PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Bertemu dengan penyihir kegelapan


Dengan kecepatannya yang tanpa henti, akhirnya Qilin sampai ke kerajaan Kilauan roh.


Ratu Lily begitu sangat terpukul mendapati putrinya yang sedang terluka parah, hingga dia berkata kasar pada sosok Yan Lan yang harus bertanggung jawab atas luka luka yang diderita oleh putrinya.


"Dasar pemuda yang tak bertanggung jawab!!, setelah terluka seperti ini kau baru membawa putriku ke kerajaanku!!, aku begitu salah menilai mu, andaikan kau ada disini maka aku ingin bertarung sekali lagi denganmu!!" ucap ratu Lily dengan penuh amarah.


Mendengar perkataan kasar terhadap tuan mudanya, ketiga pengikut Yan Lan seketika membelanya.


"Jaga bicaramu ratu!!" tuan mudaku telah bertanggung jawab dengan membawa putrimu ke kerajaan ini, ingat ratu, pada saat itu tuan muda ku tak pernah mengajak putrimu untuk ikut bersamanya, tapi putrimu lah yang bersikeras untuk ikut serta dalam rombongan kami," ucap Qing ruo.


"Betul saudara Qing ruo, putri Limudza lah yang ingin ikut dalam rombongan kami, tapi mengapa sekarang tuan mudaku yang anda salahkan? anda pun tahu ratu jika perjalanan untuk mencari bunga teratai nirwana dipenuhi dengan bahaya, tapi saat itu mengapa anda mengijinkannya malahan anda memberikan perbekalan kepada rombongan kami," timpal Cencen.


Ratu lily terdiam, dia merasa sangat kesal kepada pengikut Yan Lan yang menentangnya, ratu lily memilih untuk pergi meninggalkan ruangan itu.


Disudut ruangan Qilin dengan sekuat tenaga meredam amarahnya, untuk menghindari benturan antara dirinya dengan ratu Lily yang notabene merupakan ibu dari putri Limudza kekasih tuan mudanya.


Setelah ratu Lily pergi meninggalkan ruangan itu, mereka bertiga bermusyawarah untuk tetap tinggal di kerajaan Kilauan roh, atau tetap berada di istana untuk menemani putri Limudza sesuai perintah tuan mudanya.


Ketiganya tak berani mengambil keputusan untuk kembali, karena hal itu akan membuat tuan mudanya merasa kesal karena mereka bertiga tak mengikuti perintahnya.


"Kita tetap disini untuk menunggu tuan muda kembali sambil menjaga putri Limudza sesuai dengan perintah tuan muda," ucap Qing ruo.


"Baik," jawab Qilin dan Cencen bersamaan.


*****


Yan Lan terus melesat cepat kearah barat, dan menghentikan laju larinya setelah mendengar deburan ombak dari kejauhan.


"Aku sudah memasuki wilayah penyihir kegelapan, tapi mengapa tak ada tanda tanda penyambutan hangat darinya, aku sudah tak tahan ingin bertarung untuk mendapatkan bunga teratai nirwana yang ada padanya, karena aku sudah lelah berada di dalam alam reruntuhan ini, selain itu aku juga sudah sangat rindu pada janin yang ada di perut istriku Xing Xia Lin, karena sudah terlalu lama aku meninggalkan nya," batin Yan Lan.


Yan Lan terus berjalan hingga sampai di pinggir pantai, angin laut menerpa tubuh Yan Lan, hingga membuat rambutnya yang panjang berkibar tertiup angin.


Yan Lan segera menghentakkan kakinya ke pasir pantai, yang membuat pasir dan air laut bergejolak seperti terjadi gempa yang sangat kuat. Tak lama berselang muncul seorang pemuda dengan berpakaian hitam yang diselingi dengan warna merah dari kejauhan.


Pemuda itu melayang dengan beralaskan sebuah pedang di telapak kaki nya.


"Mengapa kau mengganggu istirahatku, apakah kau bosan hidup?" tanya sang pemuda.


Yan Lan yang masih menginjak pasir pantai, tiba-tiba melayang dan berdiri di udara, kali ini posisi mereka berdua saling berhadap-hadapan.


"Aku menginginkan bunga teratai nirwana yang ada padamu, untuk itu aku menginginkan sebuah pertarungan," jawab Yan Lan.


"Ha..ha..ha..!! aku telah lama menantikan hal ini, bertemu langsung dengan penyihir kegelapan yang sangat tersohor di alam runtuhan ini," ucap Yan Lan.


"O..o kau juga telah mengetahui tentang ku?, tapi sayang selama ini orang yang mengetahui keberadaan ku takkan pernah hidup lama, karena orang yang pernah menemuiku takkan pernah ku biarkan hidup untuk menceritakan tentang bunga teratai nirwana yang ada padaku," ucap penyihir kegelapan.


"Ha..ha..ha..!!, untuk kali ini kau akan berhadapan denganku, dan aku akan menghancurkan kesombongan dari perkataanmu itu, kita lihat saja siapa yang nanti akan menjadi pemenangnya," tantang Yan Lan.


"Baik !! kita lihat apakah kau mampu untuk bertahan lama dalam pertarungan ini," sahut penyihir kegelapan.


Sesaat mereka berdua saling bertatapan, penyihir kegelapan memasang teknik ilusi dikedua matanya, akan tetapi teknik ilusi yang di lancarkan oleh penyihir kegelapan tak berpengaruh pada Yan Lan, karena terhalang oleh artefak langit yang berada di jari tangan nya yang mempunyai kemampuan untuk menghalau ilusi.


Melihat hal itu, Yan Lan hanya bisa tersenyum mengejek melihat serangan ilusi yang dilancarkan oleh penyihir kegelapan, dapat dengan mudah dipatahkan nya.


"Tak ku sangka pemuda ini kebal terhadap ilusi, menarik sekali, aku telah lama tak merenggangkan otot-otot ku, semoga pemuda ini mampu untuk sedikit mengimbangi ku dalam pertarungan ini," batin penyihir kegelapan.


"Katakan padaku siapa namamu anak muda, agar aku dapat memberikan penghargaan dengan menuliskan namamu di batu yang akan menjadi tanda jika kau telah dikuburkan di sana," ucap penyihir kegelapan.


"Namaku Yan Lan, ingatlah namaku ini agar rohmu tak penasaran saat kau tewas di tanganku," jawab Yan Lan dingin.


"Kau benar benar pemuda yang tak bisa dikasih hati, maka bersiaplah untuk menerima seranganku Yan Lan!!" ucap ucap penyihir kegelapan yang telah terpancing emosinya.


Seketika langit yang cerah, diliputi awan gelap hingga membuat suasana seperti malam hari, itu merupakan salah satu tehnik dari penyihir kegelapan untuk dapat berkamuflase dengan alam.


Melihat hal itu, Yan Lan segera mengeluarkan tombak penguasa semesta dan mengacungkannya ke arah penyihir kegelapan.


Tanpa sepengetahuan Yan Lan, tiba tiba saja penyihir kegelapan menghilang dari pandangannya, dan tanpa penyihir kegelapan telah berada di sampingnya dengan melesakkan tinju keras ke dada Yan Lan.


Serangan itu membuat Yan Lan terhempas kebawah, yang membuat pasir pantai beterbangan ke udara akibat kubangan yang terjadi dari hempasan tubuh Yan Lan.


Yan Lan menyeka darah yang keluar di sudut bibirnya, dan menatap tajam ke arah penyihir kegelapan.


"Tak kusangka penyihir itu dapat menggunakan teknik teleportasi seperti halnya putri Limudza," batin Yan Lan.


Yan Lan segera menggunakan teknik ruang dan waktu untuk menyerang penyihir kegelapan, setelah berada dekat dengan penyihir kegelapan, Yan Lan langsung memberikan tendangan memutar.


Apa yang dilakukan oleh Yan Lan membuat penyihir kegelapan terkejut, dan betapa terkejutnya lagi setelah merasakan tendangan Yan Lan yang berhasil mengenai tubuhnya.


Tubuh penyihir kegelapan terhempas dan masuk kedalam lautan yang dalam, hingga sesaat penyihir kegelapan tak terlihat di udara.