
Seluruh orang-orang yang berada di tempat itu terdiam, mereka semua baru menyadari jika Putri Bilqis yang tak pernah terdengar mempunyai kisah asmara dengan seorang pemuda, ternyata mempunyai jalinan kisah cinta yang rumit dengan pemuda yang kini menjadi musuh kerajaan cahaya nirwana.
"Serang pemuda itu mumpung dia telah terluka!!" perintah Ratu Shima.
Tak ada satupun perwira maupun prajurit yang mengikuti perintah sang ratu, karena mereka semua mendengar teriakan dari Putri Bilqis yang akan membunuh dirinya sendiri jika mereka semua melakukan hal itu.
Apalagi saat ini sang Putri tengah memegang sebuah belati yang dikeluarkan dari kotak penyimpanannya, yang diarahkan ke arah lehernya sendiri.
Yan Lan mencabut pedang yang menusuk di dadanya, tanpa rasa kesakitan di wajahnya. Tampak darah segar menyembur keluar dari luka tusukan pedang yang diletakkan oleh Putri Bilqis.
Melihat hal itu putri Bilqis memejamkan matanya menahan perih dan sesak di dadanya.
"Aku akan menerima semua resikonya jika kau akan meninggalkanku setelah semua kejadian ini kak Yan Lan," ucap putri Bilqis dengan menahan asa di hatinya yang terdalam.
Yan Lan berjalan mendekati putri Bilqis, dan sambil berkata.
"Apakah kau mencintaiku?" tanya Yan Lan seketika itu juga.
Putri Bilqis perlahan membuka matanya dan menatap kearah Yan Lan.
"Kau pasti tahu jika aku sangat mencintaimu kak Yan Lan," ucap putri Bilqis dengan tubuh bergetar.
"Apakah kau akan melepas statusmu sebagai Putri dari kerajaan besar dan ikut denganku?" tanya Yan Lan kembali.
"Apalah arti sebagai seorang putri jika kehidupan mewah di kerajaan harus membuatku serasa hampa dan tak ada gairah hidup, karena jauh dari orang yang sangat ku cintai, aku rela meninggalkan statusku sebagai seorang putri demi untuk mengikuti mu kak Yan Lan, asalkan kau jangan menyuruhku untuk tak mengakui kedua orang tuaku dan adikku Zheng Bil Ang," jawab putri Bilqis.
"Jika aku harus menyuruhmu untuk tidak mengakui kedua orang tuamu, apakah kau masih ingin bersamaku?" tantang Yan Lan.
Yan Lan sengaja berkata seperti itu, untuk mengetahui seberapa besar wanita cantik yang ada di hadapannya itu, mencintainya.
Sang Putri menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, perkataan Yan lan membuatnya
harus berpikir dua kali dalam mengambil keputusan, apa yang dikatakan oleh Yan lan begitu sangat berat untuk di pilih salah satunya, di satu sisi adalah keluarga, dan di sisi lain adalah pemuda yang begitu sangat dicintainya.
"Kak Yan Lan, aku tak bisa memilih salah satunya, aku juga mencintai keluargaku seperti halnya Aku mencintaimu, jadi kumohon padamu jangan membuatku untuk memilih salah satunya," ucap putri Bilqis.
"Aku sudah tahu jawabannya," ucap Yan Lan singkat.
Yan Lan membalikkan tubuhnya, dan mengajak Cencen untuk meninggalkan tempat itu.
Belum selangkah Yan Lan berjalan, sebuah pelukan hangat dari belakang tubuhnya menerpa Yan Lan.
"Aku memilihmu kak Yan Lan," ucap Putri Bilqis sambil menumpahkan air matanya di belakang tubuh Yan Lan.
Yan Lan membalikkan tubuhnya dan menghadap kearah Putri Bilqis, dan langsung merangkul Putri Bilqis ke dalam pelukan.
"Cencen kita pergi dari sini," ucap Yan Lan.
Yan Lan memegang tangan Cencen dan kemudian meloncat ke atas udara. Cencen begitu takjub dengan apa yang dilakukan oleh Yan Lan, yang mempunyai kekuatan begitu sangat luar biasa.
"Untuk terbang seperti yang dilakukan oleh Yan Lan saat ini, hanya para kultivator di tingkat Qi alam menengah yang bisa melakukan hal tersebut," batin Cencen.
"Cepat tangkap mereka!!, jangan biarkan Yan Lan membawa putriku pergi!!" teriak ratu Shima dengan amarah yang membara.
Armada tempur udara yang dimiliki oleh kerajaan cahaya nirwana, langsung melakukan pengejaran kepada Yan Lan.
Ribuan burung merpati raksasa, langsung melesat cepat menembus Awan, mengejar Yan Lan yang makin lama semakin menjauh meninggalkan para pengajarnya, dan pada akhirnya Yan Lan menghilang dari pengejaran para armada tempur udara kerajaan cahaya nirwana.
Yan Lan sengaja menghindar dari pertempuran, agar membuat ratu kesal dan pusing kepadanya, apalagi Yan Lan telah membawa pergi putrinya dengan terang-terangan, hal itu bagaikan cambuk yang membuat sang ratu kelabakan serta malu dengan kedudukannya sebagai istri dari raja Zheng long.
Akan tetapi sampai malam tiba, tak ada kabar yang pasti tentang keberadaan Putri Bilqis, yang membuat sang ratu merasa sakit hati kepada Yan Lan, dan berjanji pada dirinya sendiri untuk membunuh Yan Lan dengan cara apapun, dan meminum darahnya untuk dapat memuaskan amarah di hatinya.
Di tempat lain, Yan Lan terbaring di atas sebuah batu yang berada dalam goa di dalam hutan lebat, yang berada di pinggiran kota kerajaan cahaya nirwana, untuk sekedar melepaskan lelah yang dirasakannya.
"Bagaimana keadaanmu kak Yan Lan?" tanya putri Bilqis.
"Luka yang kau berikan padaku tak akan bisa membunuhku, tapi rasa lega di hatiku karena kau memilihku, merupakan penawar rasa sakit yang ku derita," ucap Yan Lan sambil bangun dari tidurnya, dan duduk di samping putri bilqis.
Tak lama Cencen datang membawa air di dalam potongan bambu dan berkata.
"Cukup bermesraan nya, aku akan membersihkan luka lukamu dulu," ujarnya.
Setelah membersihkan luka luka dan menelan sebuah pil, Yan Lan segera melakukan kultivasi pemulihan diri.
Hal itu memberi kesempatan pada Cencen untuk berbicara dari hati ke hati, mengenai Yan Lan kepada putri Bilqis.
"Apa yang ingin kau katakan kak Cencen," tanya putri Bilqis.
"Hubunganmu dengan Yan Lan termasuk rumit, banyak hal yang tak kau ketahui tentang dia tapi aku mengetahuinya, setelah kau mendengar ceritaku ini kau boleh mengambil keputusan apakah kau tetap melanjutkan hubunganmu dengan Yan Lan atau tidak," jawab Cencen.
"Katakanlah, aku ingin mendengarkannya," ucap putri Bilqis.
Cencen menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan.
Cencen pun mulai bercerita.
Aku mengenal tuan muda Yan Lan sebagai seorang pemuda yang baik hati, ramah, dan penuh perhitungan dalam mengambil suatu tindakan. Dia menganggap orang sepertiku sebagai saudaranya padahal aku tak sepantasnya menjadi seorang saudara baginya.
Yan Lan telah mempunyai 4 orang istri di Benua permata hijau, wajar saja dia mempunyai begitu banyak istri karena dia merupakan seorang Kaisar phoenix yang merupakan raja dari kerajaan terbesar di Benua permata hijau.
Cencen berhenti sejenak untuk melihat ekspresi Putri Bilqis yang berada di hadapannya.
Terlihat Putri Bilqis meremas jari-jari tangannya mengetahui jika pemuda yang dicintainya itu telah memiliki 4 orang istri.
Putri Bilqis segera mencerna keadaan yang ada, dan mengesampingkan 4 istri yang disebutkan oleh Cencen, karena dia ingin mengetahui siapa sosok pemuda yang dicintainya itu.
"Lanjutkan kak Cencen, aku ingin mendengar ceritamu selanjutnya," ucap putri Bilqis.
Biar bagaimanapun sang Putri mengesampingkan empat istri yang disebutkan oleh Cencen, tetap saja kabar itu membuatnya tertunduk lesu, ada kegetiran di dalam hatinya mengenai apa yang didengarnya dari mulut Cencen.
Cencen melanjutkan ceritanya.
Yan Lan datang ke Benua semesta biru untuk mencari tumbuhan kristal penumbuh roh yang kini berada di tangan ayahmu, karena Yan Lan begitu sangat membutuhkan mustika itu.
Setelah mendapatkan mustika itu, Yan Lan akan kembali ke Benua permata hijau untuk melanjutkan menjadi Kaisar di sana, jadi pikir-pikirlah dahulu untuk menjadikan Yan Lan sebagai pendamping hidupmu di masa depan.
Aku punya sedikit saran bagimu Putri, ambillah keputusan dari hati kecilku yang paling dalam, karena ini menyangkut hubunganmu di masa depan dengan Yan Lan, jika kau menikahinya maka kau akan bahagia bersamanya, aku percaya jika Yan lan dapat berlaku adil, dan membahagiakan mu di masa depan.
Cencen pun mengakhiri ceritanya.
Putri Bilqis terdiam sesaat, dia tak menyangka jika pemuda yang dicintainya itu merupakan seorang Kaisar besar di Benua permata hijau, tapi yang mengganjal hatinya adalah dapatkah ke empat istri Yan Lan dapat menerimanya seperti Yan Lan menerimanya sebagai seorang kekasih.
"Kak Cencen, walaupun kak Yan Lan mempunyai 4 orang istri, asalkan di masa depan dia tak membuatku menderita maka aku akan menerimanya," ucap putri Bilqis.
"Perkataanmu ini sungguh melegakan hatiku, selama ini tuan muda ku menolakmu karena dia takut jika kau menolaknya, Setelah dia benar-benar jatuh cinta padamu, dan mengetahui tentang 4 istri yang dimilikinya," ucap Cencen.
"Aku tak mungkin menolaknya, karena dialah pemuda yang bisa menyakinkan hatiku bahwa dialah pemuda yang pantas mendampingiku di masa depan," jawab putri Bilqis dengan senyum yang mengembang di bibirnya.