PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Di keroyok


Ketua Hyo jin melangkahkan kakinya mendekati Yan Lan, anggapan buruk yang selama ini mendera pemuda itu berubah menjadi rasa segan di mata ketua Hyo jin.


"Lan Yan aku meminta maaf karena telah meremehkan dan membuat mu tersinggung karena tuduhan buruk terhadapmu, aku berjanji akan membersihkan kembali nama baikmu di mata para kultivator di benua permata hijau," ucap ketua Hyo jin.


"Aku kan membuat dirimu menjadi murid utama di dalam pagoda 9, dan aku berjanji akan menyelidiki kembali kasus kecurangan yang di lakukan oleh tetua di dalam pagoda 9," ucap ketua Hyo jin kembali.


"Baguslah jika anda ingin menyelidiki kasus kecurangan di dalam ujian tes itu, dan aku tak ada minat lagi untuk menjadi murid pagoda 9 meskipun untuk menjadi murid utama," jawab Yan Lan.


Ketua Qi Guo merasa geram karena ketidak sopanan Yan Lan saat berbicara pada pemimpin puncak pagoda 9.


Segera ketua Hyo jin meredakan amarah ketua Qi Guo dengan memegang pundaknya.


"Tak pantas bagiku menjadi murid disini, karena aku lebih pantas menjadi ketua bayangan di dalam pagoda 9, yang bisa berbuat apa pun sesuka hati ku," ucap Yan Lan.


"Kau jangan melonjak anak muda!! walaupun kau telah mengalahkan ketua Hyo jin dalam melakukan pemurnian pil, bukan berarti kau bisa seenak perutmu ingin berlaku tidak sopan pada kami para petinggi pagoda 9," teriak ketua Feng Yin.


Ketua Feng Yin yang biasanya sabar dan bijaksana, akhirnya tersulut amarahnya dengan perkataan Yan Lan barusan.


Dengan tangan di belakang Yan Lan berjalan ke arah para petinggi pagoda 9 itu.


"Aku akan buktikan jika aku pantas menjadi ketua bayangan sini, dan kalian berdua harus menghormati ku seperti kalian menghormati ketua Qi Guo," ucap Yan Lan kembali.


"Lancang!! kau memang pemuda yang tak bisa di kasih hati, sedikit saja di beri hati kau langsung melonjak ingin terbang setinggi langit," ucap Qi Guo yang langsung menyerang Yan Lan dengan tangan kosong.


"Tahan ketua Qi Guo..!!" teriak ketua besar Hyo jin yang di sertai dengan penyaluran tenaga dalam.


Ketua Qi Guo yang terlanjur di liputi amarah yang sudah tak terbendung lagi, tetap menyerang Yan Lan dengan bertubi tubi.


"Aku akan memberikan pelajaran yang tak akan kau lupakan seumur hidup mu, karena telah merendahkan kami," teriak ketua Qi Guo.


Tetua Feng Yin yang ingin membantu ketua Qi Guo dalam meringkus Yan Lan, segera di tahan oleh ketua Hyo jin.


"Biarkan saja ketua Qi Guo yang bertarung melawan Lan Yan, kita lihat saja dari sini, aku juga ingin melihat sampai di mana tingkat kekuatan anak muda itu," ucap ketua Hyo jin.


"Baik ketua!!" jawab tetua Feng Yin.


Pertarungan terus berlanjut dengan sangat sengit, di mana masing masing kultivator melakukan serangan serangan yang sangat berbahaya dan dapat melumpuhkan lawannya.


"Mengapa pemuda ini dapat mengimbangi semua serangan yang ku arahkan padanya, sementara tingkat kultivasinya hanya sebatas Qi awan bintang 1 saja," batin ketua Qi Guo.


Ketua Qi Guo kembali menyerang Yan Lan dengan tehnik tangan kosong yang di milikinya.


"Ternyata pembentukan tulang sebagai pondasi yang ku lakukan waktu itu, memberikan ku banyak sekali keuntungan, dimana kecepatan dan kekuatanku berpuluh puluh kali lebih kuat dari sebelumnya," batin Yan Lan.


"Walaupun aku kalah tingkat kultivasi denganmu ketua Qi Guo, akan tetapi dengan tehnik yang ku miliki sekarang, aku pasti bisa untuk mengalahkanmu," batin Yan Lan kembali.


Ketua Qi Guo tiba tiba saja melayang ke udara dan menuju kearah Yan Lan berada, dengan jari jari membentuk cakar di tangan kanannya.


"Serigala meteor petir" teriak ketua Qi Guo.


Dengan sekuat tenaga Yan Lan menangkis serangan dari Qi Guo yang merupakan kultivator dengan kultivasi Qi alam bintang 1 dengan tehnik "Rasi 4 naga" yang di kuasainya.


"Duar..!!"


Yan Lan terhempas beberapa meter kebelakang ke belakang, dari sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


Sementara ketua Qi Guo sendiri mundur satu langkah kebelakang dan merasakan tangan kanannya mati rasa.


"Tak mungkin anak muda ini hanya mempunyai kultivasi Qi awan bintang 1, aku merasakan kekuatannya seperti seorang kultivator di tingkat Qi saint bintang 2," batin Qi Guo.


Qi Guo yang melihat Yan Lan telah bangkit berdiri, langsung menyerangnya kembali.


"Petir penghancur gunung" teriak Qi Guo kembali.


"Kau benar benar ingin membunuhku ketua Qi Guo, jangan salahkan aku, jika aku pun bisa melakukan hal yang sama padamu," batin Yan Lan.


Yan Lan segera mengaktifkan mata langitnya.


"Gerbang ruang dan waktu" batin Yan Lan.


Yan Lan sangat jelas melihat serangan tapak kanan ketua Qi Guo yang mengandung kekuatan petir yang maha dasyat, di mana kekuatan mematikan itu mengarah padanya.


Dengan tehnik gerbang ruang dan waktu Yan Lan berhasil menghindari serangan petir yang mengarah padanya, dan tiba tiba Yan Lan sudah berada di samping tubuh ketua Qi Guo.


Dengan sekuat tenaga Yan Lan menendang tubuh ketua Qi Guo dengan keras, hingga ketua Qi Guo harus mencium lantai ruangan yang di pijaknya.


Tak sampai disitu, Yan Lan kembali mengeluarkan "*T**ehnik kaisar bumi*," yang telah di kuasainya.


Ke anehan terjadi, tiba tiba saja muncul tanah yang sangat keras dari bawah lantai seperti tinju yang menghempaskan tubuh Qi Guo ke atas.


"Ackh...!!" teriak Qi Guo yang merasakan tubuhnya remuk terhantam tanah keras yang membentuk sebuah tinju yang melebihi ukuran tubuhnya.


Tetua Feng Yin yang melihat ketua Qi Guo dalam bahaya segera membantunya, ketua Feng Yin menyerang Yan Lan secara tiba tiba dengan tinju "Amukan banteng" yang merupakan salah satu tehnik andalannya.


Yan Lan yang di serang dengan tiba tiba membuatnya kembali terhempas kebelakang dengan luka dalam yang cukup parah.


"Licik...!!, aku tak menyangka petinggi pagoda 9 bisa berbuat hal yang sangat tidak terpuji dan memalukan seperti ini, ha...ha...ha ..kalian memang manusia manusia palsu yang berdiam di dalam pagoda 9," teriak Yan Lan sambil memegangi dadanya yang sesak.


Kini ketua Hyo jin yang tersulut amarahnya.


"Kau memang pantas untuk di lenyap kan Lan Yan, jika kau di biarkan hidup akan menjadi bumerang karena ke arogan nan mu di masa depan," ucap ketua Hyo jin.


Tangan kanan ketua Hyo jin memancarkan cahaya oranye yang sangat terang, dengan sekali hentakan, tangan kanan Hyo jin sudah bersarang di tubuh Yan Lan.


Yan Lan terhempas kebelakang dengan tubuh yang menabrak dinding ruangan, dinding itupun hancur tertimpa tubuh Yan Lan.