PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kembali pulih


Saat pertarungan terjadi, Yan Lan sedikit heran dengan apa yang dilakukan oleh ular kobra api yang seperti tak begitu bernafsu untuk menyerangnya, dan cendrung menghindar dari pertarungan dengannya.


"Mengapa ular ini tak ingin bertarung langsung denganku, serangannya pun seperti ingin menakut-nakuti saja dan lebih memilih untuk menghindarkan diri dengan menyelam masuk kedalam ke dalam lautan lahar api ini, aku merasakan ada sesuatu hal yang akan dilakukannya mengingat ular kobra api yang lainnya tak ada bersamanya," batin Yan Lan.


Apa yang di pikirkan Yan Lan benar benar terbukti, seketika ular kobra melesat ke udara dan berubah menjadi sosok penyihir yang membawa tongkat berkepala ular kobra di tangannya, penyihir itu seketika menghilang seiring berubahnya lautan lahar menjadi padat.


Aku rasa mereka telah merencanakan hal ini, aku harus segera waspada mengingat alam ini merupakan alam buatan para penyihir itu.


Yan Lan segera memasang 6 buah segel kegelapan di sekitarnya dan siap untuk diaktifkan, dan juga memasang segel di langit yang tanpa terlihat oleh kedua penyihir, segel itu merupakan segel yang pernah dipakai Yan Lan dalam menghancurkan Kerajaan puncak langit beberapa waktu yang lalu.


Tiba tiba dua orang penyihir yang berada di atas punggung bangau raksasa berteriak dan mengejek Yan Lan dengan tawanya.


"Ha...ha...ha...Anak muda!! coba kau lihat di sekitarmu, mereka adalah orang-orang dan binatang roh yang pernah tewas di tempat ini, mereka sengaja kubangkitkan untuk menghadapi mu, dan mereka semua sekarang ini akan mengejar dan memburumu sebagai musuh abadi dari mereka semua, dan dengan satu perintahku maka mereka semua akan mulai memburu mu!!" ucap Lewong dengan tawa yang terus menggema di setiap ucapannya.


"Apakah hanya itu kekuatan yang kau banggakan, aku tak melihat sedikitpun kekuatan yang mampu membuatku terkejut, Apa yang kau perlihatkan padaku hanyalah sebuah mainan anak-anak yang tak mempunyai kualitas sama sekali," jawab Yan Lan.


Mendengar perkataan Yan Lan, membuat Lewong geram, dengan sekali hentakan tangannya ke depan maka jiwa-jiwa yang telah dibangkitkannya langsung menyerang ke arah Yan Lan dengan ganas.


Melihat hal itu, Yan Lan langsung mengaktifkan segel kegelapan yang sebelumnya telah dipasangnya, maka ke enam segel itu langsung aktif dan membentuk sebuah tabung yang masing-masing segel memuntahkan tengkorak tengkorak putih dari dalamnya.


Ribuan tengkorak putih itu langsung melesat cepat dan akan menabrakkan diri mereka ke binatang roh, serta orang-orang yang akan menyerang Yan lan, yang membuat para kultivator dan binatang roh itu mengurungkan niatnya dan memilih untuk bertahan.


Prajurit tengkorak putih terus keluar dari dalam segel dan semakin bertambah banyak jumlahnya, mereka terus memaksa untuk menabrakkan diri mereka kearah jiwa jiwa yang telah bangkit.


Akan tetapi jiwa jiwa yang dahulunya merupakan para kultivator dan para binatang roh yang mempunyai kekuatan di atas rata rata, mampu menghindari serangan tengkorak putih dengan menghantamkan kekuatan mereka kearah prajurit tengkorak putih, hingga terjadi ledakan beruntun yang menggetarkan area sekitar.


"Kurang ajar..!!, dari mana dia mempunyai kekuatan segel seperti itu, jika terus begini maka jiwa-jiwa itu takkan mampu untuk menembus pertahanan yang dibuat oleh pemuda itu, kita harus segera membantu jiwa-jiwa yang telah kubangkitkan itu kak Lewang, jika tidak maka hal itu akan membuat jiwa jiwa itu kehabisan energi karena pertarungan dan usaha kita untuk membunuhnya akan menjadi sia-sia," ucap Lewong.


"Baik adik, kita berdua akan membantu jiwa jiwa itu dengan menghancurkan segel yang dibuatnya, kau hancurkan segel itu dari bawah tanah dan aku akan menyerangnya dari udara," jawab Lewang.


"Baik kak Lewang!!" ucap Lewong singkat.


Lewong lemparkan tongkatnya ke tanah, maka terbentuklah ular kobra raksasa, dengan segera Lewong menyatukan dirinya dengan ular kobra raksasa yang berasal dari tongkat pusaka nya.


Sementara itu dengan menggunakan tongkat pusaka nya, Lewang yang berada di udara memberikan serangan dengan menusukkan tombaknya ke arah Yan Lan.


Berkali-kali cahaya seperti laser keluar dari mata ular kobra yang berasal dari tongkat yang ada dalam genggaman Lewong, dengan daya ledak yang mampu untuk menghancurkan batu sebesar rumah, tapi usaha Lewang selalu gagal, di karenakan tengkorak putih selalu menghalangi serangan nya dalam menyerang Yan Lan, akibatnya Lewang hanya dapat menghancurkan tengkorak tengkorak putih yang mencoba untuk menyerangnya balik dirinya.


Sementara itu, Yan Lan terus melakukan penyerapan Qi dan kini Yan Lan telah berhasil menyerap Qi alam di tempat itu hingga 95 persen.


"Qi di tubuhku telah mencapai 95%, sudah saatnya aku menghancurkan kalian semua, sekarang aku bisa menggunakan mata langit, dua inti api yang kumiliki dan golok pembunuh semesta kembali," batin Yan Lan.


Hingga pada satu titik Yan Lan di kejutkan dengan sebuah kejadian di mana seluruh segel yang memuntahkan tengkorak tengkorak putih miliknya, rata dengan tanah oleh serangan ular kobra raksasa dari bawah tanah yang langsung membuat keenam segelnya hancur berantakan, hingga tengkorak tengkorak putih itupun menghilang dari pandangan mata.


Hal itu membuat jiwa jiwa yang dibangkitkan oleh penyihir Lewong kembali dapat dengan mudah menuju ke arah Yan Lan berada.


Yan Lan yang telah mendapatkan kekuatan nya kembali, dengan penuhnya Qi di dalam tubuhnya, langsung melepaskan inti api neraka dan inti api surgawi ke angkasa, serta mengaktifkan segel yang telah dipasangnya sedari tadi.


Lewong yang telah merubah dirinya kembali menjadi sosok manusia, tertawa keras melihat hancurnya segel yang mengeluarkan tengkorak tengkorak putih dari dalamnya, dan merasa jika pemuda yang menjadi musuh tarungnya akan binasa oleh jiwa-jiwa yang telah dibangkitkannya.


"Bagus adik kau telah menghancurkan segel segel itu, dan saatnya kita menyaksikan terbunuhnya pemuda itu untuk membayar utang nyawa kedua adik kita yang tewas di tangannya," ucap Lewang.


"Kau benar kakak Lewang, kini giliran kita untuk menyaksikan kematiannya, setelah dia tewas oleh jiwa-jiwa yang telah ku bangkitkan maka aku akan mengambil jiwanya, dan akan ku gunakan jiwa itu sebagai pengawal bahkan sebagai budakku karena pemuda itu mempunyai kekuatan yang sangat besar, jawab Lewang.


"Kau pantas mendapatkan kekuatan besar dari pemuda itu adik, akan lebih baik lagi jika kau menyerap semua kekuatan dan tehnik yang ada padanya, agar kekuatannya bisa menjadi milikmu dan kau akan menjadi semakin kuat, aku juga akan membantumu dalam melakukan penyerapan itu," ucap Lewang.


"Trimakasih kakak," jawab Lewong singkat.


Tiba tiba dan tanpa disangka-sangka oleh kedua penyiar itu, alam sihir darah miliknya tiba-tiba bergejolak dan berubah menjadi panas, kedua penyihir itu dengan segera mencari tahu asal dari sumber panas yang semakin lama semakin bertambah kuat panasnya.


Dan betapa terkejutnya kedua penyihir itu setelah melihat ke angkasa, di sana terdapat bulatan segel besar dengan simbol-simbol huruf aksara di dalamnya.


"Perlawanannya ternyata belum berakhir kak Lewang, pemuda itu sepertinya mempunyai banyak teknik mematikan yang di milikinya, kita harus keluar dahulu dari jangkauan segel yang telah mengurung kita, karena hatiku begitu sangat gelisah memikirkannya," ucap Lewong.