PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Menyerang kembali


Senja beranjak malam ketika sang surya kembali ke peraduannya, burung-burung malam keluar dari sarangnya dan perlahan udara dingin pun mulai menyelimuti kota kristal es dan klan Glasier.


Keadaan kota yang dahulunya terang benderang oleh lampu-lampu para penduduk kota, kini gelap gulita tanpa adanya cahaya dari rumah tiap tiap penduduk, dan kesunyian pun begitu nampak dan semakin terasa.


Yan lan melangkahkan kakinya ke kediaman sang ketua klan Glasier, kekesalan hatinya sudah sangat tak bisa ditahan olehnya, karena sikap sang ketua klan yang tak bisa mengambil keputusan, dan selalu kontrol oleh ketua Mogi an.


"Mengapa kau datang kemari Lan er?, dan bagaimana keadaan prajurit klan kita? tanya ketua Yan Lou.


"Paman, prajurit anggota klan semuanya sudah ku serahkan kepada tetua Mogi an, mulai sekarang aku tak berwenang lagi untuk mengatur para prajurit anggota klan, dan juga kedatanganku kemari hanya untuk menanyakan kan kepada paman, mengapa paman tak bisa mengambil keputusan yang bisa menyelamatkan semua anggota klan?, jika paman mengikuti semua kehendak tetua Mogi an, itu sama saja akan menjerumuskan semua anggota klan ke dalam jurang kehancuran, padahal paman tahu semua keputusan dari tertua Mogi an adalah salah," jawab Yan Lan.


Terlihat ketua Yan Lou menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan.


"Aku tak bisa berbuat apa-apa Lan er, karena aku telah berhutang nyawa kepada ketua Mogi an, sewaktu kami masih kecil, kami berdua pernah berburu di hutan es bersama, di saat aku sedang asyik membidik rusa hutan, tiba tiba saja seekor serigala roh salju menyerangku, untung saja tertua Mogi an segera tanggap dan memanah binatang roh itu, hingga serigala roh itu terkena panah, akan tetapi sang serigala tak langsung mati, dia sempat menerkam tetua Mogi an dan membuat luka yang membekas di bahu kirinya hingga saat ini, luka itulah yang menjadi senjata baginya untuk membungkam ku disetiap saat," ucap ketua Yan Lou.


Yan Lan sekarang mengerti, mengapa ketua Yan Lou tak berkutik di depan tetua Mogi an.


"Tetua Mogi an benar benar memanfaatkan situasi ini" batin Yan Lan.


*****


Sehari setelah terjadinya pertempuran antara klan Glasier dan bangsa iblis, di mana bangsa iblis dapat dipukul mundur oleh klan Glasier, kali ini kembali para iblis menyerang klan Glasier dengan armada tempur yang lebih besar lagi.


Tak hanya kota, bangunan-bangunan yang berada di dalam klan Glasier juga telah diluluhlantakkan oleh para iblis, sehingga rata dengan tanah.


"Hancurkan semua bangunan, bunuh semua orang-orang yang berada di dalam klan ini tanpa terkecuali!!" perintah komandan Renhard.


Akhirnya pertempuran kembali terjadi, dengan persiapan yang matang para iblis dapat dengan mudah memukul mundur semua prajurit anggota klan.


Serangan anggota klan Glasier yang berada di udara, di mana para prajurit klan yang menaiki elang putih raksasa, dapat dihalau oleh pasukan pasukan kelelawar iblis yang secara tiba-tiba keluar dari portal yang dibuat oleh Komandan Renhard.


Ketua Yan Lou, Yan Lan dan para petinggi klan berjuang mati-matian demi untuk mempertahankan klan Glasier dari para iblis yang menyerang.


Moci keluar dari tubuh Yan lan untuk membantu mempertahankan klan Glasier.Tembakan tembakan dari mulut Moci sedikit dapat membantu menghancurkan barisan depan pasukan iblis.


Sementara itu di tempat lain, ketua Yan Lou sedang bertarung dengan tetua Dong Wung.


Tetua Dong Wung yang mendapat kekuatan baru dari raja iblis, dengan mudah dapat mendesak ketua Yan Lou, hingga berkali-kali ketua Yan Lou harus terkena sabetan pedang dari ketua Dong Wung.


Tubuh ketua Yan Lou yang terluka di sana-sini, membuat gerakan nya agak sedikit melambat, dan makin terpuruk.


Di dekat ketua Yan Lou yang sedang bertarung, tampak tetua Mogi an tengah bertarung dengan beberapa pasukan iblis, bukan karena tetua Mogi an tak melihat ketua Yan Lou yang sedang terpuruk, tapi memang dia sengaja tak ingin membantu ketua Yan Lou.


Sudah sejak lama tetua Mogi an menginginkan kursi kepemimpinan tertinggi di klan Glasier, akan tetapi karena kalah dalam jumlah suara saat pemilihan ketua klan Glasier, akhirnya tetua Mogi an harus puas pada posisi wakil ketua di klan Glasier.


Pada saat tetua Mogi an melihat ketua Yan Lou dalam keterpurukan, karena bertarung dengan tetua Dong Wung, hati kecilnya tetua Mogi an pun berkata.


"Kali ini aku tak akan menolong mu lagi Yan Lou, kau telah menjadi ketua klan glasier selama bertahun-tahun, jika kau mati maka akulah yang akan menjadi pemimpin klan, dan memang seharusnya seperti itu, karena bertahun-tahun aku telah menyesali karena telah menolongmu waktu itu, jika kau mati diterkam serigala roh es saat itu, pasti sekarang ini akulah yang akan menjadi pemimpin klan bukan kau!!".


Di tempat lain...


Yan Lan kini telah menghadapi komandan iblis renhard, pedang roh iblis yang ada di tangannya terus memberi tebasan dan tusukan mematikan ke arah komandan iblis Renhard, komandan iblis Renhard yang diserang sebegitu hebatnya, langsung memberikan perlawanan dengan menangkis dan memberikan serangan balik yang tak kalah mematikannya.


"Aku secepatnya harus membunuh pemimpin pasukan iblis ini, agar seluruh pasukan iblis terkena dampak buruk dari kematian pemimpinnya, hanya itu yang bisa kulakukan dalam memukul mundur pasukan iblis ini," batin Yan Lan.


Yan Lan segera menebaskan pedangnya dua kali yang tertuju ke arah depan, maka terciptalah sinar putih yang berbentuk tanda silang, dan langsung melesat cepat kearah komandan Renhard berada.


Komandan Renhard yang melihat dua sinar putih berbentuk tanda silang menuju ke arahnya, dengan segera membalas serangan itu dengan menebaskan pedangnya dari samping ke arah depan, kearah dimana dua sinar putih berbentuk tanda silang yang sedang menuju kearahnya.


Serangan Yan Lan yang berbentuk dua sinar putih bertanda silang, beradu dengan bayangan pedang raksasa yang dilepaskan oleh komandan renhard.


Yan Lan terseret beberapa meter ke belakang, sementara komandan Renhard harus terhempas ke belakang, akibat efek dari gelombang kejut yang terjadi.


Komandan Renhard menatap tajam ke arah pemuda yang bertarung dengannya, tak disangkanya pemuda itu mempunyai kekuatan yang sangat kuat, yang membuatnya harus terhempas jauh ke belakang.


"Rumor tentang pemuda ini memang santer terdengar di istana iblis, ternyata rumor itu benar adanya karena aku telah merasakannya sendiri," batin komandan Renhard.


"Jika kau lebih kuat dariku, maka aku akan lebih kuat dari diriku yang sebelumnya," teriak komandan Renhard yang merasa malu akibat dipecundangi oleh seorang anak muda.


Komandan Renhard menelan pil berwarna merah, seketika itu juga tubuhnya berubah menjadi lebih besar dari sebelumnya, pandangan matanya pun semakin tajam dan berwarna semerah merah darah.


Dari kulitnya bermunculan sisik-sisik berwarna ungu yang mengeluarkan bau tak sedap, seketika bau nanah busuk langsung menyebar di udara, yang membuat aroma di sekitar tempat itu berubah menjadi menjijikan.


Lendir beracun menetes dari tubuh komandan Renhard, racun-racun itu seperti zat asam yang membuat apa pun yang tertimpah olehnya menjadi meleleh dan hancur.


Melihat perubahan bentuk di tubuh komandan Renhard, tak sedikitpun ada rasa takut di hati Yan Lan.


Komandan Renhard yang sudah berubah wujud menjadi monster yang menakutkan, dengan sangat ganas menyerang Yan Lan dengan kesepuluh jari tangannya yang mencuat kuku tajam yang sekeras baja, komandan Renhard tak memberi celah sedikitpun pada Yan lan untuk terus menghindar.


Disaat genting itu, Yan Lan menebaskan pedangnya kedepan, dan pada akhirnya pedang pembunuh iblis dan kuku jari tangan kiri sang komandan iblis saling berbenturan.


"Ackh ...," teriak komandan iblis Renhard karena kelima kuku jari tangan kirinya putus akibat berbenturan dengan pedang pembunuh iblis yang sangat tajam.


Melihat kuku jari tangannya putus, komandan iblis Renhard segera memutar tubuhnya seperti gasing, maka seluruh lendir yang berada di tubuhnya terpencar ke segala arah, yang membuat Yan Lan segera menciptakan segel pelindung untuk melindungi dirinya.


Yan Lan terkurung di dalam segel tabung ciptaannya, hingga semua lendir tak bisa mengenai tubuhnya.


Kerasnya percikkan lendir itu mampu menjangkau jarak sekitar 200 meter persegi, yang membuat seluruh pasukan iblis ataupun prajurit anggota klan yang terkena percikkan lendir itu berteriak histeris.


Tak hayal lagi mereka semua seketika ambruk ketanah, karena bagian tubuh yang terkena percikan lendir langsung berlobang, dan racun ganas langsung bereaksi di area lobang yang terkena percikkan lendir dari tubuh komandan Renhard.


Setelah puas berputar-putar, komandan iblis Renhard menghentikan gerakannya, dan kembali tak percaya dengan apa yang dilihatnya, ketika pasukannya dan anggota prajurit klan Glasier terkena serangan lendir beracunnya dan tumbang ke tanah, pemuda yang menjadi lawan bertarungnya terlihat masih segar bugar tanpa adanya cedera sedikitpun.


"Kurang ajar dia belum juga mati!! tak kusangka dia mampu menghindari serangan lendir beracun ku!!" bisik komandan Renhard.


Kali ini ini Komandan Renhard benar-benar marah, dia pun mengeluarkan semua kekuatan iblis yang ada padanya.


Seluruh tubuhnya kini diselimuti aura hitam gelap, kedua telapak tangannya mengeluarkan kabut hitam yang sangat menindas.


Kabut hitam itu bergulung-gulung makin lama makin hitam pekat, kemudian makin lama makin berubah menjadi asap hitam yang di dalamnya terdapat petir petir kecil dan bergemuruh.


Kedua asap hitam yang berada di dalam telapak tangan komandan iblis Renhard, segera disatukan yang membuat asap hitam itu semakin tebal dan besar, petir yang ada di dalamnya pun mengikuti besarnya asap hitam yang ada di tangan komandan iblis Renhard.


Tak lama kemudian, teriakan nyaring keluar mulut komandan iblis Renhard.


"Hia...aa...a!!"


Asap hitam langsung mengarah ke arah Yan Lan berada, Yan Lan yang sudah siap dengan serangan dari komandan iblis Renhard, langsung menebaskan pedangnya dari atas kebawah sisi kanannya.


Sabetan jarak jauh dari pedang pembunuh iblis mengarah pada gelombang asap hitam.


Secarik cahaya putih yang terbentuk dari api inti surgawi, dengan cepat menghantam gelombang asap hitam yang di keluarkan oleh komandan iblis Renhard.


"Duar..!! Duar..!! Duar..!!"


Ledakan susul menyusul terjadi, saat api inti surgawi memecahkan gelombang asap hitam, yang membuat area sekitar tempat itu bergetar hebat.


Api inti surgawi terus melesat hingga membelah tubuh komandan iblis Renhard menjadi 2 bagian.