
Matahari siang itu sangat terik, panasnya cukup membuat orang orang yang ingin keluar rumah merasa enggan, percakapan di depan gerbang kota bintang pun terus terjadi.
"Kalian boleh masuk ke kota bintang, dan lencana pengenal kalian dari sekte pasir es akan aku tahan terlebih dahulu, kalian boleh mengambilnya setelah kalian berdua ingin keluar dari kota bintang ini," ucap prajurit penjaga gerbang.
"Terimakasih tuan prajurit," ucap Cencen.
Yan Lan dan Cencen masuk ke dalam kota bintang, yang mejadi pusat kota kerajaan cahaya nirwana, kali ini Yan Lan benar benar takjub dengan kebesaran dan kemegahan kerajaan cahaya nirwan, yang lebih besar 10 kali lebih besar dari kerajaan Phoenix miliknya.
Berbagai struktur berada di sana, Menara pelangi, merupakan salah satu wadah yang sangat berpengaruh di kerajaan cahaya nirwana, tempat itu merupakan wadah yang terbentuk untuk menangani semua sektor perdagangan yang berada di kerajaan cahaya nirwana, yang juga menamakan diri mereka Serikat dagang.
Serikat dagang menerima segala sumberdaya, maupun benda berharga yang nantinya akan di jual kembali, serikat dagang berani membeli harga tinggi suatu barang atau sumberdaya yang keberadaannya sudah sangat langka.
*****
"Lebih baik kita mencari makan terlebih dahulu, sebelum kita pergi ke kerajaan Cahya nirwana, untuk menemui raja Zheng long," ucap Yan Lan .
"Baiklah tuan Yan lan," jawab Cencen.
Mereka masuk kerumah makan, dan mulai memesan makanan. Berbagai macam hidangan tersaji di atas meja yang membuat Cencen menelan ludah, bukan karena lapar, akan tetapi Cencen mengingat jika uang yang berada padanya, mungkin tak cukup untuk membayar semua makanan yang dipesan oleh Yan Lan.
"Makanlah Cencen, semua makanan ini nanti aku yang membayarnya," ucap Yan Lan.
Mendengar perkataan Yan Lan, Cencen langsung bersemangat untuk menikmati makanan yang tersaji di hadapannya.
Yan Lan mendengarkan pembicaraan para pengunjung rumah makan tentang hancurnya kerajaan puncak langit, dan sekte-sekte di sekitarnya oleh seorang anak muda hanya dalam sehari.
Berita itu menjadi berita hangat yang begitu ramai dibicarakan oleh para pengunjung yang berada di rumah makan itu.
"Tuan Yan Lan sepertinya pemuda yang mereka maksud merupakan seorang kultivator yang sangat kuat, buktinya seorang diri dia bisa menghancurkan kerajaan puncak langit yang; sangat besar, di samping besar kerjaan puncak langit juga memiliki para perajurit tangguh dan para kultivator kuat yang sangat setia pada kerajaan, belum lagi ada beberapa sektor besar yang juga tergabung di bawah perintah kerajaan," ucap Cencen.
"Kita tak usah membahasnya, aku ingin kita segera mencari informasi tentang tumbuhan kristal penumbuh roh, karena aku sangat memerlukan tumbuhan itu," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda, aku akan membantumu untuk mendapatkan informasi tersebut," jawab Cencen.
Mereka kembali melanjutkan makan namun tiba tiba datang beberapa kultivator kerajaan Cahya nirwana yang memesan makanan di rumah makan tersebut, mereka membicarakan tentang raja kerajaan cahaya nirwana yang mengadakan sayembara, untuk menangkap pemuda yang telah menghancurkan kerajaan puncak langit, dengan hadiah 5 juta koin emas.
"Hadiah untuk menangkapku sebesar itu sungguh sangat menggiurkan," batin Yan Lan.
"Saudara Lion, aku mendengar jika keberadaan anak muda itu berada di sekte pasir es, sepertinya kita harus ke sana untuk meringkusnya," ucap seorang kultivator yang sedang bercakap-cakap.
Tak lama berselang 3 orang wanita memasuki rumah makan, ketiganya merupakan wanita muda dengan paras yang sangat cantik.
"Saudara Yo sepertinya sayembara ini diminati oleh banyak kultivator, kau lihat ke tiga wanita cantik yang berada di sana, dari seragam yang mereka pakai, mereka merupakan orang-orang dari sekte Kultus pedang tunggal, ini akan menyulitkan kita untuk memperebutkan pemuda itu," ucap Lion.
Cencen menatap tajam kearah para kultivator yang semakin banyak berdatangan, amarahnya pun memuncak mendengar jika mereka semua akan berangkat ke sekte pasir es, yang merupakan sekte tempat tinggalnya dan melatih ilmu beladiri berada.
"Kak Yan Lan aku tak ingin sekte ku hancur, aku akan kembali ke sekte pasir es hari ini juga, untuk mengabarkan jika dalam waktu dekat para kultivator akan melakukan penyerangan ke sekte pasir es," ucap Cencen.
Kau tak usah mengawatirkan hal ini, mereka semua tak akan mampu untuk menandingi kekuatan dari tetua Yun Leng, walaupun seluruh kultivator itu bersatu untuk melawan nya, aku akan memberitahukan masalah ini kepada tetua Yun Leng pada saat aku melakukan meditasi, kamu tenang sajalah dan nikmati makanan mu itu," ucap Yan Lan.
Dari tadi ada beberapa kultivator yang berada di rumah makan itu, memperhatikan tingkah laku Cencen yang memperlihatkan wajah permusuhan kepada mereka semua, terlihat dengan tatapannya yang dingin dan ingin menghabisi mereka semua.
"Saudara Lion, anak muda itu sepertinya dendam pada kita, tatapannya seperti menganggap kita musuhnya, ini tak bisa dibiarkan," ucap Yokang yang memprovokasi seluruh teman-temannya.
"Kau benar saudara Yo, sedari tadi aku pun memperhatikannya, dan rasanya aku inginkan mencungkil mata anak muda itu yang seperti meremehkan kita," ucap Lion kesal.
Setelah berkata demikian, Lion segera menghampiri meja Yan Lan.
"Kau sengaja ingin mencari masalah dengan kami anak muda!?" tanya Lion dengan menggebrak meja Yan Lan. Tak lama kemudian teman teman Lion langsung mengepung meja yang di tempati Yan Lan dan Cencen berada.
Yan Lan menatap tajam kearah Lion dan berkata "Aku ingin kalian pergi dari mejaku ini, atau kalian akan menyesalinya," ucapnya.
Perkataan Yan Lan langsung disambut gelak tawa oleh semua orang yang tengah mengepungnya.
"Ha .ha..ha..!! sungguh luar biasa juga nyalimu anak muda, kau anggap kami ini apa, ha...!! kau yang harus pergi dari meja ini!!" ucap Lion yang langsung menghantamkan tinjunya ke arah meja.
Yan Lan hanya tersenyum kecil melihat tingkah Lion, dengan mengalirkan energi murninya kearah meja maka hantaman tinju lion tak berefek sama sekali, malah membuat tangan kanan yang memukul meja terasa sakit.
Untuk menghilangkan rasa malu karena dirinya tengah di perhatikan oleh para kultivator lain yang berada di dalam rumah makan, membuat lion langsung menyerang Cencen yang tengah duduk.
Cencen mengerakkan tubuhnya sedikit ke samping maka, tinju keras yang mengarah ke wajah Cencen luput mengenai sasarannya.
Yan Lan segera memberikan isyarat pada sensen untuk segera keluar dari dalam rumah makan, untuk menghindari pertarungan yang akan merusak seluruh fasilitas rumah makan di tempat itu.
Melihat 2 orang pemuda yang telah membuatnya kesal, tengah berlari keluar dari rumah makan, membuat Lion dan seluruh teman temannya segera melakukan pengejaran.
Kalian ini sekitar tujuh orang tengah mengurung Yan Lan dan Cencen, mereka begitu sangat kesal dan marah karena telah di permainkan oleh Yan Lan dan Cencen.