
Kejadian malam itu begitu sangat membekas di hati Lai Liu dan saudara saudaranya yang lain, rasa dendam kini telah telah tertanam di hati keluarga Liu terhadap orang tua yang mereka kenal bernama Lan Yan.
Lai Liu berjanji dalam hati akan membunuh Yan Lan dengan tangannya sendiri.
*****
Udara pagi merembes masuk kedalam kamar Yan Lan melalui kisi kisi jendela, yang membuat Yan Lan merasakan kesejukan di pagi itu.
"Aku tiba tiba merasakan gerah dan ingin segera mandi untuk membersihkan diri," batin Yan Lan di pagi itu.
Yan Lan membuka seluruh bentuk penyamaran yang ada pada dirinya, dan menaruh semua perlengkapan penyamarannya itu di atas meja dan segera pergi untuk membersihkan diri ke kamar mandi.
Tok..!! tok...!! tok..!!
Suara pintu kamar Yan Lan yang di ketuk dari luar.
"Mengapa tak ada sahutan dari dalam, apakah pak tua Lan Yan sedang keluar kamar?" bisik wanita muda nan cantik yang berada di depan pintu kamar Yan Lan.
Wanita itu mencoba mendorong pintu kamar Yan Lan dan alhasil pintu kamar Yan Lan dapat terbuka.
"Pintu ini tak terkunci, lebih baik aku menaruh keranjang makanan ini di dalam, siapa tau setelah pulang nanti pak tua itu akan memakannya, batin wanita muda itu kembali.
Wanita muda itu masuk ke dalam kamar Yan Lan, dan betapa terkejutnya dia melihat peralatan penyamaran yang berserakan di atas meja.
"Inikan baju, jenggot dan kumis yang selama ini di pakai oleh orang tua itu!, ternyata sela ini dia menyamar dan mengapa dia harus melakukan ini semua? jangan jangan dia mempunyai niat jahat pada guild cahaya," batin wanita itu.
Tak lama Yan Lan keluar dari dalam kamar mandi dan hanya memakai celana saja, seketika Yan Lan terkejut melihat ada seorang wanita muda sedang duduk di depan meja yang di penuhi perlengkapan menyamarannya.
"Manajer Ling, apa yang anda lakukan di sini?" tanya Yan Lan.
Ling Ling berdiri dan melangkah ke arah Yan Lan.
"Aku yang ingin bertanya kepadamu, mengapa kau melakukan penyamaran seperti ini? apakah kau seorang buronan dari salah satu 4 keluarga besar atau buronan sekte, atau mungkin juga kau mempunyai niat buruk pada lelang yang akan di selenggarakan oleh guild cahaya besok?" tanya Ling Ling penuh selidik.
"Aku tak bisa menjawab pertanyaan anda ini karena semua yang anda tanyakan bersifat pribadi, jangan kuatir Menejer Ling aku tak ada niat untuk membuat masalah di lelang yang akan di selenggarakan besok," jawab Yan Lan sambil memakai semua atribut penyamarannya.
"Aku ingin bertanya kepada anda, mengapa anda bisa berada di dalam kamar saya pagi pagi begini?" tanya Yan Lan.
"Maaf tuan Lan Yan bukan maksudku untuk lancang masuk kekamar anda seperti ini, aku hanya ingin mengantarkan makanan untuk anda sarapan, aku kira anda tidak ada di dalam rumah jadi kuputuskan untuk membawa makanan ini kedalam karena pintu kamar anda tidak terkunci," jawab Ling ling.
"Kalau begitu aku permisi dulu karena masih banyak yang harus ku benahi dan ku persiapkan dalam acara lelang besok," ucap Ling Ling kembali.
"Menejer ling apakah benda yang ku ingin itu kau sudah ada padamu?" tanya Yan Lan .
"Sudah tuan Lan Yan," jawab Ling Ling.
"Kalau begitu lebih baik kita segera menyembuhkan sakit yang kau derita, kebetulan hari ini aku tak punya kegiatan yang berarti," ucap Yan Lan kembali.
Ling Ling menganggukkan kepala menyetujui perkataan Yan Lan.
Mereka berdua akhirnya menyelesaikan permasalahan yang ada, dan pergi menuju kedalam sebuah tempat di dalam guild cahaya.
"Ini adalah tempat rahasia di dalam guild cahaya, dan tempat ini hanya aku yang mengetahui keberadaannya," ucap Yan Ling.
"Bagus kalau begitu, Menejer Ling mana ginseng es yang merupakan bahan untuk menyembuhkan luka dalammu?" tanya Yan Lan.
"Manajer Ling aku ingin anda melepaskan pakaian atas anda dan berbaring di tempat itu," ucap Yan Lan.
Seketika wajah Ling Ling berubah bersemu merah dengan perkataan Yan Lan, walaupun Ling Ling tau jika yang ada di hadapannya ini adalah seorang pemuda tampan, akan tetapi untuk melepaskan pakaian di hadapan seorang pemuda adalah hal yang sangat tabu untuk di lakukannya, mengingat Ling Ling sendiri merupakan wanita yang belum bersuami.
"Aku tidak bisa melakukan apa yang anda inginkan tuan muda, kurasa permintaan anda sangat merugikan bagi saya," jawab Ling Ling.
"Aku murni menolong anda Menejer Ling, jika anda tak menginginkan kesembuhan bagi diri anda, aku tak akan memaksa," ucap Yan Lan sambil menaruh ginseng es yang berada di tangannya ke atas meja dan melangkah meninggalkan tempat itu.
Ling Ling berpikir keras, banyak hal yang berkecamuk di kepalanya saat ini, termasuk kesembuhan bagi luka dalam yang telah lama di deritanya.
"Tunggu tuan muda!!, aku akan mengikuti perintah anda untuk melakukan pengobatan padaku," ucap Ling Ling.
Yan Lan membalikkan badannya sambil tersenyum ke arah wanita muda yang ada di hadapannya.
"Awas saja jika kau melakukan hal hal yang tidak di inginkan padaku saat pengobatan nanti, aku tak akan segan segan untuk mencari dan membunuhmu," batin Ling Ling.
Yan Lan terdiam, dia tau apa yang sekarang ada di pikiran wanita cantik yang ada di hadapannya itu.
"Kau nggak usah khwatir Menejer Ling, aku tak akan melakukan hal buruk padamu," ucap Yan Lan meyakinkan Ling Ling.
Ling Ling akhirnya melepaskan pakaian atasnya dan merebahkan tubuhnya di atas lantai ruangan itu sambil mendekap tubuhnya dengan kedua tangan.
"Aku tidak bisa mengobatimu jika kau melindungi tubuhmu dengan kedua tanganmu itu," ucap Yan Lan.
Sontan perkataan Yan Lan membuat jantung ling Ling berdegup dengan kencang, dan membuat wajahnya bersemu merah menahan malu yang teramat sangat.
Kini di hadapan Yan Lan Lan telah tersuguh pemandangan sangat luar biasa indah, darah kelelakiannya seketika berdesir kencang.
Yan Lan segera menepis semua pikiran kotor yang sempat terlintas, dan berupaya fokus dengan pengobatan yang akan di lakukannya.
Yan Lan menghancurkan Ginseng es dengan menggunakan tehnik jari matahari, seketika Ginseng itu hancur dan cahayanya meresap masuk kedalam tubuh Ling Ling.
12 jarum emas seketika menancap kebagian bagian tubuh Ling Ling yang sudah di targetkan
oleh Yan Lan, yang membuat lenguhan tertahan dari mulut Ling Ling.
Ke 12 jarum emas itu memancarkan cahaya yang membuat saraf tersumbat di Merindian di dalam tubuh Ling Ling mulai menampakkan hasil yang baik, Qi di dalam tubuhnya pun mulai bisa melalui Merindian dengan maksimal, dan akhirnya dantiannya pun mulai dapat menerima Qi yang mengalir dari Merindian Ling Ling.
Yan Lan segera mengakhiri pengobatannya dan menarik semua jarum emas yang berada di tubuh Ling Ling.
"Pakailah pakaianmu kembali, kau sekarang bisa berkultivasi kembali," ucap Yan Lan sambil membalikkan badannya berlawanan dengan tubuh Ling Ling.
Ling Ling segera memakai pakaiannya kembali dan mulai melakukan kultivasi untuk menguji kesembuhan luka dalamnya.
Seketika itu Ling Ling melakukan penerobosan di tingkat saint bintang 2.
"Terimakasih tuan muda atas semua bantuan anda, berapakah batu roh yang harus ku berikan padamu untuk ini semua?" tanya Ling Ling.
"Aku tak membutuhkan batu roh darimu Menejer Ling, aku hanya ingin membeli mustika kristal pelangi yang ada di dalam pelelangan nanti, bisakah kau membantuku untuk mendapatkannya?" tanya Yan Lan.
BELUM BISA MAKSIMAL DALAM MENULIS, MASIH DALAM TAHAP PENYEMBUHAN. TERIMAKASIH UNTUK SARAN DAN DO'A DARI SAHABAT SEMUA 🙏🙏🙏