
"Apa yang terjadi kepada ke dua binatang surgawi ini, sepertinya mereka berdua punya dendam tersendiri pada sesuatu yang di namakan iblis," batin Yan Lan.
Melihat keduanya akan menuju ke tempat pertarungan antara patriack Pingyin Qin dan ketua Tiatiou, Yan Lan dengan segera menahannya.
"Sahabatku, aku tak ingin kalian berdua untuk ikut campur dalam pertarungan ini, aku takut akan terjadi hal hal yang tak di inginkan dari kalian berdua, mengingat ketua klan tebing angin itu mempunyai artefak yang bisa menangkap kalian dengan mudah, ingat..!! Jatayu pernah merasakan kekuatan artefak itu," ucap Yan Lan mengingatkan.
"Tapi tuan muda iblis itulah yang telah membunuh seluruh leluhur kami, dia itu sangat berbahaya dan kuat, walau pun kami berdua akan mati, tapi kami pasti bisa membawa iblis itu ikut mati bersama kami!!," jawab Leo dengan penuh amarah dan kebencian.
"Leo..!! kau harus berfikir dengan akal sehatmu!!, jika kau tetap kesana, aku tak akan membiarkannya!!, ingat Leo..!! aku tak ingin terjadi hal buruk padamu sebagai mana hal buruk yang telah terjadi pada Biyao," teriak Yan Lan.
Leo yang tak bisa membendung amarahnya, segera melesat kearah tempat terjadinya pertarungan, akan tetapi sebuah kekuatan yang maha dasyat tiba tiba saja telah membelenggu tubuhnya.
Seluruh darah yang ada di dalam tubuh Leo mendidih yang membuatnya harus tersungkur ketanah dan tak sadarkan diri, ternyata Yan Lan telah mengaktifkan kontrak darah yang ada di tubuh Leo, yang membuat Leo tak berdaya.
"Maafkan aku Leo, ini semua demi kebaikanmu," bisik Yan Lan.
"Jatayu..!!, bawa Leo ke tempat yang lebih aman, biarkan Leo beristirahat dulu di sana," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda," ucap Jatayu yang langsung mengikuti perintah Yan Lan agar membawa Leo ketempat yang lebih aman.
Setelah kepergian Jatayu, Yan Lan kembali menatap kearah tempat pertarungan, tatapan Yan Lan tak lepas dari tubuh ketua Tiatiou yang telah berubah menjadi iblis.
"Tenang lah Leo, walaupun kekuatanku hanya di ranah menengah surgawi, aku pasti bisa membalaskan dendam leluhurmu!!" batin Yan Lan sambil meremas tinjunya menahan amarah.
Pertarungan terus berlangsung, dan kali ini ketua Tiatiou seperti mendapatkan tenaga baru yang lebih besar dari sebelumnya, naga hitam tiba tiba saja muncul dan menyerang naga emas milik patriack Pingyin Qin.
Benturan kedua energi itu membuat tanah yang ada di areal sekte bergetar hebat, petir terus menyambar nyambar yang membuat suasana semakin mencekam.
Terlihat patriack sekte mulai terdesak hebat, naga emas yang di milikinya mulai mengalami kendala dalam menyerang naga hitam.
Qian Qin mulai merasa resah melihat keadaan sang ayah, diapun meminta Yan Lan untuk segera membantu ayahnya.
"Kakak Yan Lan aku minta padamu untuk menolong ayahku, aku begitu sangat khwatir padanya," ucap Qian Qin.
Yan mengernyitkan alis matanya.
"Tumben gadis ini memanggilku kakak," batin Yan Lan.
Yan Lan yang melihat keadaan patriack Pingyin Qin sudah tak menguntungkan lagi, dengan segera menganggukkan kepalanya dan melesat cepat ke arah pertarungan antara kedua kultivator tingkat surgawi puncak itu berada.
"Patriack aku membantumu!!," teriak Yan Lan sambil melesat cepat kearah patriack Pingyin Qin.
"Kau tak usah membantuku, ini adalah pertarungan ku dan aku tak akan kalah dengannya!! jawab patriack Pingyin Qin.
Patriack Pingyin Qin mengibaskan tangannya maka angin kencang segera mengarah ke pada Yan Lan, yang membuat Yan Lan harus menghindari serangan tiba tiba itu kearah samping.
"Keras kepala dan egois!, sudah tau dalam keadaan terpuruk masih juga menjaga gengsi karena di bantu oleh anak muda sepertiku," bisik Yan Lan.
Melihat hal itu, Qian Qin segera datang menghampiri Yan Lan.
"Maafkan ayahku kakak Yan Lan, aku tak menyangka jika ayahku tak suka kau membantunya, hingga dia menyerangmu," ucap Qian Qin sambil menundukkan kepalanya.
Di tempat terjadinya pertarungan, naga emas yang di miliki patriack Pingyin Qin telah memudar dan menghilang tanpa bekas, yang membuat keadaan Patriack Pingyin Qin kian terpuruk dan terluka dalam yang cukup serius, napasnya pun kini telah putus putus menahan sesak di dadanya.
Patriack Pingyin Qin tak bisa berbuat apa apa lagi saat ini, dia hanya pasrah saat melihat ketua klan tebing angin mengarahkan naga hitam kearahnya.
"Ayah...!!" teriak Qian Qin histeris.
Tak di duga duga Yan Lan dengan mengaktifkan mata langitnya, segera melompat tinggi dan menebas naga hitam dari samping.
Tebasan Yan Lan berhasil menghancurkan naga hitam dan membuat Patriack Pingyin Qin selamat dari maut.
Qian Qin segera melesat kearah ayahnya, dan segera membawanya keluar dari arena pertarungan.
Kini Yan Lan yang menggantikan posisi patriack Pingyin Qin dalam menghadapi ketua klan tebing angin yang telah menjadi iblis.
Melihat patriack Pingyin Qin selamat dari serangannya, membuat ketua Tiatiou melimpahkan kekesalannya pada Yan Lan.
Ketua Tiatiou menyerang Yan Lan tanpa ampun, pedang di tangan ketua Tiatiou terus memburu Yan Lan dengan tebasan dan tusukkan yang sangat mematikan.
Yan Lan tak tinggal diam, diapun menangkis dan menyerang balik ketua Tiatiou.
Maka terjadilah jual beli serangan diantara kedua kultivator itu.
Tiba tiba saja sebuah benda bercahaya sebesar kelereng keluar dari dalam baju Yan Lan, dan mengarah cepat ke arah kalung yang di kenakan Yan Lan.
"Ternyata Biyao berada di sana!" batin Yan Lan.
Yan Lan kembali menyerang ketua Tiatiau, kali ini di kening Yan Lan telah mengeluarkan cahaya keemasan yang menandakan jika Yan Lan bersungguh sungguh menghadapi ketua Tiatiau.
Mata langit yang di gunakan oleh Yan Lan telah menebus tingkat tertinggi yang di milikinya, pergerakannya pun berubah 3 kali lipat cepatnya.
Dengan kecepatannya sekarang, Yan Lan bisa leluasa menggempur ketua Tiatiou, dan pada satu kesempatan dengan kecepatan yang sulit di lihat oleh mata biasa, Yan Lan berhasil mengambil kalung yang melingkar di leher ketua Tiatiou.
Melihat benda berharganya telah berada di tangan Yan Lan, ketua Tiatiou menjadi murka yang membuat keadaan semakin mencekam.
Pertarungan kembali terjadi yang mana ketua Tiatiau dengan tingkat kultivasi ranah surgawi puncak, berhasil menekan Yan Lan.
Yan Lan kini mulai terdesak dengan permainan pedang yang sangat cepat dari ketua Tiatiou, dan pada akhirnya sebuah tendangan keras dari ketua Tiatiou berhasil bersarang telak di rusuk kiri Yan Lan.
Yan Lan terhempas jauh kebelakang dengan kondisi tubuh yang terluka.
Rusuk kiri Yan Lan patah tiga, yang membuatnya sangat sulit untuk bernapas.
Belum sempat Yan Lan mempersiapkan diri untuk kembali bertarung, sebuah tendangan dari ketua Tiatiou mengarah padanya.
Yan Lan tak bisa mengelak lagi, akan tetapi sebelum Yan Lan terkena tendangan kedua dari ketua Tiatiau, Jatayu telah menyambar tubuhnya.
"Terimakasih Jatayu, kau telah menyelamatkanku," ucap Yan Lan.