu sang Jendral tak bisa menyentuh sedikitpun kulit dari Yan Lan.


Jenderal Ming Tian mulai kesal, dia pun menebaskan dua kali tombaknya ke depan, maka dua buah sinar berbentuk tanda silang langsung melesat cepat menuju ke arah Yan Lan. Serangan tingkat tinggi tersebut, langsung disambut dengan tinju keras yang dilancarkan oleh Yan Lan.


2 gelombang kejut tingkat tinggi saling bertemu di udara, yang menimbulkan ledakan dahsyat yang mampu menggetarkan area sekitar.


Jenderal Ming Tian terseret beberapa meter ke belakang, berbanding terbalik dengan Yan Lan, tak sedikitpun dia bergeming dari tempatnya berpijak.


"Sial..!!, kekuatan anak muda ini sungguh sangat luar biasa, aku rasa kekuatannya itu telah melampaui ku jauh, aku harus memikirkan bagai mana cara untuk mengalahkannya," batin jendral Ming Tian.


Sementara itu moci telah berhasil memukul mundur para prajurit istana giok yang mencoba untuk menangkapnya, para prajurit dan perwira istana Giok sangat kewalahan menghadapi api inti neraka yang berada di tubuh moci.


Melihat Yan Lan yang bertarung tanpa menggunakan senjata, secepat kilat moci masuk ke dalam pertarungan Yan Lan, dan merubah dirinya menjadi sebuah tombak.


Pertarungan menggunakan tombak seketika terjadi, Yan Lan tak memberikan kesempatan pada jenderal Ming Tian untuk mengembangkan tehnik tombaknya.


Jendral Ming Tian benar-benar dibuat kewalahan dengan serangan beruntun dan mematikan yang dilancarkan oleh Yan Lan, dia pun merubah dirinya menjadi 10 bayangan yang sama dan kembali membalas serangan serangan yang dilakukan oleh Yan Lan.


Kesepuluh bayangan jendral Ming Tian, seperti tak ada matinya, setiap bayangan yang terkena serangan tombak dari Yan Lan, langsung hancur dan kembali tumbuh bayangan baru yang sama.


"Ha..ha..ha.., kau tak akan bisa melukai ku anak muda, kemampuanmu itu belum sanggup untuk mengalahkanku, ayo serang kembali aku hingga Qi yang ada di tubuhmu habis, dan aku akan secepatnya melenyapkanmu!!" ucap jendral Ming Tian.


Mendengar perkataan jendral Ming Tian, membuat Yan Lan kesal, dengan segera dia mengaktifkan mata langit yang ada padanya, dan mencari tahu di mana jenderal Ming Tian yang asli.


"Kali ini aku akan melenyapkanmu jendral Ming Tian, katakan apa keinginan terakhirmu," ucap Yan Lan.


"Mati katamu!??, apa aku tak salah mendengarnya??, pemuda sampah sepertimu tak akan pernah dapat membunuh ku," jawab jendral Ming Tian.


Yan Lan sesaat tersenyum ke arah jenderal Ming Tian, setelah itu Yan Lan menghilang dari pandangan mata, dan tau tau tubuh jenderal Ming Tian telah terpisah dari kepalanya.


Tampak darah segar membanjiri tempat itu, ke 10 bayangan jendral Ming Tian seketika menghilang, dan menyisakan tubuh aslinya yang telah menjadi mayat.


Yan Lan berdiri di samping tubuh sang Jendral, dan menatap tajam ke arah para prajurit istana Giok yang masih tersisa.


Tiba-tiba ribuan anak panah melesat di udara, dan semua anak panah itu tertuju kepada Yan lan, Yan Lan yang melihat ada banyak anak panah yang mengarah kepadanya, langsung menggunakan perisai tempur Dewa suci untuk melindungi tubuhnya.


Tubuh Yan Lan kini dilapisi dengan baju perang yang mengeluarkan cahaya keemasan, tak ada satupun anak panah yang berhasil menembus tubuh Yan Lan, semua anak panah dapat dipatahkan dengan baju perang yang Yan Lan kenakan.


Dengan menggunakan teknik ruang dan waktu, Yan Lan melesat cepat menuju ke arah di mana para prajurit pemanah berada, dan dengan tehnik tombak yang mumpuni, Yan Lan membantai dan memporak-porandakan pasukan pemanah yang dimiliki istana Giok.


Melihat keganasan Yan Lan, sang kaisar pun turun tangan untuk menghadapinya.


Yan Lan tak perduli lagi jika yang dihadapinya saat ini adalah seorang pemimpin no satu di benua permata hijau, dengan cepat Yan Lan segera menyerangnya.


Teknik ruang dan waktu yang dimiliki oleh Yan Lan, dapat mengimbangi tehnik cahaya milik kaisar Giok, yang membuat pertarungan itu menjadi berimbang.


Setelah chapter 167, kelanjutannya di 166 baru 168, salah jam terbit kk 🙏