PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pembantaian di penjara intan


Malam makin larut terlihat dua orang cultivator tengah berada di sebuah tebing pegunungan, angin malam yang terasa menusuk tulang tak mengganggu apa yang ingin mereka lakukan.


Erlang Mo menggenggam tinjunya kuat-kuat, tampak asap hitam keluar dari dalam kepalan tinjunya, dan tak lama kemudian Erlang Mo menghantamkan tinjunya itu ke sebuah tabir pelindung, yang merupakan segel yang tercipta untuk melindungi penjara intan.


Seketika itu tabir pelindung yang ada dihadapannya retak, dan terlihat sebuah celah yang dapat dilalui oleh Erlang Mo dan Huang Xu untuk masuk ke dalam tabir pelindung tersebut.


"Huang Xu, kau jangan terlalu jauh dariku karena para cultivator penjaga tempat ini telah mengetahui keberadaan kita," ucap Erlang Mo.


"Baik guru!!" jawab Huang Xu singkat.


Tak lama kemudian beberapa bayangan hitam telah mengurung keberadaan erlang Mo dan Huang Xu, mereka adalah para cultivator penjaga penjara Intan yang mempunyai ranah tingkat kekuatan Qi alam menengah, seperti halnya tingkat kekuatan yang dimiliki oleh ketua Huang Xu.


"Kalian mencari mati dengan berani menerobos


masuk ke tempat ini," ucap salah seorang penjaga penjara intan.


Erlang Mo dan Huang Xu tak menjawab perkataan cultivator penjaga itu, Erlang Mo yang tadinya diam langsung menyerang mereka semua, yang diikuti dengan serangan dari ketua Huang Xu.


Melihat serangan yang mengarah padanya, ke tujuh kultivator yang merupakan pengendali elemen petir langsung membentuk formasi "Benteng petir"


Erlang Mo dan Huang Xu di hujani kilatan petir dari langit yang membuat mereka berdua harus melakukan gerakan menghindar dengan cepat.


"Huang Xu, gunakan tehnik langkah bayangan untuk mendekati mereka, dan setelah jarak mereka telah masuk dalam area serang mu, gunakan tehnik Iblis kuno kematian yang telah kuajarkan padamu!!" ucap Erlang Mo.


"Baik guru!!" jawab Erlang Mo singkat.


Dengan tehnik meringankan tubuh yang sempurna, disertai dengan tehnik "Langkah bayangan" ketua Huang Xu melesat cepat dan terus maju tanpa harus takut akan terkena sambaran petir yang terus menghujam deras ke arahnya.


Di jarak tertentu, tiba tiba saja ketua Huang Xu meloncat dan menapakkan tangan kanannya ke tanah, "Tehnik iblis kuno kematian..!!"


Maka dari tubuh Huang Xu mengeluarkan 7 replika tubuhnya, yang langsung menyerang ke arah ke tujuh Kultivator ranah tingkat Qi alam menengah, yang tengah mengurungnya dalam formasi petir.


Serangan ketujuh replika tubuh ketua Huang Xu sama sekali tak terlihat dan terdeksi oleh ketujuh kultivator itu, sementara tubuh asli ketua Huang Xu langsung terselimuti pelindung yang sangat kokoh dan kuat saat melakukan tehnik iblis kuno kematian, sehingga tak ada satupun serangan petir yang mengarah padanya mampu untuk melukai tubuh ketua Huang Xu.


Bug...!!


Bug...!!


Bug...!!


Ke tujuh replika tubuh ketua Huang Xu berhasil mendaratkan salah satu telapak tangannya, ke arah dada ke tujuh Kultivator yang ada, hingga membuat ke 7 cultivator tersebut terhempas ke belakang dengan luka di dada yang sangat mengerikan.


Huang Xu dan Erlang Mo pergi kearah salah satu kultivator yang terkena serangan tehnik iblis kuno kematian, dan alangkah terkejutnya Huang Xu melihat jika efek serangan bisa berakibat fatal seperti ini pada tubuh target serangnya.


Dada ketujuh kultivator itu mengeras dan menghitam, dengan retakan retakan yang mengeluarkan darah merah ke kehitaman dari dalamnya.


"Kau telah membunuh mereka menggunakan tehnik Iblis kuno kematian yang telah kau pelajari dariku, tapi kau jangan bersenang hati dulu, tehnik iblis kuno kematian baru tingkat pertama yang telah kau kuasai, masih ada tingkat kedua dan tingkat ketiga yang belum kuajarkan padamu, kau masih harus banyak berlatih lagi untuk dapat menguasai teknik tingkat ke dua dan tingkat ketiganya," ucap Erlang Mo.


"Aku akan giat berlatih guru, dan terimakasih atas semua bimbinganmu," jawab Huang Xu.


"Ternyata tehnik iblis kuno kematian bisa sekuat ini, ketujuh kultivator yang ku hadapi bukanlah kultivator sembarangan, mereka semua merupakan kultivator dengan ranah tingkat Qi alam menengah, sama halnya dengan tingkat kekuatan yang ku miliki saat ini, tanpa adanya tehnik iblis kuno kematian yang ku miliki saat ini, belum tentu aku bisa mengalahkan mereka semua pertarungan itu dilakukan satu lawan satu," batin ketua Huang Xu.


"Kita lanjutkan perjalanan ini," ucap Erlang Mo.


"Baik guru!!" jawab ketua Huang Xu singkat.


Dan mereka pun terus melanjutkan perjalanan menuju ke penjara Intan.


Di dalam hutan itu, tak satupun dari binatang buas yang berani untuk mendekati Erlang Mo, semua itu karena adanya aura energi hitam yang sangat kuat yang menyelimuti tubuh Erlang Mo.


"Kita kesana," ucap Erlang Mo sambil mengeluarkan salah satu teknik dari Dewa iblis kuno yang dimilikinya.


Dari tubuh Erlang Mo, keluar tujuh sosok dewa iblis kuno yang sangat menyeramkan dan langsung melesat cepat menuju ke arah penjara Intan.


Ke tujuh sosok menyeramkan itu langsung melakukan pembantaian di dalam penjara Intan, para prajurit penjaga dan beberapa kultivator yang ada, tak dapat menghadapi ke 7 sosok yang merupakan para dewa di iblis kuno yang sebelumnya menyatu di dalam tubuh Erlang Mo.


Setibanya di sana, ketua Huang Xu bergidik ngeri melihat pembantaian yang dilakukan oleh ke 7 Dewa iblis kuno, mayat prajurit dan para kultivator berserakan dengan tubuh yang mengering tanpa setetes darah pun di tubuh mereka.


"Huang Xu bebaskan mereka semua yang ada di dalam penjara ini, dan buat mereka semua untuk berkumpul di tempat ini, kecuali putri ketua Yun Juaxin, jangan kau ikut sertakan ketempat ini," ucap Erlang Mo.


"Baik guru!!" jawab ketua Huang Xu singkat.


Sekitar 300 orang tahanan yang ada di dalam penjara Intan dikumpulkan di suatu tempat, rata-rata mereka merupakan pemberontak, kepala perampok dan orang orang yang merupakan buronan nomor satu yang dicari oleh kekaisaran Giok.


Mereka semua adalah para kultivator dengan kemampuan di atas rata-rata, yang merupakan ancaman besar bagi ke kaisaran di masa pemerintahan sang kaisar Giok.


Huang Xu hanya menyisakan satu orang yang merupakan putri dari ketua Yun Juaxin yang bernama Yun er, sengaja dia tak mengumpulkan Yun er bersama dengan para tahanan yang lain karena itu merupakan perintah dari gurunya Erlang Mo.


Setelah mereka semua berkumpul, ketujuh Dewa iblis kuno seketika itu mengeluarkan kabut hitam, yang membuat para tahanan semua masuk kedalam ilusi ketujuh Dewa iblis kuno, hingga membuat mereka semua terdiam di tempat dan tak melakukan apa apa.


Erlang Mo dengan perlahan melayang di udara, dan berdiri diatas para tahanan yang ada. Seketika itu Erlang Mo langsung menyerap energi di tubuh para tahanan yang ada, hingga tak menyisakan satu orang pun yang hidup.


"Kekuatanku makin bertambah, dengan adanya energi hidup para kultivator kuat yang telah ku serap energi energinya," batin Erlang Mo.


Setelah semua yang terjadi, Erlang Mo, Huang Xu dan Yun er pergi meninggalkan penjara intan, menuju ke sekte 1000 pedang.


"Yun er, untuk sementara kau bersembunyi di dalam sekte ini, aku akan melindungimu dari pencarian kekaisaran Giok," ucap ketua Huang Xu.


"Terimakasih karena anda telah menolong saya ketua, di masa depan aku pasti akan membalasnya," jawab Yun er.


"Tak usah sungkan seperti itu, aku akan memanggil ayahmu beberapa hari kedepan setelah keadaan di kekaisaran kota telah aman," ucap ketua Huang Xu.


Setelah berkata seperti itu, ketua Huang Xu segera pergi meninggalkan ruangan kamar Yun er.


*****


Di kekaisaran Giok, kehebohan terjadi dengan adanya pembantaian yang sangat mengerikan pada semua tahanan di penjara intan, tak ada satu pun orang yang selamat dari peristiwa itu, baik para prajurit maupun para kultivator kuat yang di tugaskan untuk menjaga penjara intan, kecuali selir Yun er yang tak di ketahui keberadaannya.


Dengan amarah di dadanya, kaisar Giok menugaskan seluruh orang kepercayaannya, untuk menyelidiki siapa dalang dari pembantaian di penjara intan, dan menyuruh seluruh jajaran petingginya untuk terlibat langsung mencari keberadaan orang tersebut.


"Jendral, menurutmu siapa dalang dari semua pembantaian ini?" tanya kaisar Giok kepada jendral tertingginya.


"Yang mulia, menurutku menara tahta harus di curigai, mengingat Yun er merupakan putri dari ketua Yun Juaxin," ucap Jendral Fong Ging Yi yang merupakan jendral tertinggi kekaisaran Giok saat ini.


"Aku rasa memang menara tahta terlibat dalam masalah ini, dan aku ingin kau yang mencari tau kebenarannya," perintah kaisar Giok.


"Titah yang mulia akan hamba laksanakan!!" ucap jendral Fong Ging Yi.


Hari itu juga jendral Fong Ging Yi membawa pasukannya untuk melakukan penggeledahan di menara tahta.


Ketua Yun Juaxin sebenarnya sangat keberatan dengan penggeledahan yang dilakukan di dalam menara tahta, akan tetapi karena penggeledahan itu dilakukan atas perintah sang kaisar giok, membuat ketua Yun Juaxin tak bisa melakukan apa apa.


Setelah mencari ke semua tempat yang ada di dalam menara tahta, jendral Fong Ging Yi tak juga menemukan keberadaan selir Yun er, sehingga membuatnya kesal dan berkata di hadapan ketua Yun Juaxin.


"Untuk kali ini aku tak bisa menemukan putrimu, jika suatu hari nanti kau ketahuan telah menyembunyikan selir Yun er maka aku sendiri yang akan menangkapmu dan menara tahta yang telah kau bangun ini hanya akan tinggal nama," ucap jendral Fong Ging Yi sambil meninggalkan tempat itu.


"Kau tak akan sempat menghancurkan menara tahta ini jendral, karena sebentar lagi kekaisaran Giok akan di gulingkan dan hari itu merupakan hari di mana kau akan ku binasakan," ucap ketua Yun Juaxin dengan amarah di dadanya.