
Malam makin larut, akan tetapi pertempuran semakin sengit di kota phoenix, banyak korban di kedua belah pihak yang terus berjatuhan.
Kaisar langit yang melihat raja iblis Azuma berada di pertempuran itu, segera menurunkan prajurit langit beserta para perwira tingginya ke benua permata hijau.
Dengan keberadaan prajurit langit yang datang membantu, membuat keterpurukan armada tempur istana langit perlahan lahan bangkit kembali, dan akhirnya pertempuran kembali berimbang.
Dewi Hong tien Sie dan ketua Wong ji Ang beserta ketua menara tahta ikut membantu, membuat seluruh pasukan iblis yang berada di dalam kota phoenix perlahan lahan terpukul mundur.
Kedua jendral tinggi iblis kini bertarung dengan ketua wong ji Ang dan Dewi Hong tien Sie, yang membuat alam disekitarnya bergejolak.
"Aku tak menyangka ada manusia yang sekuat ini di benua permata hijau," batin jendral iblis Digeon yang menatap tajam kearah ketua Wong ji Ang.
Pertarungan kembali berlangsung diantara keduanya, ketua Wong ji Ang mengerahkan seluruh kekuatan yang di milikinya untuk menghadapi jendral iblis Digeon, sementara itu Dewi terkuat di nirwana terus menyerang jendral iblis Sil Gon hingga membuat sang jendral perlahan lahan mulai terdesak hebat, hingga sebuah tendangan telak membuat jendral iblis Sil Gon terhempas dan mencium tanah.
Jendral iblis Sil Gon kembali berdiri dan menyeka darah berwarna hijau yang mengalir di sela sela bibirnya. Tak lama kemudian sang jendral menelan sebuah pil berwarna merah, hingga membuat tubuhnya perlahan lahan membesar dan mengeluarkan energi yang sangat luar biasa dari dalam tubuhnya.
Baju yang di kenakannya pun hancur terbakar terkena aura energi yang makin lama semakin membesar di tubuh sang jendral iblis.
Di kepala sang jendral, kini mengeluarkan sebuah tanduk berwarna merah darah dan langsung menyerap energi alam dari bulan merah, yang membuat seluruh otot otot di tubuh jendral Sil Gon terbentuk dengan urat berwarna hitam yang menghiasinya.
Matanya nanar menatap tajam kearah Dewi Hong tien Sie, tatapan jendral iblis Sil Gon kali ini begitu sangat haus akan pertarungan.
Dengan energi yang sangat besar di dalam tubuhnya, Jendral Sil Gon dengan sangat cepat langsung menyerang Dewi Hong tien Sie, yang membuat sang Dewi segera bergerak menghindar, dan melakukan serangan yang tak kalah mematikannya ke arah jendral iblis Sil Gon.
Berkali kali serangan sang Dewi berhasil mendarat telak di tubuh jendral iblis Sil Gon, akan tetapi sang jendral iblis kembali bangkit dan menyerang balik sang Dewi dengan kekuatan yang lebih besar lagi.
"Aku rasa tanduk yang berada di atas kepalanya, merupakan sumber kekuatan yang di miliki iblis ini, karena tanduk itu sepertinya dapat menyerap aura kekuatan dari bulan merah," batin Dewi Hong tien Sie.
Setelah berpikir demikian, Dewi Hong tien Sie memusatkan serangannya pada tanduk yang berada diatas kepala jendral iblis Sil Gon. Usaha sang Dewi untuk menghancurkan tanduk yang berada di atas kepala jendral iblis Sil Gon, selalu saja mengalami kebuntuan karena sang jendral iblis dapat mengetahui apa yang tengah di rencanakan oleh lawan tarungnya, sehingga sang jendral berupaya keras agar tanduk yang berada diatas kepalanya tak tersentuh oleh lawan tarungnya.
Di tempat lain Jendral iblis Digeon juga telah merubah dirinya menjadi seorang monster raksasa, seperti halnya Jendral iblis Sil Gon, yang membuat pertarungan antara sang Jendral dengan ketua Wong ji Ang menjadi lebih menguntungkan bagi Jendral Diegon.
Dan dengan ilmu boneka yang dimilikinya, ketua Wong ji Ang berhasil bangkit dan kembali bertarung dengan jenderal iblis Diegon, akan tetapi lambat laun roh yang ada di tubuhnya sekarang makin lama makin melemah karena energi yang begitu terkuras habis dalam pertarungan itu.
Hingga pada suatu kesempatan, Jendral iblis Digeon berhasil menyarangkan pusaka artefak tombak bayangan, ke tubuh ketua Wong ji ang, yang membuat roh ketua Wong ji Ang terluka dan tak bisa menggunakan teknik boneka, untuk kembali bertarung dengan jendral iblis Digeon.
"Ini adalah akhir pertarungan kita, aku sangat bersenang-senang dengan perlawanan yang bagiku sungguh tak mengecewakan, karena kau telah membuatku sampai ke titik ini," ucap jendral iblis Digeon dan langsung membakar tubuh ketua Wong ji Ang yang membuat rohnya pun ikut terbakar hingga hilang untuk selama-lamanya.
Jenderal iblis Digeon menatap ke arah pertarungan antara Dewi Hong tien Sie dan jendral iblis Sil Gon, dengan penuh amarah Jendral iblis Digeon menyalurkan kekuatan iblisnya ke arah tangan kanan yang dimilikinya, hingga terbentuklah cakar dengan kuku kuku sangat tajam di tangan kanannya tersebut.
Dengan kelicikannya, melihat Dewi Hong tien Sie lengah, Jendral iblis Digeon Langsung melesat cepat ke arahnya dan menghantamkan cakar yang telah dipersiapkan, ke arah punggung belakang sang Dewi, yang membuat Dewi Hong tien Sie terhuyung huyung kedepan, kearah jendral iblis Sil Gon.
Melihat sang Dewi terluka, membuat jendral iblis Sil Gon menjadi bersemangat dan langsung melesakkan tendangan putar ke arah kepala sang Dewi, yang membuat sang Dewi terhempas ke samping dan memuntahkan darah segar.
"Aku telah terluka parah, jika diteruskan bertarung dengan mereka berdua niscaya aku akan mati di tangannya, lebih baik aku pergi untuk menyembuhkan diri terlebih dahulu dan akan kembali membalas semua yang telah mereka lakukan kepadaku," batin Dewi Hong tien Sie.
Seketika itu dari dalam tanah bermunculan tumbuhan merambat, dan langsung melilit tubuh sang Dewi hingga membentuk sebuah bola dari tumbuh-tumbuhan merambat.
Melihat hal itu jendral Sil Gon langsung menghantamkan tinjunya ke arah tumbuh tumbuhan, yang membungkus tubuh Dewi Hong tien Sie hingga hancur dan menjadi Debu.
"Aku terlambat membunuhnya saudaraku, dia berhasil lolos dari kematiannya," ucap jendral iblis Sil Gon.
"Dia telah terluka parah dan butuh waktu lama baginya untuk memulihkan diri, lebih baik kita kembali menyerang dan merebut kota phoenix, sesuai janji kita berdua di hadapan raja iblis Azuma sebelum bulan merah berakhir," jawab jendral iblis Digeon.
"Baiklah saudaraku, mari kita selesaikan pertempuran ini dengan kemenangan di pihak kita," ucap jendral iblis Sil Gon.
Jendral iblis Digeon menganggukkan kepalanya, dan pada akhirnya mereka berdua kembali menuju ke kota phoenix berada.
Sesampainya di sana, kedua Jenderal iblis itu melihat jika sebagian dari binatang roh dan prajurit iblisnya, telah dimusnahkan oleh armada tempur istana Phoenix, dan para prajurit dari istana langit, membuat mereka berdua menjadi geram dan murka.
"Kalian harus membayar ini semua!!" teriak jendral iblis Digeon dengan menyerang kerumunan para prajurit istana phoenix yang masih bertempur dengan sisa sisa prajurit dan binatang roh iblis.