
Yan Lan menatap dengan penuh amarah manusia iblis yang ada di hadapannya, karena Yan Lan beranggapan jika seluruh iblis merupakan musuhnya yang harus dilenyapkan, karena telah memberikan bencana di benua permata hijau, hingga banyak korban yang berjatuhan disana, semua itu akibat keserakahan raja iblis yang ingin menguasai seluruh ras bangsa manusia di benua kelahirannya itu.
"Aku ingin kau mengatakan padaku, di mana letak peradaban bangsa iblis di benua semesta biru ini, atau mulai besok kau tak akan pernah melihat lagi matahari pagi bersinar di pagi hari," ancam Yan Lan.
"Ha..ha..ha.., kau kira aku seorang anak kecil yang mudah kau perdaya, belum tentu kau bisa mengalahkanku, aku akan perlihatkan kepadamu bagaimana kekuatan yang telah di berikan junjunganku raja iblis, kepadaku!!" jawab manusia iblis.
Setelah berkata demikian, sang manusia iblis langsung menyerang Yan Lan dengan cakar yang terdapat kuku kuku yang sangat runcing dan beracun, hingga Yan Lan harus menghindari serangan cepat itu dengan menggeser tubuhnya kesamping kanan.
Serangan manusia iblis pun luput dari sasarannya, tak lama kemudian manusia iblis kembali meloncat cepat dan menerjang ke arah Yan Lan dengan sebuah tendangan yang mengarah ke dadanya.
Yan Lan hanya tersenyum melihat serangan yang dilakukan oleh manusia iblis. Dengan mengarahkan energi di tangan kanannya, Yan Lan lalu menghantamkan tinjunya ke arah serangan yang dilakukan oleh manusia iblis.
Benturan kedua energi pun terjadi, manusia iblis terlempar jauh ke belakang, dan tubuhnya berhenti melayang karena menabrak pohon besar yang seketika tumbang tertimpa tubuh sang manusia iblis.
Debu tebal berterbangan di udara, yang menutup pandangan mata dengan keberadaan manusia iblis disana, perlahan lahan Yan Lan melangkah mendekati jatuhnya manusia iblis ke tanah. Saat debu tebal menghilang, tampak sesosok manusia iblis telah terkapar di tanah dan sudah tak bernyawa lagi.
"Kau tak pantas ada di benua ini, dan selayaknya engkau mati karena kehadiranmu selalu membuat bencana, dan kekacauan di mana-mana," ucap Yan Lan sambil mengambil kota penyimpanan sang manusia iblis dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Terlihat juga Beldi telah berhasil mengalahkan seluruh anggota kalajengking hitam, hingga tak ada satupun yang dibiarkan hidup olehnya.
Beldi menatap ke arah Yan Lan yang berjalan menuju ke arahnya, melihat kehadirannya Yan Lan, ada rasa tenang di dalam pikiran Beldi untuk keamanan seluruh kelompok saudagar Rohtim, akan tetapi di balik itu semua, ada rasa takut yang teramat sangat melihat kekuatan yang dimiliki oleh Yan Lan, hingga Beldi tak ingin sedikitpun menyinggung pemuda yang baru dikenalnya itu.
"Terimakasih karena tuan muda telah membantu menyelamatkan kelompok saudagar Rohtim ini," ucap Beldi.
"Tak usah sungkan begitu, aku telah berjanji kepada kalian semua untuk menjadi pelindung dalam perjalanan menuju ke sekte pasir es, dan kuharap kedepannya kita harus lebih berhati-hati lagi, karena apa yang dibawa oleh saudagar Rohtim, merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan bagi seluruh kultivator baik di bidang beladiri maupun di bidang alkemis," jawab Yan Lan.
"Baik tuan muda," ucap Beldi.
"Tuan mudah ada baiknya kita melanjutkan perjalanan ini agar kita tak sampai kemalaman tiba di tujuan, karena jika malam tiba hutan yang akan kita lalui banyak dipenuhi dengan binatang buas dan binatang roh di sana," ucap Beldi kembali.
Maka rombongan saudagar Rohtim kembali melanjutkan perjalanan, menuju ke sekte pasir es yang berada di dalam kota buluh surgawi.
Setelah beberapa lama berjalan, akhirnya mereka tiba di kota es dimana terdapat istana kerajaan buluh surgawi berada.
Setelah memberikan lencana dari keluarga saudagar Rohtim, akhirnya mereka semua diperbolehkan masuk ke dalam kota kerajaan.
Yan Lan terpana dengan apa yang dilihatnya, kemegahan kota terlihat sangat jelas jauh dari kebesaran kota Phoenix miliknya.
Kota buluh surgawi begitu makmur, dengan keberadaan seluruh penduduknya yang terlihat sangat sejahtera, dengan melihat pakaian yang dikenakannya yang terkesan mewah dan bersih, hal ini yang membuat Yan Lan berdecak kagum.
"Beldi, aku lihat keadaan di dalam ibu kota kerajaan penduduknya begitu makmur dan sejahtera, dan kurasa raja yang memimpin ibu kota kerajaan begitu sangat adil dan bijaksana," ucap Yan Lan.
"Apa yang tuan muda lihat tak seperti apa yang dirasakan oleh penduduk yang berada di pinggiran kota, hidup mereka sangat memprihatinkan dan harus berusaha keras agar tetap bertahan hidup, yang tuan muda liat ini hanya kulit luarnya saja, sementara di dalamnya sangat hancur," ucap Beldi.
"Maksud dari perkataanmu Beldi?" tanya Yan Lan sambil mengerutkan keningnya.
"Kami yang berada di pinggiran ibukota, harus melayani ibukota itu sendiri, dengan menambang batu roh, bekerja di pabrik kayu kerajaan dan lain sebagainya, dan bahkan kami harus berburu binatang buas atau binatang roh untuk diambil kulit dan batu inti mereka agar kami dapat bertahan hidup, tapi sayang keseluruhan hasil berburu harus di diserahkan kepada pihak kerajaan, dan merekalah yang membeli hasil buruan dengan harga sesuka hati mereka, jika tidak maka keluarga kami lah yang akan menjadi taruhannya," ucap Beldi sambil menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan.
"Kami dibayar sangat murah, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam sebulan kami harus mengutang kepada pihak kerajaan, yang membuat keterikatan antara penduduk pinggiran kota dan pihak kerajaan sampai saat ini. Sementara penduduk yang berada di dalam kota kerajaan, diberikan fasilitas yang sangat luar biasa dari sang raja, termasuk kebutuhan hidup yang ditanggung oleh pihak kerajaan sepenuhnya, itu semua dilakukan oleh sang raja agar jika kerajaan lain datang bertamu, maka mereka akan disuguhkan oleh kemakmuran dan kesejahteraan penduduk ibukota kerajaan, seperti halnya tuan muda saat pertama kali melihat ibu kota kerajaan," sambung Beldi.
"Apakah tak ada pembelaan dari sekte-sekte besar yang berada di ibukota kerajaan yang telah mengetahui hal itu?" tanya Yan Lan kembali.
"Jika sekte membela penduduk di pinggiran kota mengenai hak mereka yang dibeda-bedakan dengan penduduk di ibukota, maka sekte itu akan dikucilkan oleh sekte yang lain dan bahkan di musuhi oleh pihak istana, yang membuat sekte itu nantinya di buang ke pinggiran kota dan dicoret dari susunan sekte yang ada di kota buluh surgawi. Dan untuk tetap bertahan hidup maka kami membuat klan klan kecil agar dapat saling membantu jika salah satu dari kami mengalami kesulitan," jawab Beldi.
"Berarti kamu adalah salah satu anggota sekte yang dulu pernah membantu penduduk di pinggiran kota, dan pada akhirnya berubah menjadi klan klan kecil yang berada di sana?" tanya Yan Lan.
"Betul tuan muda, kami yang sedikit mempunyai kemampuan di bidang bela diri, sekarang ini bekerja sebagai pengaman bagi saudagar dan para pedagang, yang membutuhkan bantuan dari kami," jawab Beldi.