
Pertarungan pun segera di mulai, kedua Kultivator saling berhadapan di atas arena.
Kedua istri Yan Lan begitu sangat menghawatirkan sang suami, yang akan bertarung dengan kultivator kuat yang di miliki oleh kekaisaran Giok.
Mereka tau jika kaisar terdahulu istana Giok merupakan kultivator dengan tingkat kultivator Qi alam emperor, yang jarang di jumpai saat ini.
Kaisar Giok terdahulu menatap tajam kearah pemuda yang menjadi lawan tarungnya saat ini, tak ada sedikitpun rasa untuk menyepelekan Yan Lan, karena kaisar Giok mengetahui jika Yan Lan mempunyai potensi yang kuat dalam dirinya.
Tiba tiba saja angin kencang berhembus, menerbangkan seluruh debu yang berada di arena pertarungan, langit seketika gelap yang di iringi dengan kilatan kilatan petir dari atas langit, tampak kaisar terdahulu mulai mengeluarkan energi tingkat alam emperor yang di milikinya.
Tubuh Yan Lan kini berselimutkan cahaya berwarna putih terang, cahaya itu merupakan aura yang keluar dari api inti surgawi yang ada di tubuhnya.
Semua mata yang menatap kearah pertarungan kedua kultivator, ikut juga merasakan ketegangan pertarungan tingkat tinggi, yang sebentar lagi akan mereka saksikan, mereka berusaha sejauh mungkin dalam menyaksikan pertarungan kedua kultivator, karena takut akan efek pertarungan itu.
Kaisar terdahulu memulai serangannya, ular naga cahaya tiba tiba muncul dari tubuh sang kaisar, dan langsung menyerang Yan Lan seiring dengan pergerakannya yang mengarah kepada Yan Lan.
Yan Lan pun mulai melakukan hal yang sama, naga hitam dari inti api neraka segera keluar dari tubuhnya, dan menyambut serangan sang kaisar.
Kedua kultivator melakukan jual beli serangan tanpa bisa di lihat oleh mata biasa, hanya benturan benturan keras dari serangan mereka yang kedengaran di telinga para kultivator di tingkat saint ke atas, yang menonton pertarungan itu.
Tiba tiba saja ledakan terjadi dari benturan kedua naga, yang menyebabkan Yan Lan terseret beberapa meter kebelakang, begitu pun halnya dengan sang kaisar Giok terdahulu, diapun terseret jauh kebelakang.
"Anak muda ini sangat pesat perkembangan kultivasinya, tak kusangka kekuatannya telah mencapai tingkat surgawi puncak, hal ini akan mempersulit ku untuk mengalahkannya, karena kultivator dengan tingkat surgawi puncak merupakan tingkat kekuatan yang menyamai kekuatan para Dewa," batin kaisar Giok terdahulu.
Yan Lan yang tadinya hanya menunggu diserang, kini balik menyerang sang kaisar Giok terdahulu, dengan menapakkan telapak tangannya kedepan maka sebuah bola api inti surgawi langsung melesat cepat kearah sang kaisar Giok terdahulu.
Melihat ada bahaya yang mengarah ke arahnya, kaisar Giok terdahulu langsung memukul kan tinjunya kedepan, maka seekor naga cahaya segera melesat cepat menyambut datangnya bola api berwarna putih kebiruan yang di lesakkan Yan Lan.
"Duar...!!"
Kembali ledakan dasyat terjadi, kali ini benturan kedua energi yang sangat kuat, mengakibatkan bumi yang di pijak seketika bergetar hebat. Gelombang kejut yang di hasilkan dari bertemunya kedua energi yang maha dasyat itu, mampu menyapu bersi bangunan bangunan dan apapun yang di lewatinya yang berjarak 200 meter dari arena pertarungan.
Banyak prajurit mati terkena dampak dari gelombang kejut yang di timbulkan dari efek ledakan, hingga para penonton yang tersisa memilih untuk meninggalkan tempat dan tak ingin menonton pertarungan besar itu.
Kaisar Xing Cheng long dan putranya tak menyangka, jika Yan Lan mampu untuk mengimbangi kekuatan alam emperor yang di miliki oleh kaisar Giok terdahulu.
Mereka berdua berharap jika kaisar Giok terdahulu mampu untuk mengalahkan Yan Lan, agar mereka berdua dapat menguasai istana dan kota phoenix dengan mudah.
Jika Yan Lan yang memenangkan pertarungan maka Yan Lan pastinya akan membuat perhitungan pada ke kaisaran Giok, dan hal itu akan membahayakan reputasi mereka sebagai pemimpin istana Giok.
Dengan perintah dari mereka berdua, maka armada tempur ke kaisaran Giok langsung menyerang empat gerbang yang menuju ke kota phoenix berada.
Tanpa di duga oleh ke dua kaisar Giok, armada tempurnya baik di udara maupun di darat, mendapatkan perlawanan sengit dari Armada tempur istana Phoenix.
Jatayu yang berada di udara, berhasil memporak porandakan armada tempur udara yang di miliki oleh ke kaisaran Giok, hingga membuat armada tempur udara ke kaisaran Giok terpukul mundur.
Begitupun dengan pertempuran yang terjadi di di setiap Gerbang istana Phoenix, banyak prajurit ke kaisaran Giok yang mati terbunuh oleh keganasan pasukan istana Phoenix yang sangat terlatih.
"Ayah ..!! jika terus begini, kita akan mengalami kekalahan!!" teriak kaisar Giok muda.
"Kau benar putraku, kita harus ikut dalam pertempuran ini," jawab kaisar Xing Cheng long.
Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam gelanggang pertempuran, dan terus menghabisi pasukan istana Giok yang ada di hadapan mereka.
Melihat kemampuan kedua kaisar Giok yang sangat kuat bagi pasukan mereka, Leo bersama Tigris langsung berhadapan langsung dengan kedua kaisar Giok itu, dan akhirnya pertempuran kembali terjadi.
Kedua kaisar Giok itu benar benar tak menyangka jika kedua jendral istana Phoenix sangatlah kuat, hingga membuat mereka berdua harus mengeluarkan seluruh kemampuan yang di milikinya.
Tigris dan Leo terus menyerang tanpa ampun kepada kedua kaisar Giok tersebut, hingga tehnik cahaya yang dimiliki oleh kedua kaisar Giok mampu untuk meredam dan mengimbangi serangan serangan mematikan yang di lesakkan oleh kedua jendral istana Phoenix itu.
Melihat pergerakan kedua kaisar Giok yang secepat cahaya, membuat Tigris dan Leo harus merubah diri mereka menjadi leopard dan singa es, karena dengan cara itulah yang dapat mengimbangi kecepatan cahaya yang di peragakan oleh kedua kaisar Giok tersebut.
"Apa..!!? mengapa ini bisa terjadi!!?, mengapa kedua Jendral itu dapat merubah diri menjadi binatang roh surgawi?, ini bisa sangat berbahaya bagiku dan putraku karena binatang roh surgawi begitu sangat kuat dan terkenal dengan keganasannya.
Kali ini kedua Kaisar Giok benar-benar mengalami keterpurukan, di mana pasukannya telah banyak yang telah menjadi korban oleh keganasan pasukan yang dimiliki istana Phoenix, dan kali ini mereka berdua juga harus bertempur melawan dua ekor binatang surgawi yang kini terus memburu mereka.
Setelah sekian lama bertarung, akhirnya Qi yang dimiliki oleh kedua Kaisar Giok mengalami penurunan, akibat pertempuran yang sangat menguras tenaga mereka berdua, dan pada akhirnya sebuah terjangan dari Leo mampu merobek punggung kaisar Giok Xing Cheng long, hingga sang Kaisar terhuyung-huyung dan jatuh ke tanah dengan luka sobek menganga di di punggungnya
"Ayah....!!" teriak kaisar Giok Xing Ying yang melihat ayahnya sudah tak berdaya di tanah.
Serangan dari Leo membuat Kaisar Giok Xing Cheng long menghembuskan napas terakhir dan tak berkutik lagi, karena banyaknya darah yang keluar dari luka sobek yang dalam, dari serangan kuku tajam yang dimiliki oleh leopard surgawi.
Mau tidak mau Kaisar Giok muda akhirnya menyerah, karena tak mampu bagi dirinya untuk menghadapi kedua binatang surgawi yang ada di hadapannya.
Matinya kaisar Xing Cheng long dan menyerahnya Kaisar muda Giok, membuat seluruh pasukannya ikut menyerah kepada istana Phoenix.
Akhirnya armada tempur ke kaisaran Giok bertekuk lutut di hadapan armada tempur yang dimiliki istana Phoenix, dan kaisar mudah giok menjadi tawanan perang istana Phoenix.