PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pembuktian


Setelah membunuh jendral Hyun Joong, Qilin, Cencen dan Qing ruo serta merta mendengar suara Yan Lan di dalam batinnya.


"Jangan ada yang datang membantuku dan putri Limudza dalam menghadapi leluhur Fang Chu, aku ingin kalian sebisanya dapat menolong putri Bilqis karena aku sangat mengkhwatirkan keadaannya," ucap Yan Lan dengan tehnik komunikasi menggunakan kontrak darah yang dimilikinya.


Mendengar perintah Yan Lan, mereka bertiga langsung melesat cepat ke arah putri Bilqis, dan setibanya di tempat putri Bilqis berada, Cencen segera menghancurkan pelindung yang dibuatnya, yang membuat putri Bilqis terhindar dari serangan binatang buas yang banyak terdapat di dalam hutan itu.


"Kita harus segera memberikan hawa murni yang kita miliki, agar dapat membuat luka dalam yang berada di tubuh putri Bilqis sedikit membaik," ucap Qing ruo.


Mendengar perkataan Qing ruo, membuat Qilin dan Cencen menganggukkan kepala menyetujuinya.


Mereka bertiga bersama sama duduk bersila, dan mulai melakukan pengerahan energi murni ke tubuh putri Bilqis.


*****


Leluhur Fang Chu yang sangat murka langsung menyerang Yan Lan dan putri Limudza, dengan kekuatan ranah tingkat alam emperor puncak yang di milikinya. Serangan itu sangat cepat dan mematikan hingga membuat Yan Lan dan putri Limudza harus menggunakan tehnik ruang dan waktu, serta tehnik teleportasi dalam menghadapi serangan tersebut.


Yan Lan tak tinggal diam dengan serangan yang mengarah adanya, dengan bersalto diatas kepala leluhur Fang Chu, Yan Lan menghantamkan tinju tangan kananya yang mengandung api inti surgawi, kearah punggung belakang leluhur Fang Chu, yang membuat api inti surgawi langsung menyelimuti tubuhnya.


Api inti surgawi dengan cepat melahap tubuh leluhur Fang Chu, hingga leluhur fang Chu mundur beberapa langkah kebelakang, akibat rasa panas yang sangat luar biasa, yang membakar seluruh tubuhnya.


Melihat putri Limudza yang ingin menyerang leluhur Fang Chu, dengan segera Yan Lan menahannya. "Kau tak bisa menyerangnya, karena jika kau menyentuh api inti surgawi itu maka api itu juga akan melekat dan melahap tubuhmu, yang akan membuat tubuhmu terbakar menjadi debu," ucap Yan Lan.


Mendengar perkataan Yan Lan, putri Limudza segera menghentikan niatnya untuk menyerang leluhur Fang Chu.


Tiba tiba saja leluhur Fang Chu berteriak keras..."Kau tak akan bisa mengalahkanku hanya dengan api mainan seperti ini Yan Lan..!!".


Tiba tiba saja tubuh leluhur Fang Chu yang terbakar menjadi debu, mengeluarkan bayangan hitam, yang tak lama kemudian berubah menjadi tubuh baru leluhur Fang Chu.


"Dia memiliki tehnik menggandakan raga," pantasan dia tak terkena efek dari api inti surgawi yang membakarnya," batin Yan Lan.


Melihat hal itu, Yan Lan segera menggunakan tehnik 6 rasi bintang yang di milikinya. Setelah tubuh leluhur Fang Chu terjebak di dalam tehnik 6 rasi bintang Yan lan, dengan segera ke 6 bayangan Yan Lan langsung melakukan pembantaian pada tubuh leluhur Fang Chu.


Tubuh leluhur Fang Chu terpotong menjadi beberapa bagian, akibat serangan yang di buat oleh Yan Lan, akan tetapi keanehan terjadi, tubuh baru leluhur Fang Chu tiba tiba saja keluar dari dalam tanah dan langsung menyerang ke arah Yan Lan.


Serangan yang sangat tiba tiba itu tak mampu untuk di hindari oleh Yan Lan, hingga membuat Yan Lan harus terkena tinju keras dari leluhur Fang Chu yang mendarat telak di tubuhnya.


Tak hayal lagi Yan Lan terhempas kebelakang dan berkali kali bergulingan di tanah. Putri Limudza yang melihat hal itu, langsung mengarahkan busur panahnya ke arah leluhur Fang Chu yang akan kembali menyerang ke arah Yan Lan.


"Petaka langit..!!" teriak putri Limudza.


Anak panah sebesar tombak langsung melesat cepat kearah leluhur Fang Chu. Dari pertarungan sebelumnya saat anak panah itu akan menghancurkan segel hujan meteornya, leluhur Fang Chu mengetahui dengan pasti jika serangan anak panah itu begitu sangatlah kuat, membuat leluhur Fang Chu tak gegabah dalam menghadapinya.


Saat anak panah itu telah mendekati tubuhnya, leluhur Fang Chu langsung menangkap ujung mata anak panah dengan kedua telapak tangannya yang saling berhadap hadapan di depan dadanya.


Sesaat kemudian, leluhur Fang Chu segera mengubah arah serangan dari anak panah yang di lesakkan oleh putri Limudza, menuju ke arah di mana Yan Lan berada.


Putri Limudza dengan sigap langsung meledakkan anak panah yang mengarah kearah Yan Lan.


Kali ini leluhur Fang Chu mengincar putri Limudza, dengan mengarahkan tangan kanannya ke arah sang putri, maka terciptalah tangan raksasa yang terus mengejar putri Limudza, hingga putri Limudza harus menghindar serangan itu dengan menggunakan tehnik teleportasi yang di milikinya.


Walaupun sang putri terus menghindar, akan tetapi tangan raksasa sepertinya tau kemana arah teleportasi yang di lakukan putri Limudza, hingga tangan raksasa itu akhirnya berhasil menangkapnya.


Melihat hal itu, Yan Lan yang telah bangkit berdiri langsung menyerang leluhur Fang Chu dengan tendangannya. "Tendangan 8 Okta!!"


Tendangan Yan Lan telak mengenai wajah leluhur Fang Chu, yang membuat leluhur Fang Chu tersungkur, dan tangan raksasa yang akan meremukkan putri Limudza pun menghilang.


"Li er..!! bagaimana keadaanmu??" tanya Yan Lan khwatir.


"Aku baik baik saja," jawab putri Limudza.


"Beristirahatlah dan pulihkan kondisi tubuhmu, biar aku yang akan menghadapinya," ucap Yan Lan.


"Tidak kak Yan Lan, biarkan aku berjuang bersamamu dalam pertarungan ini, jawab putri Limudza.


"Sudah cukup Li er, kali ini kau jangan keras kepala, aku ingin kau memulihkan diri," ucap Yan Lan kembali dengan menekan sedikit pada nada suaranya.


Putri Limudza tak bisa berkata apa apa lagi, selama bersama Yan Lan, baru kali ini dia melihat Yan lan begitu marah padanya karena membantah apa yang di perintahkan padanya.


Untuk meredakan amarah Yan Lan, putri Limudza menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Kau telah melukai semua teman teman, dan orang orang yang ku kasihi, maka aku tak akan membiarkanmu hidup lagi!!" teriak Yan Lan.


Golok pembunuh semesta seketika mengeluarkan urat bewarna merah di seluruh bilah nya, dan Yan Lan pun mengangkat tinggi tinggi golok pembunuh semesta di kepalanya.


"Api pheonix bangkitlah...!! teriak Yan Lan.


Api inti neraka dan api inti surgawi tiba tiba bergabung menjadi satu, dan menyelimuti seluruh golok pembunuh semesta.


Tiba tiba Yan Lan mendengar suara dari dalam alam batinnya..


"Adik aku akan berjuang bersamamu," ucap Logan.


Setelah berkata seperti itu, api inti kehidupan yang berwarna biru, tiba tiba saja muncul dan bergabung dengan api pheonix Yan Lan, yang membuat awan hitam di langit berputar seperti pusaran angin.


Dari dalam sana keluar ular naga hitam yang seluruh sisiknya berwarna hitam kelam, ular naga itu berputar putar di angkasa, yang membuat keadaan pertarungan itu semakin mencekam.


Melihat hal itu, leluhur Fang Chu yang telah bangkit berdiri tak tinggal diam, diapun mengeluarkan tehnik terkuatnya yang membuat alam bergetar hebat, dari dalam tubuhnya keluar binatang roh langka berupa gorila raksasa bercula satu, dengan tongkat emas di tangannya.


Sementara tombak ditangannya sendiri kini berselimutkan kekuatan inti alam dari seluruh meditasi dan hasil pertapaannya selama ini.


"Yan Lan...Aku tau kau mempunyai darah dewa, dan aku pun dapat membunuh Dewa....!!" teriak leluhur Fang Chu dengan mengarahkan tombaknya kearah Yan Lan.


"Kita buktikan siapa yang akan menjadi pemenang dalam pertarungan ini," sahut Yan Lan.