
Di dalam istananya yang megah raja iblis Zargon merasakan jika sesuatu telah terjadi pada putranya, dia pun mencari tahu apa yang telah menimpa putranya, karena kristal kehidupan yang dimiliki oleh putranya, kian meredup.
Dengan kekuatan yang dimilikinya, raja iblis Zargon segera mencari tahu keberadaan sang putra. Dan pada akhirnya dia pun mengetahui jika putranya kini berada di alam bawah, tempat bangsa iblis terdahulu bertempat tinggal.
Bersama 2 jendralnya raja iblis Zargon berangkat menuju alam bawah, di sana dia mendapati putranya tengah terbaring lemah karena luka-luka yang dideritanya.
"Apakah anak muda yang bertarung dengan putraku ini begitu sangat kuat, sehingga dia mampu untuk melukai putraku sampai seperti ini," batin raja iblis.
Raja iblis Zargon segera membawa putranya ke suatu tempat yang berada di alam bawah.
Dengan kekuatan yang dimilikinya raja Zargon membuka portal tempat di mana kekuatan abadi raja iblis tersimpan.
"Aku tak akan membiarkanmu mati putraku, aku akan memberikan keabadian ku kepadamu, agar kau bisa selamat dari luka-luka mu ini," ucap raja iblis Zargon.
Azuma dibaringkan di sebuah altar, dimana sekeliling altar terdapat empat tiang batu berwarna hitam kelam. Raja iblis pun mundur beberapa langkah ke belakang, tiba-tiba saja tubuh pangeran iblis Azuma terangkat ke atas, dan keempat batu berwarna hitam kelam itu mengeluarkan asap hitam, dan langsung terserap ke dalam tubuh pangeran iblis Azuma.
Tak lama berselang teriakan keras keluar dari mulut pangeran iblis Azuma, dan seketika Azuma kembali pulih seperti sedia kala, diapun menapakkan kaki di lantai altar dan menatap tajam ke arah raja iblis Zargon.
Tanpa banyak tanya pangeran iblis Azuma langsung menyerap aura hidup dari raja iblis Zargon, yang membuat raja iblis zargon menahan amarah yang memuncak pada putranya.
"Apa yang kau lakukan, lepaskan belenggu ini!! aku bisa mati jika kau menyerap aura hidupku!!, ingat putraku, aku telah menyelamatkanmu dari kematian mengapa kau membalas ku dengan seperti ini, aku ayahmu Azuma!!" teriak raja iblis Zargon.
"Ayah...!!" walaupun keabadian telah kau berikan padaku tapi semua itu belum cukup, kekuatanku masih belum sanggup untuk menandingi kekuatan besar yang dimiliki Yan Lan, dengan menyerap semua kekuatan yang kau miliki, baru aku bisa menandingi Yan Lan, dan aku menginginkan kekuatan besar yang ada padamu itu ayah!!" jawab Azuma.
"Aku salah sudah membesarkan mu selama ini Azuma, jika aku tahu kau akan seperti ini, tentunya sudah sedari dulu aku membunuhmu!!" teriak raja iblis Zargon.
"Ha..ha..ha..., tenang ayah, semua cita-citamu untuk menguasai semua benua yang ada di bumi ini, akan segera terwujud, dan aku pun akan mengembalikan kejayaan bangsa iblis di mata para Dewa, pengorbananmu takkan sia-sia ayah!!?" ucap Azuma dan semakin kuat menyerap aura hidup dari raja iblis Zargon.
Tubuh raja iblis Zargon perlahan lahan menghilang, dengan keluarnya semua aura hidup yang dimilikinya ke tubuh pangeran iblis Azuma.
"Ha..ha..ha.., kekuatanmu sungguh besar ayah!! aku dapat merasakannya di dalam tubuhku, dan kau Yan Lan!!, aku akan membalaskan kekalahan ku suatu hari nanti," ucap pangeran iblis Azuma dan melangkah pergi menuju ke arah 2 jendral iblis yang datang bersama raja iblis Zargon.
Kedua jenderal iblis yang melihat ke datangan Azuma, langsung berlutut dan memberi hormat.
"Jendral Digeon dan jendral Sil Gon, Aku ingin kalian mengumumkan pada semua bangsa iblis, jika aku sekarang merupakan raja iblis yang menggantikan ayahku raja iblis Zargon, yang telah menghilang untuk selama lamanya, dan aku ingin kalian berdua membawa para petinggi dan prajurit terbaik iblis, untuk kembali membuat alam bawah sebagai pusat kerajaan iblis," ucap Azuma.
Baik yang mulia, kami segera melaksanakan perintah yang mulia raja iblis Azuma," ucap kedua jenderal besar kerajaan iblis.
Kedua jendral itu pun menghilang dari hadapan raja iblis Azuma, untuk melaksanakan perintah raja baru mereka.
Akhirnya raja iblis Azuma kembali membangun alam bawah menjadi tempat para bangsa iblis berpusat.
Raja iblis Azuma membangkitkan kembali para pasukan iblis terbaiknya, dan mempersiapkan pasukan iblis yang telah dibangkitkan olehnya untuk kembali menyerang nirwana.
Raja iblis Azuma menempatkan jendral iblis Diegon, untuk membentuk pasukan iblis agar dapat menguasai benua permata hijau.
Sementara di benua semesta biru, dia menempatkan jendral iblis Sil Gon agar dapat melanjutkan rencananya dalam menguasai benua besar itu.
*****
Setelah pertempuran yang meluluhlantakkan kota kristal es, perbaikan kembali dilakukan oleh ketua Yan Lou beserta para bangsawan pemimpin kota, dan juga saudagar-saudagar kaya yang berada di tempat itu.
Kota kristal es kembali pulih seperti sedia kala, aktivitas yang beberapa waktu yang lalu berhenti, kini berjalan seperti sedia kala.
Sementara itu Yan Lan berhasil pulih dari luka luka pertarungannya, akibat bertarung dengan pangeran iblis Azuma di dalam pagoda 9, pemulihan luka-lukanya itu dibantu oleh para leluhur yang berada di pagoda 9.
Suatu hari di kediaman ketua klan Glasier, saat dimana Yan Lan dan anggota keluarga ketua Yan Lou sedang berkumpul, mereka membahas tentang kesiapan Yan Lan untuk menikahi Yan Ling.
"Lan er, hubunganmu dengan pitriku telah berjalan lama semenjak kau masih kecil, dan orang yang dicintai putriku hanya kamu seorang, aku ingin kau segera menikahinya," ucap ketua Yan Lou.
Yan Ling yang berada di tempat itu hanya bisa tertunduk, akan tetapi di dalam hatinya menunggu kepastian jawaban Yan Lan dari perkataan ayahnya.
"Kami semua berharap jika kau mau menikah putriku ini Lan er, karena kami yakin kau mampu untuk melindungi Yan Ling di dalam hidupmu," ucap Lian ren.
Yan Lan terdiam, ada banyak hal yang ada di dalam pikirannya saat ini, termasuk wanita yang bernama Yun er yang juga telah dijanjikan untuk dinikahi olehnya, akan tetapi dia tak bisa menolak keinginan dari ketua Yan Lou dan istrinya Lian ren, yang telah banyak berjasa dalam kehidupannya, selain itu dia juga sangat menyayangi Yan ling.
"Baik!! aku akan menikahi Yan Ling," ucap Yan Lan.
Seketika itu suasana hati Yan Ling begitu sangat bahagia, begitu pula dengan keluarga besarnya mendengar perkataan dari Yan Lan.
"Jika begitu aku akan mencari hari baik untuk pernikahan kalian," ucap Ketua Yan Lou.
Di malam itu juga, datang utusan dari ke kaisaran Giok yang membawa sebuah surat dari sang kaisar.
Surat itu ditujukan bagi ketua Yan Lou dan juga Yan lan, agar dapat datang ke istana ke kaisaran giok untuk memenuhi undangan kaisar Giok.
Ketua Yan Lou memutuskan akan berangkat ke istana giok besok pagi, dan untuk pernikahan Yan Lan dan Yan Ling, akan diselenggarakan setelah kepulangan dari istana Giok.
Setelah berpamitan dengan keluarganya, Yan Lan dan Yan Lou berangkat ke kaisaran Giok, dengan menggunakan seekor elang raksasa yang telah dijinakkan.
Diatas elang raksasa Yan Lan tiba tiba merasakan adanya aura dari kelima sahabatnya, yang berada dibawah hutan lebat yang dilalui oleh elang raksasa tunggangannya.
"Paman dapatkah kita berhenti sejenak di bawah sana, karena ada hal penting yang harus kulakukan di sana," ucap Yan Lan.
"Apa yang ingin kau lakukan di sana Lan er?, perjalanan kita ke kaisaran Giok masih jauh, jika itu tak begitu penting lebih baik kita secepatnya pergi ke ke kaisaran Giok," jawab ketua Yan Lou.
"Itu sangat penting paman karena aku akan menemui seseorang disana," jawab Yan Lan singkat.
Akhirnya ketua Yan Lou mengikuti keinginan Yan Lan untuk menghentikan perjalanan mereka sesaat, dan menuju ke arah di mana Yan Lan akan kesana.
Ketua Yan Lou tak merasakan kehadiran seseorang di sana, matanya pun terus meneliti keadaan hutan yang lebat dengan pepohonan.
"Lan er disini tak ada seseorang, siapakah yang akan kau temui di sini?" tanya ketua dua Yan Lou.
"Tunggulah paman aku akan memanggil sahabatku di tempat ini," jawab Yan Lan.
Yan Lan segera mengaktifkan kontrak darah dengan kelima sahabatnya, dan tak lama kemudian kelima sahabat Yan lan pun muncul dihadapan Yan Lan.
Mereka berlima begitu bersukacita melihat keadaan Yan Lan yang masih hidup, mereka pun saling berpelukan karena merasa bahagia bisa berkumpul kembali.
Tiba tiba elang raksasa mengudara melihat adanya Jatayu di tempat itu, melihat hal itu mereka berenam tertawa terbahak-bahak, beda dengan ketua Yan Lou yang merasa kesal karena elang yang akan membawa mereka ke kaisaran Giok telah pergi, dan tak mau kembali lagi.
"Sudahlah paman nggak usah kau pikir elang yang terbang itu, kita pasti akan bisa ke kaisaran Giok tanpa bantuan elang raksasa itu," ucap Yan Lan.
"Bagaimana bisa kita kesana tepat waktu Lan er, sementara elang yang akan membawa kita pergi ke sana telah meninggalkan kita di sini, tak mungkin jarak yang sebegitu jauh akan ditempuh dengan berjalan kaki," jawab ketua Yan Lou.
Itu tak usah paman pikirkan, yang jelas kita akan dapat pergi ke istana Giok tepat waktu," ucap Yan Lan.
Ketua Yan Lou hanya diam, walaupun dalam diamnya dia masih merasa kesal karena elang tunggangannya telah pergi jauh, kali ini ketua Yan Lou lebih memilih tak berdebat dengan Yan lan.
Setelah puas bercerita dan bercengkrama dengan kelima sahabatnya, akhirnya Yan Lan memutuskan untuk segera berangkat menuju ke kaisaran Giok.
Ketua Yan lao terkejut, dan mundur beberapa langkah kebelakang, melihat salah seorang pemuda dari lima pemuda sahabat Yan Lan, berubah menjadi burung raksasa, dan semakin terkejut lagi ketika ketua Yan Lou menyadari jika burung raksasa itu merupakan binatang surgawi.
"Ayo paman naik lah, kita akan segera berangkat," ucap Yan Lan.
"I..i..ia..!!" ucap ketua Yan Lou gugup.
Setelah semuanya naik ke punggung Jatayu, dengan cepat Jatayu mengudara dan pergi menuju ke kaisaran giok berada.
Ketua Yan lou begitu terkejut melihat kecepatan terbang burung raksasa itu, hingga dia harus berpegangan dengan kuat di atas punggung Jatayu, agar tak terhempas oleh angin yang berada di atas udara.
Dalam sekejap mereka pun tiba di istana giok, rombongan itu pun disambut dengan hangat di istana yang megah itu, ternyata di sana telah berkumpul para ketua maupun wakil ketua 12 klan yang duluan tiba di tempat itu.
Di sebuah ruangan yang besar dan megah, kaisar Giok memimpin langsung pertemuan itu, berbagai hidangan beraneka ragam dan minuman anggur terbaik di istana telah berada di meja masing-masing orang.
"Yan Lan..!! apakah engkau mengetahui siapakah sebenarnya Azuma itu?" tanya kaisar Giok tiba tiba.
"Yang mulia setahuku Azuma itu merupakan salah satu iblis yang akan menguasai ke kaisaran giok dan 12 klan yang ada, dia sengaja ke benua permata hijau untuk mencari tau seberapa kuat para kultivator muda yang bermukim di benua permata hijau ini," jawab Yan Lan.
"Salah satu katamu!!? jika memang demikian berarti para iblis itu mempunyai pasukan seperti halnya di istana Giok? "tanya sang kaisar.
"Benar yang mulia, kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi pertempuran yang besar dengan para iblis, maka sedari itu kita harus mempersiapkannya mulai dari sekarang," jawab Yan Lan.
Semua pembahasan telah di sepakati bersama, dan di putuskan bagi para pemuda di setiap klan akan di latih menjadi prajurit penunjang di istana Giok.
Di akhir pertemuan, sang kaisar menyatakan keinginannya pada Yan Lan.
"Hari ini merupakan hari bahagia karena terpilihnya Yan Lan sebagai juara turnamen, sedari itu aku akan menghadiahkan hadiah besar padanya, dan juga aku berkeinginan untuk menjadikan Yan Lan sebagai suami dari putriku Xing Xia Lin," ucap sang kaisar.
Ucapan sang kaisar seperti petir menggelegar di telinga ketua Yan Lou dan Yan Lan, mereka tak menyangka jika sang kaisar akan mengatakan hal itu di pertemuan besar ini.
Seketika ucapan selamat kepada Yan Lan, terucap dari mulut semua orang yang berada ada di dalam ruangan itu, akan tetapi Yan Lan menolak ucapan dari semua orang yang berada di dalam ruangan itu.
Yan lan berdiri dari duduknya, dan memberi hormat kepada sang kaisar.
"Maaf Yang mulia, bukannya aku menolak permintaan yang mulia, akan tetapi saat ini aku telah bertunangan dengan putri ketua Yan Lou dan sebentar lagi akan melakukan pernikahan," ucap Yan Lan.
"Kurang ajar!!, berani sekali kau menolak titah yang mulia!!" teriak salah satu jenderal tertinggi istana yang berada di dalam ruangan itu. Dia adalah jenderal Ming Tian yang merupakan jendral utama ke kaisaran Giok.
Mendengar ada yang memaki Yan Lan dengan sedemikian rupa, kelima sahabat Yan Lan yang juga berada di dalam ruangan itu segera berdiri.
"Kami tak rela jika kau memaki tuan muda kami!! jika sekali lagi kau memaki tuan muda kami, aku sendiri yang akan merobek mulut kotormu itu!!" ucap Leo.
Seketika ruangan itu menjadi panas karena perselisihan antara jenderal utama istana giok, dan kelima sahabat Yan Lan.
Melihat hal itu pangeran Xing Yin yang merupakan putra mahkota dari istana giok, langsung murka, dia tak rela jika jenderal Ming Tian yang merupakan ayah kandung dari istrinya Ming yu diperlakukan seperti itu di depan para tamu undangan.
Dia pun menyuruh para prajurit istana untuk menangkap kelima sahabat Yan Lan, agar dijebloskan ke dalam penjara istana.
Puluhan prajurit istana langsung menyerang kelima sahabat Yan Lan, akan tetapi sekali kibasan tangan dari Biyao membuat puluhan prajurit istana terhempas menabrak dinding dan mati seketika .
Melihat hal itu sang kaisar menjadi murka karena kelima sahabat Yan Lan, tak mempunyai tata krama dan sangat arogan.
"Yang mulia bukannya kelima sahabatku ini ingin menentang yang mulia, mereka hanya membelaku dari orang yang ingin menindasku!!" ucap Yan Lan sambil melirik ke arah Jendral Ming Tian.
"Jenderal aku tak ingin memperkeruh suasana, aku hanya tak ingin menerima jika putri yang mulia kaisar menjadi istriku. Karena tak ada yang dibahas lagi kami mohon diri!!" ucap Yan Lan sambil melangkahkan kaki untuk meninggalkan tempat itu.
"Jangan biarkan mereka pergi dari sini!!, prajurit tangkap mereka semua!!" teriak jendral Ming Tian.
Ratusan prajurit langsung mengepung yan Lan dan para sahabatnya, Jendral Ming Tian pun tak tinggal diam dia pun melesat ke arah Yan Lan.
"Kalian semua akan aku tangkap dan akan dihukum seberat-beratnya karena telah menghina pejabat istana Giok," ucap jendral Ming Tian.
Cobalah jika kau bisa menangkap kami, dan jangan salahkan kami jika istana ini kami hancurkan," jawab Leo.
bersambung