
Seluruh armada tempur telah siap di posisi mereka masing masing, pasukan pemanah dari sekte naga diatas awan telah bersiap dengan anak panah yang siap di lepaskan dari busurnya.
Seluruh armada tempur udara istana Phoenix, terus memantau pasukan bangsa iblis yang berada di perbatasan, yang di pimpin langsung oleh Jatayu.
Begitupun dengan jendral di setiap gerbang telah siap dengan kemungkinan serangan mendadak dari bangsa iblis.
*****
Sore hari kian merangkak menuju senja, ketegangan para penduduk kota phoenix yang mayoritas kini di penuhi oleh penduduk dari istana Giok kian menjadi, apalagi kini bulan merah mulai menunjukkan tanda tandanya, dengan munculnya warnah merah darah di langit.
Terlihat Yan Lan berdiri di atas benteng pertahanan tertinggi istana phoenix, dengan melipat kedua tangannya di depan dada Yan Lan memandang tajam ke arah hutan lebat yang jauh berada di perbatasan kota phoenix.
Seiring munculnya bulan merah maka terlihat hutan lebat yang berada di perbatasan kota phoenix bergoyang dengan keras, dan muncullah ratusan ribu pasukan binatang buas dari sana.
Berbagai macam bentuk binatang buas bermunculan, dengan mengeluarkan suara suara yang memekakkan telinga.
Ratusan ribu binatang buas terus merengsek kearah empat gerbang yang ada, gerbang yang berdiri kokoh terus menahan kekuatan para binatang buas yang ingin menghancurkannya.
Seluruh armada di bawah pimpinan Yan Lan tak ada satupun yang memulai penyerangan, mereka semua menunggu perintah dari sang raja untuk memulai serangan.
Yan Lan terus menatap kearah para binatang buas yang ingin menghancurkan ke empat pintu gerbang kota phoenix, akan tetapi pintu gerbang yang sudah di lapisi dengan kekuatan segel pelindung, tetap kokoh tanpa sedikitpun tergoyahkan.
Yan Lan yang masih diam di tempatnya berdiri, dengan tiba tiba memberi instruksi untuk melakukan penyerangan, dengan menembakkan kembang api ke angkasa sebagai tanda jika serangan dari armada istana phoenix di mulai, seiring dengan munculnya para binatang roh dari dalam hutan.
Pasukan pemanah dari sekte naga diatas awan langsung melepaskan seluruh anak panahnya, ke arah ke ratusan ribu binatang buas yang berada di bawah benteng pertahanan setiap gerbang kota phoenix.
zleep...
Ribuan anak panah melesat ke udara dan langsung mengarah pada binatang buas yang berada di setiap gerbang. Jerit kematian para binatang buas terus menerus menggema seiring terus berterbangannya anak panah ke udara dan mengarah kepada mereka semua.
Setelah pintu gerbang bersih dari binatang buas yang menyerang, seluruh jendral istana Phoenix segera menyuruh para penjaga gerbang agar membuka gerbang utama, maka keluarlah pasukan siluman serigala jadi jadian dan kera bertaring, disusul dengan siluman ular bertanduk di belakangnya untuk menghadapi sisa sisa binatang buas yang luput dari anak panah para pemanah dari sekte naga di atas awan, dan untuk menghadapi para binatang roh yang mulai keluar dari dalam hutan.
Seluruh binatang buas tak bisa menghadapi keganasan dari armada perang istana phoenix, hingga binatang buas yang ada mati dan meninggalkan mayat yang berserakan di tanah.
Sementara itu binatang roh yang keluar dari dalam hutan terus merengsek ke arah pasukan istana Phoenix, yang mana di setiap punggung binatang roh tersebut terdapat seorang manusia iblis yang menungganginya.
Pertempuran sengit pun tak dapat terhindarkan, binatang roh dari bangsa iblis yang rata-rata mempunyai kekuatan tingkat raja, menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para pasukan siluman istana Phoenix, terutama dari pasukan siluman kera bertaring dan pasukan siluman katak.
Alhasil siluman kera bertaring dan siluman lainnya yang dimiliki istana phoenix, terpukul mundur karena kalah tingkat kekuatan, hanya siluman serigala jadi-jadian dan siluman ular bertanduk yang mampu sedikit mengimbangi keganasan dari binatang roh bangsa iblis.
Secara mengejutkan tiba-tiba saja datang wanita bercadar merah dari belakang kerumunan pasukan siluman istana phoenix yang terpukul mundur, tubuhnya melayang di udara dengan sempurna dan menapakkan kakinya dengan anggun di tanah, tak lama berselang pasukan naga emas dan pasukan naga hitam dari sekte naga diatas muncul di belakangnya.
Wanita itu tak lain adalah Qian Qin, dengan pedang yang terhunus wanita itu melakukan perlawanan ke arah binatang roh bangsa iblis, yang di ikuti seluruh pasukan tempurnya.
Tak lama kemudian Qian Qin kembali melayang di udara dan menghantamkan pedangnya kebawah kerumunan binatang roh bangsa iblis, maka dari langit keluar ribuan pedang yang mengarah ke kerumunan binatang roh dan manusia bangsa iblis, yang mengakibatkan banyak binatang dan manusia iblis mati tertembus pedang dari teknik yang dikeluarkan oleh Qian Qin.
Patriack sekte naga di atas awan itu kembali mengayunkan pedangnya untuk kedua kalinya, maka hujan pedang pun kembali terjadi yang menuju ke arah binatang roh bangsa Iblis.
Melihat hal itu salah seorang komandan bangsa iblis pun berteriak. "Cepat bentuk formasi pelindung, atau kita akan bernasib sama dengan teman-teman kita yang telah mati tertembus ribuan pedang itu!!".
Mendengar perintah sang komandan, para manusia iblis dibantu dengan seluruh binatang roh yang dimilikinya, langsung membuat formasi pelindung sesuai perintah sang komandan.
Alhasil serangan Qian Qin kali ini tak dapat menembus formasi pelindung yang dibuat bangsa iblis yang begitu kuat.