
Sebuah bayangan hitam melesat cepat menyongsong tubuh jenderal Azazel yang terhempas.
"Jendral Mammon cepat kau sembuhkan jenderal Azazel, biar aku yang menghadapi kera raksasa itu," ucap jendral Dyroth.
Tanpa menunggu jawaban dari Jendral Mammon, jendral Dyroth langsung menghadapi raja kera.
"Akulah lawan mu!!" ucap jendral iblis Dyroth, dan langsung menyerang raja kera. Pertarungan pun kembali terjadi, beberapa kali serangan yang dilancarkan Jenderal iblis Dyroth berhasil mengenai sasarannya, yang membuat raja kera berapa kali terseret ke belakang.
Selalu terkena serangan dari jendral iblis Dyroth, membuat raja kera semakin marah, dan menghantamkan tongkatnya kearah jendral iblis Dyroth.
Dengan tangan kirinya, jendral iblis Dyroth berhasil menangkis tongkat yang mengayun kuat ke arah kepalanya.
Keadaan tongkat yang semakin membesar, tak mampu untuk menghancurkan tubuh Jendral iblis Dyroth, karena tongkat itu tertahan oleh tangan kiri sang jendral iblis.
Dengan telapak tangan kanan menghadap ke samping kiri di depan dada, jendral iblis Dyroth menggunakan salah satu teknik terkuatnya.
"Dua belas tapak iblis..!"
Tak hayal lagi, dari tubuh Jendral iblis Dyroth, mengeluarkan 12 tapak yang secara beruntun menghantam tubuh raja kera, yang membuat tongkat yang berada di dalam genggaman sang raja kera terlepas.
Menerima serangan yang begitu kuat, membuat raja kera terhempas ke belakang dan menghantam tanah dengan keras.
Jendral iblis Dyroth tak memberikan kesempatan sedikitpun pada raja kera untuk bisa bangkit berdiri. "Tapak iblis..!!" teriaknya.
Dengan menapakkan tangan kanannya ke tanah, maka dari udara muncullah telapak tangan raksasa berwarna merah merekah, dan langsung menghantam ke arah tubuh raja kera hingga debu tebal berterbangan di udara, yang mengakhiri perlawanan sang raja kera.
Raja banteng yang melihat salah satu pemimpin dari 5 raja binatang buas yang terdapat di dalam hutan itu terkapar tak berdaya, dia pun meninggalkan pertarungan melawan jendral iblis Seiryu dan langsung menyerang ke arah jendral iblis Dyroth.
Dari tubuh raja banteng mengeluarkan 5 replika yang sama, dengan aura ledak yang sangat kuat.
Dengan cepat ke lima replika raja banteng langsung melesat cepat kearah Jendral iblis Dyroth.
"Kau ingin meledakkan ku!? jangan bermimpi!" bisik jendral iblis Dyroth.
Dengan menapakkan tangan kanannya kedepan, maka terciptalah sebuah segel dengan bulatan besar di depan Jendral iblis Dyroth.
"Belenggu iblis..!!" ucapnya.
Maka dari dalam segel tersebut mengeluarkan beberapa rantai berwarna merah, yang langsung menyambut kedatangan replika raja banteng yang mengarah kepadanya.
Kelima wujud raja banteng itu terlilit oleh kekuatan belenggu rantai berwarna merah, hingga kelimanya pun tak dapat berbuat apa-apa.
Ledakan demi ledakan dasyat terjadi dari kelima replika raja banteng yang meledak, tanpa mengenai bisa mengenai sasarannya, kali ini belenggu rantai berwarna merah menyisakan wujud asli sang raja banteng, yang melilit ke seluruh tubuhnya.
Kali ini raja banteng benar benar tak berdaya, karena semua kekuatan yang dimilikinya telah terserap oleh belenggu rantai yang keluar dari dalam segel yang diciptakan oleh jendral iblis Dyroth.
Di dalam keterpurukan itu, tiba-tiba saja sebuah serangan berbentuk bulan sabit memutuskan semua rantai rantai yang membelenggu tubuh raja banteng.
Tampak di udara telah berdiri sosok pemuda dengan baju perang yang membungkus seluruh tubuhnya.
Tak hayal lagi keterkejutan menghiasi wajah Jenderal iblis Dyroth, yang mengetahui jika pemuda yang berdiri di udara itu adalah sosok jendral langit.
Yan Lan perlahan lahan turun dan menjejakkan kakinya di tanah, tanpa adanya suara sedikitpun saat kakinya menginjak tanah.
"Ternyata seorang jendral langit dari nirwana!?" ucap jendral iblis Dyroth dengan senyum sinis.
"Ha..ha..ha..Dewa seiryu sudah menjadi bagian dari kami, dan telah meminum darah leluhur para iblis, dengan begitu dia telah menjadi saudara kami, dan sekarang ini telah menjabat sebagai salah satu Jendral iblis, aku takkan membiarkan mu untuk membawanya ke istana langit," ucap jendral iblis Dyroth.
"Karena kau tak ingin menyerahkannya maka, peperangan antara istana langit dan alam bawah akan kembali terjadi," jawab Yan Lan.
"Aku tak perduli dengan peperangan yang akan terjadi, kebetulan hutan binatang buas ini merupakan daerah pertengahan antara alam bawah dan nirwana, sangat pantas menjadi tempat peperangan antara iblis dan Dewa," ucap jendral iblis Dyroth.
"Jika kau minta peperangan itu, maka aku akan mengabulkannya!!" ucap Yan Lan.
Setelah berkata seperti itu, ratusan ribu prajurit terbang istana langit yang dipimpin oleh seekor singa bersayap, langsung menyerang ke arah ratusan ribu pasukan iblis yang menaiki kuda.
Tak hayal lagi, pasukan iblis berkuda yang berada di darat, menjadi bulan-bulanan serangan prajurit terbang istana langit.
Prajurit iblis di daratan, tak berkutik sama sekali menghadapi ratusan ribu prajurit terbang istana langit.
Tunggangan para prajurit istana langit tak tinggal diam, mereka menukik dengan cepat dan menyambar para prajurit iblis yang ada di daratan, dan membawanya ke angkasa dengan tubuh yang telah tertancap kuku kuku tajam dari kaki-kaki binatang tunggangan para prajurit istana langit.
Setelah itu prajurit iblis yang berada di udara dijatuhkan dari atas ketinggian, hingga tubuh mereka kembali ke tanah dengan bagian-bagian tubuh yang telah bercerai-berai.
Belum lagi anak panah yang dilepaskan para prajurit terbang istana langit, yang selalu mengenai sasarannya hingga membuat para prajurit iblis berjatuhan dari kudanya dan tewas di tempat.
Melihat hal itu, jenderal iblis Dyroth murka, dan melepaskan serangan jarak jauh ke arah para pasukan prajurit istana langit, namun sayang serangan-serangan yang dilakukannya tak sampai ke tujuan, karena Yan Lan telah melakukan blokade dan mematahkan serangan-serangan dari Jendral iblis Dyroth.
Melihat serangan yang dilakukan nya gagal, Jendral iblis Dyroth langsung menyerang Yan Lan dengan tehnik 12 tapak iblis yang di milikinya.
Dari tubuh Jenderal iblis Dyroth mengeluarkan 12 tapak yang beruntun mengarah ke arah Yan Lan. Melihat hal itu, Yan dengan santai mengibaskan telapak tangan kanannya ke depan, maka ke 12 tapak iblis itu pun hancur yang menimbulkan ledakan yang sangat keras.
"Apa?, serangan 12 tapak iblisku seperti tak berarti apa-apa padanya, dengan mudahnya dia dapat menghancurkan serangan yang ku lesakkan ke padanya," batin jendral iblis Dyroth.
Di udara, terlihat Yan Lan mengarahkan telapak tangannya kearah jendral iblis Dyroth, maka gabungan inti api neraka dan inti api surgawi seketika membentuk sebuah bola api, yang langsung melesat cepat kearah Jendral iblis Dyroth.
Melihat serangan yang sangat mematikan kearahnya, Jendral iblis Dyroth segera mengeluarkan tapak iblisnya untuk menyambut datangnya bola api yang dilesakkan oleh Yan Lan.
Kedua energi yang sangat besar dari kedua Jendral itupun beradu, terlihat jendral iblis Dyroth terseret beberapa meter ke belakang, sementara Yan Lan sendiri masih berdiri tegak di tempatnya berada, kini terlihat jelas perbedaan kekuatan diantara dua Jenderal tersebut.
Jendral iblis Dyroth menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya, dan dengan amarahnya, jendral iblis Dyroth meloncat ke udara maka tubuhnya seketika itu terpecah menjadi 1000 replika yang sama.
"Aku akan membunuhmu!!" teriak jendral iblis Dyroth sambil mengarahkan tinjunya kearah Yan Lan.
Seketika itu ribuan replika Jendral iblis Dyroth secara bersama sama melepaskan pukulan dari jarak jauh, ke arah keberadaan Yan Lan.
Tanpa sepengetahuan dari Yan Lan, Dewa seiryu yang telah mengalahkan raja serigala raksasa, secara diam diam menyerangnya dengan tehnik inti angin langit.
Serangan itu berupa angin yang telah membeku, yang membentuk sebuah jarum angin, yang efek serangannya akan membuat tubuh yang terkena serangan jarum itu akan hancur bercerai-berai, walaupun tubuhnya telah terpasang baju perang seperti yang digunakan Yan Lan saat ini.
Jarum itu terus melesat cepat tanpa di ketahui kedatangannya oleh Yan Lan, karena Jenderal Langit itu tengah fokus menghadapi ribuan replika tubuh jendral iblis Dyroth.
Tampak senyum mengembang di bibir Dewa seiryu, melihat serangan yang dilepaskannya tak diketahui oleh Yan Lan.
"Inilah akhir hidupmu Yan Lan, walaupun kau telah mempunyai darah Dewa murni, kau tetap akan mati terkena inti angin langitku itu," bisik Dewa seiryu.
Bersambung.
Bantu like, komen dan vote, terimakasih.