
Naga giok hitam berputar sesat di udara, dan tiba tiba masuk ke dalam tubuh Yan Lan yang masih mengambang di udara.
Hal itu membuat seluruh prajurit terbang langit terpukau, melihat kekuatan besar yang di miliki jendral tertinggi langit sekarang.
"Tangkap penghianat nirwana itu..!!" teriak Yan Lan dengan lantang.
Maka seluruh perwira tinggi kerajaan langit langsung melesat cepat menuju kearah Dewa seiryu yang masih tergeletak di tanah. Salah satu perwira tinggi istana langit segera mengeluarkan sebuah kurungan dan memasukkan Dewa seiryu kedalam kurungan tersebut.
Yan Lan melesat cepat menuju kearah Qilin, karena ingin memastikan keadaan Dewi Zhao Quin yang terluka, dan betapa tercengang nya Yan Lan sesampainya di tempat Qilin berada, dia melihat keadaan Dewi Zhao Quin yang seluruh tubuhnya berselimutkan cahaya dari bunga teratai putih yang berada di atas tubuhnya, yang memberikan aura kehidupan baru padanya.
"Apa yang telah terjadi dengannya, Qilin?" tanya Yan Lan.
"Aku juga tak mengetahuinya jendral, bunga teratai putih itu tiba tiba saja keluar dari balik baju Dewi Zhao Quin, dan langsung memberikan energi hidup padanya.
Yan Lan menganggukkan kepalanya, mengerti akan perkataan Qilin.
"Ku rasa bunga teratai putih itu, pasti ada hubungannya dengan Dewa suci," batin Yan Lan.
Keanehan tiba tiba saja terjadi, teratai putih yang berputar pelan di atas tubuh Dewi Zhao Quin, kini berubah warna menjadi hitam dan tak lama kemudian hancur menjadi debu. Dewi Zhao Quin membuka matanya perlahan dan mendapati tubuhnya telah pulih seperti sedia kala.
Dewi Zhao Quin merasakan kehadiran Yan Lan di tempat itu, yang membuat nya tak berani menatap kearah Yan Lan, karena di masih merasa bersalah atas apa yang di lakukan kepada Yan Lan di masa lampau.
"Quin er bagaimana keadaanmu?" tanya Yan Lan sambil membantu Zhao Quin berdiri.
"A..a..ku telah pulih seperti sedia kala kak Yan Lan," ucap Dewi Zhao Quin sambil terbata bata.
Qilin yang mengetahui tentang hubungan runyam jendralnya dengan Dewi Zhao Quin, memilih untuk pergi dari tempat itu, agar keduanya bisa dapat saling memahami dan memperbaiki hubungannya yang telah rusak di masa dulu.
"Jendral aku akan membantu para perajurit yang terluka," ucap Qilin.
Yan Lan menoleh kearah Qilin dan berkata.
"Pergilah, dan terimakasih atas bantuanmu," jawab Yan Lan.
Qilin menganggukkan kepalanya dan kemudian pergi berlalu dari tempat itu, meninggalkan Yan Lan dan Dewi Zhao Quin berdua di sana.
Selepas kepergian Qilin, tampak sepasang kekasih yang telah lama tak bertemu itu saling diam, larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Sesaat kemudian, Yan Lan menatap kearah Dewi Zhao Quin. "Aku ingin memperbaiki kembali hubungan kita yang telah rusak, dan aku ingin menikahimu, seperti apa yang telah ku janjikan padamu dulu saat kita masih berada di hutan bambu kuning," ucap Yan Lan tiba tiba.
Perkataan Yan Lan membuat Dewi Zhao Quin begitu sangat bahagia, diapun menatap Yan Lan dalam dalam, tak terasa air matanya pun telah membasahi pipinya.
Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Dewi Zhao Quin, mulutnya sangat kelu untuk berkata kata, hanya anggukan kepalanya yang menandakan jika dia menginginkan pernikahan yang telah lama tertunda dengan pemuda yang ada di hadapannya itu.
Yan Lan dengan rasa cinta mengusap air mata yang jatuh di pipi Zhao Quin.
"Quin er, sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu, ini harus kukatakan agar di masa depan masalah ini tak menjadi bumerang bagiku. Setelah kepergianmu waktu itu, aku telah mengenal beberapa orang wanita dan kini telah dekat denganku, aku juga tak memungkiri jika aku pun mencintai mereka, saat ini ketiga wanita itu berada di nirwana karena mereka semua juga merupakan seorang Dewi, sama seperti dirimu," ucap Yan Lan.
Terlihat Dewi Zhao Quin menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, mendengar semua perkataan Yan Lan.
Dewi Zhao Quin tak habis pikir dengan jalan pikirannya dahulu, dia meninggalkan Yan Lan karena saat itu dirinya telah menjadi seorang Dewi sementara Yan Lan hanyalah seorang manusia biasa, akan tetapi Yan Lan yang telah di lukai hatinya, kini membalasnya dengan mendapatkan 3 wanita yang semuanya adalah seorang Dewi.
"Kak Yan Lan, aku telah mendengar semuanya dari Dewa suci, dan aku tak mempermasalahkan itu, yang terpenting bagiku sekarang, aku tak ingin kehilanganmu lagi dan kau pun tetap menyayangi ku seperti waktu kita masih bersama di hutan bambu kuning," jawab Dewi Zhao Quin.
"Aku tak akan pernah pergi darimu lagi," ucap Yan Lan sambil mendekap erat tubuh Dewi Zhao Quin.
Tak lama berselang, Qilin kembali datang ketempat di mana Yan Lan dan Zhao Quin berada. "Jendral..!, prajurit yang terluka, dan yang mati telah di kumpulkan," ucapnya.
"Qilin, perintahkan para perwira untuk membawa jasat, dan prajurit yang terluka kembali ke istana langit," ucap Yan Lan.
"Bagai mana dengan Dewa seiryu sendiri?" tanya Qilin.
"Aku ingin kau yang membawanya langsung ke istana langit, kawal dia dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai lolos," jawab Yan Lan.
"Baik jendral!!" ucap Qilin sambil meninggalkan tempat itu.
Tak lama berselang, serang perwira tinggi pasukan langit datang menghampirinya.
"Lapor jendral, raja binatang buas semuanya dalam keadaan terluka parah, dan saat ini masih tergeletak di tanah, mereka semua memerlukan pertolongan dengan segera," ucap perwira tinggi itu.
"Baik aku akan melihat keadaan mereka semua, dan untukmu perwira, bawa semua prajurit istana langit yang masih hidup untuk kembali ke nirwana," ucap Yan Lan.
"Baik jendral, perintah di laksanakan!!" jawab perwira tinggi itu.
Setelah berkata seperti itu, Yan Lan mengajak Dewi Zhao Quin untuk melihat keadaan 4 ekor raja binatang buas yang terluka.
"Diantara ke 4 binatang buas yang terluka parah, terlihat raja singa raksasa lah yang sangat mengenaskan, tubuhnya penuh dengan luka sobekan yang dalam, serta beberapa bagian organ tubuhnya telah hancur di beberapa titik," batin Yan lan.
Disana sana Yan Lan juga melihat, jika satu satunya raja binatang buas yang tak terluka adalah burung Phoenix raksasa.
Tampak burung Phoenix raksasa begitu sangat bersedih, karena keempat sahabatnya tengah mengalami luka yang cukup parah.
Tiba tiba suara Zhao Quin menggema di telinga Yan Lan. "Aku bisa menyembuhkan singa raksasa itu kak Yan Lan, akan tetapi aku tak mampu untuk menyembuhkan mereka semua sekaligus, karena kekuatan yang kumiliki sangatlah terbatas," ucap Dewi Zhao Quin.
"Dewi tolong selamatkan ke empat sahabatku, jika kau dapat menyelamatkan mereka semua, maka kami akan membalasnya di masa depan," ucap pheonix raksasa.
"Aku pasti akan berusaha menyelamatkannya," jawab Dewi Zhao Quin.
"Quin er, kau sembuhkan singa raksasa itu, biar aku yang akan mencoba menyembuhkan ketiga Raja binatang buas lainnya," ucap Yan Lan.
"Baik kak Yan Lan," jawab Dewi Zhao Quin singkat.
Maka mulailah Dewi Zhao Quin melakukan penyembuhan, dengan mengunakan 9 kelopak bunga teratai yang dimilikinya.
Yan Lan yang melihat Dewi Zhao Quin mulai melakukan penyembuhan, dengan segera diapun mulai duduk bersila.
12 jarum emas segera keluar dari dalam cincin ruang yang di milikinya, dan dengan menggunakan teknik jari matahari, Yan Lan segera menancapkan jarum jarum emas itu kearah raja binatang buas raksasa yang terluka, yang masing masing binatang buas itu mendapatkan 4 buah jarum emas yang tertancap di tubuhnya.
Tak lama kemudian, Yan Lan segera menyalurkan energi roh jiwa bunga teratai yang ada di tubuhnya, kesemua jarum emas yang tertancap di tubuh binatang buas raksasa itu.
Sehari semalam Yan Lan dan Dewi Zhao Quin melakukan penyembuhan kepada raja-raja binatang buas yang terluka parah, hingga pada akhirnya raja-raja binatang buas itu dapat pulih kembali.
"Aku mewakili ke empat sahabatku, untuk mengucapkan terimakasih. Semua yang jendral langit dan Dewi lakukan akan kami kenang sebagai seorang pahlawan bagi para binatang buas di hutan ini, seluruh keturunan kalian kelak akan kami agungkan jika mereka berada di hutan ini, karena aroma darah kalian telah menjadi tanda di hati kami 5 raja binatang buas," ucap burung Phoenix raksasa.