
Setelah perdebatan yang panjang akhirnya pembicaraan pun menemui titik terang, dimana besok akan di adakan pertarungan hidup dan mati oleh Yan Lan dan Gio liang.
Ketua Hyo jin menepuk lembut bahu kiri Yan Lan dengan tangan kanannya.
"Lan er apakah kau sudah mempertimbangkan nya masak masak mengenai pertarungan mu besok?" tanya ketua Hyo jin.
"Aku telah memikirkannya paman, anda jangan khwatirkan aku," jawab Yan Lan singkat.
"Aku mendengar jika Ming Chi Sun dan muridnya telah mendapatkan pil kuno dari reruntuhan makam kuno yang berada di tengah tengah hutan klan ming," ucap ketua Hyo jin kembali.
"Pantasan Gio liang bersikukuh untuk bertarung melawanku, ternyata dia mempunyai kartu As dalam menghadapi ku sekalipun dia tau jika aku yang telah membunuh binatang surgawi leopard roh bintang," batin Yan Lan.
"Jangan khwatir paman aku tak akan semudah itu mati di tangannya," jawab Yan Lan.
Ketua Hyo jin menatap Yan Lan dalam dalam, entah mengapa di dalam hati kecil ketua Hyo jin tak merasa ragu sedikitpun pada pemuda yang masih mempunyai garis keturunan dari pendiri pagoda 9 itu.
"Aku tau kau pasti memenangkan pertarungan mu besok Lan er," batin ketua Hyo jin.
Tak lama berselang ketua Hyo jin pun berpamitan kepada Yan Lan untuk keluar dari dalam ruangan itu, ini di lakukannya agar Yan Lan segera dapat beristirahat.
Tak lupa ketua Hyo jin mengajak Yan Ling ikut bersamanya karena ketua Hyo jin tau jika muridnya ini mempunyai kisah asmara dengan Yan Lan, kalau di biarkan bersama Yan Lan di tempat itu maka waktu untuk Yan Lan beristirahat akan berkurang.
Walaupun berat hati akhirnya Yan Ling ikut juga dengan ajakan gurunya untuk pergi bersamanya.
Di tempat lain di dalam klan Ming.
Ketua Ming Chi Sun tengah menyalurkan seluruh kekuatannya kedalam sebuah pil tingkat 10 yang tengah melayang di hadapannya.
Rasa lelah yang sangat luar biasa tengah menghampiri ketua Ming Chi Sun, karena semua energi kekuatannya kini berada pada pil yang kini berada dalam genggamannya.
"Liang er ini adalah Pil selaksa malam, yang mana pil ini mampu untuk menyimpan sementara seluruh kekuatanku kedalamnya, jika kau terdesak dalam pertarungan besok telanlah pil ini, maka semua kekuatan Qi alam yang ada padaku akan masuk ke dalam tubuhmu," ucap ketua Ming Chi Sun.
"Terimakasih guru" jawab Gio liang dengan senyum mengembang di sudut bibirnya.
"Ini adalah pecut api Phoenix yang merupakan pusaka turun temurun dari ketua keketua terdahulu klan Ming, aku berikan padamu untuk menghadapi Yan Lan besok," ucap ketua Ming Chi Sun kembali.
"Aku tak meragukan kemampuanmu Liang er, aku memberikan pusaka ini karena nantinya kau juga yang akan memilikinya, karena kau adalah calon tunggal pemegang tonggak kepemimpinan klan Ming di masa depan," ucap ketua Ming Chi Sun.
"Terimakasih guru atas semua kepercayaanmu padaku," ucap Gio liang.
Ke esokan paginya
Keramaian di tengah kota api kini terlihat jelas, sekeliling arena pertarungan telah di penuhi oleh warga dan anggota klan Ming yang antusias ingin menyaksikan jalannya pertarungan itu.
Disamping arena terdapat 3 podium utama, podium yang pertama di isi oleh tamu tamu klan Ming beserta para bangsawan dan saudagar kaya yang berdiam di dalam kota api, sengaja mereka semua menjadi satu di podium utama karena podium itu yang paling besar.
Di podium ke dua di isi oleh keluarga besar klan Ming, yang mana terdapat Gio liang dan ketua Ming Chi Sun di dalamnya.
Di podium yang ke tiga di isi oleh keluarga besar pagoda 9 yang di isi oleh beberapa gelintir orang saja.
Ketua Chang long masuk kedalam arena pertarungan, dia di tunjuk sebagai panitia penyelengara pertarungan itu oleh ketua Huang Lang yang merupakan ketua 12 klan.
Ketua klan Chang yang merupakan penguna tehnik Elemen pasir ini mengumumkan jika pertarungan yang akan berlangsung merupakan pertarungan hidup dan mati.
"Pertarungan ini akan berhenti jika salah satu petarung ada yang telah meregang nyawa," ucap ketua Chang long yang di sambut dengan riuh tepuk tangan para penonton.
"Dia adalah jenius klan Ming dan merupakan calon ketua klan Ming generasi berikutnya, dia merupakan murid utama dari ketua Ming Chi Sun, kita sambut Gio liang," ucap ketua Chang long kembali.
Gio liang memamerkan kekuatannya dengan berjalan di atas udara, tampak kekaguman para penonton degan kemampuan tehnik meringankan tubuh yang di miliki oleh Gio liang. Sesaat kemudian tepuk tangan para penonton begitu riuh kepadanya.
Ketua Chang long mengangkat kedua tangannya membuat para penonton terdiam.
"Dia merupakan murid dari klan Glasier dan juga murid utama pagoda 9, kita sambut Yan Lan," sambung ketua Chang long.
Yan Lan melesat menuju ke arena pertarungan, walaupun tak di unggulkan dan tak mendapat sambutan dari para penonton dalam pertarungan itu, Yan Lan tetap gagah berdiri di atas arena pertarungan.
Terimakasih untuk vote nya👍👍Kalian yang terbaik, semoga di lancarkan rezeki dan diberikan kesehatan, amin.
1 Chapter lagi buat anda ✌️