PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kemunculan wanita bercadar


Apa yang di rasakan Yan Lan, ternyata benar adanya, Dewa suci kini membawanya ke sebuah tempat yang tak pernah dikunjunginya.


"Ada apa gerangan, Dewa suci sampai datang mengunjungi ku??" tanya Yan Lan dalam hati.


"Yan Lan..., kekuatan yang kau miliki sekarang sudah setingkat kekuatan para Dewa, aku sangat senang dengan hal itu, akan tetapi satu bulan dari sekarang di mana bulan merah akan tiba, saat itu kekuatan para iblis akan bertambah 10 kali lipat, Aku ingin kau mempersiapkan dirimu untuk menghadapi segala kemungkinan yang ada, karena kekuatan tempur yang kau miliki saat ini belum sanggup untuk menghadapi penyerangan besar-besaran yang akan di lakukan oleh bangsa iblis, satukanlah seluruh kekuatan yang ada ada di benua permata hijau ini, baru kau bisa menghadapi serangan besar besaran dari bangsa iblis, ingat Yan Lan!!, keselamatan dunia permata hijau semua ada di pundak mu, jika kau tak mampu untuk mengatasi penyerangan bangsa iblis maka peradaban manusia di benua permata hijau akan musnah," ucap Dewa suci.


"Mengapa para Dewa tak turun tangan untuk membantu manusi??, mengapa para Dewa hanya bisa diam melihat penyerangan yang akan di lakukan para iblis??" tanya Yan Lan.


"Kekaisaran langit masih dalam pemulihan, peperangan melawan bangsa iblis membuat banyak perwira dan Jenderal perangnya mati, jika seluruh Dewa yang ada ikut membantu dalam memerangi para iblis, hal itu akan membuat keseimbangan di nirwana menjadi kacau, dan tentunya akan menyebabkan kerusakan di dunia," jawab Dewa suci.


"Aku akan memberikan darah dewa ku kepadamu agar kau bisa abadi dan bertambah kuat, asalkan kau mau menjadi Jendral perang istana langit jika istana langit memerlukannya, hanya itu jalan satu satunya bagimu untuk mempertahankan benua permata hijau ini," ucap Dewa suci kembali.


Yan Lan berfikir sesaat, cita citanya selama ini yang ingin menjaga dan memberikan kedamaian juga ketentraman di benua permata hijau, sudah di depan mata jika dia mau menerima darah Dewa dari Dewa suci, akan tetapi setelah dia menjadi Dewa dan abadi, maka dia harus menerima kenyataan jika suatu hari akan melihat orang yang dikasihinya tua dan mati, hal itu yang membuatnya menjadi bimbang.


"Bagai mana Yan Lan, apakah kau akan menerima tawaranku?" tanya Dewa suci yang membuat Yan lan tersentak dari lamunannya.


Yan Lan menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan. "Aku menerimanya Dewa suci," jawab Yan Lan perlahan.


"Bagus..!!, mulai hari ini darah yang akan mengalir di tubuhmu akan menjadi darah Dewa, darah manusia dan peri yang ada sekarang akan lenyap seiring masuknya darah Dewa yang akan kuberikan kepadamu!!" akan tetapi kau akan menjadi dewa sepenuhnya jika kau telah berada di nirwana, dan telah mendapatkan berkah dari alam semesta di kuil suci para Dewa ucap Dewa suci.


"Berlututlah di hadapanku Yan Lan," perintah Dewa suci.


Yan Lan berjalan ke arah Dewa suci dan kemudian berlutut di hadapannya. Dewa suci menggigit jari telunjuknya dan meneteskan darah berwarna emas di atas kepala Yan Lan.


Tiba tiba Dewa suci menghilang dari hadapan Yan Lan. "Carilah Dewi Hong tien Sie, penguasa hutan dan pegunungan di jurang abadi tiada akhir, dia akan banyak membantumu dalam peperangan nanti, karena dia adalah Dewi terkuat di nirwana, tunjukan kelopak mawar ini padanya agar dia mau berbicara denganmu, jika memang takdir memihak padamu maka dia akan membantumu dalam perang besar itu," ucap Dewa suci yang kini tak bersuara lagi.


Yan Lan melihat ketanah, di sana terdapat mawar merah yang mengeluarkan cahaya merah menyala. Yan Lan meraih setangkai mawar merah itu dan menggenggamnya erat, seketika keanehan pun terjadi di mana Yan Lan kembali berada di posisinya yang sedang melakukan kultivasi.


Yan Lan perlahan membuka matanya yang terpejam, dan melihat urat urat di seluruh tubuhnya yang kini berwarna emas, Yan Lan melirik genggaman tangannya dan melihat setangkai mawar merah berada di sana.


"Ini bukan lah mimpi, ini benar benar kenyataan, apakah di tubuhku sudah mengalir dari dewa?" batin Yan Lan.


"Aku harus pergi ke jurang abadi tiada akhir, untuk menemui Dewi Hong tien Sie, agar dia mau membantuku dalam menghadapi perang dengan bangsa iblis, tapi sebelumnya aku harus menyelesaikan urusanku dengan istana Giok," batin Yan Lan.


Di pertemuan seluruh petinggi istana Phoenix.


"Paman Yan Lou, dan kalian semua yang berada di dalam ruangan ini, satu bulan lagi akan terjadi gerhana bulan merah, aku ingin kalian semua untuk mempersiapkan diri menghadapi serangan dari bangsa iblis, latih kembali formasi tempur prajurit kalian," ucap Yan Lan.


"Baik yang mulia," ucap mereka serempak.


Paman Yan Lou dan Biyao, kalian berdua sebagai penasehat istana Phoenix, aku tugaskan untuk mengatur seluruh armada tempur istana Giok yang masih tersisa, agar dapat membantu kita dalam memerangi bangsa iblis nanti, untuk sementara paman Yan Lou yang akan memimpin istana Giok, dan aku ingatkan pada kalian berdua, agar tidak mengganggu keluarga kaisar Giok terdahulu, perlakukan mereka dengan baik," ucap Yan Lan kembali.


"Bagai mana dengan kaisar Giok muda yang berada dalam tahanan kita yang mulia!!" ucap tigris.


"Biarkan dia disana, biar dia bisa merenungi kesalahan yang pernah di buatnya selama menjadi raja di istana Giok," jawab Yan Lan.


"Jatayu, pergilah ke kota bulan suci, temui raja istana gerbang naga, katakan jika aku memerlukan bantuan armada tempurnya, untuk memerangi para iblis, dan kau Gon Lang, aku perintahkan kau untuk pergi ke kastil di hutan lelembut, temui ratu Rubi dan katakan padanya jika aku memerlukan prajurit siluman serigalanya untuk memerangi bangsa iblis, katakan juga padanya untuk mengikut sertakan siluman kera bertaring ketempat ini," ucap Yan Lan sambil memberikan kayu hitam pusaka bumi kepada Gon Lang, agar di berikan kepada Rubby.


"Tigris dan Leo, aku perintahkan kau untuk pergi ke istana katak dan ular bertanduk, katakan padanya jika aku memerlukan bantuan dari mereka," ucap Yan Lan kembali.


Tiba tiba saja ruangan pertemuan itu di penuhi dengan harum bunga yang semerbak mewangi.


Seorang wanita memakai cadar tiba tiba saja melesat dan berdiri di hadapan Yan Lan dengan anggunnya.


"Kau tak ingin bantuan dari prajurit sekte naga diatas awan kak Yan Lan?" tanya sang wanita.


"Lancang...!! berani sekali kau berlaku tidak sopan kepada raja kami!!" teriak Yan Luo kakak laki laki Yan Ling.


Yan Lan segera mengangkat tangan kananya keatas, sebagai isyarat jika kakak angkatnya membiarkan wanita bercadar itu.