PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kesal


"Tuan muda tak usah resah, selama ada aku tuan muda akan baik baik saja, kebetulan aku sangat tahu persis bagaimana kekuatan yang terkandung dalam bunga teratai nirwana, karena bunga itu dahulu merupakan pusaka yang dimiliki oleh Kaisar langit sahabatku, aku pasti akan membantumu untuk mendapatkan tumbuhan kristal penumbuh roh yang kau cari lewat raja kerajaan cahaya nirwana, dengan perantara roh jiwa bunga teratai nirwana yang ada pada tubuh tuan muda sekarang," ucap Logan menenangkan hati yan Lan.


"Terima kasih atas bantuanmu Logan, dan mulai sekarang kau tak usah memanggilku tuan muda lagi, karena mulai detik ini aku akan menjadikanmu saudaraku, karena aku yang lebih muda darimu maka kau harus memanggilku adik, dan aku akan memanggilmu kakak," ucap Yan Lan.


"Tapi aku tak pantas menerima penghargaan itu, lebih baik aku tetap memanggilmu tuan muda karena anda adalah junjunganku," jawab Logan.


"Ini sudah keputusanku, aku tak ingin kau membantahnya kak Logan!!" ucap Yan Lan dengan wajah serius.


Melihat keseriusan dalam perkataan Yan Lan, akhirnya Logan mengiyakan jika dirinya harus memanggil Yan Lan dengan sebutan adik.


"Baik adik, mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan itu, terima kasih atas semua penghargaan yang telah kau berikan kepadaku," jawab Logan.


*****


Yan Lan membuka matanya perlahan dari meditasinya, setelah dirinya dapat menyerap roh jiwa bunga teratai nirwana dengan bantuan naga hitam yang berada di dalam alam batinnya.


Saat itu cuaca pagi sedikit berselimutkan mendung, yang membuat suhu udara sekitar tempat Yan Lan berada masih terasa dingin.


"Aku harus mencari beberapa ikan terlebih dahulu untuk mengisi perut yang lapar, karena telah berhari-hari aku belum makan," batin Yan Lan.


Yan Lan segera menangkap beberapa ikan yang berada di laut lepas, kemudian memanggangnya. Setelah mengisi perutnya diapun melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat dimana kerajaan kilauan roh berada.


Yan Lan merasakan roh jiwa bunga teratai yang ada di tubuhnya, begitu sangat membantunya dalam menyuplai energi Qi yang berada di dalam dantiannya, yang membuat tenaganya tak habis-habis walaupun telah berlari cepat menuju ke kerajaan Kilauan roh. Dengan begitu Yan Lan tak menghentikan laju larinya hingga dia sampai istana Kilauan roh.


Sesampainya di kerajaan Kilauan roh, tampak wajah Ratu lily tak menyambutnya dengan baik, Yan Lan tau jika semua itu terjadi karena putri Limudza yang dibawa ke kerajaan ini dalam keadaan terluka parah, dan tanpa di temani oleh dirinya.


"Sepertinya ratu Lily menyimpan amarah kepadaku, tak lepas dari itu semua aku harus memberi hormat kepadanya, biar bagaimanapun dia adalah ibu dari putri Limudza yang merupakan calon istriku," batin Yan Lan.


Yan Lan berjalan kearah ratu Lily dan jendral Hyun liy, yang berdiri di samping ratu Lily.


"Yan Lan datang memberi hormat ratu," ucap Yan Lan.


Melihat Yan lan, seketika amarah sang ratu kembali berkobar.


"Yan Lan..!! aku telah menyuruhmu untuk menjaga putriku, tapi apa yang telah kau lakukan? kau telah membuatnya terluka parah dan sampai saat ini dia masih terbaring di pembaringan!!," bentak ratu Lily.


"Ratu..., aku tak ada niat untuk membuat putri Limudza terluka parah, semua karena keadaan yang mendesak hingga aku harus menyuruhnya ke kerajaan ini agar mendapatkan pertolongan pertama darimu, itu semua kulakukan karena saat itu keadaan begitu sangat berbahaya bagi keselamatan putri limudza, aku akui semua ini karena kesalahanku yang teledor dalam menjaganya, dan aku pastikan putri Limudza akan segera sembuh," ucap Yan Lan.


"Seluruh tabib di kerajaan ini telah mengobatinya termasuk aku dan Hyun liy, tapi keadaannya belum juga membaik, lantas apa yang meyakinkanmu hingga kau dapat menyembuhkan putriku?" tanya ratu lily.


"Dalam hal ini aku ingin anda jangan meragukanku, apapun bentuk dan cara ku mengobatinya itu adalah urusanku, cukup anda mengetahui jika putri anda akan segera sembuh," jawab Yan Lan yang mulai sedikit kesal.


"Baik...!! aku akan melihat kau menyembuhkan putriku, setelah itu aku ingin berbicara empat mata dengan mu," ucap ratu Lily.


Ratu Lily berjalan menuju ke kamar putri Limudza, yang di ikuti Yan Lan serta jendral Hyun liy dibelakangnya.


Yan Lan mendekati sang putri yang sedang terbaring untuk melihat keadaan nya dari dekat.


Tiba tiba terdengar suara dari dalam alam batin Yan Lan. "Adik..., putri Limudza dapat kau sembuhkan dengan mengalirkan Qi murni roh jiwa bunga teratai nirwana kedalam dantiannya, agar dantian itu dapat menyalurkannya ke Merindian di seluruh tubuh putri Limudza, dari situ kau akan tau betapa besarnya khasiat roh jiwa bunga teratai yang telah terserap kedalam tubuhmu, dan dapat berguna bagi teknik penyembuhan," ucap Logan.


"Trimakasih kak Logan, aku akan mencoba mengobati putri Limudza," jawab Yan Lan.


Yan Lan berjalan kearah ratu Lily dan jendral Hyun liy yang berada di dalam ruangan kamar putri Limudza dan berkata...


"Aku akan menyembuhkan putri Limudza, tapi aku ingin anda berdua meninggalkan ruangan kamar ini," ucap Yan Lan.


"Tidak bisa!!, kali ini aku tak akan mengijinkanmu bersama putriku lagi, karena kepercayaanku telah hilang kepadamu, aku dan jendral Hyun liy akan mengawasimu dari sini!!" jawab ratu Lily.


"Maksud anda dengan berkata seperti itu padaku, apakah anda ingin aku dan putri Limudza pisah?" tanya Yan Lan.


"Ia..!! aku tak ingin hidup putriku menderita bersamamu dan menjadi sia-sia, lebih baik dia tetap bersamaku di kerajaan ini!!" jawab ratu Lily.


Kata kata ratu Lily membuat Yan Lan sangat kecewa, diapun menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, untuk meredakan amarah di hatinya mendengar perkataan ratu Lily.


Tanpa pikir panjang Yan Lan kembali melangkah ke arah putri Limudza, kemudian mengalirkan energi bunga teratai nirwana ketubuh putri Limudza.


Aroma wangi bunga semerbak mengisi ruangan kamar putri Limudza, saat Yan Lan menyalurkan energi murni bunga teratai. Ratu dan jendralnya saling berpandangan, karena merasakan kekuatan yang sangat besar yang sampai terasa ketempat mereka berada.


"Sepertinya Yan Lan telah mendapatkan bunga teratai nirwana itu ratu, aku bisa merasakan kekuatan besar dari teknik penyembuhan yang di salurkan kepada Li er," ucap Hyun liy.


"Aku tak ingin kau membahas pemuda itu lagi Hyun liy, aku sudah tak percaya lagi padanya, setelah dia mengobati putriku apakah itu sembuh atau tidak, aku ingin kau menyuruh dia dan teman temannya pergi dari istana ini," jawab ratu Lily.


"Baik ratu," ucap jendral Hyun liy singkat karena jendral Hyun liy tak ingin berdebat sang ratu.


*****


Setelah beberapa saat melakukan penyembuhan, akhirnya wajah pucat putri Limudza kembali cerah dan langsung memperlihatkan wajah cantik alami yang keluar dari rona mukanya.


"Putrimu telah pulih, dan aku akan segera pergi dari tempat ini," Ucap Yan Lan sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


Ratu Lily tak memperdulikan Yan Lan, dia malah menuju ke arah putrinya berada dan tak menoleh sekalipun kepada Yan Lan.


"Di depan gerbang istana, ketiga pengikut Yan Lan tengah menunggunya dengan wajah yang ceria," tuan muda bagai mana keadaan putri Limudza," tanya Qing ruo.


"Dia sudah pulih, dan kita tak usah berlama lama di tempat ini "jawab Yan Lan.


"Maksud anda tuan muda?" tanya Cencen.


"Ratu kerajaan Kilauan roh telah memutuskan hubunganku dengan putrinya secara sepihak," jawab Yan Lan singkat.