PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Di kepung


Beberapa hari berlalu, terdengar kabar jika banyak penculikan yang dilakukan oleh orang yang tak dikenal, terhadap para remaja di dalam kota dan desa-desa yang berada di kota Bintang.


Ratu Shima yang merupakan pemegang kekuasaan selama suaminya melakukan kultivasi, merasa sangat pusing dengan hal itu, belum lagi masalah putrinya yang dibawa pergi oleh Yan lan yang belum juga menemui titik terang, kini timbul masalah baru yang membuat panik seisi kota bintang dan sekitarnya.


Ratu Shima pun melakukan rapat tertutup dan memanggil semua petinggi istana, para bangsawan serta beberapa ketua sekte yang berada di dalam kota Bintang.


Sang ratu hanya ingin mengetahui, bagaimana masalah itu bisa sampai terjadi, apalagi dia mengetahui jika penjagaan para prajurit di sekitar kota begitu sangat ketat.


"Aku ingin tahu pendapat kalian semua dan bagaimana cara menyelesaikan masalah yang kini sedang terjadi di dalam kota Bintang," tanya ratu Shima di dalam rapat itu.


Tak ada satu pun orang yang menjawab pertanyaan serta mencari solusi yang dapat menyelesaikan masalah di kota Bintang, karena para petinggi kerajaan seperti enggan untuk berdiskusi serta menyampaikan pendapat mereka pada sang ratu, karena percuma saja mereka menyampaikan pendapat jika pendapat mereka itu tak pernah diterima oleh sang ratu, seperti di hari hari sebelumnya saat rapat dalam menyelesaikan suatu masalah.


Erlang Mo secara tiba-tiba muncul sebagai pembeda, diapun menyampaikan pendapatnya.


"Yang mulia Ratu sepertinya masalah yang terjadi hanya dilakukan oleh satu orang, intinya orang itu ingin mengalihkan masalah yang terjadi sebelumnya," ucap erlang Mo.


"Maksudmu Erlang Mo?" tanya sang ratu.


"Orang yang melakukan hal itu adalah Yan Lan, semua yang di lakukannya untuk menghilangkan sejenak pengejaran yang selama ini dilakukan oleh pihak istana kepadanya, maka diapun membuat masalah baru dengan alibi jika masalah itu dilakukan oleh penganut kekuatan hitam, padahal Yan Lan sendiri merupakan sosok orang yang ada di belakang itu semua," ucap Erlang Mo memprovokasi ratu Shima.


Mendengar perkataan dari Erlang Mo, maka dalam rapat itu Ratu Shima memutuskan untuk menjadikan Yan lan sebagai buronan nomor satu, yang paling dicari oleh kerajaan cahaya nirwana.


Setelah selesai melakukan rapat tertutup, Ratu Shima memanggil 6 orang petinggi istananya untuk mencari keberadaan Putri Bilqis dan Yan lan, dengan menggunakan formasi pencarian langit.


"Aku ingin kalian mencari keberadaan putriku, dan ini adalah baju putriku sebagai alat untuk menemukannya," perintah Ratu Shima.


Sebenarnya para petinggi istana itu tak mau untuk menggunakan formasi pencarian langit dalam mencari putri Bilqis, karena mereka semua tahu jika pemuda yang bernama Yan Lan merupakan pemuda yang baik dan tak seperti anggapan orang-orang yang mendukung Erlang Mo.


Tapi apalah daya, jika mereka berenam tak mengikuti perintah dari sang ratu, maka ada hukuman yang sangat berat yang akan menimpa mereka semua.


Setelah semua persiapan selesai, maka formasi pencarian langit pun dibuat, untuk mencari keberadaan putri Bilqis dan Yan Lan.


*****


Setelah mengetahui keberadaan sang Putri, malam harinya pasukan hantu milik sang ratu langsung menuju ke tempat Putri Bilqis berada.


Seluruh hutan kini dikepung oleh Armada tempur dengan persenjataan lengkap, baik lewat darat maupun lewat udara.


Dari jauh Yan Lan telah merasakan adanya pasukan tempur yang mengelilingi tempatnya berada, dia pun menyuruh Cencen untuk segera meninggalkan tempat itu, akan tetapi Cencen bersikeras untuk menemaninya dalam melawan armada tempur yang dimiliki kerajaan cahaya nirwana, karena Cencen menyadari betul jika kondisi Yan Lan masih terluka dan perlu perawatan.


"Aku tak akan membiarkanmu sendiri tuan muda, aku akan berjuang bersamamu untuk melewati ini semua, aku sangat bangga dapat mengenalmu, walaupun nantinya aku harus mati di tempat ini," ucap Cencen.


Yan Lan berjalan mendekati Cencen, dan memegang pundak kanannya lembut. "Aku juga bangga dapat mengenalmu, setelah kita dapat melewati ini semua, maka aku ingin kau terus mengikutiku, akan kubawa kau ke Benua permata hijau untuk menjadi di salah satu orang kepercayaan ku di sana," jawab Yan Lan.


"Terimakasih yang mulia," ucap Cencen dengan menggenggam tinjunya untuk memberi hormat kepada Yan Lan.


Semua percakapan itu didengar oleh Putri Bilqis, dan dia pun tak menginginkan jika Yan Lan dan Cencen nantinya mati karena gempuran dari armada tempur kerajaannya.


Diapun menyelinap keluar gua, untuk menemui ibunya yang menjadi pemimpin armada tempur milik kerajaan cahaya nirwana.


Belum sempat dia keluar gua, sebuah suara dari bangsawan Erlang Huo menggema di udara.


Yan Lan berjalan keluar goa dan mendapati sang ratu bersama dengan bangsawan Erlang Huo, tengah berdiri jauh di hadapannya.


"Untuk apa aku menyerah, belum tentu dengan armada tempur sebanyak ini kalian semua bisa mengalahkanku, aku ingin melihat seberapa kuat armada tempur yang kalian miliki!!" tantang Yan lan.


Mendengar perkataan Yan Lan, sang ratu langsung memerintahkan untuk menyerang ke arah goa, tempat Yan Lan berada.


Ratusan ribu anak panah baik dari darat maupun udara melesat cepat ke arah goa tempat Yan Lan berdiri tegak.


Tak hanya itu, para kultivator yang memiliki teknik api ikut membantu dengan menembakkan bola bola api ke mulut goa, yang membuat Yan Lan segera membuat segel pelindung untuk melindungi goa tersebut dari serangan para armada tempur kerajaan Cahya nirwana.


Ratusan ribu anak panah dapat tertahan dengan segel pelindung yang dibuat oleh Yan lan, begitupun bola-bola api yang terus mengalir seperti air, juga dapat tertahan dengan segel pelindung itu.


Putri Bilqis begitu iba dengan keberadaan Yan Lan yang terus menerus digempur oleh pasukan tempur dari ibunya, membuat putri bilqis mengesampingkan rasa cintanya demi untuk menyelamatkan Yan Lan dan Cencen.


"Aku tak bisa tinggal diam, tak mungkin kak Yan Lan dapat bertahan, dan kalau kakak kak Yan Lan dapat bertahan, mau sampai kapan?" bisik putri Bilqis.


Dia pun berteriak nyaring, sambil mengerahkan seluruh tenaga dalamnya agar suaranya dapat terdengar oleh sang ibu.


"Hentikan ibu," teriak putri Bilqis.


Mendengar teriakan putrinya, spontan sang ratu menghentikan serangannya.


Kini putri Bilqis berdiri di tengah-tengah antara kubu Yan Lan dan ibunya sendiri.


"Jika ibu terus menggempur kak Yan Lan, maka aku akan membunuh diri di hadapan," ucap putri Bilqis.


"Kau sangat bodoh putriku, pemuda itu tak pantas bagimu mengapa kau terus melindunginya? kali ini aku tak bisa memenuhi keinginanmu untuk melepaskannya," jawab sang ratu.


"Baik jika itu mau ibu!!" ucap putri Bilqis sambil menancapkan belati di tangan kanannya ke lehernya sendiri, hingga darah bercucuran membasahi baju yang dia kenakan.


Belum sempat belati itu menusuk habis leher sang Putri, sang ratu segera berteriak lantang.


"Baik!! aku akan memenuhi keinginanmu asalkan ada satu syarat yang harus kau lakukan, yaitu kau harus segera menikah dengan Erlang Mo walaupun tanpa kehadiran ayahmu," ucap sang ratu.


"Ha..ha..ha.., dia mencintaiku dan aku yakin kan kepadamu Ratu, putri Bilqis tak akan berpaling dariku," teriak Yan Lan yang kini mengeluarkan inti api surgawi di genggaman tangan kanannya.


Sang putri menatap sesaat kepada Yan Lan sambil berkata.


"Aku telah mengetahui siapa dirimu sebenarnya, dan aku tak ingin hidupku disia-siakan olehmu, Cencen telah menceritakan semua tentangmu dan siapa kamu sebenarnya. Karena kau telah menolongku waktu itu maka armada tempur kerajaan cahaya Nirwana akan mengampunimu kali ini, jadi utang kau menolongku waktu itu lunas, jika kedepannya kita bertemu lagi maka armada tempur cahaya nirwana tak akan pernah mengampunimu, mulai sekarang aku tak ingin kau mengganggu hidupku lagi," ucap putri Bilqis sambil melihat kearah ibunya berada.


Sang ratu yang mendengar penolakan dari putrinya, menyambut sang putri dengan hangat, dan kemudian menyuruh seluruh armada tempur kerajaannya pergi meninggalkan tempat itu.


Dan tanpa di ketahui oleh putri Bilqis, sang ratu membisikan perintah kepada bangsawan Erlang Huo.


"Binasakan mereka, jangan biarkan duri dalam daging itu terus hidup," ucapnya.


Mendengar perintah sang ratu, bangsawan Erlang Huo segera memerintahkan beberapa kultivator kuat yang dia milikinya, untuk menghabisi Yan Lan dan Cencen.