
Setelah kepergian sang ratu dengan armada tempur nya, Cencen menghampiri Yan Lan yang masih memegangi dadanya.
"Bagaimana keadaanmu tuan muda?" tanya Cencen.
"Keadaanku kurang baik, aku menganggap remeh luka tusukan pedang yang ada di tubuhku, dan tak menyangka jika pedang yang dipakai oleh putri Bilqis untuk menusukku merupakan salah satu pusaka langit, hingga agak sulit bagiku untuk menyembuhkannya," ucap Yan Lan.
"Aku menggunakan tujuh puluh persen kekuatanku untuk menyembuhkan luka tusuk di dadaku, hingga tersisa tiga puluh persen energi yang berada di tubuhku, jika aku tak terluka seperti ini maka seluruh pasukan armada tempur kerajaan cahaya nirwana yang mengepung kita akan aku luluh lantakkan," sambung Yan Lan.
"Aku percaya jika kau dapat melakukannya tuan muda, karena selama aku mengikutimu, begitu banyak hal yang baru aku ketahui tentang sebuah kekuatan besar," ucap Cencen.
"Cencen, setelah aku pulih nanti, aku akan membuat perhitungan kepada kerajaan cahaya nirwana, dan kepada semua orang licik dan picik yang berada di dalam kerjaan itu, tunggulah saat itu dimana aku akan datang untuk melakukannya," ucap Yan Lan kembali.
Pembicaraan mereka terhenti, karena Yan Lan merasakan adanya beberapa orang kuat yang menuju ke arah Goa tempatnya berada.
"Cencen kita kedatangan tamu, maka bersiaplah!!" perintah Yan Lan.
Yan Lan segera mengaktifkan mata langitnya, yang membuat kekuatan di tubuhnya menjadi meningkat dua puluh persen.
"Dua orang kultivator tingkat alam awal, dan beberapa kultivator di tingkat saint puncak tengah menuju ke tempat ini, dan kurasa kekuatanku saat ini sanggup untuk mengimbangi mereka semua," gumam Yan Lan.
Yan Lan segera mengeluarkan inti api surgawi dari dalam tubuhnya ke genggaman tangan kanannya.
"Walau hanya inti api surgawi yang bisa aku gunakan, aku tak akan gentar untuk menghadapi mereka semua," batin Yan Lan.
Benar saja apa yang dikatakan Yan Lan, 10 orang kultivator tanpa bertanya langsung menyerang ke arah Yan Lan dan Cencen.
"Tuan muda, pakai pedang ini," ucap Cencen.
Yan Lan segera meraih pedang yang diberikan oleh Cencen, kemudian mengalirkan inti api surgawi kedalam pedang yang berada di dalam genggamannya, agar ketajaman pedang itu menjadi maksimal.
Pertarungan itu tak dapat terhindarkan, 10 kultivator penyerang langsung menggunakan teknik-teknik andalan mereka dalam menghadapi Yan Lan dan Cencen. Salah satu yang terkuat dari kultivator tersebut merupakan kultivator dengan elemen api.
Mengetahui salah satu orang terkuat yang menyerangnya merupakan pengguna elemen api, Yan Lan dapat bernapas dengan lega.
karena Yan lan bisa mendapatkan energi tambahan baru dari kultivator elemen api tersebut.
Yan Lan terus mengincar Kultivator pengguna element api, untuk mendapatkan energi api yang berada di tubuhnya.
"Cencen gunakan tehnik pedang bayangan yang ku ajarkan, dan lindungi aku!!" teriak Yan Lan.
"Baik tuan muda!!" jawab Cencen.
Cencen segera menggunakan tehnik pedang bayangan yang di milikinya, walaupun dengan tingkat kekuatan Qi saint menengah, Cencen dapat mengimbangi kekuatan para kultivator Qi saint yang menyerangnya untuk melindungi Yan Lan.
Sementara itu, dengan menggunakan tehnik ruang dan waktu, Yan Lan berhasil mendekati kultivator pengguna tehnik elemen api dan memberikan sebuah totokan kepadanya.
Cencen beri aku waktu sesaat, untuk menyerap energi api yang ada pada Kultivator ini, dan setelahnya biar aku yang akan menghadapi mereka semua," ucap Yan Lan yang langsung menapakkan telapak tangannya kedada kultivator pengguna elemen api itu.
Yan Lan terus menyerap energi api yang berada pada seorang Kultivator yang ada di hadapannya, sementara Cencen terus berjuang menghadapi ke delapan kultivator dengan tehnik pedang bayangan yang di milikinya.
Akan tetapi perjuangan Cencen hanya sesaat, sebuah tendangan telak dari seorang kultivator dengan ranah tingkat alam awal, berhasil melesakkan sebuah tendangan yang mengarah ke perut Cencen hingga membuatnya tersungkur ke belakang.
Yan Lan menatap tajam ke sembilan kultivator yang masih tersisa, dan mengarahkan ujung pedangnya ke arah mereka satu persatu.
Tiba tiba Yan Lan menghilang dan..
Zleep...!!
Dua orang diantara kultivator itu mati dengan tubuh yang terbelah menjadi dua bagian, hal itu membuat yang lainnya merasa geram dan kembali menyerang ke arah Yan Lan.
Akan tetapi mereka semua hanya menyerang bayang bayang Yan Lan yang terus bergerak, dan pada akhirnya..
Zleep..!!
Kembali dua orang kultivator penyerang kembali roboh ketanah dengan tubuh yang terbelah menjadi dua, dan tewas seketika.
Tehnik pedang bayangan yang di gunakan Yan Lan sebagai kultivator dengan ranah tingkat surgawi puncak, begitu sangat dasyat di mata para kultivator yang tersisa, kelimanya pun mundur dan tak lama kemudian melesat pergi untuk melarikan diri.
"Mau pergi kemana kalian, aku tak akan membiarkan kalian pergi dan selamat atas semua yang telah kalian lakukan kepadaku..!!" teriak Yan Lan sambil menebaskan pedangnya kearah depan.
Seiring tebasan Yan Lan maka keluarlah lima buah pedang yang langsung tertuju pada lima orang kultivator, yang tengah melarikan diri.
Jeritan menyayat hati dari kelima Kultivator yang melarikan diri, menggema silih berganti dan tak lama kemudian teriakan mereka hilang di telan kesunyian malam.
Setelah itu Yan Lan membawa Cencen pergi meninggalkan tempat itu, menuju ke perbatasan antara kerajaan buluh surgawi dengan kerajaan cahaya kemilau.
Setibanya di perbatasan, Yan Lan di kejutkan dengan seorang laki laki yang tiba tiba saja memberi hormat padanya.
"Qing ruo?" tanya Yan Lan.
"Benar tuan muda, aku Qing ruo!!" jawab Qing ruo.
"Apakah kau masih penasaran dan ingin bertarung denganku? tanya Yan Lan kembali.
"Tidak tuan muda, aku kini telah meninggalkan frovesi ku sebagai perampok, dan hanya ingin menyendiri di hutan ini untuk menebus segala kesalahanku di masa lalu, kehilangan seluruh anak buahku menyadarkan ku jika suatu hari nanti aku akan mati seperti mereka, terbunuh secara mengenaskan oleh orang orang yang ingin membalaskan dendamnya kepadaku," ucap Qing ruo.
"Bagus jika kau telah sadar!!" ucap Yan Lan.
Yan Lan segera melanjutkan perjalanannya, akan tetapi di tahan oleh Qing ruo.
"Kemana tuan muda akan pergi?" tanya Qing ruo.
"Aku akan pergi mencari tempat untuk mengobati saudaraku ini yang terluka dalam," ucap Yan Lan.
"Tuan muda, jika di perbolehkan, kau boleh membawanya ke kediamanku," ucap Qing ruo.
Yan Lan menatap tajam kearah Qing ruo, dan mendapati kejujuran di wajahnya.
"Baik, aku akan membawanya ke tempatmu, dan aku ucapkan terima kasih," ucap Yan Lan.
"Tak usah sungkan begitu tuan muda, ini hanyalah bantuan kecil dariku," jawab Qing ruo sambil mempersilahkan Yan Lan menuju ketempat kediamannya di hutan itu.