PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Yan Lan vs titisan Dewa iblis


Di area pertarungan suhu udara meningkat drastis, api inti neraka yang suhunya begitu sangat luar biasa panasnya terus melesat pergi kearah Erlang Mo, yang membuat Erlang Mo mundur dengan melayang di udara dan menghentakkan kedua telapak tangannya kedepan, maka tujuh sosok menyeramkan keluar dari dalam tubuhnya.


Ketujuh sosok itu adalah para Dewa Kuno iblis, dari alam kegelapan. Dengan menyatukan kekuatannya, ketujuh Dewa iblis kuno langsung membentuk bola raksasa berwarna merah darah, dan dengan menggunakan kekuatan Dewa mereka, bola berwarna merah darah itu langsung menyambut datangnya bola api inti neraka dan...


Boom...!!


Ledakan dasyat terjadi yang mengakibatkan hutan lebat di bawah mereka menjadi rata dengan tanah radius 10 kilometer. Yan Lan menatap dingin kearah Erlang Mo dengan tujuh dewa kuno yang masih melayang di udara.


"Yan Lan..!!! tak kusangka kau masih bisa berdiri di depanku setelah benturan energi ini, dan kurasa setelah ini aku akan melihat kehancuranmu," ucap Erlang Mo.


"Ha..ha..ha..!! kau hanya membuatku tertawa Erlang Mo, mulut besar mu tak seperti apa yang terjadi di pertarungan ini, coba kau buktikan apakah kau bisa menghancurkan ku!?" tantang Yan Lan.


"Aku akan buktikan jika aku bisa menghancurkan mu Yan Lan...!!!" teriak Erlang Mo dengan menghantamkan tinjunya kerah Yan Lan.


Seketika itu, gelombang aura gelap langsung mengarah ke arah Yan Lan berada, tinju yang dilontarkan Erlang Mo mengandung kekuatan energi tingkat tinggi, tujuh sosok dewa kuno iblis langsung membentuk dirinya menjadi tujuh buah tombak yang kini melesat ke arah Yan Lan, seiring dengan gelombang pukulan tinju yang diarahkan ke Yan Lan.


Melihat hal itu, Yan Lan segera memecah inti api neraka menjadi tujuh bagian dan tinju di tangan kanan Yan lan, kini telah dialiri inti api surgawi yang menyala putih terang.


Yan Lan menyongsong tinju yang dilepaskan oleh erlang Mo dengan tinjunya sendiri yang telah dialiri energi inti api surgawi, yang membuat suasana di tempat terjadinya pertarungan semakin mencekam hebat.


Inti api neraka yang telah terpecah menjadi tujuh bagian, melesat cepat menuju ke arah ke tujuh Dewa kuno iblis yang telah merubah dirinya menjadi tujuh buah tombak, yang mengeluarkan aura yang begitu sangat menindas.


Boom..!! Boom..!! Boom..!!


Duar..!! Duar..!!


Berkali-kali ledakan terjadi, Yan Lan terdorong mundur jauh ke belakang, sementara Erlang Mo menabrak tanah di bawahnya hingga menimbulkan kubangan yang sangat dalam di tanah, sementara itu ke tujuh Dewa iblis kuno, juga harus menabrak perbukitan yang berada di dekat area pertarungan akibat benturan yang terjadi dengan inti api neraka.


Erlang Mo kembali mengudara dan menatap tajam kearah Yan Lan, sesaat dia mengusap darah yang mengalir dari sela-sela bibirnya, yang menandakan adanya luka dalam yang Erlang Mo derita.


"Kau memang tangguh Yan Lan, pantas saja kerajaan puncak langit tak bisa menahan kekuatan yang kau miliki, tapi semua itu belum cukup untuk membunuh ku, karena aku merupakan seorang Dewa kuno iblis yang abadi!!" ucap Erlang Mo.


"Aku akan memperlihatkan bagaimana kekuatan Dewa iblis kuno itu sesungguhnya, dan bagaimana keabadian itu mengalir di tubuhku," teriak Erlang Mo sambil mengeluarkan energi yang sangat kuat dari dalam tubuhnya, dan seketika itu tubuh Erlang Mo langsung menyerap seluruh kekuatan dari ke tujuh Dewa iblis kuno, yang kini tak bisa berbuat banyak dalam menghadapi energi yang keluar dari dalam tubuh Erlang Mo.


"Apa yang kau lakukan Erlang Mo!!, dengan menyerap kekuatan kami bertujuh, maka kau akan membuat kami kehilangan roh hidup kami untuk selama-lamanya," ucap salah satu sosok Dewa iblis yang terserap aura energi hidupnya.


"Hentikan Erlang Mo, apapun permintaanmu akan kami lakukan asalkan kau tak menyerap aura roh hidup kami bertujuh, kami akan sekuat tenaga menghancurkan pemuda itu untukmu!!" timpal Dewa iblis kuno yang lainnya.


"Kalian terlalu bodoh dengan mengajarkanku kekuatan yang tiada tara ini, dan baru aku ketahui jika kekuatan Dewa iblis kuno berpusat pada kalian bertujuh, jika aku menyerap kekuatan yang kalian miliki hingga tak tersisa maka aku akan abadi dan menjadi seorang Dewa," jawab Erlang Mo yang menyerap habis energi ke tujuh Dewa iblis kuno yang ada di hadapannya.


Jeritan menyayat hati silih berganti mengiringi hilangnya ke tujuh Dewa iblis kuno, yang kini seluruh energinya terserap masuk kedalam tubuh Erlang Mo.


Dengan masuknya energi ke tujuh Dewa iblis kuno ke dalam tubuh Erlang Mo, maka seketika itu perubahan bentuk pun terjadi pada diri Erlang Mo.


Tubuhnya sekarang memperlihatkan otot-otot yang sangat besar dan padat, dengan rambut panjang terurai berwarna putih keperakan, matanya berwarna hitam kelam tanpa adanya warna lain di dalamnya, yang membuat tatapan Erlang Mo sekarang begitu sangat menakutkan.


Kuku-kukunya pun sangat tajam dan kokoh, mencuat sepanjang dua senti dari jari jemarinya, dari dalam tubuhnya bermunculan urat-urat berwarna hitam yang sangat jelas terlihat dari kulitnya yang putih bersih.


Asap hitam tak henti-hentinya keluar dari dalam tubuh Erlang Mo, yang menimbulkan kesan jika sosok yang ada di depan Yan Lan itu bukankah manusia lagi.


"Ayo kita bertarung lagi, aku ingin melihat sampai seberapa kuat dirimu Yan Lan," ucapkan Erlang Mo.


"Sudah sedari tadi aku menunggu, jadi kau jangan sungkan untuk mengeluarkan seluruh kemampuan Dewa kuno iblis yang kau miliki," jawab Yan Lan.


Kali ini di dalam genggaman Erlang Mo, memegang sebuah benda berbentuk tombak dengan dengan mata tombak berbentuk golok, yang punyai aura yang sangat menindas seperti halnya golok pemusnah semesta yang di miliki oleh Yan Lan.


Melihat hal itu, Yan Lan langsung mengeluarkan kekuatan terhebatnya, karena sosok yang dihadapinya saat ini merupakan seorang Dewa iblis kuno, setelah menyerap energi hidup abadi yang dimiliki oleh ke tujuh Dewa iblis kuno sebelumnya.


Perisai Dewa segera menutupi seluruh tubuh Yan Lan, dengan dua api yang menyala kecil di sisi kiri dan sisi kanan di samping kepala Yan lan.


Kedua api itu merupakan api inti neraka dan api inti surgawi, yang memberikan energi ke dalam perisai Dewa yang dikenakan oleh Yan Lan.


Golok pemusnah semesta kini berada di dalam genggaman Yan Lan, yang memancarkan Aura yang sangat menindas.


"Aku tak menyangka jika aku bisa sampai ke tahap ini dalam menghadapimu Erlang Mo, dan mari kita buktikan siapakah yang terkuat diantara kita berdua," ucap Yan Lan.


"Ha..ha..ha.., keabadian milikku dan pertarungan ini pun akan menjadi milikku, maka bersiaplah untuk hilang dari muka bumi ini Yan Lan..!!" teriak Erlang Mo.


Keduanya langsung mengeluarkan kekuatan inti mereka yang mengakibatkan langit bergetar hebat, tanah di bawah mereka bergejolak hingga menimbulkan gempa hebat di sekitar tempat itu. Sementara itu di langit, cahaya matahari seketika itu juga hilang, tertutup dengan awan gelap dan tebal yang menutupi kawasan area pertarungan.


Dengan kecepatan yang tak terlihat oleh mata bisa, Erlang Mo menyerang Yan Lan diiringi dengan kilatan petir yang terus menggelegar seiring pergerakan cepat yang di lakukan oleh Erlang Mo.